Dongeng: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

pengertian dongeng

Pengertian dongeng- Dongeng menjadi salah satu buku bacaan yang cukup menarik bagi anak-anak dan orang tua. Sebenarnya tidak hanya untuk anak-anak saja, dongeng juga dapat dinikmati oleh semua kalangan, tanpa terkecuali. 

Alasan menyukai dongeng pun klise. Pertama karena di dalam dongeng terdapat gambar yang lucu. Kedua, dongeng memiliki amanat dan pesan moral yang baik. Ketiga, dongeng dijadikan sebagai stimulus otak anak-anak mengenal literasi sedini mungkin.  

Sayangnya minat dan geliat dongeng seolah jalan ditempat. Barangkali kamu salah satu yang memiliki mimpi menjadi penulis dongeng? ternyata peluang menjadi penulis dongeng masih sangat terbuka lebar. Nah, pada kesempatan kali ini kita tidak akan mengulas cara menjadi penulis cerita anak (dongeng). 

Melainkan kita akan mengulas tentang pengertian, ciri dan contoh dongeng itu seperti apa dan bagaimana sih. Langsung saja simak ulasannya sebagai berikut. 

Pengertian Dongeng Secara Umum 

Dongeng adalah karya sastra yang ditulis atas dasar proses berpikir imajinatif. Segmentasi pembaca dongeng lebih spesifik, diperuntukan untuk anak-anak, remaja atau umum. Jika konteksnya diperuntukan anak-anak, Maka bahasa yang disampaikan menggunakan bahasa yang ringan, tidak banyak istilah asing, mudah dipahami dan menggunakan kalimat yang sederhana. 

Pada awalnya, dongeng termasuk karya sastra lama. Karena pada zaman dahulu belum bisa menulis, maka orang-orang jaman dahulu menyebarkan dongeng dari mulut ke mulut. Setelah masyarakat melek literasi dan bisa menulis, dongeng dari mulut ke mulut ditulis dalam bentuk buku dongeng.

Dampak dari mulut ke mulut inilah yang menyebabkan perbedaan cerita. Kita sering menemukan menceritakan dongeng yang sama, namun berbeda, itu hal yang lumrah terjadi. Justru perbedaan inilah yang melahirkan keberagaman. Terlepas banyak perbedaan dari cerita, secara tujuan utama masih sama, yaitu untuk membangun karakter baik, dan meningkatkan minat literasi. 

Tahukah kamu, jika orang jaman dahulu lebih mudah memberikan pesan dan pelajaran moral dengan dongeng. Itu sebabnya dongeng menjadi budaya pembentukan karakter pada kala itu. Ternyata tidak hanya itu, dongeng dapat dijadikan sebagai stimulus mempertajam dan mengaktifkan imajinasi anak. 

Adapun manfaat mendengarkan dongeng sejak kecil, banyak pelajaran dan pesan moral yang sampai saat ini masih sangat berkesan dan masih teringat. Karena dahulu orangtua saya mendongengkan dongeng sebelum tidur, secara alam bawah sadar pesan dan dongeng tersebut sampai sekarang masih saya ingat. Padahal kala itu saya masih kecil. Mungkin karena itu saya akhirnya menjadi penulis. haha

Pengertian Dongeng Menurut Para Ahli

Setelah mengetahui pengertian dongeng secara umum,  sepertinya perlu juga perspektif pengertian dongeng menurut para ahli. Seperti apa sih pendapat mereka, langsung simak ulasannya sebagai berikut. 

1. Poerwadarminta 

Menurut Poerwadarminta pengertian dongeng dapat diartikan sebagai cerita jaman dahulu yang tidak pernah terjadi di masa sekarang. Pada dasarnya dongeng bersifat hiburan. Dari segi cerita yang disampaikan pun bersifat imajinatif dan tidak sesuai dengan kebenaran. 

Meskipun demikian, dongeng memiliki pelajaran moral, ada juga yang dijadikan sebagai sindiran. Secara garis besar, dongeng dapat dikisahkan dengan makna tersirat dan makna tersurat. Poerwadarminta pun menyampaikan cara pengisahan dongeng juga mengandung harapan dan keinginan. 

banner-di-artikel (1)

2. James Danandjaja 

Berbeda dengan pendapat James danandjaja, yang mendefinisikan dongeng sebagai cerita rakyat yang tidak pernah terjadi. Dongeng hanya imajinatif dan karangan dari penulis cerita. Disebutkan, dongeng tidak terikat oleh waktu maupun tempat, hal ini dikarenakan dongeng hanya diperuntukan untuk hiburan semata. 

3. Agus triyanto 

Dongeng menurut agus triyanto sebagai cerita fantasi yang disampaikan menggunakan bahasa yang lebih sederhana. Karena bersifat fantasi, dongeng tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata. Namun dari segi pesan bertujuan untuk memberikan pelajaran moral dan sebagai hiburan. 

4. Charles Perrault 

Menurut Charles Perrault, dongeng adalah cerita singkat yang mengisahkan tentang petualangan imajinatif, khayalan, tahayul dan gaib, yang kemudian diekspresikan lewat penciptaan tokoh-tokoh.

5. Liberatus tengsoe 

Dongeng menurut liberatus tengsoe adalah cerita khayal dan kebenarannya masih dipertanyakan. Umumnya dongeng dibuat dengan hal dan sesuatu yang tidak masuk akal, aneh, dan ajaib.

Dari pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dongeng adalah cerita yang bersumber dari imajinasi penulis. Dongeng juga dapat diartikan sebagai karya sastra lama yang diceritakan secara turun temurun. Setiap dongeng yang disampaikan memiliki tujuan memberikan amanat cerita, pesan moral kepada pembacanya. 

Ciri-Ciri Dongeng 

Sebagai bacaan yang paling disukai anak-anak, dongeng memiliki ciri spesifik. Apa saja sih ciri tersebut? Sebagai Berikut. 

1. Memiliki Alur Sederhana

Buat kamu yang ingin menjadi penulis buku dongeng, kamu harus membuat alur yang sederhana. Kita tahu bahwa perkembangan kognitif pada anak belum sempurna, dan masih dalam proses perkembangan. 

Anak-anak belum memiliki kemampuan kognitif yang matang seperti halnya orang-orang yang sudah dewasa. Maka sudah sewajarnya jika alur yang kita buat pun yang ada di sekeliling mereka. Jadi dibandingkan menulis novel, membuat dongeng lebih mudah. 

2. Ditulis Secara Singkat Dan Bergerak Cepat 

Ciri-ciri dongeng yang kedua, dongeng yang baik ditulis secara singkat, dan menggunakan bahasa yang sederhana.  Tidak perlu menggunakan istilah dan bahasa gaul. Sebagai penulis dongeng, penting sekali pemilihan diksi yang sesuai dengna perkembangan anak tersebut. 

Adapun ciri dongeng yang lain, yaitu harus bergerak cepat. Maksud dari bergerak cepat adalah tidak perlu dramatisasi alur. Tidak seperti halnya novel yang penuh dramatisasi. Dongeng cukup ceritakan secara bertahap demi tahap namun singkat dan ringkas. 

3. Biografi Tokoh Tidak Ditonjolkan 

Jika penulisan novel, tokoh perlu ditonjolkan karakternya. Berbeda pada tokoh dongeng. kamu tidak perlu menjelaskan secara detail tokoh tersebut. Karena anak-anak pun tidak akan bertanya dan jarang anak yang berpikiran sejauh itu. Anak hanya fokus pada jalan ceritanya. 

4. Bersifat Hiburan Dan Teman Tidur 

Jadi dongeng hanya bersifat hiburan yang memiliki pesan moral yang baik bagi pembaca. Selain itu dongeng juga dapat dijadikan sebagai teman tidur. Dan tahukah kamu, saat anak berada dalam kondisi mau tidur adalah kondisi yang baik untuk memberikan sugesti positif. Jika pesan moral dongeng positif, maka anak pun juga tersugesti positif. 

5. Memuat Pesan Moral

Seperti yang disinggung sebelum-sebelumnya, meskipun dongeng bersifat imajinatif dan cerita turun temurun. Pasti setiap dongeng memiliki pesan moral yang ingin disampaikan. Jadi buat kamu yang ngaku calon penulis dongeng, pastikan untuk membuat pesan moral yang baik, bijak dan positif bagi pembacanya, yang mayoritas masih anak-anak. 

Itulah kelima ciri-ciri pada dongeng.  Semoga dari ciri di atas cukup membantu. 

Contoh Dongeng 

Nah, berbicara tentang contoh dongeng, sebenarnya kamu bisa melihat di toko buku ataupun ebook. Berbicara tentang dongeng pun ternyata ada banyak bentuknya loh. Diantaranya ada mite, sage, fabel, legenda dan parable.

Belum afdol rasanya jika belum diberi contoh dongeng. Berikut contoh yang pernah saya tulis beberapa tahun lalu. 

Si Hati Tuan dan Si Tudung Akar Bunga MawarSuatu pagi aku berjalan di halaman rumah. Mawar merekah, aku duduk di serambi rumah. Ku pandang bunga nan menyejukkan mata itu. Di tempat yang berbeda, kau juga berjalan kecil di serambi rumahmu. Sekedar melihat rerumputan yang penuh dengan embun. Kau juga duduk, memegang ponselmu.Ponselku berbunyi, kubuka. Yah, kau membalas pesanku dengan sebuah senyuman. Aku tahu hatimu sering terluka olehku. Karena aku seperti bunga yang aku pandangi ini. Aku kembali duduk, mengamati embun di pucuk kelopak bunga mawar. Sejurus kemudian kubuka sebuah buku.***Aku hanya berfikir lebih dalam, dan Aku mengkhawatirkanmu. Suatu hari, ku lihat kau menemukan bunga mawar di tanah yang tandus. Kau bawa pulang pohon mawar yang nyaris mati itu. Kau rawat, setiap pagi kau sirami, membersihkan dari rumput liar. Kesabaranmu telah membuahkan hasil. Kau mendapatkan mekar bunga mawar yang begitu cantik nan mempesona.Suatu waktu, kau menghampiri dan ingin mencium harumnya. Hidungmu, tanganmu dan kakimu sering terluka oleh durinya. Sekali, dua kali kau mampu bertahan dengan luka itu, kau tetap sabar menyirami, membuang ulat bulu yang memakan daun. Entah berapa kali luka yang kau dapatkan. Akhirnya kau akan merasa terganggu dan kesakitan, muak, kesal, dan marah. Tapi tetaplah merawat bunga mawar yang kau pungut itu sampai batas waktu yang telah dituliskan Tuhan. Tetaplah bersabar, karena kesabaranmu lah yang akan menyuburkan bunga mawar untuk berkembang lebih banyak. Meskipun durinya melukaimu, sebesar kesabaranmu merawatnya, bunga itu akan berkembang lebih banyak lagi dan lagi.Tolong jangan lihat duri yang melukaimu. Tetapi lihatlah mekar indahnya bunga mawar. Ingatlah semerbak yang membuatmu girang, puas dan bahagia. Lihatlah warnanya yang merona, ronanya hingga terpancar hingga ke wajahmu yang berseri-seri, senantiasa membuatmu selalu tersenyum. Lihatlah kerja kerasmu selama ini telah merawatnya, betapa kau pemuda yang sempurna. Jangan lihat rumput tetangga yang lebih hijau, tapi lihatlah rumputmu lebih hijau dibanding rumput tetangga. Karena kerja kerasmu, kesungguhanmu, keikhlasanmu merawat bunga mawar lebih berwarna. Kau memiliki hidup yang lengkap, dan kau juga seorang tukang kebun yang luar biasa.Tetap setia merawat bunga mawar yang dulunya liar. Jika kau berlari merawat tanaman yang sama yang dimiliki tetangga yang lebih hijau, siapakah yang akan merawat mawar. Mawar tak mampu berjalan, karena akarnya terlanjur menembus hingga ke dasar tanah. Tak ada kekuatan dan pilihan untuk mampu berjalan meninggalkanmu, karena bunga mawar tidak memiliki kaki sepertimu.Pertama Kali mawar kau bawa pulang, kau menancapkan batang ke tanah yang telah kau buat lubang. Saat itu bunga mawar hanya memiliki dua pilihan (pertama), ia akan kokoh mencengkramkan tanah hingga ke dalam. Berkat ketulusanmu, akhirnya bunga mawar tumbuh subur, berbunga banyak, mendamaikanmu dan membahagiakanmu dengan tunas-tunas muda. Agar kau tidak kecewa telah merawatnya selama ini. (dua), Bunga mawar dilanda ketakutan karena melihat tanah halaman rumahmu yang keras dan tandus, membuatnya sangat kesulitan untuk terus mengakar, karena tudung akar baru yang siap mencekram tanah selalu terluka. Bunga mawar takut menembus tanah yang kering kerontang dan gelap gulita, tidak banyak cahaya di dalam tanah. Namun karena kasih sayangmu setiap sore kau menyirami, tudung akar itupun memiliki kekuatan mencekram tanah dan kian kokoh mencekram tanah. Kekuatan yang kau berikan dari hatimu….

Demikian ulasan dari Bukunesia, semoga pengertian, ciri dan contoh dongeng yang sedikit ini bermanfaat.

Penulis: Irukawa Elisa

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis