Alasan Menikah Muda dan Resiko yang Muncul

Alasan menikah muda

Banyak gerakan yang mengajak untuk nikah muda. Tetapi, mengapa harus menikah muda sih? Ini ada 6 alasan utama menikah muda bagi pasangan yang dibahas dalam artikel yang lengkap dengan risiko yang akan dihadapi.

Bolehkah menikah usia muda? Secara agama boleh. Namun jika melihat definisi “menikah muda” ada kategorisasi atau batasan usia. Menikah usia 19-24 tahun tergolong menikah muda. Ada juga menikah dibawah 19 bahkan 15 tahun. Bukan berarti menikah muda itu tidak boleh, tapi ada banyak kekhawatiran. 

Di tahun 2017 yang lalu, euforia menikah mudah sangat santer didengar. Dari sabang sampai Merauke, pasalnya orang yang menikah mudah mencapai 60,13%. Sementara di kasus yang lain, salah satu pemicu tingginya angka perceraian dipengaruhi oleh faktor menikah muda. 

Hal ini dibenarkan oleh sosiolog dari Amerika Serikat, Nicholas Wolfinger, seorang profesor yang melakukan riset di tahun 2017 menemukan 415.848 perkara yang disebabkan nikah muda. Lalu, bagaimana dengan saat ini? apakah nikah muda masih menjadi tren? 

Pada kesempatan kali ini kita akan melihat lebih dekat tentang pengertian, tujuan dan risiko menikah muda. Langsung saja simak ulasan sebagai berikut. 

Apa Itu Nikah Muda?

Tampaknya menikah muda di sekitar kita, terutama yang tinggal di pedesaan sudah tidak asing kita dengar. Bagaimana di lingkungan kamu? Apakah familiar juga? nah, sebelum mengulas tentang alasan menikah muda, simak pengertian berikut ini. 

1. Pengertian

Menikah muda menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah pernikahan atau akad yang dilakukan ketika berusia kurang dari 21 tahun. 

Sementara menurut UNICEF mengartikan nikah mudah adalah terjadi ikatan pernikahan antara laki-laki dan perempuan yang berusia 18 tahun atau kurang. 

Berbeda dengan pendapat UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974, yang dimaksud dengan menikah muda adalah pernikahan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan berusia kurang dari 21 tahun.

2. Umur Boleh Nikah Muda

Pertanyaannya sekarang adalah, di usia berapakah seseorang boleh menikah muda? Jawabannya sesuai dengan Peraturan. Merujuk dari UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang disebutkan di atas, maka pernah dilakukan revisi dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 dan diberlakukan sejak 15 Oktober 2019 yang lalu, yang menyatakan bahwa boleh menikah muda apabila pihak laki-laki ataupun perempuan sudah berusia 19 tahun. 

Hal ini selaras dengan ketentuan Kemen PPPA dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, yang menyebutkan bahwa yang dikategorikan sebagai anak berusia di bawah 18 tahun. Sementara jika kita melihat syarat menikah yang diatur di Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 disebutkan bahwa batas usia pernikahan apabila laki-laki dan perempuan sudah berusia 19 tahun.

Alasan Menikah Muda

Tentu saja setiap orang akhirnya memutuskan menikah muda banyak latar belakang dan alasan. Ada yang memang atas kesadaran dan dorongan sendiri, atas dasar paksaan, atas dasar tidak ada pilihan dan bisa juga atas dasar “tragedi”. 

Terlepas dari alasan-alasan yang sifatnya negative, berikut alasan yang sering digunakan untuk yang ingin menikah muda karena kesadaran diri dan atas dasar cinta. Sebelum lanjut, pahami dahulu ya mengenai hikmah dan tujuan menikah menurut islam.

1. Menghindari Dosa dan Fitnah

Alasan yang paling umum dan klise, bahkan kita sering mendengar dimana-mana. Bahwa alasan menikah muda karena menghindari dosa dan fitnah. Secara agama, alasan ini memang baik, dan tidak ada yang salah. 

Akan menjadi masalah jika orang yang menjalankannya tidak memiliki kesiapan mental dan penguasaan emosi diri. Alih-alih membangun rumah tangga yang harmonis, rukun dan bahagia. Justru membangun rumah tangga yang penuh drama. 

Tidak ada yang salah dengan menikah muda, jika orangnya benar-benar siap lahir batin dengan segala permasalahan yang akan dihadapi. Bagaimanapun juga, menikah itu bagian dari ibadah jika dimaknai dengan benar. 

2. Rejeki sudah ada yang mengatur

Menikah muda memang banyak tantangan dan keraguan. Salah satu keraguan paling umum adalah kemapanan secara finansial. Namun, bagi beberapa orang yang memiliki keyakinan dan setuju dengan mudah akan menyangkal poin ini. 

Mereka beranggapan bahwa masalah kemapanan itu urusan rejeki. Dimana urusan rejeki ada yang mengatur, yaitu Allah SWT. Alasan ini memang benar. Dan kita tahu bahwa tidak ada yang bisa mengetahui takdir dan nasib hidup kita di masa yang akan datang. Semua bergantung pada kehendak sang Penguasa. 

Namun ada pula yang mengupayakan sekuat tenaga, bagaimana caranya memperbaiki kemapanan. Ketika sudah sedikit lebih baik, biar tidak nganggur-nganggur amat, barulah berani memutuskan untuk menikah. Alasan ini pun juga sah-sah saja, tidak ada masalah. 

Bagaimana dengan dirimu? Kamu termasuk bagian mana? Boleh juga tulis argumen atau alasan kamu di kolom komentar. Karena setiap jawaban dari kalian adalah hak asasi masing-masing orang.  

3. Terlalu Lama Berpacaran

Ada juga alasan menikah muda, karena terlalu lama berpacaran. Daripada menimbulkan banyak omongan tetangga, gossip tidak jelas dan membuka peluang maksiat, maka putuskanlah untuk menikah saja.

Terlalu lama berpacaran atau taaruf juga belum berarti bisa cepat untuk siap dalam membangun pernikahan. Nah, untuk melihat tandanya, baca pada pembahasan khususnya pada artikel 9 Tanda Siap Menikah.

4. Usia Reproduktif Prima

Alasan klise yang sering kita dengar kenapa memilih menikah muda adalah, karena usia muda secara reproduktif lebih prima. Diharapkan memiliki bibit dan bobot yang terbaik dan sehat. Adapun konsekuensi jika menikah mudah terlalu dini. 

Salah satunya meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi selama proses persalinan. Tidak hanya itu, bagi ibu yang melahirkan panggul belum terlalu siap secara maksimal, pasalnya, hal inilah yang menyebabkan kematian pada bayi dan ibu. 

Jika pernikahan dilakukan terlalu muda, dan hamil, memiliki potensi mengalami robek mulut rahim saat melahirkan dan berpeluang mengalami pendarahan hebat.  

5. Merasa Cocok dan Saling Mencintai

Adapun alasan menikah muda yang juga sering kita dengar, yaitu merasa cocok, merasa yakin bahwa dialah “jodohku”, yang didasarkan atas dasar cinta. Alasan ini pun tidak ada yang salah, dan boleh-boleh saja. 

6. Bucin 

Melanjutkan dari poin ke lima. Secara tidak langsung, alasan menikah muda karena keduanya saling Bucin. Dimana kontrol emosi mereka kurang termanajemen. Dimana ego masih tinggi, sehingga mengesampingkan masa depan atau tidak mempertimbangkan segala permasalahan yang terjadi di masa akan datang. 

Dari keenam alasan di atas, mungkin kamu termasuk di dalamnya? Atau mungkin kamu menemukan alasan lain? Kamu boleh berbagi cerita dengan menuliskan di kolom komentar. 

Tujuan Menikah Muda

Setiap keputusan memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satunya dalam hal membuat keputusan akan menikah muda atau menikah di usia yang matang. Setelah mengetahui alasan menikah muda di atas, tentu saja kamu harus tahu tujuan menikah muda. 

Jangan memutuskan menikah hanya karena terlalu cinta pada pasangan. Jika memang usia masih di bawah 18 tahun, alangkah baiknya menguji kebesaran rasa cinta kamu terlebih dahulu. Bisa jadi 2-3 tahun yang akan datang, besar rasa cinta kamu hanya semu, dan luntur oleh orang baru. 

Jika setelah 3  tahun rasa cinta masih sama menggebu. Maka kamu bisa mengambil keputusan untuk menikah muda. Nah, sebelum mengambil keputusan tersebut, pastikan kamu tahu tujuan menikah muda. Yang belum tahu tujuan menikah muda, bisa simak keenam poin berikut. 

  1. Melaksanakan sunnah rasul 
  2. menyempurnakan agama
  3. mengikuti perintah Allah SWT
  4. Mendapatkan Keturunan 
  5. Bersenang-senang dalam Beribadah
  6. Memperoleh Ketenangan

Penjelasan lebih lengkapnya dari keenam poin di atas, kamu bisa mempelajari di artikel sebelumnya tentang “hikmah dan tujuan Pernikahan”. Di sana akan dijelaskan lebih mendalam dan intens. 

Resiko Menikah Muda

Menikah mudah tidak hanya menjanjikan sisi positif saja. Jika ditinjau lagi, untuk yang belum siap secara mental, menikah muda justru memiliki jangka panjang. Buat kamu yang punya keinginan menikah muda, perlu mempertimbangkan risiko ini. Penasaran, apa saja sih risiko tersebut? kamu bisa simak ulasannya sebagai berikut. 

1. Melewatkan Masa Bermain 

Risiko menikah muda yang pertama, sudah pasti akan melewatkan masa bermain bersama teman-teman seusia mereka. Ketika teman sebaya asyik jalan-jalan, kita sibuk mengurus anak, mengurus suami dan beberes rumah. Itu sebabnya, buat kamu yang belum siap secara mental, untuk mempertimbangkan hal ini sebelum membuat keputusan final. 

2. Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 

Menurut hasil penelitian Kumaidi dan Amperaningsih (2015) menunjukan bahwa menikah muda 56% perempuan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Meskipun dalam penelitian tersebut disebutkan tidak terlalu sering, tetapi potensi ini lebih tinggi daripada yang menikah di usia yang sudah matang.

3. Tidak Menyelesaikan Pendidikannya 

Menikah muda yang disebabkan karena “kecelakaan” rata-rata tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Masih menurut hasil penelitian Kumaidi dan Amperaningsih (2015) hanya 5,6%  remaja yang masih tetap melanjutkan pendidikan mereka setelah menikah. 

4. Risiko Kematian Ibu dan Bayi Lebih Tinggi 

Seperti yang disinggung sebelumnya, bahwa risiko kematian saat melahirkan bagi ibu dan anak lebih tinggi dibandingkan mereka yang menikah di usia yang matang.

5. Menjalani Hidup Terlalu Cepat

Sudah pasti kamu akan menjalani hidup terlalu cepat. Sadar atau tidak sadar, kamu akan menjadi dewasa lebih cepat dari usia yang seharusnya. Dampaknya, secara mental atau psikologi banyak kejadian atau kejutan yang membuat kaget, dan seringkali juga belum tentu siap. 

6. Kesempatan Untuk Berkarir Hilang 

Risiko menikah muda yang tidak bisa dirasakan adalah, kehilangan kesempatan untuk berkarir. Memang setelah menikah dan punya anak, mungkin saja kamu bekerja dan berkarir. Namun rasanya menjadi karir ketika masih sendiri dan ketika sudah memiliki tanggungjawab anak, rasanya akan berbeda. 

7. Rawan Terkana penyakit Penyakit

Menikah muda bagi yang belum siap mental, dapat memicu terjadinya stress dan sakit-sakitan. Baik itu sakit fisik maupun psikologis. Perempuan yang menikah muda lebih mudah mengalami gejala ptsd atau post traumatic stress disorder. Tidak hanya itu saja, pasalnya perempuan yang menikah muda dibawah 18 tahun memiliki resiko mengalami kanker, stroke, jantung dan diabetes.

Itulah beberapa resiko menikah muda. Setelah membaca ulasan ini, apakah kamu masih ingin menikah muda? Atau perlu mengkaji ulang keinginan menikah muda? Apapun itu, pikirkan dengan matang, dan panjang. Karena ini menyangkut keputusan yang berpengaruh besar pada masa yang akan datang. 

Semoga sedikit ulasan tentang alasan menikah muda ini memberikan perspektif dan gambaran baik dan buruk dunia rumah tangga. Setidaknya menikah muda bukan jaminan kamu mendapatkan kebahagian seperti yang kamu imajinasikan. (Irukawa Elisa)