Cara Mengatasi Cinta Segitiga Dengan Sahabat

Cara Mengatasi Cinta Segitiga Dengan Sahabat

Cara mengatasi cinta segitiga dengan sahabat memang tidak mudah. Pastinya terjebak dalam hubungan seperti ini tentunya tidak menyenangkan. siapa sih yang ingin seperti itu? Pasti tidak ada yang mau. 

Hal yang tidak menyenangkan lagi dari hubungan cinta segitiga dengan sahabat adalah, dihadapkan pada situasi dan kondisi yang harus memilih. Apakah memilih sahabat atau memilih cinta dengan mengorbankan persahabatan. 

Cara mengatasi Cinta Segitiga

Nah, buat kamu yang sekarang berada di posisi penuh dilemma seperti ini, berikut merupakan beberapa cara mengatasi cinta segitiga dengan sahabat yang bisa kamu coba. 

1. Pahami Posisi Diri Sendiri

Cara mengatasi cinta segitiga dengan sahabat yang paling pertama dan utama adalah kenali diri sendiri dan memahami posisi kita dalam hubungan segitiga. Apakah kamu berada diposisi yang dicintai, mencintai atau yang tersakiti. Pentingnya untuk mengetahui posisi diri sendiri sebagai kunci jawaban dari segala permasalahan yang membuat kamu bimbang dan dilema. 

Kita perlu bahwa, mengenali posisi diri sendiri adalah kunci orang yang hebat dan beradab. Karena kamu tahu sikap dan tahu apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Manfaat mengenali posisi diri sendiri tidak hanya menguntungkan dalam hal percintaan, bahkan dalam urusan karir sekalipun juga sangat penting. 

2. Jujur Dengan Diri Sendiri

Setelah kamu mengetahui posisi dalam cinta segitiga dengan sahabat, maka tahap selanjutnya adalah jujur dengan diri sendiri. Seringkali terjadi pertentangan pada diri sendiri karena memiliki dua keinginan yang berbeda. 

Misalnya, memiliki keinginan untuk memiliki,mencintai dan dicintai oleh orang yang diharapkan. Sementara itu, jauh dilubuk hati paling kecil dan paling dalam, menyadari bahwa bisa jadi dia lebih pas dan lebih cocok dengan sahabat kita. 

Oleh sebab itu, butuh jiwa kesatria untuk bisa mengalah pada diri sendiri. butuh berbesar hati agar bisa berdamai dengan situasi dan kondisi. Mengalah bukan berarti kalah, jika memang itulah katahati. Karena mulut bisa berbohong, tetapi hati akan menuntun pada pembentukan jati diri yang sesuai dengan soule kamu sendiri. 

3. Minta Pendapat Orang Lain

Jika dua cara tersebut masih saja membuat ragu dan belum yakin. Tidak ada salahnya untuk meminta pendapat orang lain. Misalnya, bertanya pada orangtua, atau sahabat yang benar-benar dapat dipercaya dan memahami dan mengerti akan diri kamu. 

Saat mendapatkan pendapat dari orang lain, jangan diterima mentah-mentah. Kamu perlu mempertimbangkan lagi. Kenapa perlu meminta pendapat orang lain? Karena seringkali orang lain sebagai orang luar yang bisa melihat permasalahan secara objektif. Mereka bisa melihat apa yang kita tidak melihat dan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. 

4. Mendiskusikan Bertiga

Siapa sih yang menginginkan persahabatan yang lama dibangun, akhirnya hancur? Pasti tidak ada yang menginginkannya bukan? Maka dari itu, kamu perlu melakukan diskusi bertiga.

Meskipun kelihatan tidak umum, justru cara ini disarankan. Dengan catatan, diskusikan tanpa ada ada emosi, iri dan amarah dari salah satu. pastikan untuk mendiskusikan dengan kepala dingin. Nah, di sepi ini, kamu bisa membicarakan dari hati ke hati. Saat membuat keputusan pun juga harus butuh kedewasaan dan kelapangan.

Sekiranya kamu masih belum siap mental untuk berdiskusi bertiga. Maka kamu bisa berbicara dari hati ke hati kepada dua orang tersebut secara terpisah dan sendiri-sendiri. berdialog kemauan dan keinginan masing-masing.  Sayangnya cara ini kurang tepat dilakukan untuk yang memiliki rasa iri dan dengki. Karena dikhawatirkan akan akan menjadi pengadu domba. 

Sementara jika di diskusikan secara bertiga, dibutuhkan keberanian dan kebesaran hati, dan tidak semua orang memiliki mentalitas seperti ini. 

Panduan Expert: Menulis Novel Sampai Terbit

downloder ebook

1.000+ penulis sudah unduh dan baca e-book Panduan Menulis Novel ini!

Rp100.000 Gratis

baca juga 8 Tanda Jodoh Masih Jauh, Kamu Ada di Salah Satunya?

5. Pikirkan Dampak

Pastikan sebelum kamu membuat keputusan dan bertindak, sudah memikirkan dampak yang paling tidak mengenakan. Dimana potensi dan kemungkinan dampak yang terlintas, dapat kamu minimalisir, agar tidak terpecah belah dan agar semua baik-baik saja. 

Dampak cinta segitiga dengan sahabat memang lebih sakit dan rasanya campur aduk. Tapi yakinlah, bahwa masalah yang datang adalah alasan Tuhan untuk mendewasakan dan melatih emosional. Dimana cinta datang dan pergi tanpa permisi, dan selalu meninggalkan luka. 

Tapi satu hal yang saya pelajari tentang cinta. Luka yang tertinggal hanyalah cara agar kita bisa menghargai, menjaga dan bisa merasakan apa itu cinta yang sejati. Cinta yang melengkapi, cinta yang memberi energi tanpa harus menaruh iri. 

6. Ambil Tindakan

Setelah mencoba mempraktekan cara mengatasi cinta segitiga dengan sahabat di atas, sudah seharusnya kamu pun sebenarnya sudah memiliki jawaban yang tepat untuk diri kamu dan untuk sahabatmu. 

Mungkin saja hasilnya kurang menyenangkan untukmu, atau sebaliknya. Mungkin juga sangat berat untuk dijalani. Solusinya berani mengambil tindakan. Karena, jika semakin menghindar, semakin lama kamu akan menyiksa diri sendiri dan hidup dalam ketidakjelasan.

Jika hasil tindakannya buruk, setidaknya tetap untuk terima kenyataan. Hadapi. Orang yang hebat dan naik kelas adalah orang yang berani menghadapi kenyataan dan siap menjalani konsekuensi tanpa mengeluh. 

Trending Now!
Saat ini buku yang sedang laris terjual dibukunesia menceritakan juga kisah cinta segitiga dengan sahabat hingga memutuskan siapa yang akan menikahinya. Kepo cerita kelanjutannya? Yuk cek informasi lebih lanjut mengenai buku ketika cinta bersujud.

Itulah beberapa cara mengatasi cinta segitiga dengan sahabat. Semoga beberapa tips cara di atas memberikan jalan keluar dan manfaat. Sementara buat kamu yang “hampir” terjebak dalam cinta segitiga dengan sahabat, bisa mungkin untuk mengontrol diri agar tidak berlarut-larut. 

(Irukawa Elisa).

Beli Buku Darwis

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penulis