Cara Menguatkan Mental Jadi Tangguh [Panduan]

cara menguatkan mental

Zaman kini, banyak sekali anak muda yang kena mental health issue. Nah, cara mengatasinya ya harus kuat. Ada 8 cara menguatkan mental diri yang pastinya diulas dengan lengkap, padat, singkat supaya tidak bertele-tele dan masuk ke poin utamanya serta bahasa yang santai.

Oh iya. Ternyata, cara menguatkan mental itu banyak ya dan pastiinya semuanya itu penting. Apalagi jika melihat akhir-akhir ini banyak anak muda yang memiliki keterampilan dan kepiawaian yang luar biasa.

Namun,mereka tidak memiliki mental yang cukup kuat. Sehingga banyak yang mengalami stress, depresi atau menyerah berjuang di tengah jalan. 

Ada banyak manfaat jika memiliki mentalitas yang baik, kuat dan tangguh. Salah satunya akan menjadi seorang pemenang. Pemenang dalam konteks yang lebih luas. Misalnya kamu ingin mewujudkan mimpi menjadi A. Lewat proses yang sangat panjang, melalui seleksi alam. Meskipun selama proses kamu sering terkena mental, sering jatuh. 

Pada akhirnya bisa tetap bangun dan tetap berjalan mewujudkan mimpi yang sudah diangan-angankan. Dan inilah yang dimaksud menjadi seorang pemenang. Karena banyak orang yang gagal melawan dirinya sendiri karena tidak memiliki mentalitas yang cukup kuat. Lantas, bagaimana cara menguat mental? Nah berikut kita akan ulas satu persatu.

8 Cara Menguatkan Mental untuk Jadi Pemuda Hebat dan Tangguh

Bisa karena terbiasa dan kuat karena sering diasah. Apabila kamu memang bener ingin kuat, niatkan awal sebelum baca ini dengan mau AKSI NYATA untuk bisa mengalahkan kemalasan dan ketakutan diri sendiri. Oke? Oke lanjut ya.

1. Berpikir Positif

Orang yang memiliki pikiran positif, memiliki arahan perilaku pada problem solving untuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Tidak hanya sampai disitu, berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Ketika seseorang merasa bebas, mereka akan enjoy melakukan eksplorasi kemampuan, potensi dan bakat yang ada di dalam dirinya. Jadi sifatnya melahirkan sesuatu yang sesuai dengan potensi di dalam dirinya. 

2. Tidak Terlalu Memikirkan Omongan Orang

Ketika kita sudah membiasakan dan menanamkan diri untuk berpikir positif. Maka kita pun tidak lagi tertarik dengan kekurangan orang lain. Karena memikirkan dan mencari celah orang lain termasuk kegiatan yang membuang-buang waktu yang tidak menghasilkan apapun. 

Sekalipun mungkin kamu mendapatkan tudingan dan omongan yang tidak sesuai realita yang kamu rasakan.  Tetap tidak mengambil pusing dan tidak memikirkan omongan orang di luar sana. Kenapa bisa sedemikian? Karena orang yang membiasakan diri berpikir positif memiliki banyak hal yang harus dia lakukan. 

Orang yang memiliki pikiran positif juga memiliki perspektif yang berbeda. Sehingga orang yang seperti ini umumnya memiliki pendirian dan mentalitas yang kuat. Maka tidak heran jika orang-orang sukses sibuk dengan pikiran positif yang mereka rancang. Sementara orang lain sibuk menghabiskan masa depan dan peluang dengan membicarakan orang lain .

3. Berani Bilang Tidak

Tidak semua hal dan kesempatan atau tawaran yang datang kepada kita harus kita terima. Terkadang, kita juga bilang “tidak”. Ada banyak kegiatan dan rencana yang harus kita jalankan. Tentu saja rencana dan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan analisis kita. 

Seringkali, orang terbujuk dengan tawaran yang sifatnya menguntungkan di depan, namun tidak menjanjikan di belakang. Jika kita perhatikan orang-orang besar. Mereka memang gambling mengambil keputusan dalam hidup mereka. 

banner-di-artikel (1)

Justru keputusan yang dipilih pada awalnya tidak menjanjikan sama sekali. Namun di akhirnya mampu mengantarkan menjadi orang besar. Contoh sederhana, BOB Sadino, yang memutuskan menjadi peternak ayam. Saat pertama memulai, banyak yang menganggap sebelah mata. Namun siapa yang sangka justru berawal dari inilah mengantarkan beliau menjadi orang yang inspiratif. 

4. Cukup Olahraga

orang yang besar dan sukses tidak sekedar fokus pada target dan mimpi yang ingin dicapai, sehingga terlalu sibuk. Hasilnya, lupa menjaga keseimbangan tubuh. Misalnya melupakan aktivitas olahraga. Ternyata olahraga juga salah satu menguat mentalitas kita loh. 

5. Cukup Istirahat Tidur

Tidak hanya berolahraga saja, termasuk juga waktu untuk beristirahat. Coba lihat, berapa orang yang sakit parah dan akhirnya meninggal hanya karena kurang tidur dan tidak pernah olahraga. Sebesar keinginan kita mencapai sesuatu, kita juga harus mengenal apa yang dibutuhkan tubuh ini. yaitu, menjaga kesehatan.

Karena sehat yang sebenarnya tidak hanya sehat secara rohani, tetapi juga sehat secara fisik dan dan mental kita. nah, buat kamu yang sekarang masih suka begadang dan tidak pernah olahraga, mulai sekarang bisa dibiasakan, sebelum terlambat. 

6. Kurangi Bermain Sosial Media

Tahukah kamu, jika terlalu sering dan terlalu lama bermain media sosial dapat mengganggu kesehatan mental kita loh. Tidak perlu jauh-jauh, saat bermain media sosial, kita bisa mengamati diri sendiri. Ada lebih banyak orang yang merasa iri dan dengki. 

bermain media sosial pasalnya juga dapat mempengaruhi perkembangan kognitif yang berpengaruh pada daya ingat, daya tangkap, bahasa, dan memori. Apabila apa yang kita tangkap adalah informasi negatif, sudah pasti akan mempengaruhi mental kita. 

Permasalahannya adalah, tontonan yang positif, belum tentu ditangkap dengan positif. Masih ada juga yang menangkapnya dengan negatif. Salah satu menjaga agar tetap sehat mental, kurangi bermain media sosial. Gunakan media sosial apabila benar-benar bermanfaat. 

7. Jangan Bandingkan Diri Sendiri dengan orang Lain

Salah satu ciri orang yang mengalami gangguan mental adalah, sering membandingkan diri sendiri dengan orang. Kita lupa bahwasanya Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan. Salah satu tujuannya adalah, agar manusia bisa mengerti akan diri sendiri terkait potensi, bakat dan minat. Sehingga bisa dikembangkan dan dapat menciptakan sesuatu yang baru. 

Manusia terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing . Jadi, tidak perlu iri dengan kelebihan orang lain, karena orang lain pun juga memiliki kekurangan. Ingat pepatah jawa yang menyebutkan bahwa hidup itu hanya sawang sinawang. Ada juga pepatah lain yang menyebutkan bahwa rumput tetangga lebih hijau

Dua pepatah di atas menunjukan bahwasanya manusia hanya melihat orang lain dari apa yang terlihat. Bukan melihat dari perspektif yang sebenarnya. Dan, ada pesan menarik dari buku yang pernah baca, karya Baron & Byrne dalam Buku Psikologi Sosial 2, intinya manusia cenderung menangkap informasi negative. Disebutkan alasannya sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri. 

Sementara dari perspektif yang saya lihat, informasi negatif yang dijadikan sebagai informasi yang lebih sering kita ingat karena memang pribadi orang tersebut ciri mengalami gangguan mental. Sehingga apa-apa dipandang dari sisi kelemahan. 

8. Rajin Beribadah

Cara menguatkan mental yang terakhir adalah rajin beribadah. Minimal sholat 5 waktu tanpa bolong. Selain karena kewajiban, setidaknya sholat sangat efektif memberikan kewarasan dalam berpikir dan menjaga hati. 

Jika masih merasa iri, dengki dan negative thinking. Perbanyak dzikir, sholat tahajud dan bersedekah. Secara religius, orang yang mengalami gangguan mental karena banyak banyak dosa dan bisikan-bisikan setan. Ketika kita dekat dengan Sang Pemberi Rahmat, maka hidup kita lebih terbuka secara sensitivitas hati, secara pola pikir.

Ingat pastikan salat 5 waktumu selalu penuh ya dan jangan sampai tertinggal. Apabila sudah, tambahin dengan salat hajat dan tahajud. Kenapa? Karena dengan tahajud kamu bisa mendekatkan dirimu kepada Allah SWT lebih dekat lagi dan dalam keadaan yang mulia disisinya sebab tak semua orang bisa bangun malam untuk salat tahajud.

Ingin tau cara memulai dan konsisten salat tahajud serta mendapatkan keajaiban-keajaiban yang dahsyat dalam hal karir, pendidikan, dan ketenangan hati? Untuk itu, langsung saja baca pada Buku Tahajud, Dua Rakaat Dulu Aja.

Nah, itulah cara menguatkan mental yang bisa kita renungkan bersama. Semoga sedikit ulasan ini memberikan perubahan pada diri sendiri. Karena untuk mengubah dunia, cukup dilakukan dengan mengubah hal kecil dari dalam diri kita. (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis

Cara Menguatkan Mental Jadi Tangguh [Panduan]

cara menguatkan mental