Ciri Ciri Jodoh Menurut Islam yang Harus Diketahui

ciri jodoh menurut islam

Buat kamu yang sedang mencari jodoh atau bimbang mengenai jodohmu, artikel ini tepat sekali karena membahas ciri ciri jodoh menurut islam sehingga bisa memantabkan hatimu untuk memtuskan diri bahwa dia jodohmu.

Jodoh bisa merujuk pada banyak konteks. Bisa merujuk tentang pekerjaan, karir, pertemanan, kekeluargaan dan nasib. Jadi konteks jodoh tidak melulu membicarakan tentang pasangan hidup. 

Sementara ketika kita membicarakan jodoh dalam konteks pasangan hidup, banyak yang mengartikan bahwa puncak kebahagiaan atau akhir sebuah perjalanan yang happy ending apabila seseorang menemukan jodohnya. 

Padahal, tidak demikian. Orang yang sudah menikah dan memiliki anak belum tentu berjodoh sampai akhirat. Mereka hanya dijodohkan hanya 20 tahun atau mungkin 30 tahun saja, setelah itu bercerai. Dari sini konteks jodoh pun tidak sebatas berakhir pada pernikahan dan punya anak saja. Intinya kita tidak tahu apa yang direncanakan Tuhan dalam perjalanan hidup manusia. 

Ada pula yang mendefinisikan jodoh atas dasar memiliki kesamaan, padahal realitanya banyak yang tidak demikian. Nah, bagi kamu kaum jomblowan dan jomblowati sejati, harus benar-benar selektif saat memilih jodoh sehidup semati. Tujuannya agar berjodoh until akhirat nanti. 

Jangan karena cantiknya, jangan karena rupawannya, jangan pula karena kekayaannya. Karena hal-hal yang bersifat duniawi, akan luntur seiring zaman berganti. Nah, agar kamu termasuk orang yang beruntung mendapatkan jodoh  yang baik hati, berikut ciri-ciri jodoh dalam islam yang perlu digarisbawahi.

Ciri Ciri Jodoh Menurut Islam

1. Memiliki Prinsip Yang Sama

Ciri jodoh menurut islam yang pertama, memiliki prinsip yang sama. Sebagian besar pasangan yang berakhir pada pernikahan, karena mereka memiliki prinsip yang sama. Salah satu contoh yang mungkin sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, kisah sepasang kekasih yang memiliki prinsip yang beda (dalam hal ini beda keyakinan agama). 

Sebagian besar tidak mengamini pernikahan beda keyakinan (agama). Agar pernikahan sah di mata agama, harus satu keyakinan. Meskipun dalam realita yang terjadi, masih ada saja yang menikah meski beda agama. 

2. Tampil Apa Adanya

Salah satu ciri dia adalah jodoh yang baik untukmu adalah, orang tersebut tampil apa adanya. Bukan sebaliknya, tampil karena ada apa-apanya. Misalnya, tampil mengenakan topeng, dengan bersikap sok manis, sok perhatian sok pandai urusan dapur. 

Setelah menikah, ternyata apa yang dicitrakan tidak seperti itu. Saat menikah pun akan berakhir menyesal. Sehingga memicu percikan api dalam rumah tangga. Karena sejak awal sudah dilandasi dengan ketidakjujuran. Ibarat sebuah bangunan, pondasi bangunan tidak akan kokoh jika pondasinya tidak memiliki transparansi dan penuh kepura-puraan.

Ingat pepatah jawa “becik ketitik, olo ketoro” (kebaikan kelihatan, kejahatan ketahuan). Setidaknya pepatah dan pesan jawa tersebut selaras. Agar kita bisa lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. 

3. Merasa Nyaman dan Saling Menjaga

Salah satu ciri jodoh dalam islam, kehadiran dia memberikan rasa nyaman dan saling menjaga. Rasa ini biasanya lahir atas dasar rasa sayang, cinta dan percaya. Jika kita mengamati diri sendiri, pada dasarnya kita memiliki layer-layer perasaan terhadap pasangan kita.

Ketika kita percaya secara penuh terhadap pasangan, kita pun akan merasa nyaman dan menyayangi tanpa pamrih. Rasa inilah yang secara tidak sadar mendorong kita untuk melindunginya dari ancaman atau hal-hal yang menyakitinya.  

4. Menerima Kekurangan

Menerima kekurangan pasangan juga salah satu ciri-ciri jodoh dalam islam. Pasalnya, tidak semua pasangan bisa menerima kekurangan kita. Jika bukan jodohnya, kekurangan yang kecil dan remeh pun bisa menjadi sumber konflik dan sumber perpisahan.

Salah satu contoh lain bahwa pasangan kita tidak bisa menerima kekurangan kita adalah, mereka akan banyak menuntut satu sama lain. Sehingga selalu ada bentrok. Muncul pula perasaan memiliki dan ingin menguasai pasangan.  

Sehingga pasangan merasa terkekang dan dibatasi. Pasangan merasa kebebasan dan hak-nya dibatasi. Hal-hal inilah yang nantinya dapat menimbulkan benih-benih percikan perdebatan dan pertikaian dalam sebuah hubungan. 

Beda cerita jika pasangan satu sama lain menerima kekurangan masing-masing. Justru sikap inilah yang menjadikan hubungan semakin kokoh. Karena mereka saling membangun dan saling menguatkan, serta saling melengkapi kekurangan masing-masing dengan kelebihan yang mereka miliki.

 Jadi, jodoh itu bukan JATUH cinta, tetapi MEMBANGUN cinta. Ketika cinta JATUH akan sakit. Ketika cinta dibangun, meski jatuh sakitnya tidak terasa karena ada asas SALING menguatkan. 

5. Jujur dan Terbuka

Ciri jodoh menurut islam pastinya tidaklah menimbulkan dosa. Salah satunya ya selalu jujur dan terbuka. Begitupun dengan perasaan jujur dan terbuka, juga menjadi salah satu ciri-ciri jodoh dalam islam. Sikap jujur dan terbuka ini lahir atas dasar rasa percaya dan mampu menerima kekurangan dan kelebihan pasangan satu sama lain. 

Jujur dan keterbukaan sebagai landasan dasar membangun hubungan yang lebih asyik, hidup dan menjadikan hubungan terasa lebih menyenangkan. Jujur dan keterbukaan adalah unsur penting dalam sebuah hubungan agar kamu dan pasangan kamu bisa melebur menjadi  satu. 

6. Saling Percaya

Membangun rasa saling percaya ternyata tidak semua orang bisa melakukannya. Bahkan, mereka yang sudah menikah sekalipun, belum tentu bisa saling percaya 100%. Jadi buat kamu yang sekarang di tahap sudah saling percaya dengan pasangan kamu, itu salah satu ciri jodoh menurut islam dan merupakan jodohmu.

7. Bekerja Sama

Saat membina rumah tangga, tidak mungkin melakukan segala sesuatunya serba sendiri. Membangun rumah tangga menuntut pasangan untuk bisa bekerjasama demi visi dan misi yang diharapkan. Contoh sederhana, dalam hal mendidik anak-anak pun, pasangan suami istri harus satu suara.

bisa saling kerjasama antar pasangan
Bisa saling kerjasama antar pasangan

Jika pihak istri dan pihak suami beda suara, maka perbedaan inilah yang akan dijadikan alat anak untuk merajuk. Misal, istri melarang anak main games. Sementara suami membolehkan anak bermain game. Ketika anak mengetahui perbedaan keputusan dari orangtuanya, maka anak akan menangis kepada ayahnya agar diperbolehkan bermain games. 

Akan beda cerita lagi jika suami dan istri memiliki suara yang sama. misalnya sepakat tidak memperbolehkan main games. Maka anak pun tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti aturan yang diberikan dari orangtua mereka.

Baca juga: Ciri Suami Tidak Ingin Kehilangan Istri

8. Kata Hati Kecocokan

Kita tahu bahwasanya kita hanya manusia biasa. bukan manusia indigo atau manusia yang memiliki indera keenam. Namun, dalam berbicara masalah jodoh, terkadang ada rasa yang tidak bisa dijelaskan, yang membisikan jika ada kesamaan frekuensi yang tidak bisa diceritakan,namun hanya kamu yang merasakan. Bahwa dialah orangnya. Orang yang berbeda dari barisan para mantan. LOL. 

9. Makin Dekat Dengan Tuhan

Ciri-ciri jodoh dalam islam dapat ditandai dari dampak perubahan yang kamu rasakan. Jika dia adalah jodoh akhirat, maka kamu akan menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Tuhan. Jika yang terjadi justru menjauhkan pribadi yang tidak baik, semakin jauh dengan tuhan dan semakin bermasalah dengan keluarga, maka itu bukan jodoh. 

Sayangnya, seseorang yang sedang dimabuk cinta, teguran dan saran dari orang lain tidak didengarkan. Jadi, buat kamu yang masih bisa menerima nasihat, dan masih bisa membaca diri sendiri akan hal ini. maka bersyukurlah, karena tidak semua orang mampu memahami situasi dan tidak semua bisa mengontrol diri sendiri. 

10. Jodoh Itu Katanya Mirip

Ciri-ciri jodoh dalam islam disebutkan bahwa jodohmu adalah cerminan dari dirimu. Hal ini pun ditegaskan dalam Qur’an Surat An Nur ayat 26.

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

Artinya:

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik”. (QS. An Nur:26)

Dari potongan ayat di atas, sudah jelas bahwasanya pasanganmu akan mengikuti sesuai dengan dirimu. Seperti halnya ketika kita berdekatan dengan penjual parfum, kita pun akan ikut harum. Jika kita berdampingan dengan tukang sampah, kita pun juga akan tercium seperti aroma sampah. 

Jadi, buat kamu yang masih jomblowati dan jomblowan, yang masih muda dan memiliki banyak kesempatan. masih bisa memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Agar didekatkan dan dipilihkan jodoh yang baik juga. 

Antar Keluarga Cocok

Ciri-ciri jodoh dalam islam yang bisa dijadikan tanda adalah, hubungan antar keluarga cocok. Seringkali kita melihat kasus ketidakcocokan antara mertua dan anak menantu. Atau kasus salah satu orangtua tidak merestui hubungan. 

Lantas apa yang harus dilakukan, jika tidak ada restu orangtua? Pada dasarnya setiap orang memiliki hak untuk memilih. Namun jika mengikuti pesan dalam islam. Jika yang melarang adalah ibu kita, dan dengan alasan yang baik, maka ikutilah. Karena sumber kebahagiaan terletak pada restu orangtua kita. Kecuali orang tua memiliki alasan yang tidak rasional dan tidak baik. 

Kembali lagi, masalah keputusan. Saya tidak bisa menyarankan. Karena setiap orang memiliki hak asasi yang tidak dapat diintervensi oleh orang lain. Semoga, yang membaca artikel ini tidak menemukan masalah ketidakcocokan antara keluarga pasangan kamu.

Baca juga: Susunan Acara Lamaran Umum Digunakan

Sholat Istikharah

Poin terakhir, lakukan shalat istikharah untuk mendapatkan petunjuk. Jika sholat istikhoroh pertama tidak ditemukan jawaban. Maka bisa sholat istikhoroh selama beberapa hari berturut-turut, sampai mendapat gambaran, mendapatkan kemantapan. 

Sholat istikharah banyak dipahami untuk mencari jawaban jodoh. Padahal, sholat istikhoroh pun bisa digunakan untuk hal lain. Misalnya, bimbang memilih pekerjaan A atau B. dan banyak kasus lain yang intinya kamu merasa bimbang akan sesuatu. Agar mantap, perlu petunjuk dengan sholat istikharah. 

Buah kamu yang masih muda, dan masih belum terlihat hilal jodohnya, tidak perlu khawatir. Mungkin memang Tuhan memiliki rencana lain. Misalnya, lebih mempercayai kamu untuk menjadi orang yang sukses dulu di bidang pekerjaan, sebelum diberi amanah dan kepercayaan di bidang percintaan. 

Yakinlah, jika Allah SWT memberi atas dasar kebutuhan kita, bukan atas dasar keinginan kita. Saat kamu merasa hidup tidak adil dan iri dengan orang lain. Maka cobalah untuk memahami takdir yang Tuhan berikan kepada kita. Tanpa memaksa, menodong dan mengintervensi Tuhan. 

Karena sejatinya hidup adalah memahami takdir dengan lapang dada, agar terbentang lautan hikmah yang bisa kita rasakan dan kita lihat. Ingat, Tuhan tidak sedang bermain dadu. Jika kamu merasa tidak adil dengan garis jodoh hidup kamu, yakinlah bahwa tidak hanya ada udang di balik batu, tetapi ada lebih banyak jenis ikan di balik batu jika kita bisa menebaknya. 

Itulah beberapa ciri-ciri jodoh dalam islam. Semoga dari beberapa ciri di atas, kamu menjadi lebih yakin dan mantab melangkah. (Irukawa Elisa)