Apa Itu Social Butterfly? Iniloh Ciri-Cirinya

social butterfly adalah

Apa itu Social butterfly? Pasti banyak diantara kita yang ingin menjadi pribadi atau karakter orang lain. Karena merasa pribadi yang orang lain jalani lebih menyenangkan. Nah, salah satu pribadi yang tidak hanya menyenangkan adalah tipe social butterfly. 

Apa itu social butterfly? Memang istilah ini tidak sering kita dengarkan. Namun dalam dunia nyata, sebenarnya kita sering menemukan. Untuk mengetahui lebih dalam tentang apa itu social butterfly, langsung saja intip ulasannya berikut ini. 

Apa Itu Social Butterfly

Mungkin ada diantara kamu yang asing dengan istilah ini! Secara umum, social butterfly merupakan istilah untuk tipe orang yang mudah beradaptasi dan mudah menjalin pertemanan dengan orang baru.

Kemampuan seseorang menjalin sebuah hubungan ini ternyata tidak mudah dilakukan oleh semua orang loh. Maka tidak heran banyak kaum introverts yang kagum dengan kepiawaiannya. 

Social butterfly juga dianggap menawan dan karismatik. Hal ini dikarenakan tipe orang ini selalu berpandangan bahwa orang lain memiliki value masing-masing. Umumnya, orang yang memiliki social butterfly selalu disibukan aktivitas di luar rumah, karena memang banyak janji, kegiatan yang mengharuskan mobile. 

Tipe social butterfly menurut nicole beurskens memang memiliki ketertarikan untuk bertemu orang lain dan senang membangun sosialisasi. Mereka juga pandai mencari topik, ketika lawannya kesulitan menemukan bahan pembicaraan.

Bahkan nih, bisa dikatakan bahwa tipe social butterfly adalah orang yang mampu melengkapi sehingga orang lain pun juga merasa enjoy dan nyaman.

Ciri-Ciri Social Butterfly

Setelah membaca pengertian di atas, mungkin kamu merasa termasuk di dalamnya? Nah, agar lebih spesifik, berikut ciri-ciri kepribadian social butterfly. 

1. Ekstrovert  

Sudah pasti, orang tersebut memiliki ciri kepribadian ekstrovert. Dimana orang yang memiliki kepribadian ekstrovert memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan baik, terhadap orang lain, yang bisa dikatakan belum kenal sekalipun. Kemampuan inilah yang mengantarkan dirinya memiliki relasi yang lebih luas. Karena memang kepribadian ekstrover memiliki perawakan yang aktif, ceria dan dominan dalam membangun interaksi sosial. 

2. Karismatik 

Ciri kepribadian social butterfly yang kedua adalah memiliki kepribadian karismatik. Banyak orang yang suka dan nyaman dengan cara social butterfly karena mereka luwes dalam banyak hal. Kelebihannya adalah, mampu mencairkan kecanggungan saat terjadi pertemuan pertama kali, dengan orang baru. 

3. Aktif Berbicara 

Mungkin secara sekilas, aktif berbicara disamakan dengan cerewet. Padahal aktif berbicara belum tentu cerewet. Tetapi berbicara sesuai porsi dan tempatnya. Mereka tahu kapan harus berbicara untuk menghidupkan suasana dan membangun interaksi dengan lawan komunikan. 

Jadi maksud aktif berbicara lebih fokus pada kemampuan untuk kemampuan membuka komunikasi. Kemampuan inilah yang seolah menjadikan tipe social Butterfly tidak mengalami kendala atau kesulitan untuk berinteraksi sosial. Padahal, bagi tipe introvert, hal ini sesuatu hal yang sangat sulit, menantang, menegangkan dan mampu membuat stress loh. 

Nah, dari tiga ciri-ciri social butterfly di atas, apakah kamu yakin bahwa kamu salah satu diantaranya? Jika iya. Bersyukurlah. Karena ini juga anugrah, karena tidak semua orang bisa melakukannya karena tipe atau kepribadian.

Selain itu, makin banyak relasi juga makin mudah buat kalian untuk berkembang karena banyak ilmu yang bisa kalian dapatkan. Apalagi nih, kalau kalian punya bisnis ataupun karya yang bisa disebarkan di banyak komunitasmu tadi. Pastinya deh bakal cepet buat diapresiasi dan juga di dukung.

Apabila ingin memiliki karya sebuah buku, bisa banget nanya-nanya ke admin@bukunesia.com karena disini belum bisa nulispun akan kami bantu buat bisa nerbitin buku yang orisinal dari penulis dan juga sampai terbit dan terkenal dengan bantuan tim marketing kami. Bisa cek di Bukunesia atau email diatas ya.

Kekurangan Social Butterfly

Meskipun karakter social butterfly terlihat menyenangkan, asyik dan terlihat tanpa masalah. Ternyata itu hanya kelihatannya saja loh. Kenyataannya banyak diantara tipe ini yang merasakan kesulitan pada dirinya. Lantas, apa saja sih kekurangan dari social butterfly? Kita simak ulasannya sebagai berikut. 

1. Kurang Baiknya Manajemen Waktu 

Kekurangan social butterfly yang paling sering dirasakan masalah manajemen waktu. Yap, seperti yang kita lihat bahwa tipe social butterfly memiliki banyak sekali janji, kegiatan dan aktivitas ke luar bersama teman. Tidak tanggung-tanggung teman/rekan mereka ada banyak. 

Maka tidak heran jika kendala mereka terletak pada membagikan waktu. Apalagi buat yang masih muda, yang baru memulai gerbang kehidupan realita. Pasti akan sangat kesulitan membagi waktu. Namun tenang, buat kamu yang sudah terbiasa dan terlatih, akan bisa memanajemen atas dasar skala prioritas dan atas dasar tingkat kemanfaatannya. 

Jadi, buat kamu yang sekarang masih muda, dan merasa sangat sibuk. Cukup jalani, dan belajarlah untuk membuat skala prioritas. Memang awalnya sulit, namun lambat laun akan terbiasa, sehingga kamu mampu berkelindan bersama kesibukan, tanpa lagi membuatmu pusing dan gelisah. 

2. Kesulitan Membatasi Diri 

Keluhan dan tantangan social butterfly yang kedua adalah kesulitan membatasi diri sendiri. Dampaknya, akan menimbulkan kamu melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kamu lakukan ataupun kamu ucapkan. 

Maka dari itu, penting sekali buat kamu untuk belajar bisa membatasi diri. Pentingnya membatasi diri agar privasi tetap terjaga. Hati dan pikiran pun menjadi lebih damai. Membatasi diri itu perlu, karena ada kalanya menjadi social butterfly akan merasa bosan dan merasa lelah. 

3. Tidak Ada Privasi 

Kekurangan social butterfly rata-rata tidak ada batas privasi. Mereka dengan mudah ekspose apapun yang dilakukan. Sebenarnya tidak ada yang salah, karena itu juga hak masing-masing orang. Namun, ada kalanya privasi yang dibiarkan bebas untuk umum, ada masa titik jenuh dan lelah. 

Pada awalnya, tipe social butterfly memang senang dan butuh perhatian. Didukung oleh kemampuan untuk membangun interaksi sosial dengan orang lain. Sehingga tipe social butterfly mudah sekali dikenal dan terkenal. 

Mereka berpotensi menjadi orang yang dikenal untuk publik. Ketika sudah terlanjur bebas privasi, dan terkenal. Maka publik pun akan ketergantungan atau penasaran dengan segala aktivitas. Dan ini dapat dilihat dari aktivitas vlogger. Sebagai manusia, tentu ada titik lelah, dan butuh ketenangan. 

Jadi, buat kamu yang belum terlanjur terlalu jauh, kamu bisa lebih berhati-hati. Tetap jaga privasi, jangan terlalu terbuka. Karena segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. 

4. Terlalu Memaksakan Diri 

Kekurangan social butterfly yang paling umum adalah, terkadang merasa memaksakan diri. Terlalu menuntut diri sendiri melayani orang lain. Padahal, penting juga melihat kemampuan diri sendiri. Selama diri sendiri sanggup, tidak masalah. 

Jika memang sudah tidak sanggup, jangan paksakan. Salah satu tipsnya adalah membagi waktu atau manajemen waktu. Terkadang, memperhatikan dan memikirkan diri sendiri itu penting. Jangan sampai melayani orang lain, mengorbankan diri sendiri, keluarga, suami ataupun anak. 

Itulah beberapa kekurangan social butterfly yang sebenarnya harus diminimalisir, agar tidak berdampak lebih buruk lagi. Intinya adalah, lakukan sesuai porsi. Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. 

Cara Menjadi Social Butterfly

Buat kamu yang merasa memiliki kepribadian introvert, namun ingin menjadi pribadi social butterfly, kamu bisa kok melatih dan membiasakan diri menjadi pribadi ekstrovert ini. Nah, berikut beberapa tips agar bisa menjadi social butterfly.

1. Membangun Rasa Ingin Tahu 

Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki dorongan “ingin tahu”. Tapi sayangnya, tidak semua orang mampu mengekspresikannya. Nah, terutama buat kamu yang merasa dominan introvert, dan ingin belajar lebih terbuka. 

Maka kamu dapat memulainya dengan bertanya rasa penasaran kamu ke orang lain. Buatlah pertanyaan terbuka, untuk membuka percakapan. Jika lawan bicara tipe ekstrovert, maka kamu akan lebih mudah membuka diri. Jika lawan bicara sama-sama introvert, sepertinya kamu harus bekerja lebih keras. 

2. Kenali Topik Pembicaraan 

Adapun tips menjadi social butterfly yang kedua. Kamu bisa mengajukan pertanyaan apapun. Namun, pastikan jangan melontarkan percakapan dengan topik yang sifatnya kontroversial. Kecuali memang kamu siap dan mampu menjawab atau melayaninya. Jika tidak cukup ilmu dan wawasan untuk melayani topik itu, lebih baik cari aman. Hindari hal-hal yang memancing perdebatan.

3. Membuat Batasan 

Sudah disinggung sebelumnya, menetapkan batasan itu penting dalam berinteraksi sosial. Jangan sampai hal-hal pribadi yang sebenarnya tidak perlu diketahui orang lain, tersebar dengan mudahnya.

4. Bicara Secara Jelas dan Tepat 

Cara menjadi social butterfly juga dapat kamu awali dengan berbicara dengan nada jelas. Misalnya mengucapkan menggunakan kalimat dan kata dengan tempo yang jelas. Saat berbicara, pastikan ada lawan yang diajak berbicara. Minimal berbicara dua arah. Pastikan pula, kamu juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan atau gagasan yang tepat. 

5. Pasang Mode Ramah 

Bagi introvert, tidaklah mudah memberanikan diri untuk berbicara. Apalagi pasang mode percaya diri dan have a sincere smile. Meskipun susah, kamu bisa melakukannya kok. 

Yap, kita senang ketika berbicara dengan orang yang ramah dengan kita. Maka tidak heran jika kita pun perlu pasang wajah ramah kepada orang lain. Bentuk ramah diperlihatkan dengan cara tersenyum, tatapan yang tidak sinis dan semacamnya. 

6. Selalu Keep Update

Jika kamu mengaku anak muda, penting banget nih untuk update. Ada banyak yang harus kamu update. Tentu sesuaikan dengan tahap usia. Tentu updatean anak generasi Z berbeda dengan update-nya anak millennial. Jadi, kamu bisa menyesuaikan sesuai generasi.

Itulah enam cara menjadi social butterfly yang bisa kamu coba. Buat kamu yang sudah memiliki kepribadian Ekstrovert, cara ini mudah bagi kamu. karena sesuai diri kamu. Semenara bagi karakter introvert, cara tersebut sangatlah sulit. 

Terlepas dari keinginan kamu ingin bisa menjadi social butterfly. Ada satu yang lebih penting. Pastikan kamu menjadi diri sendiri. Karena Tuhan memang menciptakan kepribadian setiap manusia berbeda-beda. Dengan tujuan saling melengkapi, saling memahami dan sebagai media belajar empati dan toleransi.

Itu sebabnya, perbedaan bukan sesuatu hal yang dijadikan alasan untuk meregangkan. Namun, apabila membahas masalah jodoh. Kebiasaan ini ada baik dan tidaknya juga loh sebab sehabis nikah hal yang diperlukan juga gak hanya main-main sana sini.

Buat kamu yang mau nikah cuman bingung mengenai jodohmu? Bisa banget buat baca artikel khusus ini yang udah dibaca ribuan orang, yaitu Ciri-Ciri Jodoh Menurut Islam yang Harus Diketahui.

Semoga sedikit ulasan tentang apa itu social butterfly ini bermanfaat.  (Irukawa Elisa)