Salat Tahajud untuk Jodoh? Ternyata Bisa

salat tahajud untuk jodoh
banner-download-ebook

Ada pertanyaan, apakah bisa dapat jodoh dengan mengusahakan melalui Salat Tahajud? Ternyat bisa. Berikut ini penjelasan dan caranya menapatkan jodoh melalui salat tahajud.

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS Adz-Dzariyat: 49)

Dalam dunia ini, semua diciptakan berpasang-pasangan. Sedangkan sepasang berarti saling melengkapi, berarti yang satu membutuhkan yang lain.

Terang membutuhkan gelap untuk bisa dikatakan terang, hitam membutuhkan putih untuk bisa dikatakan putih, baik membutuhkan jahat untuk bisa dikatakan baik, dan seterusnya. Dengan kata lain, sepasang adalah dua hal yang dimaksudkan bersama untuk menjadikan dua hal tersebut untuk menjadikan mereka lebih bermakna.

Baca Juga: 6 Keutamaan Salat Tahajud untuk Wanita

Manusia Dianjurkan untuk Berpasang-Pasangan

Begitu juga dengan manusia, mereka diciptakan untuk saling berpasangan. Fitrah manusia dalam kehidupannya adalah mencoba untuk menemukan pasangan mereka masing-masing.

Dalam hal ini, naluri manusia mendorong mereka untuk mewariskan generasi penerus, agar peradaban manusia terus berlanjut. Jika direnungkan, hal ini merupakan sebuah desain besar yang telah dibuat oleh Sang Pencipta, Allah SWT. 

Berbeda dengan hewan, manusia merupakan makhluk yang berakal dan beradab. Naluri tersebut sudah seharusnya melewati berbagai prosesi tertentu agar tidak merugikan satu pihak dari kebutuhan untuk berpasang tersebut. Sebab, tidak sedikit seiring berjalannya zaman, terjadi juga penguasaan yang semena-mena. 

Orang-orang yang memiliki kuasa mencoba untuk mengambil semua hal hanya untuk memenuhi hasratnya semata. Hal ini tentu merupakan hal yang buruk bagi kemanusiaan, sebab ada pihak-pihak yang dirugikan tanpa sebuah kesempatan untuk melawan.

Dalam kasus ini, diturunkan kitab suci oleh Allah SWT untuk mengatur penindasan yang terjadi. Manusia belajar untuk menjaga dan mengangkat nilai-nilai diri mereka, agama adalah acuan yang diberikan Allah. 

Dari hal tersebut, Allah tidak melarang manusia untuk berpasang-pasangan, justru hal tersebut dianjurkan oleh Allah. Hal ini disebut dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Sebagai anjuran, maka semua orang harus bisa mengupayakannya. Namun tidak sedikit orang-orang yang merasa kesulitan untuk mendapatkan pasangan. Upaya yang mereka lakukan seolah sia-sia. Namun, apakah benar orang-orang yang tidak juga mendapatkan pasangan telah melakukan upaya yang maksimal? Dalam hal ini, pasangan sering disambungkan dengan jodoh yang berkaitan dengan takdir.

Sering kita mendengar, bahwa jodoh sudah dituliskan oleh Allah SWT. Lalu dengan pernyataan tersebut, apakah orang-orang hanya pasrah menerima ketentuan tanpa melakukan apa pun. Sebagai seorang manusia, urusan takdir sebenarnya bukan satu kewenangan yang mesti kita campuri.

Takdir memang telah dituliskan, akan tetapi hal tersebut terjadi atas keputusan yang kita ambil hari ini. Wilayah takdir tentang masa depan merupakan wilayah yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Cara Mengupayakan Jodoh dengan Salat Tahajud

Upaya yang kita lakukan hari ini menentukan bagaimana esok hari akan terjadi. Meskipun Allah telah menentukan, akan tetapi hukum sebab-akibat tetap berlaku di kehidupan manusia. Maka dari itu, ketika mengharapkan sesuatu, Allah menghendaki manusia untuk mengupayakannya. Persoalan ini disinggung dalam ayat berikut:

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Rad: 11)

1. Berdoa secara Istiqomah

Upaya yang dilakukan juga harus dibarengi dengan doa, sebab dengan berdoa berarti kita meminta secara langsung kepada Allah SWT yang Maha Mengetahui. Selain meminta untuk mendapatkan apa yang kita upayakan, berdoa merupakan cara agar kita juga mendapat keberkahan dari suatu hal yang kita inginkan tersebut.

Barangkali justru apa yang kita inginkan bukanlah sesuatu yang kita butuhkan, bahkan hal tersebut dapat mencelakakan kita. Dari sinilah penting bagi kita untuk selalu berprasangka baik kepada Allah, sebab Dia adalah Zat yang jauh lebih tahu daripada kita semua.

Hal yang sama berlaku dalam mendapatkan pasangan atau jodoh. Orang-orang mesti berupaya untuk mendapatkannya. Bersamaan dengan itu, upaya juga harus dibarengi doa. Apakah kita telah menjadi orang yang pantas, apakah saat ini adalah waktu yang tepat, apakah orang yang kita harapkan adalah orang yang memang kita butuhkan? Hal ini berada di luar pengetahuan kita.

Allah memberikan kita 24 jam dalam sehari untuk melakukan aktivitas dan beristirahat. Dalam 24 jam tersebut, kita dibebaskan memilih untuk melakukan apa pun. Namun ingat apa yang kita bisa lakukan belum tentu merupakan hal yang disenangi oleh Allah. Oleh karena itu, segala upaya pun harus melalui aturan yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Pada sisa waktu 24 jam, setelah kita melakukan upaya, sesungguhnya ada waktu yang dianjurkan oleh Allah untuk berbincang kepada-Nya. Waktu tersebut terdapat pada malam hari. Hal ini disampaikan oleh Rasulullah SAW berikut ini.

“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah SWT berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757)

2. Tahajud Merupakan Salat Sunnah yang Utama

Sementara itu, pada malam-malam hari, terdapat ibadah yang sangat dianjurkan, yaitu salat Tahajjud. Tahajud adalah salah satu ibadah yang disukai oleh Allah. Sebagai bentuk ketundukkan, dengan melakukan tahajjud, sesungguhnya kita telah merelakan waktu tidur kita untuk mengingat Sang Pencipta. Keutamaan tahajud disebut dalam ayat berikut:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Furqan: 74)

Selain dengan merelakan waktu yang sewajarnya kita gunakan untuk beristirahat, pada waktu tersebut kita juga dapat meminta hal yang sedang kita harapkan. Sementara itu, meminta kepada Allah SWT adalah satu bentuk ketundukan lainnya, dengan meminta, berarti kita mengakui bahwa segala hal terjadi atas kehendak-Nya. Sementara, sebagai manusia, kita tidaklah berdaya sama sekali.

Waktu malam hari, adalah kesempatan untuk kita untuk meminta segala hal kepada-Nya. Sudah sepatutnya kita meminta segala hal, bahkan persoalan jodoh pun, hanya kepada Allah semata. Berdoa dan meminta dapat mendatangkan ketenangan hati, setelah segala upaya yang telah kita lakukan pada siang hari.

3. Tidak Sombong Telah Ibadah

Selain hal yang telah disebutkan di atas, kepatuhan kita kepada Allah dengan melaksanakan salat Tahajud dan berdoa pada malam hari juga dapat mendatangkan kerendahan hati. Sementara itu, seperti yang kita tahu, kesombongan dalam hidup ini dapat mengantar kita pada hal yang celaka.

Sekalipun kita mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi hal tersebut kadang membuat kita tidak merasa tenang, sebab manusia memiliki naluri untuk tidak pernah merasa puas. Maka dari itu, berdoa adalah cara untuk meredam naluri tersebut, karena kita tahu bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita, seperti yang disebut dalam ayat berikut:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Apalagi, kamu sudah rutin dan merasa paling dekat dengan Allah tetapi ketika tidak mendapatkan yang diinginkan, malah merasa putus asa dan merasa tidak dicintai Allah yang menyebabkan kita dijauhkan dari hal baik dan positif.

4. Membaca Surat Khusus

Sebenarnya, tidak ada ketentuan surat khusus dalam setiap sunnah. Namun, mengusahakan dengan membaca surat tertentu malah menjadi sebuah kebaikan dan doa. Pastinya, jangan sampai menganggap surat ini yang wajib dibaca dalam setiap tahajud.

Surat apa saja sih? Ada 2 surat mustajab yang bisa kamu baca dalam salat tahajud. Kamu bisa melihatnya pada artikel khusus : Surat yang Dibaca Saat Tahajud Mencari Jodoh

5. Jangan Tidur Sampai Sholat Subuh

Hal yang kadang terlupakan dan membuat doa kita tidak manjur dan mustajab adalah tidur setelah tahajud. Kenapa? Yang jadi masalah adalah ketika salat subuhnya telat dan kesiangan. Nah, ini sih yang kadang istiqomah dalam tahajud tapi lupa salat 5 waktu.

Pastikan 5 waktu tepat waktu baru fokus kepada tahajud. Sehingga 5 waktu kita tidak pernah terlewatkan. Bagamaina penjelasan diatas mengenai mencari jodoh dengan salat tahajud? Semoga bisa lancar dan istiqomah ya. Apabila butuh buku panduan salat tahajud yang benar? Bisa baca buku ini : Panduan Salat Tahajud yang Benar.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis

Salat Tahajud untuk Jodoh? Ternyata Bisa

salat tahajud untuk jodoh