9 Ciri dan Tanda Siap Menikah, Yakin Sudah Siap?

tanda kita sudah siap menikah

Tanda siap menikah seseorang dapat dilihat dari kesiapan mental dan emosi. Adapun beberapa ciri spesifik yang dapat dilihat. Mungkin kamu salah satu yang termasuk di dalamnya? Atau tidak termasuk di dalamnya? Berikut ulasan lengkapnya. 

1. Sudah Baligh dan Berakal

Aqil baliq adalah istilah yang diambil dari kata Aqil yang berarti bahwa seseorang sudah bisa berfikir menggunakan akalnya, dan sudah memiliki kemampuan memahami dan mengetahui dengan baik. Sementara Baligh itu sendiri merujuk pada seseorang yang sudah memiliki batasan usia tertentu.

Misalnya, baligh pada laki-laki ditandai ketika sudah mengalami perubahan fisik dan perubahan emosional. Misalnya ditandai dari perubahan suara, di leher sudah keluar jakun dan sudah mengalami mimpi basah. 

Berbeda dengan tanda baligh pada perempuan. Perubahan fisik dan emosional yang ditunjukan pada perempuan yang ditandai lewat perubahan fisik, misal (maaf) payudara sudah menonjol, mengalami menstruasi dan masih banyak lagi. Nah, orang-orang yang sudah akil balig inilah yang sudah wajib menjalankan syariat islam, seperti puasa, solat. Dan sudah dibolehkan untuk menikah

2. Memiliki Ilmu Keluarga dan Islam

Tanda seseorang sudah siap menikah, harus memiliki ilmu keluarga. Misal ilmu memasak, ilmu beberes rumah, ilmu taat pada suami/istri, kewajiban mengurus anak dan masih banyak lagi. Menjalankan rumah tangga itu tidak seindah yang kita lihat. Butuh bekal ilmu pengetahuan, kesiapan emosi yang matang karena selama proses menjalani rumah tangga butuh mental baja. 

Ilmu keluarga saja tidak cukup, dalam membangun rumah tangga harus suami dan istri harus bertanggungjawab. Bentuk tanggung jawab laki-laki menafkahi istri dan anak. Sementara bagi perempuan harus memiliki ilmu psikologi, khususnya ilmu parenting dan penguasaan ilmu agama islam yang baik. 

Bekal ilmu keluarga yang baik, akan menentukan buah hati yang baik. Sebaliknya, jika asal menikah. Hasilnya anak pun tidak tentu arah, tidak memiliki moral dan akhlak rendah. Tanda akhlak rendah dapat dilihat dari sikap anak. Misal anak tidak sopan kepada orang lain, berani melawan kepada orangtua dan masih banyak lagi. 

Tentu hal-hal semacam ini tidak diinginkan bukan? Jadi, jangan remehkan ilmu keluarga dan pembekalan ilmu rumah tangga sebelum menikah. 

3. Bisa Bertanggung Jawab

Tanda siap menikah yang yang ketiga, bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya. Tanggung Jawab disini tidak hanya untuk laki-laki saja, tetapi juga pihak perempuan juga harus bertanggungjawab. 

Dengan kata lain, keduanya harus memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Bentuk tanggung jawab dalam rumah tangga ada banyak sekali. Menafkahi istri dan anak hanya salah satu saja. Masih ada tanggungjawab lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Termasuk bertanggung jawab atas keputusan menikah. Menikah itu tidak hanya menyatukan “aku” dan “kamu”, tetapi menyatukan dua keluarga, menyatukan tubuh dan pikiran. Tentu saja ini bukanlah yang mudah, karena ada banyak ketidaksamaan dan pertentangan yang terjadi. 

4. Siap Menjadi Pasangan dan Orang Tua

Tanda siap menikah adalah siap menjadi pasangan  dan siap menjadi orangtua. Sayangnya, di era kebebasan seperti sekarang. Banyak yang tidak demikian. Mereka hanya melakukan atas dasar kesenangan mereka sendiri. 

Ironisnya, banyak yang usai melahirkan, anaknya diserahkan kepada orangtua, dan mereka masih asyik bermain. Ada pula yang yang menyerahkan anak di asuh oleh orang karena keterpaksaan, misalnya terpaksa membantu suami mencari nafkah. Karena memang takdir tidak ada yang tahu. 

memang siap menjadi pasangan dan siap menjadi orangtua lebih sulit. Namun jika dijalani dengan lapang dan ikhlas, akan terasa menyenangkan. Karena menikah itu bukan akhir cerita bahagia, tetapi awal dari perjalanan hidup yang sejatinya. 

5. Melaksanakan Syariat Islam

Tidak semua orang menunaikan pernikahan atas dasar ibadah. Ada orang yang memutuskan menikah karena alasan kesenangan duniawi dan individualis. Sebaliknya, orang yang menjalankan pernikahan atas dasar ilmu agama yang baik, akan memandang bahwa pernikahan sebagai syariat islam.

pasangan dekat Allah SWT
Pasangan dekat Allah SWT

Ketika orang lain memandang tanggungjawab seorang istri seperti babu, maka bagi istri yang memiliki pemahaman agama yang baik, memandang tanggung jawab istri beberes, memasak, melayani anak dan suami bukanlah sebagai babu. Melainkan sebagai ibadah. 

Begitupun dengan seorang suami yang memiliki pandangan syariat agama yang baik. Menjadikan tanggung jawab bekerja menafkahi istri dan anak sebagai ibadah mencari Ridho Allah SWT. Sementara bagi yang tidak memiliki landasan syariat islam yang baik, tanggungjawab seorang suami menilainya sebatas penghasil uang. 

Dimana ketika dalam kondisi terburuk, hal-hal semacam ini bisa menjadi alasan terjadi pertengkaran dan keretakan. Sehingga rumah tangga mudah goyang. Sebaliknya, pasangan yang menjalankan pernikahan atas dasar syariat islam dan ilmu, mereka semakin kuat meski banyak permasalahan yang terjadi.

Baca juga: Ciri Jodoh Menurut Islam

6. Ingin Menjadi Lebih Baik

Adapun ciri tanda siap menikah, dapat ditandai dari keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. tidak semua orang memiliki kesadaran diri untuk menerima kekurangan diri. Kemudian memutuskan untuk berubah kearah yang lebih baik. 

Banyak orang yang merasa tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Tidak tahu apa yang diinginkan dan tidak tahu pula apa yang dituju dalam hidup mereka.  Oleh sebab itu, buat kamu yang merasa sadar diri, bersyukurlah. Karena itu tanda bahwa hatimu masih bisa dinasehati dan masih bisa menjadi pribadi yang lebih baik. 

7. Mengedepankan Sikap Tawadhu

Tawadhu adalah rendah hati. Dimana seseorang mampu mengontrol emosi mereka agar tidak mudah sombong. Termasuk tidak suka pamer, tidak latah update status yang bersifatnya pribadi. Yah, meskipun itu hak masing-masing orang. Namun bagi orang yang tawadhu akan lebih berhati-hati dalam banyak hal. 

Misal, ketika sudah memiliki pasangan, tidak suka memamerkan pasangan di media sosial. Karena menjaga hati para jomblowan dan jomblowati di luar sana, yang mungkin sedang bersujud, bersimpuh berdoa dipertemukan jodoh yang tidak kunjung datang. 

Secara tidak langsung, bersikap tawadhu salah satu cara melindungi diri agar tidak jumawa (sombong) dengan apa yang telah tuhan amanahkan untuk kita. Karena jodoh pun juga termasuk rezeki yang tidak dimiliki oleh semua orang. Bisa menikah pun juga rejeki, karena banyak di luar saja yang usianya sudah puluhan tahun belum juga menemukan tambatan hati. 

Jadi ada banyak cara dan sikap yang dapat ditunjukan dari sikap tawadhu. Termasuk sikap tawadhu terhadap pasangan, terhadap orang sekeliling kita dan terhadap keluarga kita, itu juga penting.

8. Tidak dihantui oleh masa lalu 

Adapun jika orang tersebut siap menikah, orang tersebut tidak dihantui masa lalu. Masa lalu bukan untuk dijadikan drama kehidupan, karena saat ini hidup dalam dunia nyata, bukan hidup di drama korea. Masalalu bukan menjadi alasan untuk terpuruk dan merasa sakit terus menerus. 

Justru masa lalu sebagai pembelajaran hidup, sebagai pendewasaan hidup yang mengarahkan hidup menjadi lebih berarti. Justru karena masa lalu, kita harus berterimakasih. Kenapa? Tanpa ada masa lalu, kamu tidak bisa menemukan pasanganmu yang sekarang. 

Yakin bahwasanya Tuhan sedang tidak bermain dadu. Tuhan menghadirkan para mantan dan menjadikan mereka sebuah kisah masa lalu, karena mereka hanya sebagai pembelajaran. Kurang lebih seperti ini, semoga kamu sepemikiran denganku.

Baca terkait masa lalu ini dalam artikel : 8 Ciri Suami yang Takut Kehilangan Istri

9. Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Tanda siap menikah yang terakhir, memiliki tujuan hidup yang jelas. Nah, buat kamu yang sudah ingin menikah namun belum memiliki tujuan hidup. Maka mulai saat ini mulai dirancang. Rancang tujuan hidup yang hendak ingin dicapai itu apa dan bagaimana. 

Bagaimana jika tujuan yang dibuat tidak sesuai dengan kenyataan? Jawabannya, tidak masalah jika realitanya tidak sesuai realitas. Setidaknya kita sudah membuat proposal kepada Tuhan. Ketika realita tidak sesuai, itu tanda bahwa Tuhan memberikan kamu proposal hidup yang lebih awesome di kemudian hari. Cukup jalani. Setidaknya dengan membuat tujuan hidup, menunjukan kamu sudah berusaha dan serius menjalani hidup dengan sungguh-sungguh. Karena pada dasarnya hidup yang kita tuju hanyalah memahami takdir, dan mempelajari proses perjalanan. Karena ending dari semua proposal kehidupan adalah kembali ke sang Pencipta. 

Dari beberapa tanda siap menikah di atas, apakah kamu sudah memenuhi semuanya? Atau hanya diantaranya saja? Jika masih banyak poin yang belum sesuai, masih ada waktu untuk berbenah. Karena memiliki keinginan untuk berbenar jauh lebih baik dibandingkan tidak memiliki dorongan sama sekali. 

Buat yang belum menemukan jodoh, bersabarlah. Karena jodoh datang di waktu yang tepat dan ketika kamu sudah siap. Buat kamu yang sudah menemukan hilal jodoh, semoga disegerakan membangun mahligai keluarga. Karena di sanalah lading ibadah untuk menuju ke jannah. Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat.  (Irukawa Elisa)