⚡ Promo Diskon Akhir Tahun | diskon 30% + 20% dan bonus eksemplar up to 10

Lihat Selengkapnya

Tips & Teknik Fotografi Dari Newbie Jadi Profesional

teknik fotografi

Teknik fotografi akhir-akhir ini banyak diulik kawula muda, karena dunia fotografi selalu menarik perhatian semua kalangan. Menariknya lagi, teknik fotografi bisa dijadikan skill yang mampu menghasilkan cuan. Bahkan sekarang peluang lapangan kerja menjadi fotografer juga semakin banyak. 

Barangkali kamu punya ketertarikan di bidang fotografer? Dan ingin menjadi fotografer bertalenta? Kamu wajib tahu seluk beluk terlebih dahulu tentang fotografi, seperti mempelajari teknik fotografi, seperti yang akan kita ulas di sini. 

Baca juga : Ketahui Perbedaan Fotografi dan Fotografer Sebelum Terjun Kerja

Teknik Fotografi

Teknik fotografi sebenarnya mudah dipelajari oleh siapapun. Salah satunya adalah kamu. Sebagai awal mempelajari teknik fotografi dasar, kamu harus tahu dulu tekniknya, seperti berikut.  

Zooming

Teknik fotografi zoom adalah teknik pengambilan gambar seolah-olah gambar tersebut bergerak cepat. Jadi teknik ini hanya fokus pada satu titik fokus, kemudian di sekelilingnya bergerak secara mendekat atau menjauhi titik fokus. 

Teknik ini lebih as dan lebih cocok dilakukan di tempat-tempat yang justru memiliki cahaya yang minim. Jadi kamu bisa mencobanya ketika malam hari dengan memanfaatkan pencahayaan lampu, atau bisa juga diambil ketika pagi hari dalam kondisi alam berkabut, namun matahari tetap menembus samar.

Sebelum melanjutkan membaca, ada kabar baik buat kamu, buknes lagi ada promo PDKT bareng Bukunesia, Diskon hingga 50% dan bonus eksemplar up to 10. Baca lebih lanjut yuk!

Panning

Sementara teknik panning adalah teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan atau menghentikan objek yang bergerak. Umumnya, cara ini dapat dilakukan dengan cara menggerakan kamera secara searah dengan gerakan objek, agar tetap fokus. Kemudian latar belakang objek akan tampak kabur (blur).

Macro

Teknik fotografi makro adalah teknik pengambilan gambar yang dilakukan secara close-up. Cara ini lebih sering digunakan untuk memotret objek yang memiliki ukuran kecil. Sehingga hasilnya tampak lebih besar daripada aslinya. Adapun ukuran foto makro, yaitu memiliki ukuran rasioa 1:1 dari ukuran asli subjek/benda.

Siluet

Berbeda dengan teknik fotografi siluet, yang merupakan pengambilan foto dengan cara menunjukan garis gelap subjek di depan warna-warna yang sifatnya kontras, cerah atau mencolok. Bisa dibilang, teknik siluet ini menawarkan hasil yang lebih dramatis, karena terjadi perbedaan cahaya yang cukup berbeda jauh namun tetap unik dan ekspresif.

Bulb

Ada juga yang disebut dengan teknik fotografi bulb atau long exposure. Teknik ini adalah teknik pengambilan gambar dengan cara mengatur bukaan rana secara manual. Nah, hal yang penting diketahui bagi seorang fotografer ada tiga dasar teknik fotografi yang disebut dengan segitiga fotografi yang meliputi  aperture, shutter speed dan iso. Ketiga elemen inilah yang akan menghasilkan foto yang pas dan sempurna. 

Begitupun teknik fotografi bulb ini. Jadi teknik bulb adalah teknik yang menggunakan medium cahaya yang bergerak, sehingga menjadikan foto lebih cinematik, artistik dan ekspresif. Sebenar teknik bulb ini hasilnya mirip dengan motion blur. Hanya saja perbedaan pada bulb fokus pada penggunaan medium cahaya yang bergerak.

Teknik Dasar Fotografi

Tidak dapat dipungkiri jika ingin menjadi seorang fotografer handal, maka harus menguasai teknik dasar fotografi. Dimana, ada banyak sekali teknik fotografi dasar. Berikut sembilan teknik dasar yang penting kamu kuasai.

Pegang kamera dengan benar

Teknik dasar fotografi bagi pemula, yang sering dianggap sepele. Padahal ini sangat penting banget, yaitu cara memegang pegangan kamera. Salah memegang kamera akan berpengaruh pada ketajaman dan fokus hasil foto. Lantas bagaimana cara memegang kamera yang baik dan benar? 

  • Siku menekan tubuh, fungsinya agar tidak terjadi gerakan yang menimbulkan foto tidak tajam. 
  • Membuat tumpuan lengan kiri. Tumpuan ini juga berfungsi untuk meminimalisir guncangan saat memotret. 
  • Menekuk siku mendekat ke sisi tubuh 
  • Bisa juga dengan gaya kuda-kuda dengan melebarkan kaki agar badan stabil.
  • Bisa dengan jongkok, dan menyandarkan siku lengan di siku kaki
  • Bersandar pada tempat yang kuat, seperti tembok, batu untuk menjaga kestabilan 
  • Bisa juga dengan tiarap, dengan posisi siku menempel di tanah/lantai untuk menjaga fokus.

Perhatikan komposisi

Teknik dasar lain yang tidak kalah penting dan sering dianggap tidak penting, padahal penting. Masalah komposisi. Saat memotret, kita perlu memperhatikan komposisi objek. Ada lima macam komposisi yang meliputi rule of third, simetri, framing, foto perspektif, dan fill the frame. 

  • Rule of third 

Rule of third adalah komposisi pemotretan yang membagi frame menjadi 9 bagian sama besar. Frame inilah yang memudahkan kita untuk membentuk struktur hasil pemotretan agar tetap terjaga, meminimalisir terjadinya foto yang miring atau kelurusannya. 

  • Simetri 

Sementara yang dimaksud dengan komposisi foto simetri adalah komposisi yang membagi menjadi dua bidang kanan dan kiri secara simetri atau sama besar antara sisi kanan-kiri maupun sisi atas – bawah. 

  • Framing 

Komposisi framing adalah pengambilan foto berbingkai. Dimana foto ini hanya memfokuskan pada satu objek, sehingga penikmat bisa fokus pada satu objek yang dibidik.

  • Komposisi perspektif 

Ada juga yang disebut dengan komposisi perspektif, yaitu komposisi foto yang memanfaatkan efek jauh dekat yang dihasilkan oleh lensa, sehingga mampu menciptakan dimensi yang unik. 

  • Komposisi fill the frame 

Komposisi ini adalah teknik untuk mengambil foto/objek dengan cara memotret objek pada frame (mendominasi) dan obyek yang tampak dari lubang frame tetap fokus dan menambah nilai seni.

Ganti perspektif

Perspektif adalah teknik pengambilan gambar yang memperhatikan ukuran, perubahan bentuk, dan kedalaman bidang. Secara umum, perspektif dapat pula diartikan sebagai seni fotografer dalam menentukan objek tiga dimensi berubah menjadi dua dimensi datar. Terjadinya perubahan perspektif ini karena terjadi pergeseran posisi atau terjadi sudut pandang, baik yang dipengaruhi oleh ketinggian, jarak ataupun faktor lain. 

Teknik perspektif ini sering digunakan untuk memberikan dimensi ruang foto yang berbeda. Sehingga mampu memberikan daya tarik yang unik. Jika kamu akan mempelajari lebih dalam tentang perspektif fotografi, di sana ada kaidah dimensi ruang yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu linear perspektif, perspektif satu titik, perspektif dua titik dan perspektif tiga titik.  

Kontrol eksposur

Long exposure salah satu teknik dasar fotografi yang sering digunakan di banyak situasi dan kondisi. Teknik ini lebih pas dan lebih cocok digunakan untuk menciptakan objek yang tidak biasa dan menonjolkan kesan dramatis. 

Caranya pun mudah, cukup dengan mengontrol exposure dengan membiarkan shutter terbuka lebih lama. Semakin lama shutter terbuka, maka rona cahaya baru akan tertangkap, dan memudahkan untuk mengikuti arah bergeraknya cahaya.

Pahami aperture

Yang ngaku ingin menjadi fotografer, wajib tahu apa itu yang disebut dengan aperture. Aperture memiliki kerja seperti pupil manusia, yang dapat diatur secara manual berdasarkan jumlah cahaya yang tersedia. Aperture itu sendiri dapat diubah secara sederhana, dan otomatis. Adapun istilah lain dari aperture, yaitu f-stop dan f-number. 

Pahami shutter speed 

Sementara yang disebut dengan shutter speed adalah komponen pencahayaan, dimana shutter speed ini berperan untuk mengatur cahaya yang jatuh ke sensor kamera. Shutter speed lambat akan maka cahaya yang masuk ke kamera lebih banyak. Sebaliknya, ketika shutter speed lambat, maka cahaya yang masuk pun kurang. Itu sebabnya, kamu harus pandai mengatur shutter speed berdasarkan kondisi. Misalnya memotret di siang hari dan di malam hari shutter speednya pun berbeda. 

Atur iso

Ada juga yang disebut dengan iso. Iso berperan untuk mengendalikan exposure  perangkat lunak di kamera lebih sensitif terhadap cahaya. Semakin tinggi iso maka sensitivitas cahaya juga semakin besar. Nah, iso ini pula yang akan mempengaruhi noise, atau ketajaman hasil jepretan.

Gunakan mode metering

Metering adalah teknik dasar fotografi yang seringkali digunakan untuk mengukur kecerahan subjek. Metering di kamera umumnya ada tiga, yaitu evaluative metering pengukuran evaluatif), spot metering (pengukuran setempat) dan centre-weighted metering (pengukuran pembobotan tengah)

Atur posisi senyaman mungkin

Penting buat kamu saat memotret mencari posisi yang paling nyaman. Kenyamanan adalah kunci kualitas hasil bagus. Setidaknya posisi nyaman mampu membantu dalam menstabilkan gerakan, sehingga tidak terjadi noise. 

Itulah teknik dasar fotografi yang sebenarnya masih ada banyak teknik lain, yang bisa kamu kembangkan. Misalnya 

Teknik Pengambilan Gambar

Setelah mengetahui teknik fotografi dan teknik dasar fotografi, ada teknik pengambilan gambar. Berikut 6 teknik pengambilan gambar yang perlu kamu kuasai. 

Extreme long shot

Extreme long shot adalah teknik pengambilan gambar yang memberikan area yang lebih luas, sehingga memungkin objek seperti manusia atau objek lain masuk ke frame. Hanya saja obyek yang masuk akan terlihat lebih kecil dari proporsi normalnya. Metode ini sering juga digunakan untuk pemotretan prewedding. 

Long shot

Selain extreme long shot, ada juga yang disebut dengan teknik pengambilan gambar long shot. Teknik ini lebih menekankan pada subjek yang menonjol, tanpa memotong frame. Sehingga memungkinkan menangkap ekspresi subjek secara jelas. 

Medium long shot

Lalu apa yang dimaksud dengan medium long shot? Medium long shot adalah batas pengambilan foto yang diambil dari batas lutut hingga kepala. Jadi pengambilan foto yang memberi batasan ruang menjadi lebih sempit

Close up

Ada juga teknik pengambilan gambar fotografi dengan membatasi pengambilan gambar dari bagian bawah bahu sampai kepala. Teknik ini disebut teknik close up. Kelebihan dari teknik close up adalah mampu memperlihatkan ekspresi halus sekalipun pada subjek yang difoto. Pengambilan gambar ini juga sering digunakan untuk foto-foto yang mampu menimbulkan kesan dramatis. 

Big close up

Batas pengambilan gambar yang lebih fokus dari close up adalah big close up. Batas pengambilan gambar big close up dimulai dari leher sampai atas kepala saja. Cara ini sering digunakan untuk melihat detail ekspresi hingga mimik wajah seseorang.

Extreme close up

Adapun yang disebut dengan extreme close up, yaitu pengambilan gambar yang fokus pada satu bagian. Misalnya, mengambil objek manusia, maka pengambilan gambar extreme close up hanya fokus pada satu hal. Misal bagian mata saja, bagian hidung saja atau bagian bibir saja. Umumnya jenis ini lebih banyak digunakan untuk kepentingan foto produk kecantikan/kosmetik.

Dari keenam teknik pengambilan gambar di atas, teknik mana yang paling kamu senangi? Dan yang menurut kamu sesuai dengan feel kamu? Boleh tulis di kolom komentar.

(irukawa elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis

Tips & Teknik Fotografi Dari Newbie Jadi Profesional

teknik fotografi