Pengertian dialog tag sering dianggap sepele, padahal elemen inilah yang membuat dialog terasa hidup, jelas, dan tidak membingungkan pembaca.
Dialog tag adalah frasa yang digunakan untuk menunjukkan siapa yang berbicara dan bagaimana kalimat tersebut diucapkan. Contohnya, kata Lisa dengan lembut atau ujar Budi sambil tertawa.
Ada berbagai macam dialog tag, mulai dari yang sederhana seperti kata, tanya, seru hingga yang lebih ekspresif seperti bisik, gumam, bentak. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut pengertian dialog tag, fungsi, serta variasi dialog tag untuk meningkatkan kualitas tulisan kamu.
Daftar Isi Artikel
Apa Itu Dialog Tag?
Secara umum untuk memudahkan pemahaman, dialog tag adalah sebuah ekspresi atau ungkapan yang mengikuti sebuah dialog supaya dialog tersebut dapat lebih hidup, lebih bisa dibayangkan serta juga lebih bisa memiliki jiwanya.
Nah, penggunaan dialog tag ini sebenarnya menjadi poin penting untuk menulis cerita sekarang ini. Semakin variatif dan tidak monoton, membuat cerita semakin tidak membosankan. Contohnya, misalkan kamu menemukan kata “Ujarnya” atau “Sambil berbisik di depanku” dan lain sebagainya yang mengiringi dialog.
Belum tau banyak ya tentang dialog tag dan mungkin mencari referensinya juga sedikit susah, tidak masalah. Hal penting dan utama adalah kemauan untuk belajar dan tetap menulis novel atau menulis cerpen supaya bisa terbitkan buku sendiri.
Baca Juga: Apa itu Plot Twist?
Jenis Dialog Tag dalam Cerita
Ada 5 jenis yang bisa kamu terapkan dan berikut ini daftar kata-kata yang bisa digunakan, antara lain dialog tag netral, netral sebagai respon, emosi, nada rendah dan nada tinggi.
1. Netral
Dialog tag netral merupakan yang digunakan untuk diri sendiri dna sifatnya netral (tidak membawa emosi).
- ujar
- salam
- celetuk
- ucap
- desak
- kata
- pamit
- harap
- pesan
- cetus
- tutur
- papar
- ungkap
- tandas
- tanya
- tegur
- sapa
- ajak
- panggil
- pungkas
- tegas
- ajak
- pinta
- tunjuk
- beber
- seloroh
- cakap
- lontar
- akunya
2. Netral Sebagai Respon
Dialog Tag Netral sebagai respon adalah dialog tag yang digunakan untuk merespon dari kejadian yang ada. Misalkan seperti berikut.
- tawar
- tolak
- putus
- protes
- urai
- saran
- berondong
- timpal
- kekeh
- kelit
- deham
- sambut
- sahut
- lanjut
- jawab
- sanggah
- imbuh
- terang
- balas
- tukas
- potong
- kilah
- usul
- tangkas
- tambah
- sambung
- jelas
- sela
- sosor
3. Dialog Tag Emosi
Dialog tag yang memberikan respon emosional kepada hal-hal yang terjadi di sekitar. Emosi ini biasanya lebih kepada ke geregetan atau marah.
- sindir
- hina
- gerutu
- sungut
- rengek
- tekad
- resah
- cemooh
- ejek
- kelakar
- canda
- cela
- ledek
- gerundel
- puji
- keluh
- adu
- perintah
- cibir
- tuntut
- decit
- cicit
4. Dialog Tag Nada Rendah
- ringis
- hembus
- goda
- rajuk
- desah
- rintih
- desis
- sesal
- ulang
- bisik
- gumam
- decak
- racau
- batin
- lirih
5. Dialog Tag Nada Tinggi
- berang
- marah
- pekik
- jerit
- hardik
- murka
- dengus
- ketus
- geram
- usir
- bentak
- tekan
- sembur
- seru
- teriak
- tuduh
- tampik
- tantang
- sergah
- erang
- serang
- cecar
- raung
Baca Juga:
Cara Menulis Dialog Tag
Ternyata banyak sekali ya jenis dialog tag yang harus kita pelajari. Bagaimana dengan cara membuat atau menulis dialog tag dalam sebuah cerita itu sendiri? Berikut ini ada panduan singkatnya semoga bisa dipahami.
1. Dialog Tag yang Ditulis Sebelum Dialog
Nah, untuk ini biasanya sangat mudah dipahami, yaitu dialog tag ditulis sebelum percakapan masing-masing tokoh. Entah itu dialog monolog atau juga dua arah (dialog) ya. Contohnya seperti berikut.
- Dan akhirnya aku mengungkapkan dan berkata, “Nad, Aku sayang Kamu.”
- Dia bertanya, “Apakah PR-mu sudah selesai dikerjakan?”
2. Dialog Tag yang Ditulis Setelah Percakapan
Kebalikan dari yang pertama, contoh kedua ini penulisan dialog tag setelah terjadinya percakapan.
- “Apa maksudmu kemarin memarahinya di depan ibu guru kemarin?”, tanya Aldo.
- “Kamu itu keterlaluan ya”, bibirnya sambil menggerutu.
3. Ditulis Diantara Dialog dalam Satu Kalimat
Nah, ini biasanya sebagai variasi supaya tidak membosankan ya selalu di awal atau di akhir. Bagaimana contohnya?
- “Hoi!” teriak sambil berlarian, “Berhenti atau aku lempar batu ini”.
Sudah bisa nulis dan paham tentang dialog tag kan? Jika udah, coba deh kumpulin cerpennya dan nanti kamu bisa menerbitkan cerpen di bukunesia dalam bentuk antologi cerpen. Berikut panduan mengirim naskah cerpen ke penerbit.
Manfaat Dialog Tag
Sebenarnya mengapa sih kok harus banget menggunakan dialog tag dalam sebuah percakapan di novel ataupun karya-karya fiksi? Sebab, tanpa adanya dialog tag ini, pembaca akan kesusahan untuk masuk kedalam suasana yang ingin dibangun dalam cerita.
Oleh karena itu, dengan adanya ini akan lebih bisa dibayangkan dan juga bisa membuat sebuah cerita tidak membosankan.
Jika kamu sudah mulai memahami teknik menulis seperti penggunaan dialog tag dan ingin mengembangkan naskah menjadi buku yang siap dibaca banyak orang, Bukunesia menyediakan layanan Collaborative Publishing yang mendampingi proses penerbitan secara kolaboratif sejak awal.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat dalam menambah wawasan pembaca tentang pengertian dialog tag serta fungsinya dalam memperkuat dialog cerita.
Artikel pertama kali ditulis oleh Yusuf Abdhul Azis, kemudian diperbarui oleh Annisa Ningrum pada 27 Januari 2026.

