Menulis novel kini tidak lagi terasa sesulit dulu, apalagi dengan hadirnya teknologi AI yang bisa membantu mencari ide, menyusun alur, hingga mengatasi kebuntuan menulis.
Namun, teknologi tetap hanya alat bantu, sementara fondasi utama tetap berasal dari kebiasaan, strategi, dan proses kreatif penulis itu sendiri.
Karena itu, memahami tips menulis novel untuk pemula menjadi langkah penting agar proses menulis lebih terarah, konsisten, dan menghasilkan cerita yang kuat.
Daftar Isi Artikel
Ai untuk Menulis Novel
Di era digital saat ini, banyak orang mulai memanfaatkan AI untuk menulis novel sebagai alat bantu kreatif. Teknologi ini dapat digunakan untuk mencari ide, menyusun kerangka cerita, hingga mengatasi kebuntuan menulis.
Bagi penulis pemula, AI terasa seperti teman diskusi yang selalu siap memberi alternatif gagasan kapan saja dibutuhkan.
Meski begitu, AI tetap hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti proses kreatif. Penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama penulis pemula justru berkaitan dengan ide, kosa kata, struktur kalimat, kepercayaan diri, dan manajemen waktu.
Karena itu, memahami tips menulis novel untuk pemula, seperti membangun kebiasaan menulis, membuat kerangka cerita, dan menetapkan target realistis, tetap menjadi fondasi utama sebelum memanfaatkan teknologi.
Baca Juga: Format Penulisan Novel yang Baik [Bonus Ebook Gratis]
Cara Menulis Novel
Di tengah berkembangnya AI untuk menulis novel, banyak penulis pemula mulai mencari cara yang lebih mudah untuk memulai proses kreatif.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa kunci utama menulis novel tetap terletak pada kebiasaan, struktur, dan strategi yang tepat. Berikut lima cara sederhana yang bisa menjadi panduan praktis menulis novel untuk pemula agar proses menulis terasa lebih terarah.
1. Tentukan Ide yang Dekat dengan Pengalaman
Penelitian literasi menunjukkan bahwa menulis tentang pengalaman pribadi membantu refleksi diri dan meningkatkan motivasi menulis. Karena itu, pilih ide cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar proses menulis terasa lebih alami.
2. Buat Kerangka Cerita Sederhana
Struktur cerita membantu penulis menjaga alur tetap konsisten. dimana, proses menulis yang terstruktur meningkatkan kualitas organisasi dan isi tulisan. Jadi kamu bisa memulai dengan tiga bagian utama yaitu awal, konflik, dan penyelesaian.
3. Tulis Secara Rutin, Bukan Menunggu Mood
Kebiasaan menulis secara konsisten terbukti meningkatkan kemampuan literasi dan keterampilan berpikir. Jika konsistensi sudah menjadi kebaisaan, kamu bisa menetapkan target harian, misalnya 300–500 kata per hari.
4. Gunakan Menulis sebagai Proses Refleksi
Penelitian menunjukkan bahwa menulis ekspresif dapat mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kepercayaan diri. Dalam psikologi, menulis refleksi bentuk dari katarsis.
Dengan pendekatan ini, penulis tidak hanya fokus pada alur cerita, tetapi juga memahami emosi, konflik, dan perkembangan karakter secara lebih mendalam.
5. Revisi dan Minta Masukan
Setelah draf pertama selesai, tahap berikutnya adalah revisi. Dalam penelitian pembelajaran menulis, umpan balik terbukti membantu peningkatan kualitas tulisan sekaligus kepercayaan diri penulis.
Revisi memungkinkan penulis memperbaiki alur, bahasa, dan karakter. Setelah itu, mintalah orang lain membaca naskah untuk mendapatkan sudut pandang baru sebelum karya dipublikasikan.
Baca Juga: 9 Cara Membuat Outline Novel agar Penulisan Lebih Terarah
Tips Menulis Novel untuk Pemula
Penelitian menunjukkan hambatan utama penulis pemula meliputi kekurangan ide, kosa kata, struktur kalimat, rasa tidak percaya diri, dan manajemen waktu (E-Journal Universitas Bengkulu).
Selain itu, survei literasi menemukan hanya sekitar 11,1% anak dan remaja yang menulis setiap hari, sehingga konsistensi menjadi tantangan utama (National Literacy Trust).
Karena itu, penulis pemula membutuhkan strategi yang jelas dan terstruktur. Berikut 9 tips menulis novel untuk pemula yang didukung data dan penelitian.
1. Mulai dari Ide yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Banyak penulis pemula kesulitan karena merasa harus memiliki ide yang besar dan luar biasa. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa salah satu hambatan utama penulis pemula adalah kesulitan menemukan ide cerita.
Memulai dari pengalaman pribadi, lingkungan sekitar, atau konflik sederhana justru lebih efektif. Ide yang dekat dengan realitas biasanya lebih mudah dikembangkan karena penulis memahami emosi, latar, dan karakter yang terlibat.
2. Bangun Kebiasaan Menulis Secara Rutin
Konsistensi adalah kunci utama dalam menulis novel. Data literasi menunjukkan hanya sekitar 1 dari 9 anak dan remaja yang menulis setiap hari.
Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan menulis masih rendah, padahal keterampilan menulis berkembang melalui latihan rutin. Menulis 300–500 kata per hari lebih efektif daripada menulis sekali dalam jumlah besar lalu berhenti berminggu-minggu.
3. Banyak Membaca untuk Memperkaya Gaya Penulisan
Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kebiasaan membaca dan kemampuan menulis. Siswa dengan kebiasaan membaca yang baik memiliki keterampilan menulis yang lebih tinggi.
Membaca novel dari berbagai genre membantu penulis pemula memahami struktur cerita, dialog, gaya bahasa, dan ritme narasi.
4. Buat Kerangka Cerita Sebelum Menulis
Banyak penulis pemula mengalami kesulitan karena tidak memiliki konsep cerita yang jelas. Penelitian terhadap penulis pemula menemukan bahwa masalah konsep dan struktur menjadi salah satu hambatan utama dalam proses menulis.
Dengan membuat outline atau kerangka cerita, penulis memiliki peta yang memudahkan proses menulis dari awal hingga akhir.
5. Fokus Menyelesaikan Draf Pertama, Bukan Kesempurnaan
Banyak penulis pemula terjebak dalam keinginan membuat tulisan yang langsung sempurna. Akibatnya, mereka sering berhenti di tengah jalan. Padahal, proses menulis secara psikologis membantu memperluas fokus kognitif dan meningkatkan kemampuan berpikir.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menulis dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kesehatan mental. Karena itu, yang terpenting adalah menyelesaikan draf pertama terlebih dahulu. Proses penyuntingan bisa dilakukan setelahnya.
6. Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Jelas
Masalah kosa kata dan struktur kalimat menjadi kesulitan terbesar bagi penulis pemula. Solusinya adalah menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif. Novel yang baik tidak selalu menggunakan kata-kata rumit, tetapi mampu menyampaikan emosi dan cerita dengan jelas.
7. Tetapkan Target Menulis yang Realistis
Kesulitan manajemen waktu juga menjadi salah satu masalah utama penulis pemula. Menetapkan target yang realistis, seperti 500 kata per hari atau satu bab per minggu, akan membuat proses menulis terasa lebih ringan dan terukur.
8. Jangan Takut Merevisi Tulisan
Menulis novel adalah proses bertahap. Draf pertama jarang langsung bagus. Revisi adalah bagian alami dari proses kreatif. Kegiatan menulis berulang membantu meningkatkan kualitas bahasa, struktur, dan kemampuan berpikir.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menulis secara konsisten membantu perkembangan kemampuan kognitif dan komunikasi.
Baca Juga: 7 Cara Menyusun Novel agar Cerita Lebih Menarik dan Terstruktur
9. Cari Umpan Balik dari Pembaca atau Komunitas
Rasa tidak percaya diri menjadi salah satu hambatan penulis pemula. Mendapatkan umpan balik dari teman, mentor, atau komunitas menulis dapat membantu memperbaiki naskah sekaligus meningkatkan motivasi.
Selain itu, interaksi dengan pembaca membantu penulis memahami perspektif orang lain terhadap cerita yang ditulis.
Menulis novel untuk pemula bukan soal bakat semata, tetapi soal strategi dan konsistensi. Penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar penulis pemula berkaitan dengan ide, struktur, kosa kata, kepercayaan diri, dan manajemen waktu.
Setidaknya dengan membangun kebiasaan menulis, memperbanyak membaca, membuat kerangka cerita, serta menetapkan target realistis, proses menulis novel akan terasa lebih terarah.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat untuk membantu kamu menerapkan tips menulis novel untuk pemula dengan lebih percaya diri.
Referensi
Burton, C. M., & King, L. A. (2009). The health benefits of writing about positive experiences: The role of broadened cognition. Psychology & Health.
National Literacy Trust. (2024). Annual literacy survey: Writing enjoyment and daily writing habits.
Simamora, D. W., Harmayanthi, V. Y., & Sulistianingsih. (2021). Reading habits as a determining factor in writing skill. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan.
Wacana Journal. (2024). Writing difficulties faced by novice writers.

