logo penerbit bukunesia

Contoh Plot Twist Yang Bisa Menginspirasi Ending Naskah

contoh plot twist
promo tahun baru 30%

Ingin membuat ending cerita yang menarik tapi yang anti mainstream? Tapi masih bingung bagaimana cara menyusunnya? Bukunesia punya solusinya, yaitu dengan sering membaca contoh plot twist akan membuat imajinasimu semakin liar dan unik.

Pernah membaca cerpen? Novel atau mungkin kamu lebih suka membaca pentigraf? Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah plot twist. Secara sederhana, jadi yang dimaksud dengan plot twist adalah memutarbalikan alur cerita. Bahasa sederhana nya, mengubah arah cerita yang menyimpang atau berlawanan dari plot yang sudah dibangun.

Penasaran, seperti apa sih contoh plot twist? Berikut saya akan buatkan contoh plot twist dalam bentuk pentigraf.

Contoh Plot Twist

Contoh plot twist pertama

Malam Ini adalah malam yang berbeda dari malam-malam biasanya. Purnama melingkar bak kerupuk yang siap di kriuk. Bebintang berpendar, berkerlap-kerlip mengedip manja padaku. Aku duduk di balkon lantai tiga, menggunakan piyama sutra. Datanglah salah satu pembantu masuk mengantarkan kopi panas bersama roti special. Aku duduk menikmati semilir malam seakan menjadikan sebagai actor pertama dalam video cinematic. Katanya, hidup ini tidak adil, bagiku hidup ini sangat adil bagiku. “Slurp” aku menyeruput kopi mahal. Sementara pembantuku sedang membersihkan kamar tidur, agar tidak ada kotoran sedikitpun menempel di kulit cantikku. Sekarang sudah waktunya tidur malam. Sejak kecil hidupku tidak pernah merasakan susah, semua serba mewah. Bahkan saat aku terbangun dari tidur pun, selalu disediakan makanan enak dan sudah disediakan baju. Bagaikan terlahir sebagai tuan putri semuanya baik-baik saja. Pagi ini aku harus pergi. Aku memilih mobil ferrari. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Entah kenapa hari ini kepalaku sangat pusing, hingga akhirnya sepersekian detik aku kehilangan konsentrasi mengemudi. Kendaraan di kanan kiriku sudah bergelimpangan ditepi jalan. Ferrari Ku tetap melaju kencang mengarah ke sungai, dan benar! “Byuuuuurr” Ferrari Ku tenggelam, dan seluruh badanku basah tenggelam ke dasar. Hingga akhirnya aku tersadar oleh teriakan Emak melempar segayung berisi air ke arahku!, “Nela!! Bangun! Sudah telat kuliah!”

Dari contoh plot twist pertama dapat dilihat di akhir cerita. Bahwasanya kemewahan yang dimiliki tokoh “Aku” bukanlah realita. Tetapi hanya sebuah bunga tidur yang tidak sesuai dengan kehidupan nyata.

Baca juga [Pasti Viral] 11 Rahasia Cara Mengarang Cerita

Contoh Plot Twist 2 

Dunia ini memang tidak adil dan kejam bagi orang miskin seperti aku. Usiaku baru 10 tahun. Aku tumbuh besar bersama kedua orangtua gelandangan. Mereka memberikan makan dengan memulung sampah. Aku pun tumbuh mengikuti jejak mereka. Bergumul dengan kentut kendaraan yang membuatku bermakeup asap seluruh badan. Aku pungut botol berserakan. Setidaknya berkat orang egois yang membuang sampah sembarang, telah memberiku peluang hidup sebagai pengais sampah jalanan. Setiap kali memulung, aku melihat anak-anak berseragam. Mereka jajan apapun yang mereka mau. Badan mereka bersih dan wangi. Banyak dari mereka yang diantarkan oleh kedua orangtuanya menggunakan mobil. Tidak apa-apa, mungkin memang beginilah takdirku. Aku tetap bersyukur. Aku kembali melanjutkan memulung. Hari ini hari yang sangat terik, tidak seperti biasanya. Ingin rasanya membeli es teh tepi jalan. Aku urungkan, karena lebih baik uang ditabung. Aku memutuskan minum air di kran tepi kota. Sambil menuju ke gubuk reot, aku masih sambil mencari-cari botol dan plastic yang dapat diambil. Hingga tidak terasa tibalah di gubuk. Lagi-lagi ada mobil mewah parkir, pemandangan ini biasa aku lihat. Karena tetanggaku memiliki relasi luas. Saatku buka pintu, “Anakku…” Sepasang suami istri berbaju mewah memeluk tubuhku. Bapak ibu yang membesarkanku selama ini pun ikut menangis, tetapi menangis dengan raut bahagia. Ternyata aku anak konglomerat yang hilang sejak bayi. 

Dari contoh plot twist kedua ini juga dapat dilihat di akhir cerita. Siapa yang menyangka jika tokoh “Aku” yang dari kecil (seingat tokoh aku) dibesarkan dan diasuh oleh kedua orangtuanya yang berprofesi pemulung. Ternyata bukanlah kedua orangtua kandung. Melainkan orang tua angkat yang pertama kali menemukan si tokoh “Aku”.

Contoh Plot Twits 3 

Dari dua contoh pentigraf yang dibuat di atas, kurang bervariasi jika tidak ada karya orang lain. Berikut contoh plot twist yang ditulis oleh Nida Basyariyyah yang berjudul Pertemuan Singkat. 

Diana berlari dengan nafas memburu. Di belakang terlihat seseorang yang tak ia kenal terus mengejarnya. Ia pun teringat kejadian pagi tadi, saat tak sengaja menumpahkan kopi panas pada seorang pria berparas tampan, di kafe langganan nya. Ekspresi marah sangat nampak di wajah pria tersebut, tapi Diana lebih memilih meminta maaf dengan suara pelan, kemudian pergi meninggalkannya. Pria dengan rambut panjang tersebut memanggil, meskipun Diana mendengarnya, ia terus berjalan. Tak disangka, pria yang tadi pagi ia temui kini mengejarnya. Hati Diana bertanya, ‘Apakah pria itu ingin membunuhnya?’

Pria tersebut meneriakkan sesuatu dengan suaranya yang parau, membuat Diana semakin ketakutan. Ia terus berlari tanpa peduli teriakan pria tersebut, karena teringat akan sebuah drama pembunuhan yang baru saja ditontonnya. Terlebih jarak di antara keduanya kian memendek.

Pria yang mengejar kini mendekat, membuatnya semakin panik. Ingin berteriak, tapi tidak mungkin karena langit sudah gelap dan hujan mulai turun. Ia menyalahkan dirinya yang berlari tanpa arah hingga menuju sebuah taman yang sudah lama tak terpakai akibat kejadian pembunuhan. Sunyi dan sepi, membuat hatinya semakin menciut. Diana mulai kelelahan, tanpa sengaja kakinya terantuk batu dan kemudian jatuh ke tanah yang basah. Kini ia berhadapan dengan sosok pria yang mengejarnya. Pria tersebut berjongkok lalu mengikat rambut panjang yang menutupi wajahnya hingga terlihat dengan jelas. “Johan!” pekik Diana saat mengetahui pria tersebut adalah seseorang yang sangat ia cintai.

Dari contoh plot twist di atas ternyata drama kejar-kejaran yang dibayangkan tokoh sebagai kejadian dan moment sadis dan horor ternyata berakhir pada pertemuan yang manis. Yaitu bertemu lagi dengan kekasih hati.

Dari tiga contoh plot twist pentigraf di atas sebenarnya dapat disimpulkan bahwasanya plot twist memiliki ending yang berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan di awal cerita. Bagian-bagian akhir yang bertolak belakang dari cerita awal inilah yang membuat pembaca seperti mendapat kejutan. 

Dimana kejutan-kejutan yang ditawarkan terkadang diluar dugaan si pembaca. Plot twist juga lebih menarik bagi pembaca karena menjadikan cerita lebih membuat pembaca gregetan, dan kadang merasa “zonk”. Meskipun demikian, itu tanda yang baik, bahwa penulis mampu menghidupkan suasana dan membangun emosi terhadap pembaca.

Oh iya, berbicara tentang plot twist, plot twist tidak hanya diperuntukan untuk pentigraf saja loh. Tetapi juga pada cerpen, novel bahkan dalam sebuah drama dan film pun juga banyak yang menggunakan plot twist ini. Bagi penikmat film pasti pernah menemukan plot twist seperti. 

(Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis