Dalam kegiatan sehari-hari, kita sering menyesuaikan cara berbicara dengan lawan bicara. Cara menjelaskan sesuatu kepada anak kecil tentu berbeda dengan cara berbicara kepada rekan kerja atau orang tua. Prinsip yang sama juga berlaku dalam menulis buku.
Menentukan sasaran pembaca buku membantu penulis menyesuaikan gaya bahasa, contoh, dan sudut pandang agar terasa lebih dekat dengan kehidupan pembaca. Tanpa sasaran yang jelas, tulisan bisa terasa terlalu umum dan sulit dipahami.
Karena itu, memahami manfaat dan cara menentukan sasaran pembaca buku menjadi langkah penting agar proses menulis lebih terarah, relevan, dan tepat sasaran.
Daftar Isi Artikel
Manfaat Menentukan Sasaran Pembaca Buku
Banyak penulis memulai proses menulis dari ide, tetapi melupakan satu hal penting, siapa pembacanya. Padahal, sasaran pembaca akan mempengaruhi gaya bahasa, topik, hingga strategi pemasaran buku.
Dengan mengetahui siapa yang ingin kamu tuju, proses menulis menjadi lebih terarah dan hasilnya pun lebih tepat sasaran. Berikut tiga manfaat menentukan sasaran pembaca buku yang perlu dipahami setiap penulis.
1. Menentukan Gaya Bahasa yang Tepat
Sasaran pembaca sangat mempengaruhi gaya bahasa dan struktur penulisan. Buku untuk anak-anak membutuhkan kalimat sederhana dan ilustrasi menarik, sedangkan buku untuk pembaca dewasa cenderung menggunakan bahasa yang lebih formal dan sistematis.
Ketika penulis memahami siapa pembacanya, pilihan kata, contoh, dan alur tulisan bisa disesuaikan. Akibatnya, buku terasa lebih mudah dipahami, nyaman dibaca, dan tidak membingungkan.
2. Membuat Isi Buku Lebih Relevan
Menentukan sasaran pembaca membantu penulis memilih topik, sudut pandang, dan contoh yang sesuai dengan kebutuhan pembaca.
Buku yang relevan akan terasa lebih dekat dengan kehidupan pembaca, sehingga mereka lebih terlibat dan tertarik menyelesaikan buku. Ketika isi buku sesuai dengan kondisi pembaca, pesan yang disampaikan terasa lebih personal dan berkesan.
3. Memudahkan Strategi Pemasaran Buku
Sasaran pembaca yang jelas membuat strategi pemasaran lebih terarah. Setiap kelompok pembaca memiliki kebiasaan dan media yang berbeda, sehingga cara promosi bisa disesuaikan.
Buku untuk remaja bisa dipromosikan lewat media sosial, sementara buku profesional lebih cocok melalui komunitas atau seminar. Dengan target yang tepat, promosi menjadi lebih efisien dan peluang buku dibaca juga semakin besar.
Baca Juga: Sasaran Pembaca: Penentu Buku Terkenal dan Viral
Cara Menentukan Sasaran Pembaca Buku
Banyak penulis pemula langsung menulis tanpa memikirkan siapa yang akan membaca bukunya. Akibatnya, isi buku terasa terlalu umum, gaya bahasa tidak konsisten, dan pesan yang ingin disampaikan menjadi kurang jelas.
Dalam kajian komunikasi, pesan yang disesuaikan dengan karakteristik audiens terbukti lebih efektif dan mudah dipahami. Prinsip ini juga berlaku dalam dunia kepenulisan. Ketika penulis mengetahui sasaran pembaca buku, proses menulis menjadi lebih terarah, fokus, dan relevan.
Berikut tujuh cara menentukan sasaran pembaca buku yang bisa kamu lakukan sebelum mulai menulis.
1. Menentukan Topik Utama Buku
Langkah pertama dalam menentukan sasaran pembaca buku adalah memahami topik utama yang akan dibahas. Setiap topik biasanya memiliki kelompok pembaca tertentu.
Buku tentang keuangan pribadi, misalnya, sering ditujukan untuk pekerja muda atau keluarga muda. Sementara itu, buku cerita anak tentu ditujukan untuk anak-anak dan orang tua.
Menurut prinsip segmentasi pasar dalam pemasaran, produk atau pesan yang memiliki target jelas akan lebih mudah diterima oleh audiens yang tepat. Hal yang sama berlaku dalam penulisan buku. Ketika topik sudah jelas, sasaran pembaca akan lebih mudah ditentukan.
2. Mengidentifikasi Masalah yang Ingin Diselesaikan
Buku yang baik biasanya lahir dari masalah yang dihadapi pembaca. Karena itu, penulis perlu bertanya: masalah apa yang ingin diselesaikan oleh buku ini?
Sebagai contoh, buku tentang manajemen waktu bisa ditujukan untuk mahasiswa yang sering menunda tugas, atau untuk pekerja yang merasa kewalahan dengan pekerjaan. Walaupun topiknya sama, sasaran pembacanya berbeda.
Penelitian dalam Journal of Marketing Research menunjukkan bahwa pesan yang berfokus pada kebutuhan spesifik audiens memiliki tingkat keterlibatan yang lebih tinggi. Artinya, buku yang menyasar masalah nyata pembaca akan terasa lebih relevan.
3. Membuat Profil Pembaca Ideal
Cara berikutnya adalah membuat gambaran tentang pembaca ideal. Profil ini bisa mencakup usia, latar belakang pendidikan, pekerjaan, minat, serta kebiasaan membaca.
Misalnya, pembaca ideal untuk buku pengembangan diri bisa berupa usia 20–35 tahun, pekerja atau mahasiswa, tertarik pada topik karier dan pengembangan diri dan aktif di media sosial.
Metode ini dikenal sebagai audience persona dalam kajian komunikasi. Menurut penelitian dari Nielsen, konten yang disesuaikan dengan profil audiens memiliki peluang lebih besar untuk dibaca dan diingat.
4. Mengamati Buku Sejenis di Pasaran
Melihat buku-buku dengan topik serupa dapat membantu penulis memahami siapa sasaran pembacanya. Perhatikan gaya bahasa yang digunakan, desain sampul, judul dan subjudul dan cara buku tersebut dipromosikan.
Dari pengamatan ini, penulis bisa memahami pola sasaran pembaca dalam genre tertentu. Analisis kompetitor seperti ini umum digunakan dalam strategi pemasaran untuk menentukan posisi produk di pasar.
Baca Juga: 9 Cara Menarik Perhatian Pembaca pada Bukumu
5. Menggunakan Pengalaman Pribadi atau Lingkungan Sekitar
Salah satu cara paling sederhana menentukan sasaran pembaca adalah dengan melihat pengalaman pribadi. Penulis bisa bertanya pada diri sendiri siapa yang paling membutuhkan buku ini? atau Apakah buku ini ditulis untuk orang dengan kondisi seperti saya?
Sering kali, buku yang paling kuat lahir dari pengalaman nyata penulis. Dalam kajian literasi, tulisan yang berangkat dari pengalaman personal cenderung terasa lebih autentik dan mudah diterima pembaca yang memiliki pengalaman serupa.
6. Menguji Ide kepada Calon Pembaca
Sebelum menulis buku secara penuh, penulis bisa menguji ide kepada calon pembaca. Caranya bisa melalui diskusi dengan teman atau komunitas, melakukan survei kecil di media sosial dan membagikan tulisan pendek sebagai percobaan. Pendekatan ini dikenal dalam dunia komunikasi sebagai audience feedback.
Penelitian menunjukkan bahwa umpan balik dari audiens membantu penulis menyempurnakan pesan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pembaca.
7. Menentukan Tingkat Pengetahuan Pembaca
Setiap pembaca memiliki tingkat pemahaman yang berbeda. Ada pembaca pemula, menengah, dan lanjutan. Menentukan tingkat pengetahuan pembaca akan membantu penulis menyesuaikan kedalaman materi.
Misalnya, Buku untuk pemula berisi penjelasan dasar dan contoh sederhana atau Buku untuk pembaca lanjutan berisi analisis yang lebih kompleks. Menurut teori pembelajaran dalam E-Learning and the Science of Instruction, materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan pembaca akan lebih mudah dipahami dan diingat.
Menentukan sasaran pembaca buku bukan sekadar langkah teknis, tetapi fondasi penting agar tulisan benar-benar sampai kepada orang yang tepat.
Ketika penulis memahami siapa pembacanya, proses menulis menjadi lebih terarah, pesan terasa lebih relevan, dan peluang buku untuk dibaca serta dibagikan juga semakin besar. Buku tidak lagi sekadar kumpulan ide, tetapi menjadi karya yang punya arah dan tujuan jelas.
Jika kamu sudah memiliki ide buku, pengalaman hidup, atau catatan refleksi yang ingin dibagikan kepada pembaca yang tepat, kamu tidak harus berjalan sendirian.
Melalui layanan Collaborative Publishing di Bukunesia, kamu bisa menulis buku secara kolaboratif, mendapatkan pendampingan, serta membuka peluang agar tulisanmu terbit dan dikenal lebih luas.
Dengan konsep ini, proses menerbitkan buku menjadi lebih ringan, terarah, dan penuh dukungan. Karena pada akhirnya, buku yang baik bukan hanya yang selesai ditulis, tetapi yang benar-benar sampai kepada pembaca yang membutuhkan.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat dalam mendukung proses menulis dengan menentukan sasaran pembaca buku yang sesuai.
Referensi
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management. Pearson.
Journal of Marketing Research. (2012). Audience Targeting and Message Effectiveness.
Nielsen. (2018). The Nielsen Total Audience Report.
McCroskey, J. C. (2015). An Introduction to Rhetorical Communication. Routledge.
Clark, R. C., & Mayer, R. E. (2016). E-Learning and the Science of Instruction. Wiley.

