20+ Pantun Penutup Pidato Singkat dan Cara Membuatnya

pantun penutup pidato

Pantun penutup pidato sering dianggap pelengkap, padahal justru bagian ini yang paling diingat audiens. Dalam komunikasi publik, kesan terakhir memiliki pengaruh kuat terhadap bagaimana pesan dipahami dan diingat.

Dikenal sebagai recency effect dalam psikologi komunikasi. Artinya, penutup yang tepat bisa memperkuat keseluruhan isi pidato. Di sinilah pantun penutup pidato menjadi menarik. 

Jika kamu masih bingung harus mulai dari mana, tenang saja. Di bagian berikutnya, kamu bisa melihat berbagaicontoh pantun penutup pidato yang siap digunakan atau dimodifikasi sesuai kebutuhanmu.

Dari situ, kamu tidak hanya memahami bentuknya, tetapi juga bisa langsung praktik membuat versi sendiri yang lebih personal dan sesuai dengan gaya bicaramu.

Contoh Pantun Penutup Pidato Singkat

Jika kamu tipe orang yang suka pantun penutup yang to the point, kamu bisa intip 7 contoh pantun penutup pidato singkat berikut. Contoh ini bisa kamu gunakan atau modifikasi sesuai kebutuhan juga loh. 

1. Pantun Penutup Formal

    Pergi ke taman memetik melati,
    Melati putih harum baunya.
    Terima kasih atas perhatian yang diberi,
    Mohon maaf atas segala khilaf dan kata-kata.

    2. Pantun Penutup Santai

      Jalan-jalan ke kota lama,
      Tak lupa membeli buah delima.
      Jika ada kata kurang berkenan di hati,
      Semoga tetap terjaga silaturahmi kita semua.

      banner ebook menulis gratis mei 26

      3. Pantun Penutup Inspiratif

        Burung terbang di atas awan,
        Hinggap sejenak di dahan cemara.
        Semoga pesan ini memberi harapan,
        Dan jadi langkah untuk masa depan yang lebih bermakna.

        4. Pantun Penutup Acara Sekolah

          Pagi hari pergi ke sekolah,
          Belajar bersama penuh semangat.
          Terima kasih atas waktu yang tercurah,
          Semoga ilmu hari ini membawa manfaat.

          5. Pantun Penutup Singkat dan Ringan

            Ke pasar membeli ketan,
            Tak lupa membeli buah pepaya.
            Cukup sekian yang dapat disampaikan,
            Semoga bermanfaat untuk kita semua.

            6. Pantun Penutup Acara Resmi

              Naik perahu di tepi dermaga,
              Air tenang tampak berkilau.
              Terima kasih atas kesempatan yang ada,
              Semoga pertemuan ini memberi makna yang selalu terkenang.

              7. Pantun Penutup Hangat dan Personal

                Pergi ke kebun memetik mangga,
                Mangga manis dibagi bersama.
                Jika ada salah dalam kata,
                Semoga tetap terjaga rasa di antara kita.

                Baca Juga: 7 Jenis Pantun dan Contohnya Lengkap dengan Caranya

                Contoh Pantun Penutup Pidato Islami

                Buat kamu yang sedang mempersiapkan diri berpidato yang akrab dengan pidato islami, juga perlu membuat pantun penutup yang menarik. Berikut 7 contoh yang bisa kamu jadikan ide pantun penutup pidato islami kamu. 

                1. Pantun Penutup Islami Tentang Syukur

                  Pergi ke taman memetik kurma,
                  Kurma manis dibawa pulang.
                  Mari kita selalu bersyukur pada-Nya,
                  Atas nikmat yang tak pernah kurang.

                  2. Pantun Penutup Islami Tentang Ilmu

                    Pergi mengaji di waktu senja,
                    Ditemani cahaya rembulan.
                    Semoga ilmu yang kita terima,
                    Menjadi amal sepanjang zaman.

                    3. Pantun Penutup Islami Tentang Kebaikan

                      Burung terbang di langit biru,
                      Hinggap sejenak di dahan tua.
                      Mari kita tebarkan kebaikan selalu,
                      Sebagai bekal menuju surga-Nya.

                      4. Pantun Penutup Islami Tentang Ukhuwah

                        Pergi bersama ke tanah seberang,
                        Singgah sejenak membeli kurma.
                        Mari kita jaga ukhuwah sesama orang,
                        Agar hidup penuh berkah dan cinta.

                        5. Pantun Penutup Islami Tentang Doa

                          Ke masjid saat waktu subuh,
                          Langkah ringan penuh harapan.
                          Semoga doa yang kita tempuh,
                          Dikabulkan Allah dengan kemudahan.

                          6. Pantun Penutup Islami Tentang Introspeksi

                            Jalan pagi melihat taman,
                            Bunga mekar penuh warna.
                            Mari kita perbaiki iman,
                            Agar hidup lebih bermakna.

                            promo hari buku nasional 26

                            7. Pantun Penutup Islami Singkat

                              Pergi haji ke tanah suci,
                              Membawa hati yang bersih.
                              Cukup sekian dari saya hari ini,
                              Semoga Allah selalu melimpahkan kasih.

                              Baca Juga: Pengertian dan Jenis Pantun Berdasarkan Isinya

                              Contoh Pantun Penutup Pidato Perpisahan Sekolah

                              Atau mungkin kamu sedang disibukan menyiapkan pidato perpisahan sekolah? Agar pidato perpisahan tidak monoton. Di penutup pidato juga bisa kamu buatkan pantun. Berikut 7 contoh pantun penutup pidato yang bisa kamu eksplorasi. 

                              1. Pantun Perpisahan Tentang Kenangan

                                Pergi ke taman memetik bunga,
                                Bunga indah berwarna-warni.
                                Banyak kenangan kita bersama,
                                Takkan hilang sampai nanti.

                                2. Pantun Perpisahan Tentang Terima Kasih

                                  Pagi hari berangkat sekolah,
                                  Belajar bersama penuh cerita.
                                  Terima kasih atas semua jasa,
                                  Guru dan teman yang luar biasa.

                                  3. Pantun Perpisahan Tentang Perjalanan

                                    Naik sepeda ke jalan baru,
                                    Menikmati angin yang berhembus pelan.
                                    Hari ini kita berpisah waktu,
                                    Namun kenangan tetap jadi teman.

                                    4. Pantun Perpisahan Harapan Masa Depan

                                      Burung terbang menuju seberang,
                                      Hinggap sejenak di pohon cemara.
                                      Meski kita akan berpencar sekarang,
                                      Semoga sukses menyertai langkah kita semua.

                                      5. Pantun Perpisahan Singkat dan Menyentuh

                                        Pergi ke pasar membeli pena,
                                        Pena kecil untuk menulis cerita.
                                        Cukup sekian dari saya,
                                        Mohon maaf atas segala kata.

                                        6. Pantun Perpisahan Tentang Persahabatan

                                          Bermain bersama di halaman sekolah,
                                          Tawa riang tak terlupakan.
                                          Meski nanti kita berpisah,
                                          Persahabatan tetap dikenang.

                                          7. Pantun Perpisahan Penuh Haru

                                            Pergi jauh membawa bekal,
                                            Bekal ilmu dari sekolah tercinta.
                                            Hari ini kita berpisah asal,
                                            Semoga sukses menyertai kita semua.

                                            Baca Juga: Perbedaan Pantun, Syair dan Gurindam

                                            Cara Membuat Pantun Penutup Pidato yang Berkesan

                                            Setelah mengintip macam-macam contoh pantun penutup pidato di atas, kamu pasti bertanya-tanya bukan? bagaimana cara membuat pantun penutup pidator yang menarik? Berikut 5 cara membuat pantun penutup pidato yang bisa kamu terapkan.

                                            1. Tentukan Tujuan Penutup Pidato

                                              Sebelum menulis pantun, pahami dulu tujuan penutupmu. Apakah ingin mengucapkan terima kasih, meminta maaf, menyampaikan harapan, atau memberi pesan inspiratif? Dengan tujuan yang jelas, isi pantun akan lebih terarah dan tidak terasa “kosong”.

                                              2. Gunakan Struktur Pantun yang Sederhana

                                                Pantun terdiri dari empat baris: dua baris pertama sebagai sampiran, dan dua baris terakhir sebagai isi. Tidak perlu memaksakan rima yang terlalu sulit. Yang penting, alurnya enak didengar dan mudah dipahami. Buat pantun yang sederhana namun pesannya tetap mengena.

                                                3. Sesuaikan dengan Tema dan Audiens

                                                  Pantun yang baik adalah yang relevan dengan situasi. Jika pidatonya formal, gunakan bahasa yang lebih sopan. Jika suasananya santai, kamu bisa sedikit lebih ringan. Menyesuaikan gaya bahasa membuat pantun lebih “nyambung” dengan audiens.

                                                  4. Gunakan Bahasa yang Natural dan Jujur

                                                    Hindari kata-kata yang terlalu berlebihan atau terdengar dibuat-buat. Cukup gunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti. Percuma bahasa terlalu asing, yang justru membuat orang gagal paham. Justru menggunakan bahasa kaum yang biasanya lebih mudah diingat.

                                                    Baca Juga: Cara Membuat Pantun dan Contohnya yang Mudah

                                                    5. Latih Penyampaian, Bukan Hanya Tulisan

                                                      Pantun tidak hanya soal ditulis, tetapi juga bagaimana disampaikan. Perhatikan intonasi, jeda, dan ekspresi saat membacakan pantun. Penyampaian yang tenang dan percaya diri akan membuat pantun terasa lebih hidup dan berkesan.

                                                      Dengan mengikuti cara-cara di atas, kamu tidak perlu lagi bingung saat membuat pantun penutup pidato. Ingat, yang membuat pantun berkesan bukan hanya keindahan kata, tetapi ketulusan pesan yang ingin kamu sampaikan.

                                                      Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat dan membantu kamu menemukan pantun penutup pidato yang cocok untuk berbagai acara. Dengan penutup yang menarik, pidato bisa terasa lebih berkesan dan mudah diingat.

                                                      Referensi  

                                                      Lucas, S. E. (2015). The Art of Public Speaking. McGraw-Hill Education.
                                                      Keraf, G. (2004). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia.
                                                      Semi, M. (2007). Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Angkasa.
                                                      Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow (konsep recency effect dalam pengambilan keputusan).

                                                      MAU NULIS TAPI BINGUNG MULAI DARI MANA?

                                                      Ebook gratis ini akan membantu kamu menulis buku novel, biografi, fiksi, dan nonfiksi dengan lebih mudah. Dilengkapi panduan serta tips praktis agar proses menulismu makin percaya diri dan terarah.

                                                      Bagikan Artikel Ini
                                                      WhatsApp
                                                      Threads
                                                      X
                                                      Facebook
                                                      LinkedIn