10 Hikmah Peristiwa Isra Miraj bagi Kehidupan Umat Islam

peristiwa isra miraj

Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu kejadian paling agung dalam sejarah Islam yang menunjukkan kebesaran Allah SWT sekaligus kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

Isra Miraj adalah perjalanan luar biasa yang terjadi dalam satu malam, ketika Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting karena di dalamnya ditetapkan kewajiban sholat lima waktu bagi umat Islam.

Peristiwa Isra Miraj Lengkap

Secara istilah, Isra berarti perjalanan malam, sedangkan Miraj berarti naik ke tempat yang tinggi. Peristiwa ini terjadi pada masa penuh cobaan yang dikenal sebagai ‘Amul Huzn atau tahun kesedihan, ketika Nabi Muhammad SAW kehilangan Khadijah RA dan Abu Thalib.

Dalam kondisi dakwah yang berat dan tekanan yang kuat dari kaum Quraisy, Allah SWT memberikan penghiburan dan penguatan iman kepada Rasulullah melalui Isra Miraj.

Perjalanan Isra dimulai ketika Malaikat Jibril membangunkan Nabi Muhammad SAW dan membersihkan hatinya. Rasulullah kemudian menaiki Buraq, makhluk istimewa yang mampu menempuh jarak sangat jauh dalam waktu singkat.

Dengan izin Allah, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Di sana, beliau melaksanakan shalat dan menjadi imam bagi para nabi terdahulu, yang menegaskan kedudukan beliau sebagai penutup dan pemimpin para rasul.

Setelah Isra, perjalanan Miraj pun dimulai. Nabi Muhammad SAW naik ke langit bersama Malaikat Jibril dan bertemu dengan para nabi di setiap lapisan langit, seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim AS.

Perjalanan ini berakhir di Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak dapat dijangkau oleh makhluk lain. Di sanalah Rasulullah menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT.

Awalnya, sholat diwajibkan sebanyak lima puluh kali sehari. Namun, atas rahmat Allah dan saran Nabi Musa AS, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu sehari semalam, dengan pahala yang tetap setara lima puluh sholat. Inilah yang menjadikan sholat sebagai ibadah paling utama dalam Islam.

Ketika peristiwa Isra Miraj disampaikan kepada kaum Quraisy, banyak yang meragukan dan mengejek Rasulullah. Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq membenarkan peristiwa tersebut tanpa ragu, sehingga peristiwa ini menjadi ujian keimanan bagi umat Islam. 

Hikmah Peristiwa Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu kejadian paling agung dalam sejarah Islam. Isra Miraj adalah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan spiritual menuju Sidratul Muntaha atas izin Allah SWT.

Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan kebesaran Allah, tetapi juga mengandung banyak hikmah untuk kehidupan umat Islam hingga saat ini. Berikut adalah 10 hikmah peristiwa Isra Miraj yang dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Perintah Sholat sebagai Ibadah Utama

    Hikmah paling besar dari Isra Mi’raj adalah ditetapkannya kewajiban sholat lima waktu. Sholat menjadi satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah tanpa perantara malaikat.

    Hal ini menunjukkan bahwa shalat memiliki kedudukan yang sangat istimewa sebagai tiang agama dan sarana utama komunikasi antara hamba dan Tuhannya.

    2. Pentingnya Kesabaran dalam Menghadapi Ujian

      Isra Miraj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW mengalami masa yang sangat berat, termasuk wafatnya Khadijah dan Abu Thalib. Peristiwa ini mengajarkan bahwa setelah kesulitan pasti ada pertolongan Allah. Kesabaran dan keteguhan iman akan selalu berbuah kebaikan pada waktu yang tepat.

      3. Bukti Kekuasaan Allah SWT

        Perjalanan Isra Miraj yang melampaui batas logika manusia menunjukkan bahwa kekuasaan Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Hikmah ini menguatkan keyakinan umat Islam bahwa segala sesuatu mungkin terjadi atas kehendak Allah, meskipun sulit dipahami oleh akal manusia.

        Dari sini menyiratkan bahwa kita tidak mengagungkan logika, tetapi fokus ke rasa (hati). Logika digunakan untuk urusan duniawi, sementara hati (rasa) digunakan untuk urusan akhirat.

        4. Keutamaan Masjidil Aqsa

          Isra Miraj menegaskan kemuliaan Masjidil Aqsa sebagai salah satu masjid suci dalam Islam. Nabi Muhammad SAW menjadi imam bagi para nabi di Masjidil Aqsa, yang menunjukkan hubungan spiritual antara umat Islam dan para nabi terdahulu serta pentingnya menjaga kesucian tempat tersebut.

          5. Ujian Keimanan bagi Umat Islam

            Ketika Nabi menceritakan Isra Miraj, banyak orang yang meragukan kebenarannya. Peristiwa ini menjadi ujian keimanan bagi para sahabat.

            download ebook bukunesia

            Hikmah ini mengajarkan bahwa iman sejati tidak selalu bergantung pada logika, tetapi pada keyakinan (rasa/hati) penuh kepada Allah dan Rasul-Nya. Dimana keyakinan masing-masing orang berbeda-beda, sesuai dengan pengalaman batin masing-masing. 

            6. Kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Terakhir

              Isra Miraj memperlihatkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi. Pertemuan beliau dengan para nabi sebelumnya menunjukkan bahwa risalah Islam adalah penyempurna ajaran tauhid yang dibawa oleh para nabi terdahulu.

              7. Pentingnya Disiplin dan Tanggung Jawab

                Kewajiban sholat lima waktu mengajarkan umat Islam untuk hidup disiplin dan bertanggung jawab terhadap waktu. Sholat membentuk kebiasaan teratur yang berdampak positif pada kehidupan religiusitas maupun sosial seorang Muslim.

                8. Hubungan Langsung antara Hamba dan Allah

                  Dalam Islam, tidak dikenal konsep perantara manusia dalam ibadah, sehingga setiap Muslim—apa pun latar belakangnya—memiliki kesempatan yang sama untuk berdoa, memohon ampun, dan menyampaikan harapan langsung kepada Allah SWT.

                  Kedekatan seorang hamba dengan Allah tidak ditentukan oleh status sosial, keturunan, atau jabatan keagamaan, melainkan oleh keikhlasan dan ketaatan dalam beribadah, yang yang dilakukannya.

                  Misalnya melalui sholat. Sholat menjadi simbol hubungan langsung tersebut karena di dalamnya terdapat doa, pujian, dan ketundukan total kepada Allah; saat seorang hamba berdiri, rukuk, dan sujud, ia berada dalam kondisi paling dekat dengan Rabb-nya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa posisi terdekat seorang hamba dengan Allah adalah ketika sujud. 

                  9. Nilai Keikhlasan dalam Beribadah

                    Pengurangan kewajiban sholat dari lima puluh menjadi lima waktu menunjukkan kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Hikmah ini mengajarkan bahwa ibadah harus dijalankan dengan ikhlas, bukan karena keterpaksaan, melainkan sebagai bentuk cinta dan ketaatan kepada Allah.

                    10. Motivasi untuk Memperbaiki Akhlak

                      Isra Miraj tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga mendorong umat Islam untuk memperbaiki akhlak. Sholat yang benar akan mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga membentuk pribadi Muslim yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

                      Jadi, peristiwa Isra Miraj bukan sekadar kisah sejarah, melainkan sumber pelajaran bagi umat Islam. Melalui pemaparan di atas menegaskan bahwa umat Islam diajak untuk memperkuat iman, menjaga sholat, serta menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab.

                      Dengan memahami dan mengamalkan hikmah Isra Miraj, seorang Muslim dapat menata kehidupan yang lebih seimbang antara urusan dunia dan akhirat.

                      Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat untuk memahami peristiwa Isra Miraj dan menerapkan hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari.

                      Referensi 

                      Al-Bukhari, M. I. (n.d.). Shahih al-Bukhari. Dar al-Fikr.
                      Muslim, M. I. A. H. (n.d.). Shahih Muslim. Dar Ihya’ al-Turath al-‘Arabi.
                      Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Makna dan hikmah peristiwa Isra Miraj. Kemenag RI.
                      Quraish Shihab, M. (2018). Membaca sirah Nabi Muhammad SAW. Lentera Hati.
                      Al-Mubarakfuri, S. R. (2015). Ar-Rahiq Al-Makhtum (Sirah Nabawiyah). Darus Salam.

                      MAU NULIS TAPI BINGUNG MULAI DARI MANA?

                      Ebook gratis ini akan membantu kamu menulis buku novel, biografi, fiksi, dan nonfiksi dengan lebih mudah. Dilengkapi panduan serta tips praktis agar proses menulismu makin percaya diri dan terarah.