Cara kirim novel ke penerbit sering jadi pertanyaan buat kamu yang punya naskah tapi masih bingung harus mulai dari mana.
Kamu punya naskah novel? Bingung ingin menerbitkan ke mana? Atau kamu punya hobi menulis fiksi dan ingin menjadikannya sebagai sebuah karya novel, tapi belum tahu langkah yang tepat?
Tenang! Pada kesempatan kali ini kita akan share pengalaman cara kirim novel ke penerbit. Semoga dari pengalaman ini memberikan pandangan dan manfaat buat kamu yang ingin menjadi seorang penulis. Langsung saja untuk lebih lengkapnya bisa simak ulasan berikut.
Daftar Isi Artikel
Cara Kirim Novel ke Penerbit
Mengirim naskah ke penerbit bukan sekadar mengirim file, tapi juga tentang bagaimana kamu menyiapkan karya agar layak dilirik editor.
Mulai dari kerapian naskah, kelengkapan dokumen, hingga mengikuti prosedur penerbit, semua jadi faktor penting agar peluang novel kamu diterima semakin besar. Berikut 7 cara kirim novel ke penerbit yang benar.
1. Kirim Naskah Novel yang Udah Rapi
Cara kirim novel ke penerbit yang penting diperhatikan bagi penulis adalah harus sudah punya naskahnya. Jika naskah sudah ada, langkah selanjutnya adalah cek kerapian naskah. Kelihatannya sepele, tetapi kerapian naskah sangat berpengaruh dan penting loh.
Apalagi jika naskah tersebut akan dikirim ke penerbit. Dimana pihak penerbit itu sendiri memiliki naskah banyak yang masuk. Dan naskah yang masuk adalah naskah yang rapi, tulisan bagus dan ide cemerlang. Jadi, kita juga harus menempatkan naskah kita rapi, layak dan pantas.
Naskah yang kurang rapi akan sangat mengganggu tim editor penyeleksi naskah. Sebagus apapun ide dan cerita kamu, jika kerapiannya tidak ada. Siapapun orangnya pasti akan malas membaca, apalagi editor penyeleksi naskah.
Mereka memiliki tanggungjawab yang padat, harus menyeleksi tidak hanya satu dua naskah masuk, tetapi puluhan naskah yang masuk.
Jadi sudah sepantasnya kita sebagai penulis novel tidak baper jika naskah yang diajukan ditolak karena kerapian. Meskipun ada juga penerbit yang masih tetap menerima meskipun kurang rapi karena idenya bagus. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, kita tidak tahu penerbit mana.
Baca Juga: 5 Cara Kirim Naskah ke Penerbit: Panduan Lengkap untuk Pemula
2. Buat Cerita dan Genre yang Menarik
Ketika menulis sebuah novel memang harus diperhatikan genrenya. Apakah genrenya menarik? Apakah permintaan pasar untuk genre tersebut punya peluang laris? Dan masih banyak hal yang sebenarnya perlu diperhatikan.
Ketika sudah menentukan genre, jangan lupa untuk menentukan tema dan alur cerita. Buat semenarik mungkin. Karena cerita novel yang menarik sangat menentukan animo calon pembaca. Ketika animo pembaca tinggi, maka buku kamu pun akan banyak di cari.
Untuk penulisan juga perlu diperhatikan. Tulis menggunakan bahasa dan majas yang menarik. agar pembaca menikmati sampai akhir cerita. Ceritakan dengan alur yang menarik dan susah ditebak, agar pembaca merasa penasaran membaca sampai selesai.
Baca Juga: Pengertian dan Contoh Genre Novel Berdasarkan Isi
3. Buat Sinopsis yang Lengkap
Jangan lupa untuk membuat sinopsis novel. kehadiran novel tidak sekedar memberikan ringkasan atau rangkuman saja. Jika konteksnya naskah ditawarkan ke penerbit, sinopsis sangat membantu tim editor penyeleksi naskah mengetahui apakah novel tersebut Worth it atau tidak.
Jadi ketika naskah novel masuk ke meja redaksi, yang pertama dibaca adalah sinopsis, daftar isi, latar belakang/pengantantar, dan barulah membaca isi buku. Jika dari sinopsis, daftar isi latar belakang/kata pengantar sudah tidak menarik, didukung tulisan tidak rapi, biasanya langsung di eliminasi.
Sebaliknya, ketika sinopsis menarik, maka tim penyeleksi naskah novel akan melanjutkan membaca sampai isi novel kamu. Ketika tim editor sudah membaca sampai isi novel, itu tandanya kamu memiliki harapan naskah novel diterima.
Baca Juga: Sinopsis Novel: Manfaat serta Cara Membuatnya
4. Lengkapi Data Diri
Bagi penulis novel pemula, hal yang sering terlupakan saat mengirimkan naskah novel ke penerbit adalah, lupa tidak menyertakan data diri. Pada data diri penulis sangat penting.
Sayang banget jika naskah novel kamu bagus, dan pihak penerbit tertarik untuk menerbitkan. Gara-gara lupa tidak menyertakan data diri, dan tidak ada yang bisa dihubungi, maka naskah kamu pun akhirnya teronggok begitu saja.
Untuk penulisan data diri, jangan lupa untuk ditulis nomor HP kamu dan alamat email. Data secara rinci lain juga perlu. Misalnya alamat rumah, nomor rekening, Profesi kamu, dan pengalaman atau prestasi yang pernah kamu peroleh.
Misalnya, kamu pernah menulis buku lain. Maka, tidak ada salahnya untuk dituliskan juga. karena ini juga akan menjadi selling point agar novel kamu diterima dan diterbitkan. Atau pernah memiliki pengalaman lain, boleh dituliskan di biodata diri ini.
5. Format Naskah yang Rapi
Cara kirim novel ke penerbit selanjutnya adalah, buat format naskah yang rapi. Misalnya gunakan font yang konsisten. Misalnya jika ingin menggunakan arial, maka halaman depan sampai akhir menggunakan arial. Perhatikan juga masalah kerapian format kanan kiri, dan segala hal yang sifatnya teknis
Prinsip format naskah yang rapi adalah, agar pembaca tidak bosan dan tidak pusing. Jadi saat menulis perlu memperhatikan panjang paragraf. Dalam satu paragraf, jangan terlalu panjang. Cukup satu paragraf untuk beberapa kalimat saja. cara begini lebih menyenangkan untuk dibaca, dan bisa menikmati saat dibaca.
Baca Juga: 4 Kriteria Naskah yang Baik dan Layak Terbit
6. Pilih Penerbit yang Sesuai
Jika beberapa langkah di atas semuanya sudah terpenuhi dan siap. Maka langkah selanjutnya adalah memilih penerbit yang sesuai dengan genre naskah. JIka naskah kamu adalah novel, maka cari penerbit yang bisa menerbitkan novel.
Kenapa demikian? Karena tidak semua penerbit buku tertarik dan suka dengan naskah novel. Ada penerbit hanya fokus pada buku politik, ada juga yang fokus menerbitkan buku pendidikan dan masih banyak peruntungan lain-lainnya. Misal, jika kamu mengirim novel ke penerbit yang hanya menerbitkan buku politik, maka naskah kamu langsung ditolak.
Jadi penolakan naskah bukan karena naskah kamu buruk. Tetapi karena kamu salah menyasar penerbit. Karena penerbit tersebut memang tidak fokus menerbitkan buku novel. itu sebabnya, pentingnya untuk mempelajari karakter dan minat penerbit yang akan dituju.
Baca Juga: 10 Daftar Penerbit Buku di Jogja yang Siap Menerbitkan Naskahmu
7. Jangan Kirim Naskah ke 2 Penerbit Sekaligus
Ada satu catatan penting yang wajib kamu tahu saat mengirimkan naskah novel. Pastikan untuk tidak mengirimkan satu naskah ke dua penerbit sekaligus.
Biasanya bagi pemula sering melakukan cara ini, dengan maksud agar siapa cepat yang menerima naskahnya, maka dia yang akan diseriusi. Padahal ini tindakan yang sangat tidak boleh, karena melanggar kode etik.
Jadi kamu bisa mengirimkan satu buku hanya ke satu penerbit saja. Misalnya, kamu mengirimkan naskah ke penerbit A. maka biasanya akan menunggu waktu, rata-rata 3 bulan, bahkan saya ada yang pernah 1 tahun loh.
Jika dari penerbit A sudah fix di tolak, maka naskah bisa kamu tarik, dan kamu bisa mengirimkannya ke penerbit B. kurang lebih seperti itu cara mengirimkan naskah yang benar dan suportif.
Lalu apa yang terjadi jika mengirim satu buku ke dua penerbit? Tentu saja dampaknya banyak. Salah satunya, kamu bisa di blacklist oleh salah satu penerbit atau kedua penerbit yang kamu tuju.
Ada juga yang sampai berurusan secara hukum, meski kasus seperti ini jarang ditemukan, tetapi di era sekarang yang serba gampang viral, tidak menutup kemungkinan.
Dari sini menunjukan bahwa, seorang penulis memang harus bertanggungjawab terhadap perbuatannya. Termasuk mempertanggungjawabkan isi yang ditulis.
Semoga cara kirim novel ke penerbit ini bisa memberikan gambaran dan manfaat, terutama buat kamu yang masih bingung memulai proses menerbitkan buku.
Kalau kamu masih ragu ingin menerbitkan novel ke mana, kamu bisa mempertimbangkan Bukunesia sebagai tempat untuk mulai.
Melalui layanan collaborative publishing, kamu nggak cuma sekadar mengirim naskah, tapi juga akan didampingi sejak awal oleh editor profesional, diarahkan agar naskah lebih siap terbit, hingga diposisikan supaya bukumu bisa masuk ke pasar dengan strategi yang lebih terencana, termasuk perencanaan pre-order dari awal.
Jadi, kalau kamu sudah punya naskah atau ingin mulai mengembangkan ide jadi novel, kamu bisa langsung Kirim Naskahmu ke Bukunesia dan mulai proses penerbitan yang lebih terarah.
Artikel pertama kali ditulis oleh Yusuf Abdhul Azis, kemudian diperbarui oleh Annisa Ningrum pada 27 Maret 2026.

