Penerbit cerpen adalah sarana yang paling dicari-cari bagi penulis cerpenis. Daripada kamu menulis cerpen satu persatu. Kamu bisa menjadikan cerpen kamu dalam buku kumpulan cerpen (Kumcer) loh.
Tentu akan menjadi kebanggaan dan kepuasan tersendiri, ketika bisa melahirkan sebuah buku. Salah satu caranya dengan menerbitkan ke penerbit cerpen.
Daftar Isi Artikel
Apa Itu Penerbit Cerpen?
Apakah kamu pernah mendengar penerbit cerpen? Penerbit cerpen sebenarnya hanya sekedar penamaan yang intinya penerbit menerima karya kumpulan cerpen dari para penulis di luar sana.
Seperti yang kita tahu, tidak semua penerbit buku mau menerbitkan buku kumpulan cerpen. Hanya beberapa penerbit buku yang memang menerima kumpulan cerpen.
Nah, buat kamu yang kebetulan suka menulis cerpen, dan belum mampu menulis dalam ratusan halaman, maka bisa mengawalinya dengan menulis kumpulan cerpen. Kemudian menerbitkan kumpulan cerpen kamu ke penerbit cerpen.
Baca Juga: Penerbit yang Menerima Naskah Kumpulan Puisi
Cara Mengirimkan Naskah Cerpen ke Penerbit
Setelah mengetahui apa itu penerbit cerpen di atas, pasti kamu yang masih pemula di dunia penerbitan buku, pasti bingung bagaimana cara mengirimkan naskahnya bukan? Tenang! Kehadiran artikel ini akan memberikan gambaran caranya.
1. Siapkan Cerpen
Pastinya, kamu wajib dan harus ada naskahnya terlebih dahulu. Pastikan kamu memiliki cerpen. Jika bingung ingin menuliskan ceritanya seperti apa dan bagaimana, kamu bisa mengumpulkan ide cerita dalam bentuk list. Dan kamu bisa menganggarkan waktu untuk menyelesaikan semua list cerpen-cerpen tersebut.
2. Kirimkan Cerpen Secara Kolektif
Ingat, yang perlu dipersiapkan bukan satu dua cerpen loh. tetapi beberapa tulisan cerpen. Bisa 10 judul cerpen atau lebih, tidak ada aturan baku. Prinsipnya, ketika cerpen tersebut digabungkan akan tebal dan memiliki punggung buku. Jika dibuat perkiraan, kurang lebih 60 halaman.
3. Buat Sinopsis untuk Antologi Cerpen
Hal yang penting nih, kamu juga perlu membuat sinopsis kumpulan cerpen. Pastikan saat membuat sinopsis menonjolkan selling point. Tujuannya agar pihak penerbit dan pembaca tertarik ingin menerbitkan dan membaca cerpen kamu. Sesuai dengan namanya, cukup tulis sinopsis secara ringkas, tetapi tetap membekas.
4. Siapkan Data Diri
Jika poin 1 sampai 3 sudah siap semua. Maka kamu perlu menyiapkan data diri, yang meliputi, nama, no HP, email, alamat rumah dan sedikit biografi singkat.
Jika kamu punya prestasi di dunia literasi atau dunia tulis menulis, tidak ada salahnya menuliskan di sana, fungsinya untuk memperkuat bahwa kamu bukanlah penulis pemula dan sudah punya pengalaman. Tentu ini akan membantu pihak editor mempertimbangkan karya kumpulan cerpen kamu.
5. Format Naskah yang Rapi
Sering dianggap sepele bagi penulis kumpulan cerpen pemula. Biasanya pemula akan menulis dengan format seadannya. Bahkan aturan rata kanan kiri atau kerapian tidak diperhatikan. Sehingga terkesan berantakan.
Padahal seorang editor buku sangat senang dengan kerapian naskah loh.. naskah yang rapi akan membantu editor buku untuk nyaman membaca dan meningkatkan mood.
Lah, gimana naskah kumpulan cerpen mau diterima jika format tulisan berantakan? Karena akan sangat mengganggu kemampuan mata dalam membaca.
6. Penerbit Mana yang Menerima Kumpulan Cerpen?
Buat kamu yang masih bingung ingin menerbitkan kumpulan cerpen ke mana, wajar banget—karena memang tidak semua penerbit fokus pada jenis naskah ini.
Tenang, kamu tetap punya opsi yang lebih fleksibel. Di Bukunesia, kamu bisa menerbitkan buku, termasuk kumpulan cerpen, melalui layanan collaborative publishing yang mengedepankan proses kolaboratif, bukan sekadar transaksi.
Sejak awal, kamu akan didampingi editor profesional untuk mengembangkan naskah agar lebih siap terbit. Nggak cuma itu, bukumu juga diposisikan supaya bisa masuk ke pasar dengan strategi yang lebih terarah, termasuk perencanaan pre-order yang sudah disiapkan dari awal, bukan setelah buku selesai.
Jadi, kamu nggak perlu bingung lagi soal langkah-langkahnya, karena setiap prosesnya dirancang lebih jelas dan terarah.
7. Tunggu Follow Up Penerbit
Setelah membaca aturan dan syarat pengiriman naskah di link di atas, kemudian kamu pun cocok dan mengirimkan naskah ke tim. Maka, kamu hanya tinggal menunggu waktu di follow up oleh tim. Biasanya kamu akan dihubungi oleh tim, terkait keinginan kamu yang ingin menerbitkan buku.
Ketika di follow up, kamu pun boleh bertanya apapun, seputar penerbitan buku di sana, dan bisa menanyakan pertanyaan yang sekiranya belum kamu pahami.
Baca Juga: 5 Cara Kirim Naskah ke Penerbit: Panduan Lengkap untuk Pemula
Apakah 1 Naskah Boleh Dikirim ke Beberapa Penerbit?
Cara mengirimkan naskah agar kamu dinilai sebagai penulis yang berkomitmen dan menyenangkan adalah, jangan mengirimkan 1 naskah yang sama ke penerbit lain, dalam waktu bersamaan. Biasanya, pemula banyak yang masih belum tahu jika melakukan hal ini adalah pelanggaran kode etik penulisan buku.
Alasan larangan mengirimkan buku bersamaan di penerbit yang berbeda adalah, menghindari terjadinya publikasi ganda. Dimana ini akan menjadi masalah untuk si penulis. Karena sudah melanggar kode etik. Apesnya, kamu bisa di blacklist oleh pihak penerbit loh.
Sekalipun naskah tersebut adalah naskah karya asli penulis, tetap saja tindakan itu melanggar aturan penerbitan buku.
Dampak yang akan diterima si penulis tidak hanya di blacklist oleh penerbit, tetapi juga akan mendapatkan penilaian negatif bagi masyarakat. Sehingga pada akhirnya mempengaruhi popularitas dan karir kamu.
Itulah tujuh cara mengirimkan naskah cerpen ke penerbit. Semoga sedikit pengalaman seputar penerbitan buku dari Bukunesia banyak membantu dan memberikan pemahaman. Bahwa, kita sebagai penulis pun juga memiliki kode etik yang wajib dipegang. (Irukawa Elisa)
Selain kumpulan cerpen, kamu yang punya bakat menulis puisi juga bisa mengembangkan karyamu jadi buku dan menerbitkannya di Bukunesia. Lewat layanan collaborative publishing, kamu nggak cuma sekadar kirim naskah, tapi juga akan didampingi editor profesional sejak awal, diarahkan agar buku siap masuk pasar, hingga strategi seperti pre-order yang sudah dirancang lebih awal.
Jadi, kalau kamu sudah punya naskah atau ide yang ingin dikembangkan, kamu bisa mulai Kirimkan Naskahmu ke Bukunesia dan wujudkan karyamu jadi buku yang lebih terarah dan bernilai.
Artikel pertama kali ditulis oleh Yusuf Abdhul Azis, kemudian diperbarui oleh Annisa Ningrum pada 26 Maret 2026.

