Banyak orang bermimpi menjadi penulis dan melihat bukunya terpajang di rak toko buku atau dibaca oleh banyak orang. Namun di balik sebuah buku yang terbit, ada satu hal penting yang sering membuat penulis penasaran, yaitu royalti penulis.
Royalti bukan hanya soal penghasilan dari penjualan buku, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap karya intelektual yang telah diciptakan. Setiap buku yang terjual menjadi bukti bahwa gagasan, cerita, dan pemikiran penulis memiliki nilai bagi pembaca.
Karena itu, memahami bagaimana sistem royalti bekerja menjadi hal penting bagi siapa pun yang ingin menekuni dunia kepenulisan dan penerbitan buku.
Daftar Isi Artikel
Apa Itu Royalti Penulis
Secara sederhana, royalti penulis adalah imbalan atau pembayaran yang diterima penulis dari hasil penjualan buku yang diterbitkan oleh penerbit. Royalti biasanya dihitung dalam bentuk persentase dari harga jual buku atau dari keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku tersebut.
Menurut konsep dalam hak kekayaan intelektual, royalti merupakan kompensasi yang diberikan kepada pencipta karya atas penggunaan atau pemanfaatan karyanya oleh pihak lain (WIPO, 2020).
Dalam konteks penerbitan buku, penerbit mendapatkan hak untuk memproduksi dan mendistribusikan buku, sementara penulis memperoleh royalti dari setiap buku yang terjual. Besarnya royalti biasanya sudah disepakati dalam kontrak kerja sama antara penulis dan penerbit sebelum buku diterbitkan.
Sistem royalti penulis dalam dunia penerbitan umumnya cukup sederhana. Setelah buku diterbitkan dan mulai dijual di pasaran, penerbit akan mencatat jumlah penjualan buku tersebut dalam periode tertentu.
Royalti kemudian dihitung berdasarkan persentase yang telah disepakati dalam kontrak. Misalnya, jika seorang penulis mendapatkan royalti sebesar 10 persen dari harga buku, maka setiap buku yang terjual akan memberikan 10 persen dari harga jual kepada penulis.
Sebagai contoh, jika harga sebuah buku adalah Rp100.000 dan royalti yang disepakati adalah 10 persen, maka penulis akan mendapatkan Rp10.000 dari setiap buku yang terjual. Pembayaran royalti biasanya dilakukan secara berkala, misalnya setiap tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun, tergantung kebijakan penerbit.
Baca Juga: 7 Tips Menulis untuk Pemula agar Tulisan Lebih Mengalir
Besar Royalti Penulis Buku
Besarnya persentase royalti dapat berbeda-beda tergantung kebijakan penerbit dan kesepakatan dalam kontrak. Dalam industri penerbitan buku, persentase royalti umumnya berada pada kisaran 8 hingga 15 persen dari harga jual buku.
Menurut penelitian tentang industri penerbitan oleh John B. Thompson dalam Merchants of Culture, sebagian besar penerbit tradisional memberikan royalti kepada penulis sekitar 10 persen untuk penulis baru. Sementara penulis yang sudah memiliki reputasi atau memiliki penjualan tinggi dapat memperoleh persentase royalti yang lebih besar.
Selain itu, beberapa penerbit juga memberikan sistem royalti bertingkat. Artinya, jika penjualan buku meningkat, persentase royalti yang diterima penulis juga bisa meningkat.
Hal yang tidak kalah penting dari royalti adalah memberikan beberapa manfaat penting bagi penulis, baik dari sisi finansial maupun profesional. Pertama, royalti menjadi bentuk penghargaan terhadap karya intelektual yang dihasilkan oleh penulis. Setiap buku yang terjual menjadi bukti bahwa karya tersebut memiliki nilai bagi pembaca.
Kedua, royalti dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi penulis. Semakin banyak buku yang terjual, semakin besar pula royalti yang diterima. Ketiga, royalti juga mendorong penulis untuk terus berkarya dan menghasilkan buku-buku berkualitas.
Dengan adanya sistem ini, penulis memiliki motivasi untuk menulis secara konsisten dan mengembangkan ide-ide baru.
Baca Juga: 5 Cara Menghasilkan Uang dengan Menulis Cerpen
Besar Royalti Penulis Novel Pemula
Setelah mengetahui apa itu royalti dan besaran royalti penulis buku di atas, barangkali kamu jadi tertarik dan tertantang ingin menerbitkan buku sendiri.
Khusus buat kamu nih yang memiliki ketertarikan dan memiliki skill menulis novel, tapi bingung mau menerbitkan kemana, kamu bisa menerbitkan buku novel kamu di Penerbit Bukunesia melalui Layanan Collaborative Publishing.
Salah satu keunggulan utama dari layanan collaborative publishing di Bukunesia adalah sistem royalti yang jelas, yaitu 10% untuk penulis novel pemula dari setiap penjualan buku. Ada juga loh penerbit yang memberikan royalti hanya 8%. Jadi besaran royalti tiap penerbit bisa berbeda-beda ya.
Khusus penulis pemula di bukunesia, royalti 10% adalah skema yang memberi kesempatan bagi penulis (baik pemula maupun yang sudah berpengalaman) untuk tetap mendapatkan apresiasi finansial dari karya mereka.
Melalui konsep collaborative publishing, Bukunesia membuka ruang bagi banyak penulis untuk berkontribusi dalam satu buku bertema tertentu, sehingga proses menerbitkan karya menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau.
Baca Juga: 5+ Cara Jadi Penulis Online yang Menghasilkan Uang
Penulis tidak hanya memperoleh pengalaman publikasi profesional, tetapi juga kesempatan memperluas jaringan literasi dan menjangkau pembaca yang lebih luas.
Banyak orang memiliki tulisan, ide, atau naskah buku yang sebenarnya sudah cukup matang. Namun tidak sedikit penulis yang masih ragu untuk menerbitkan karyanya karena merasa proses penerbitan rumit, biaya mahal, atau khawatir bukunya tidak memiliki pembaca.
Melihat kondisi tersebut, hadirnya layanan collaborative publishing menjadi solusi bagi penulis yang ingin menerbitkan buku dengan proses yang lebih terarah dan didampingi secara profesional.
Collaborative publishing adalah model penerbitan buku yang menekankan kerja sama antara penulis dan penerbit dalam seluruh proses produksi buku.
Berbeda dengan sistem penerbitan konvensional yang sering kali membuat penulis hanya menunggu hasil seleksi, dalam collaborative publishing penulis justru dilibatkan secara aktif sejak awal proses penerbitan.
Di Bukunesia, sistem ini dirancang agar penulis dapat memperoleh pendampingan profesional mulai dari tahap pengembangan naskah, editing, desain buku, hingga strategi pemasaran.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, tujuan penerbitan tidak hanya sekadar mencetak buku, tetapi juga memastikan karya tersebut siap masuk ke pasar pembaca.
Bagi penulis pemula yang memiliki naskah tetapi masih ragu untuk menerbitkannya, layanan ini dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan karya menjadi buku yang siap dibaca oleh banyak orang.
Dengan proses yang jelas dan dukungan tim penerbit, perjalanan dari naskah hingga buku terbit dapat menjadi pengalaman yang lebih mudah dan menyenangkan.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat serta dapat menambah wawasan tentang royalti penulis buku bagi siapa saja yang ingin menjadi penulis.
Referensi
World Intellectual Property Organization (WIPO). (2020). Understanding Copyright and Related Rights.
Thompson, John B. (2012). Merchants of Culture: The Publishing Business in the Twenty-First Century. Polity Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Squires, Claire. (2007). Marketing Literature: The Making of Contemporary Writing in Britain. Palgrave Macmillan.

