logo penerbit bukunesia

Unsur Ekstrinsik dan Unsur Intrinsik Hikayat dan Contohnya

unsur ekstrinsik dan instrinsik hikayat
promo tahun baru 30%

Hikayat adalah salah satu karya lama yang biasanya menceritakan tentang kerjaan (keluarga), kaum bangsawan, kesaktian dan lain-lain. Lalu unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik hikayat sangat dibutuhkan untuk menghasilkan karya yang memiliki emosi dan impresi baik. Sehingga pembaca pun bisa menikmatinya.

Pertanyaannya adalah, apa saja sih unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik hikayat? Kamu bisa temukan jawabannya di artikel ini. Temukan jawabannya sampai selesai. 

Baca juga Struktur Teks Hikayat : Pengertian dan Ciri Ciri

Unsur Intrinsik Hikayat

Unsur intrinsik adalah unsur cerita yang dibangun dari dalam cerita. Adapun yang termasuk dalam unsur intrinsik, sebagai berikut.

1. Tema

Tema adalah ide atau gagasan pokok yang akan dikembangkan menjadi sebuah cerita. Penentuan tema itu sendiri dibagi menjadi tema mayor dan tema minor. Tema mayor adalah tema yang paling menonjol dan dijadikan sebagai pokok persoalan. Kebalikannya dengan tema mayor. Tema minor adalah tma yang sifatnya tidak terlalu mencolok ataupun tidak terlalu menonjol. 

Contoh tema intrinsik hikayat 

  • Cinta terhadap bangsa sendiri lebih penting daripada cinta negara lain. 
  • Keserakahan terhadap dunia akan memunculkan banyak permasalahan dan permusuhan.

2. Latar

Sedangkan yang dimaksud dengan latar adalah ruang lingkung yang akan digunakan untuk menyuguhkan cerita. Dimana latar itu sendiri merujuk pada keterangan waktu, tempat dan suasana atau peristiwa yang terjadi. Sementara untuk latar intrinsik pada hikayat, umumnya menggunakan latar seperti kerajaan, hutan, pelaburan, laut, pantai dan tempat-tempat yang lampau. 

Contoh latar 

  • Kisah tangkuban perahu yang diceritakan di area kawasan hutan 
  • Kisah maling kundang yang menggunakan latar paling dominan di laut.

3. Alur

Ada juga intrinsik berbentuk alur. Alur adalah rangkaian peristiwa yang secara tidak langsung merujuk pada terjadinya sebab akibat. Kita tahu bahwa sebuah cerita ataupun dongeng yang menarik tidak bisa berdiri sendiri. Pasti ada hubungan satu dengan yang lain. 

Adapun bentuk alur berdasarkan kualitasnya. Terdapat alur erat dan alur longgar. Alur erat adalah alur yang fokus pada satu cerita. Maksudnya cerita tidak memiliki percabangan cerita. Sebaliknya, yang dimaksud dengan alur longgar adalah alur yang memungkinkan terjadinya percabangan cerita. 

Contoh : kisah kelahiran anak seorang raja yang akhirnya bisa menjadi penerus kerajaan termasyur 

4. Amanat

Hikayat memiliki unsur intrinsik yang disebut dengan amanat. Amanat adalah pesan moral yang dimaksudkan untuk menyampaikan pesan kepada pembaca agar dapat diterima. Dimana amanat cerita bisa disampaikan secara implisit maupun secara eksplisit. Implisit adalah cara menyampaikan pesan moral secara tersirat atau tidak secara langsung. Sementara eksplisit adalah cara menyampaikan pesan secara tersurat atau secara langsung. 

Contoh amanat 

  • Hikayat para sufi tentang hikayat rabiah al-adawiyah 
  • Hikayat para sufi tentang syekh abdul qodir al-jilani dsb

5. Tokoh

Tokoh adalah unsur intrinsik yang mencoba ingin ditonjolkan oleh penulis/pengarang terkait karakter tokoh pada cerita. Tentu saja karakter yang ditonjolkan bisa lewat ucapannya, sikap si tokoh ataupun lewat tindakan. Adapun tiga karakter tokoh, yaitu tokoh protagonis, tokoh antagonis dan tokoh tritagonis.

Contoh tokoh : kisah si abu nawas yang tokohnya adalah seseorang yang cerdik dan pintar. 

6. Penokohan 

Selain tokoh, ada juga yang disebut dengan penokohan. Penokohan meliputi bagaimana perwatakan, tokoh cerita dan bagaimana penempatannya. Dimana unsur-unsur tersebut dapat digunakan untuk memberikan gambaran cerita yang utuh dan cerita yang menarik. 

Adapun cara menyajikan penokohan dalam hikayat. Yaitu dilakukan secara analitik dan dramatik. Dikatakan analitik apabila penokohan disampaikan watak dan karakter tokoh dengan memaparkan secara langsung. Sedangkan yang dimaksud dengan dramatik adalah cara menyampaikan cerita tentang sifat dan karakter tokoh secara tersirat.

Contoh amanat  : pada kisah abu nawas, penokohan dominan menceritakan kecerdikan abu nawas, dan tokoh pendukung tidak begitu dominan

7. Sudut pandang

Ada juga yang disebut dengan sudut pandang.  Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam memandang tema yang diangkat menjadi sbuah crita. Sudut pandang itu pun dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua, sudut pandang orang ketiga dan sudut pandang campuran. 

Contoh sudut pandang : jika tokoh utama sebagai orang pertama, maka tokoh terlihat atau terlibat dalam cerita yang bersangkutan,

8. Gaya bahasa

Unsur intrinsik yang terakhir adalah gaya bahasa. Gaya bahasa adalah kemampuan pengarang dalam memilih diksi yang digunakan untuk menyampaikan cerita. Dimana dibutuhkan kosakata dan pnguasaan yang lebih trhadap bahan bacaan. Semakin banyak wawasan, maka semakin banyak pula pilihan gaya bahasa. 

Berbicara gaya bahasa, ada banyak sekali jenis yang bisa digunakan. Mulai dari gaya bahasa hiperbola, personifikasi dan masih banyak lagi. Kamu bisa baca artikel sebelumnya tentang gaya bahasa

Contoh gaya bahasa : menggunakan gaya bahasa hiperbola atau personifikasi dan masih banyak jenis gaya bahasa lainnya. 

baca juga 10 Karakteristik Hikayat dan Penjelasannya

Unsur Ekstrinsik Hikayat 

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur di luar unsur intrinsik, namun keberadaannya memiliki peranan dan pengaruh yang tidak kalah penting. Berikut adalah unsurnya. 

1. Biografi Pengarang 

Biografi pengarang menjadi pengaruh yang dapat menentukan hasil tulisan. Misalnya pengarang yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, maka cerita cenderung diangkat dari nilai pengetahuan dna penguasaan ilmu yang diminati. Biografi pengarang akan menentukan pola tulisan, sekaligus yang akan mempengaruhi motivasi pengarang mempengaruhi sudut pandang pembaca agar mengamini apa yang disuguhkan pengarangnya.

Contoh biografi pengarang : jika pengarang mmiliki latar belakang ilmu seni, maka cerita yang mengangkat tentang seni yang dikemas dalam sebuah hikayat lebih menjiwai. 

2. Lingkungan Budaya 

Lingkungan budaya juga menjadi unsur ekstrinsik dalam proses penulisan. Sebagai contoh, penulis yang nyaman dan tumbuh dari budaya pedesaan akan lebih leluasa untuk menceritakan berdasarkan kondisi sosialnya.

Contoh lingkungan budaya : penulis yang lama tinggal di pedesaan, saat menuliskan sebuah karya lebih terasa hidup ketika menceritakan suasana dan kehidupan di pedesaan. 

3. Lingkungan Sosial 

Begitu halnya masalah lingkungan sosial juga memiliki peran penting. Siapa yang menyangka jika pengaruh lingkungan sosial mampu mempengaruhi corak dan warna sebuah karya sastra juga loh. 

Contoh :  hikayat tentang para wali, maka ceritanya pun sangat kental sesuai dengan lingkungan sosial pada saat itu. 

4. Keadaan Zaman

Begitupun dengan kondisi zaman, akan mempengaruhi corak, alur dan dan segala halnya. Jadi setiap hikayat pasti memiliki ciri khasnya masing-masing, yang dapat dilihat dari kondisi zaman kala itu. Sebagai contoh, hikayat para sahabat para nabi, memiliki kondisi zaman dengan hikayat para wali yang ada di Nusantara. 

5. Nilai Kehidupan

Nilai kehidupan pun juga menjadi pengaruh yang tidak terbantahkan. Maka tidak heran jika tiap generasi dan zaman hikayat itu diciptakan, akan memiliki pesan moral yang berbeda. 

Itulah unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik pada hikayat. Dari ulasan di atas, semoga memberikan pengetahuan teoritis penulisan hikayat. Mungkin kamu salah satsu penerus yang akan menciptakan hikayat sesuai generasi saat ini, yang akan menjadi cerita mnarik bagi generasi yang akan datang. (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis