Tertarik berkarir di dunia literasi dan penerbitan, tetapi belum tahu harus mulai dari mana? Profesi editor buku sering dianggap berada di balik layar, padahal perannya sangat menentukan kualitas sebuah buku sebelum sampai ke tangan pembaca.
Melalui artikel ini, kamu akan menemukan penjelasan lengkap tentang tugas editor hingga cara menjadi editor buku secara bertahap dan realistis. Jika kamu penasaran bagaimana hobi membaca dan kepekaan bahasa bisa berkembang menjadi profesi yang menjanjikan, simak pembahasan berikut sampai tuntas.
Daftar Isi Artikel
Editor Buku Adalah
Editor buku adalah profesional di bidang penerbitan yang bertugas menyunting dan menyempurnakan naskah agar layak diterbitkan serta mudah dipahami oleh pembaca.
Peran editor tidak hanya memperbaiki kesalahan ejaan dan tata bahasa, tetapi juga menilai struktur, alur, konsistensi isi, serta kejelasan pesan dalam sebuah buku.
Dalam prosesnya, editor bekerja sama dengan penulis untuk meningkatkan kualitas naskah tanpa menghilangkan gaya dan karakter asli tulisan, sehingga buku yang dihasilkan memiliki mutu bahasa, isi, dan penyajian yang baik sesuai standar penerbitan.
Tugas Editor Buku
Editor buku memiliki peran penting dalam memastikan kualitas sebuah karya sebelum diterbitkan. Dalam industri penerbitan, tugas editor buku menjadi penentu utama layak tidaknya sebuah naskah dipublikasikan. Berikut lima tugas utama editor buku yang perlu dipahami.
1. Menilai Kelayakan Naskah
Tugas awal editor buku adalah menilai kelayakan naskah yang masuk. Editor membaca naskah secara menyeluruh untuk melihat kesesuaian tema, kualitas isi, serta relevansinya dengan target pembaca dan visi penerbit.
Menurut The Chicago Manual of Style, tahap ini penting untuk memastikan bahwa naskah memiliki potensi pasar dan nilai isi sebelum masuk ke proses penyuntingan lebih lanjut.
2. Menyunting Struktur dan Alur Tulisan
Editor buku bertanggung jawab memastikan struktur tulisan tersusun rapi dan logis. Dalam tugas ini, editor dapat memberi saran perbaikan alur, penempatan bab, hingga konsistensi sudut pandang penulisan.
Penyuntingan struktur membantu pembaca mengikuti isi buku dengan lebih mudah, baik pada buku fiksi maupun nonfiksi.
3. Memperbaiki Bahasa dan Tata Tulis
Editor memastikan penggunaan ejaan, tanda baca, dan tata bahasa sesuai dengan kaidah yang berlaku. Di Indonesia, editor mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) agar bahasa naskah tetap baku, jelas, dan komunikatif.
Baca Juga: Apa Itu Proofreading? Tugas dan Cara Membuat
4. Menjaga Konsistensi dan Akurasi Isi
Editor buku juga bertugas menjaga konsistensi istilah, gaya bahasa, dan informasi dalam naskah. Kesalahan data, nama, atau fakta harus diperiksa dengan cermat agar tidak menyesatkan pembaca.
Menurut Writer’s Digest, ketelitian editor dalam menjaga akurasi menjadi salah satu faktor utama kepercayaan pembaca terhadap sebuah buku.
5. Menjadi Penghubung antara Penulis dan Penerbit
Selain bekerja pada teks, editor berperan sebagai jembatan komunikasi antara penulis dan penerbit. Editor menyampaikan masukan secara profesional, membantu penulis memahami revisi, serta memastikan naskah siap masuk ke tahap produksi.
Peran ini menuntut kemampuan komunikasi yang baik agar proses penyuntingan berjalan efektif dan saling menghargai.
Tugas editor buku mencakup aspek teknis, substansi, hingga komunikasi. Editor bukan sekadar pencari kesalahan, melainkan mitra kreatif yang membantu penulis menghadirkan karya terbaiknya.
Dengan memahami lima tugas editor buku ini, pembaca dapat melihat betapa pentingnya peran editor dalam dunia penerbitan dan literasi.
Cara Menjadi Editor Buku
Setelah mengintip pengertian editor buku dan lima tugas editor buku di atas, pastinya penasaran bukan? terkait bagaimana cara menjadi editor buku. Barangkali kamu punya impian menjadi seorang editor. Berikut sepuluh cara menjadi editor buku yang dapat dijadikan panduan bagi pemula.
1. Memahami Peran dan Tugas Editor Buku
Langkah awal menjadi editor buku adalah memahami ruang lingkup pekerjaannya. Editor bertanggung jawab menilai kelayakan naskah, menyunting bahasa, memperbaiki struktur, hingga memberi masukan substansi kepada penulis.
Menurut The Chicago Manual of Style, editor juga berperan menjaga konsistensi gaya bahasa dan akurasi isi. Pemahaman ini penting agar calon editor tidak menganggap penyuntingan hanya sebatas memperbaiki ejaan.
2. Menguasai Tata Bahasa dan Ejaan
Kemampuan bahasa merupakan fondasi utama editor buku. Editor wajib menguasai tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang berlaku.
Di Indonesia, pedoman utama yang digunakan adalah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Penguasaan kaidah ini membantu editor menjaga kualitas bahasa naskah secara profesional.
3. Membiasakan Diri Membaca Beragam Jenis Buku
Editor yang baik lahir dari kebiasaan membaca. Dengan membaca berbagai genre—fiksi, nonfiksi, buku akademik, hingga populer—editor akan memahami gaya penulisan, struktur narasi, dan karakter pembaca.
Menurut Writer’s Digest, editor yang memiliki wawasan bacaan luas cenderung lebih peka terhadap kesalahan logika dan inkonsistensi naskah.
4. Memahami Jenis-Jenis Editing
Editing buku tidak hanya satu jenis. Terdapat penyuntingan substantif, editing struktur, copyediting, dan proofreading. Calon editor perlu memahami perbedaan tiap jenis agar mampu menyesuaikan kebutuhan naskah.
Pengetahuan ini juga penting ketika bekerja dengan penerbit atau klien agar tidak terjadi kesalahpahaman ruang lingkup pekerjaan.
Baca Juga: Perbedaan Editor dan Penyunting
5. Mengikuti Pelatihan atau Kursus Editing
Pelatihan editing dapat mempercepat proses belajar. Saat ini banyak kursus daring maupun luring yang membahas teknik penyuntingan buku secara praktis.
Lembaga seperti penerbit, komunitas literasi, hingga platform pembelajaran daring menyediakan kelas editing yang berbasis standar industri penerbitan.
6. Berlatih Menyunting Naskah Secara Mandiri
Latihan adalah kunci menjadi editor buku. Calon editor dapat mulai dengan menyunting tulisan sendiri, karya teman, atau naskah publik yang tersedia bebas. Proses ini melatih kepekaan bahasa, ketelitian, serta kemampuan memberi catatan yang konstruktif kepada penulis.
7. Membangun Portofolio Editing
Portofolio menjadi bukti kompetensi editor. Kumpulan naskah yang pernah disunting, testimoni penulis, atau contoh hasil editing akan meningkatkan kepercayaan penerbit dan klien. Dalam dunia kerja profesional, portofolio sering kali lebih menentukan daripada latar belakang pendidikan formal.
8. Bergabung dengan Komunitas Literasi dan Penerbitan
Komunitas menulis dan penerbitan menjadi ruang belajar sekaligus jejaring profesional. Melalui komunitas, editor dapat bertukar pengalaman, mendapatkan peluang kerja, dan mengikuti perkembangan dunia perbukuan. Menurut Editorial Freelancers Association, jejaring profesional berperan besar dalam keberlanjutan karier editor.
9. Memahami Etika Kerja Editor
Editor buku harus menjunjung etika profesional, seperti menghargai gaya penulis, menjaga kerahasiaan naskah, dan memberi masukan secara objektif. Editor bukan penulis bayangan, melainkan mitra kreatif yang membantu penulis menyempurnakan karyanya tanpa menghilangkan identitas asli penulis.
10. Memulai Karier sebagai Editor Freelance atau Magang
Banyak editor profesional memulai karier dari jalur freelance atau magang di penerbit. Pengalaman awal ini membantu memahami alur kerja penerbitan secara objektif di lapangan. Dari sini, editor dapat membangun reputasi hingga akhirnya bekerja tetap atau mandiri secara profesional.
Jadi, menjadi editor buku membutuhkan kombinasi keterampilan bahasa, ketelitian, wawasan bacaan, dan sikap profesional. Profesi ini bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi peran penting dalam menjaga kualitas literasi.
Dengan konsistensi belajar dan berlatih, siapa pun memiliki peluang untuk menjadi editor buku yang kompeten dan dipercaya. Bagaimana? Apakah kamu semakin yakin ingin menjadi editor buku?
Bagi kamu yang tidak hanya tertarik menjadi editor, tetapi juga ingin memahami proses penerbitan dari sisi penulis, Bukunesia menyediakan Layanan Collaborative Publishing yang melibatkan editor profesional sejak awal, sehingga naskah dipersiapkan secara matang dan siap masuk pasar.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat dalam membantu pembaca memahami cara menjadi editor buku secara bertahap, mulai dari pemula hingga siap bekerja secara profesional.
Referensi
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Kemendikbud.
The Chicago Manual of Style. (2017). 17th Edition. University of Chicago Press.
Writer’s Digest. (2022). The Basics of Editing and Publishing.
Editorial Freelancers Association. (2023). What Editors Do and How to Become One.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Badan Bahasa Kemendikbud.

