Cerita Inspiratif: Pengertian, Struktur dan Contoh

pengertian dan jenis cerita inspiratif

Pernahkah membaca sebuah cerita dan kemudian merasa mendapatkan inspirasi dari cerita tersebut? Bisa jadi, sedang membaca salah satu cerita inspiratif yang memang menjadi jenis tulisan yang banyak diminati. 

Tulisan adalah sebuah karya tulis yang di dalamnya berisi buah pikiran penulisnya. Kadang kala tulisan tersebut mengungkapkan apa yang dialami maupun cara pandang penulis. Beberapa kemudian bersifat inspiratif, yakni mampu memberi inspirasi positif pada pembacanya. 

Cerita yang inspiratif ini sangat mudah ditemui, bahkan nyaris semua jenis tulisan memiliki aspek inspirasi di dalamnya. Jika saat ini tertarik untuk menulis suatu karya yang inspiratif maka wajib mempelajarinya dengan mendalam. Berikut penjelasannya. 

Pengertian Cerita Inspiratif

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata inspiratif berasal dari kata inspirasi, dan artinya adalah ilham. Kata ilham sendiri menurut KBBI memiliki arti petunjuk dari Tuhan. Dalam sumber lain, kata ini diartikan sebagai mengajarkan. 

Sedangkan kata cerita di dalam KBBI dijelaskan sebagai tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal. Sebuah cerita bisa disampaikan dengan banyak cara, bisa secara lisan dan bisa dalam sebuah tulisan. 

Ciri khas cerita adalah menyampaikan suatu hal secara urut atau sistematis dan berkelanjutan. Misalnya mengenai proses terbentuknya suatu waduk, kemudian legenda asal muasal kota Cianjur, dan sebagainya. 

Jenis cerita sangat beragam, dan salah satunya adalah cerita inspiratif. Jadi, dari penjelasan mengenai definisi per kata tersebut. Bisa disimpulkan bahwa cerita inspiratif adalah sebuah kisah yang menggugah pembaca untuk menjadi lebih baik melalui pengalaman inspiratif yang dituliskan atau disampaikan secara lisan. 

Melalui jenis cerita inilah, para pembaca mendapatkan banyak sekali pembelajaran baik pembelajaran moral maupun sosial. Pembelajaran ini kemudian diharapkan menjadi bekal bagi pembaca untuk bisa hidup dengan lebih baik dan punya makna sekaligus tujuan. 

Adapun bentuk cerita inspiratif umumnya diambil dari pengalaman, baik pengalaman pribadi si penulis maupun orang lain atau seorang tokoh. Bisa juga diambil dari perilaku makhluk hidup di dunia nyata entah itu hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya. 

Jadi, jangan heran jika menemukan cerita inspiratif yang menceritakan perjalanan seekor hewan. Misalnya ada keinginan penulis menyampaikan pesan moral dari proses metamorfosis kupu-kupu kepada pembaca. 

Supaya lebih paham lagi mengenai cerita jenis ini, ada baiknya mempelajari juga mengenai struktur, ciri-ciri, dan unsur penting lainnya. Sebab jenis cerita ini sangat diminati karena bisa memberi inspirasi dan pembelajaran positif bagi para pembacanya. 

Struktur Teks Cerita Inspiratif

Cerita inspiratif sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, memiliki struktur khas yang membuatnya berbeda dengan cerita jenis lainnya. Secara umum, berikut adalah struktur dari cerita jenis ini: 

banner-di-artikel (1)
  • Orientasi 

Struktur pertama yang membangun cerita jenis inspiratif adalah orientasi, yakni bagian pengantar cerita. Pada bagian ini, penulis akan terlebih dahulu membuka cerita dengan melakukan perkenalan tokoh. 

Umumnya, penulis akan menyebutkan nama tokoh utama, kemudian apa profesinya, apa kebiasaannya, dan sebagainya. Jika mengambil kisah hewan maka akan dijelaskan nama hewannya dan apa yang akan diceritakan dalam tulisan yang dibuat. 

  • Perumitan Peristiwa 

Cerita jenis inspiratif juga memiliki perumitan peristiwa sebagai bagian kedua setelah orientasi. Perumitan peristiwa merupakan bagian cerita yang menjelaskan tentang konflik atau masalah yang dihadapi oleh tokoh utama yang diceritakan. 

Misalnya, saat penulis ingin menceritakan kisah inspiratif dari tokoh bernama Budi dalam perjuangannya bisa membaca. Maka pada perumitan peristiwa, penulis akan menjelaskan masalah kesulitan belajar membaca yang dialami Budi serta alasan kenapa masalah ini perlu diselesaikan oleh si tokoh tersebut. 

  • Komplikasi 

Struktur yang ketiga dari cerita inspiratif adalah komplikasi. Yaitu bagian dari cerita yang menyampaikan puncak cerita atau puncak dari konflik yang dihadapi tokoh utama. Pada bagian inilah unsur inspirasi akan disampaikan penulis. 

Umumnya penulis akan berusaha menceritakan masalah yang dihadapi tokoh dengan sangat melankolis. Harapannya agar pembaca bisa memahami dan merasakan betapa beratnya masalah yang dihadapi oleh si tokoh. 

Hal ini kemudian mengajak pembaca berpikir untuk menganalisis masalah dalam hidupnya. Sebab seringnya akan sama-sama terasa berat dengan masalah yang diceritakan dalam kisah inspiratif tersebut. 

  • Resolusi 

Struktur keempat dalam kisah inspiratif adalah resolusi, yaitu bagian yang menjelaskan bahwa si tokoh menyadari akan sisi positif dari masalh yang dihadapi. Sekaligus bagaimana tokoh ini menemukan penyelesaian atas konflik yang dialami. 

Solusi yang diambil oleh tokoh biasanya dibuat solusi paling positif dan paling tepat, sesuai dengan penilaian subjektif dari penulisnya. Hal ini bisa membantu pembaca untuk memilih solusi yang sama, yakni solusi terbaik dari semua solusi yang terlintas di pikiran saat berusaha menyelesaikan masalah. 

  • Koda 

Bagian akhir dari keseluruhan struktur cerita inspiratif adalah koda, yaitu bagian penutup. Pada bagian penutup ini penulis akan menjelaskan tentang kesimpulan cerita dan menjelaskan tentang pesan moral yang ingin disampaikan. 

Meskipun pembaca bisa menarik sendiri kesimpulan tentang pesan moral yang terdapat dalam cerita. Namun penulis mencoba memperjelas dan membantu menarik kesimpulan tersebut. Sehingga siapa saja tidak salah persepsi dan setuju dengan kesimpulan yang disusun oleh si penulis tadi. 

Ciri-Ciri Cerita Inspiratif

Selain mempelajari tentang struktur, pembahasan tentang cerita inspiratif juga perlu mempelajari tentang ciri khasnya. Secara umum, cerita jenis ini punya beberapa ciri yang sifatnya khas. Diantaranya adalah: 

  1. Memiliki Tema Tertentu 

Cerita atau kisah inspiratif biasanya memiliki tema tertentu, tema ini dinilai oleh penulis punya pesan moral dan sosial. Sehingga cocok dikembangkan menjadi kisah inspiratif. Jadi, tidak semua tema atau pengalaman hidup bisa dikembangkan menjadi kisah inspiratif. 

  1. Memiliki Alur Cerita Tertentu 

Kisah inspiratif umumnya juga memiliki alur tertentu yang memudahkan pembaca untuk memahami apa yang ingin disampaikan penulis. Namun, mayoritas menggunakan alur maju sehingga kisah disampaikan secara sistematis. 

  1. Merupakan Bentuk Narasi 

Bentuk dari cerita inspiratif adalah narasi yang berisi uraian yang memiliki tema khusus dan punya pesan moral di dalamnya. Biasanya narasi ini dibuat untuk memberi inspirasi kebaikan atau hal-hal yang sifatnya positif. 

  1. Punya Efek Menggugah Perasaan Pembaca 

Kisah inspiratif yang ditulis dengan sangat baik oleh seseorang akan memiliki efek menggugah perasaan pembaca. Yakni untuk menyadari suatu hal dan mengambil hikmah dari hal tersebut, meskipun buruk atau terlihat buruk di awal. 

Pada taraf lebih tinggi, kisah inspiratif bisa membuat pembaca berjanji untuk melakukan apa yang ada dalam kisah tersebut. Tentunya untuk melakukan hal-hal yang positif, misalnya lebih rendah hati, lebih mudah berpikir positif, tidak buru-buru, tidak menilai seseorang terlalu cepat, dan lain sebagainya. 

  1. Mengajak pada Hal Positif 

Pada dasarnya kisah inspiratif adalah salah satu bentuk teks yang mengajak atau menginspirasi seseorang untuk berbuat hal lebih baik. Bisa juga mengajak mereka untuk lebih peduli dan lebih berempati pada orang di sekitarnya. 

Kaidah Kebahasaan

Kaidah kebahasaan atau ciri khas tata bahasa di dalam kisah inspiratif juga sifatnya khas. Berikut detailnya: 

  • Kalimat Bermakna Lampau 

Kebanyakan cerita inspiratif menggunakan kalimat lampau, misalnya ada kata konon, dahulu kala, dan lain sebagainya. 

  • Menggunakan Konjungsi Kronologis 

Kebanyakan kisah inspiratif juga menggunakan konjungsi kronologis, yaitu penggunaan kata yang menunjukan urutan waktu. 

  • Menggunakan Banyak Kata Kerja

Kisah inspiratif juga diketahui menggunakan banyak jenis kata kerja. Mulai dari penggunaan kata kerja yang menunjukan kalimat tidak langsung, kalimat kata kerja yang menunjukan sesuatu yang dirasakan oleh tokoh, sampai kata kerja yang menunjukan tindakan. 

  • Penulis sebagai Orang Pertama atau Ketiga 

Kebanyakan penulis kisah inspiratif menjadi orang pertama yang menjadi tokoh utama dan terlibat dalam cerita tersebut. Beberapa lagi menggunakan sudut pandang orang ketiga, dimana penulis berperan sebagai pengamat. 

Contoh Cerita Inspiratif 

  1. Contoh 1: 

Suatu ketika, seorang pemuda yang sangat kuat meminta pekerjaan pada seorang saudagar kayu, dan dia mendapatkannya. Upah yang ditawarkan sesuai keinginannya, lokasi pekerjaannya pun dekat dengan rumahnya. Oleh karena itu, sang pemuda bertekad untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.

Akhirnya, saudagar memberinya kapak dan menunjukkan area tempat penebangannya. Hari pertama penebang pohon membawa 21 batang pohon.

“Wah, hebat kamu kuat sekali, bisa membawa pulang kayu sebanyak ini dalam satu hari,” kata saudagar kayu yang merupakan atasannya sekarang.

Termotivasi oleh perkataan itu, sang pemuda menebang kayu dengan usaha yang lebih keras keesokan harinya. Tetapi, hari itu ia hanya bisa membawa 17 batang pohon. Hari ketiga dia berusaha lebih keras lagi, tapi dia hanya bisa membawa 10 pohon. Hari demi hari, pohonnya makin berkurang.

“Aku pasti telah kehilangan kekuatanku”, pikir penebang kayu itu. Dia menghadap kepada saudagar kayu dan meminta maaf, mengatakan bahwa dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

“Kapan terakhir kali kau mengasah kapak yang kau gunakan?” tanya bos itu. 

“Mempertajam? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak saya. Saya sangat sibuk mencoba menebang pohon.”

Terkadang bekerja keras saja tidak cukup untuk mencapai kesuksesan. Kita juga harus bekerja dengan cerdas! Pemuda itu sebetulnya memiliki potensi yang hebat untuk memotong kayu.

Sayangnya, ia tidak memiliki sikap yang tepat untuk dapat berhasil dalam tugas khusus ini. Melalui kerja keras dan sikap yang cerdas, tidak ada yang mustahil dalam hidup ini.

  1. Contoh 2

Suatu hari, seorang bapak bersama empat orang anak kecil naik kereta ekonomi dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Semarang. Di dalam kereta, anak-anak itu sangat ribut. Canda dan tawa mewarnai keceriaan mereka. Bapak itu sepertinya tidak peduli dengan penumpang yang terganggu.

Seorang ibu memberanikan diri untuk menegur, “Pak, apakah mereka anak-anak Bapak?”

Tanpa menjawab, Bapak itu pelan-pelan mengangkat kepala, melihat ke arah ibu yang menegurnya, dan bertanya, “Ada apa, Bu?”

“Itu, Pak. Mereka berisik dan mengganggu penumpang yang lain, tolong disuruh diam, Pak. Sebagai orangtua, harusnya Bapak bisa menjaga anak-anaknya,” jawab Ibu tersebut.

“Oh, maaf, Bu, saya tidak bisa.”

“Mengapa tidak bisa?”

“Saya tak tega.”

“Mengapa tidak tega?”

“Tiga hari yang lalu, mereka baru saja kehilangan kedua orangtuanya akibat kecelakaan pesawat. Sejak kecelakaan itu, mereka tidak pernah berhenti menangis. Baru kali ini, saya melihat mereka tertawa bahagia. Saya tidak tega menghentikan tawa mereka. Jika Ibu tega, silahkan Ibu yang menghentikan tawa mereka agar mereka tidak mengganggu penumpang yang lain,” jawab Bapak itu mengakhiri percakapan.

Ibu itu kembali ke tempat duduknya dan terdiam sambil meneteskan air mata. Kini, marahnya berubah menjadi sayang. Bencinya berubah menjadi simpati. Ia sangat senang melihat anak yatim piatu tersebut tertawa lepas.

Melalui penjelasan dan beberapa contoh cerita inspiratif di atas, tentunya bisa dipahami apa itu kisah inspiratif dan bagaimana menuliskan cerita tersebut. Silahkan mencoba dan mengusung tema yang cocok dijadikan sumber inspirasi.

Baca artikel penting lainnya dari Bukunesia

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis