Intip 5 Psikologi Warna Sampul Buku

Psikologi Warna dalam Sampul Buku

Membicarakan dunia tulis menulis, sebenarnya berkaitan erat dengan masalah percetakan buku. Bagi penulis buku mayoritas terima jadi proses cetak buku. Pokoknya terima jadi honor, cetak terbit dan lain sebagainya. Namun, pernah ga sih perhatian sama psikologi Warna Sampul Buku? padahal penting banget lho.

Padahal, jika kita mencoba mencari tahu selama proses cetak buku, ada banyak sekali proses dan tahapan yang harus diselesaikan oleh pihak redaksi. 

Salah satunya melakukan final sampul buku. Meskipun teks kelar dan masalah layout format buku juga sudah kelar. Seringkali hanya masalah sampul buku bisa menjadi diskusi yang cukup menegangkan bagi redaksi penerbit.

Kenapa? Alasannya sederhana, karena pihak redaksi melihat potensi dan daya jual produk buku yang akan dijual di pasaran. 

Membahas tentang sampul buku, ternyata ada istilah psikologi warna dalam sampul buku yang dapat mempengaruhi tingkat ketertarikan calon pembaca nantinya loh. Jadi, memutuskan sebuah warna sampul itu bukan masalah sepele dan gampang. Karena harus meraba pasar dan peluang jualan buku. 

Saya sering sekali menyampaikan hal penting dalam menulis buku selain konteks isi dan ide, masalah sampul juga menentukan daya tarik pembaca. Khususnya bagaimana cara agar calon pembaca memiliki kesan positif atau kesan pertama pada buku hanya lewat sampul saja.

Jadi buat kamu yang ngaku ingin jadi penulis, penting nih mempelajari psikologi warna dalam sampul buku, sebagai wawasan pengetahuan kamu. 

Manfaat Mempelajari Psikologi Warna Dalam Sampul Buku 

Ilmu psikologi warna dalam sampul buku digunakan untuk menjajaki atau meraba tanggapan calon pembeli seperti yang disinggung sebelumnya. Barangkali kamu pun juga bertanya-tanya, seberapa besar memainkan psikologi warna untuk cover buku? 

Pada dasarnya, manusia cenderung menyukai dan mudah mengingat sesuatu yang memiliki warna. Barang/benda yang memiliki warna lebih mudah diingat daripada yang tidak memiliki warna. Bagaimanapun juga, warna sebagai simbol yang memperkuat otak untuk mengingat.

Salah satu bukti pentingnya psikologi warna dalam sampul buku dapat dilihat dari diri sendiri. saat ke toko buku, kita cenderung menyukai warna-warna yang sesuai selera kita, dan cenderung mengabaikan buku yang tidak memiliki warna yang menarik bukan? Itulah tujuan dari penerbit kadang masalah warna bisa menjadi pertimbangan yang cukup lama.  

Target Psikologi Warna Dalam Sampul Buku

Dilihat dari target, tentu saja psikologi warna dalam sampul buku diperuntukan untuk calon pembeli buku. Tapi psikologi warna tidak hanya diterapkan untuk produk sampul buku saja loh. Tetapi juga diterapkan untuk produk yang lainnya. misalnya, masalah logo, kemasan makanan dan masih banyak lagi. 

Dengan kata lain, psikologi warna sebagai media marketing untuk mengencerkan daya tarik dan minat calon konsumen. Agar gimana caranya konsumen membeli produk  akibat efek warna. Tidak banyak yang tahu jika psikologi warna juga dapat meningkatkan penilaian konsumen terhadap produk dan terhadap nilai tawar produk tersebut. 

banner-di-artikel (1)

Bahkan di dunia kuliner pun juga menggunakan psikologi warna. Contohnya, rumah makan banyak yang menggunakan warna merah. Karena warna merah mampu merangsang rasa lapar. Begitupun dengan dunia perbukuan. 

Missal warna kuning melambangkan kebahagian, kegembiraan dan kesenangan. Jika ingin menyatakan kenyamanan fisik, kehangatan dan pangan sering menggunakan warna orange karena memiliki unsur motivasi dan antusiasme hidup. Atau penggunaan warna biru, yang melambangkan kepercayaan diri, tanggung jawab dan mengambarkan ketenangan dan kepercayaan. 

Penggunaan Psikologi Warna Dalam Sampul Buku

Sayangnya, tidak semua lambang warna yang terkandung bisa digunakan begitu saja. tetap dilihat dulu konteksnya untuk apa. Misal, jika di bisnis kuliner, warna merah efektif untuk cat dan desain makanan, tetapi belum efektif diterapkan untuk sampul buku. Jadi tetap ditubuhkan pengalaman, analisa dan eksperimen serta tes pasar. 

Itu sebabnya masing-masing penerbit biasa nya sudah memiliki formulasi pemilihan warna yang banyak diminati oleh calon pembeli. Itu sebabnya penulis lebih sering memasrahkan hal ini ke penerbit, Karena penerbit dianggap memiliki pengalaman lebih banyak akan hal ini. 

Membicarakan psikologi warna dalam sampul buku ternyata warna merah juga memiliki urgensi lain, misalnya warna merah mampu meningkatkan denyut jantung. Warna hijau mengasosiasikan mata lebih rileks lagi, sedangkan warna biru memiliki urgensi keamanan dan ketenangan dan masih banyak lagi tentu saja. 

Warna Sebagai Branding Produk Buku

Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah branding. Siapa yang menyangka jika psikologi warna ini juga dapat digunakan untuk membranding buku yang diterbitkan. Kita tahu bahwa di industri perbankan banyak pembajakan buku. Nah, masalah pembajakan buku inilah yang perlu ditekankan. 

Setidaknya buku asli memiliki kualitas warna cetak yang lebih baik daripada buku bajakan. Apalagi jika penerbit menambahkan kata atau kalimat timbul di buku tersebut, sehingga sulit untuk dibajak oleh pihak-pihak tertentu. 

Buat kamu yang ingin menjadikan psikologi warna untuk branding, ada beberapa hal yang perlu ditekuni. Diantaranya dibutuhkan kejelasan tujuan, missal ingin menggunakan skema warna apa saja. selain memiliki kejelasan tujuan, juga penting memperhatikan trik membuat kesan pertama bagi calon pembaca, dan menjadikan pemilihan warna sampul buku sebagai cara persuasi agar calon pembeli akhirnya membawa pulang buku dan membacanya di rumah. 

Cara Agar Pemanfaatan Psikologi warna dalam sampul Buku Efektif

Barangkali kamu bertanya-tanya, adakah cara efektif agar buku mudah diterima hanya modal lewat warna cover saja? Sebenarnya bisa-bisa saja. caranya cukup memahami pola pikir customer.

Kita bisa memanfaatkan kemampuan otak manusia yang mampu memproses Informasi secara visual jauh lebih banyak sekitar 60.000 kali. Sedangkan kemampuan manusia memproses informasi lewat kata masih terbilang rendah, apalagi Indonesia termasuk daerah yang kesadaran membacanya masih rendah. 

Dari sini saja sudah ada peluang yang bisa dimanfaatkan. Visual menjadi kunci. Setidaknya dengan cover yang menarik, full color dipadu dengan desain teks judul yang ciamik, dijamin akan mudah diingat bagi calon pembeli. Menariknya lagi, kita juga akan lebih mudah peka dan emosi saat melihat variasi warna. 

Adapun fakta menarik tentang psikologi warna dalam sampul buku. Menurut laporan survey dari University of Maryland, oleh Philip Cohen melibatkan dua ribu pria dan wanita untuk menjawab pertanyaan tentang warna favorit mereka.

Dari sekian jawaban, jawaban paling banyak disebutkan responden adalah warna biru. Para ilmuwan percaya bahwa warna berpengaruh cukup luas, karena warna kesukaan dapat membuat kita kembali focus pada sebuah pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Itulah beberapa fakta penting tentang psikologi warna dalam sampul buku yang perlu penulis tahu. Meskipun kerja ini tanggungjawab seorang penerbit buku, seorang penulis juga wajib tahu.

Setidaknya dengan mengetahui ilmu ini, mengarahkan kita pada ide yang bisa diajukan ke pihak penerbit untuk membantu mereka dalam mempertimbangkan dan memutuskan sampul cover yang menarik itu seperti apa.  Semoga sekilas ulasan ini bermanfaat dan salam literasi. (Irukawa Elisa)

Yuk menerbitkan buku di penerbit novel, cerpen dan buku lainnya di Penerbit Bukunesia. Nah, baca juga artikel penting lainnya.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis