Jenis jilid buku menjadi hal penting bagi penulis yang ingin menerbitkan naskahnya. Meski terlihat sepele, pemilihan jilid buku sangat memengaruhi kualitas, kenyamanan membaca, dan daya tahan buku dalam jangka panjang.
Maka tidak heran jika seorang penulis juga perlu mengetahui jenis-jenis penjilidan buku agar bisa request dengan pihak penerbit atau percetakan. Pemilihan jenis jilid buku bukan sekadar urusan teknis, tetapi keputusan strategis yang bisa menentukan kesan pertama pembaca terhadap karya kamu.
Jilid yang tepat membuat buku terlihat profesional, nyaman dibaca, dan lebih awet, sementara pilihan yang keliru bisa menurunkan nilai naskah sebaik apa pun isinya.
Karena itu, memahami jenis-jenis jilid buku sejak awal akan membantumu sebagai penulis untuk menghindari kesalahan fatal saat proses cetak, sekaligus memastikan buku terbit sesuai tujuan dan segmentasi pembaca. Lalu, ada berapa jenis jilid buku?
Daftar Isi Artikel
Jenis Jilid Buku
Yaps. Kamu wajib memahami ini, agar tidak salah memilih karena tiap jenis jilid buku memiliki peruntukannya sendiri-sendiri. Untuk mengetahui jawabannya baca artikel ini sampai selesai ya.
1. Tape Binding
Jenis jilid buku yang pertama adalah tape binding, atau yang familiar kita dengar dengan jilid lakban. Kamu pun sebenarnya sudah sering menemukan jenis ini, karena memang jilid ini adalah jilid yang paling umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri tape binding adalah buku hanya di staples. Kemudian diberi lakban hitam. Adapun fungsi lakban, selain agar menutup bekas staples, juga berperan sebagai perekat agar buku semakin kuat sekaligus ragu.
2. Saddle Stitching
Kamu pernah ke restoran yang memberikan buku menu? Atau kamu pernah ke masjid dan menemukan buletin yang berisi beberapa halaman? Nah, model jilid buku tersebut disebut dengan saddle stitching atau staples tengah, ada juga yang menyebutnya jilid tengah.
Ciri-ciri saddle stitching melipat buku terlebih dahulu. Kemudian merekatkan bagian tengah buku dengan staples. Jenis jilid buku seperti ini lebih pas dan cocok untuk buku yang hanya sedikit halaman. Tidak cocok jika digunakan untuk lebih dari 100 halaman.
3. Loop Stitching
Jika kamu menginginkan jilid buku lebih unik dan modern, bisa menggunakan jenis loop stitching. Ciri loop stitching adalah dibagian punggung buku terdapat kawat melengkung. Desain kawat melengkung keluar ini memang difungsikan agar bisa dimasukan ke binder besar.
Umumnya teknik ini lebih banyak digunakan untuk arsip perusahaan/instansi guna memudahkan dalam membuat katalog laporan ataupun arsip.
4. Perfect Binding
Dari beberapa jenis jilid buku di atas, maka jenis yang paling sering digunakan bagi penulis dan penerbit buku setiap menerbitkan buku adalah jenis perfect binding. Jenis perfect binding ini familiar dikenal dengan jilid lem panas.
Sesuai dengan namanya, buku yang siap untuk dijahit di rekatkan di sisi tepi buku menggunakan lem. Kelebihan teknik ini adalah lebih rapi, lebih kuat dan dianggap lebih terstandar.
Adapun contoh-contoh buku yang sering menggunakan teknik ini, yaitu buku pelajaran, buku novel, buku ajar, dan masih banyak lagi.
5. Sewn Binding
Apakah kamu pernah mendengar jenis jilid buku sewn binding? Yap, sewn binding atau jilid jahit benang termasuk jilid buku yang unik.
Karena cara penjilitan dengan menjahit dan menggunakan benang. Umumnya, jenis buku yang menggunakan teknik ini lebih pas untuk buku yang tidak terlalu tebal.
Jika kamu lahiran sebelum tahun 90 an, kamu mungkin sering menemukan teknik jilid buku satu ini. Umumnya penjilidan sewn binding dilakukan dengan melipat buku menjadi dua bagian.
Kemudian di bagian tengah lipatan di jahit dengan benang khusus. Kelemahan teknik ini adalah, ketika usia buku sudah tua, sangat mudah robek dan terlepas.
Baca Juga: Dalam Penerbitan Apa Yang Dimaksud Dengan POD? Jawaban!
6. Wire Binding
Jenis jilid yang lebih modern dan memberi kesan spesial adalah jenis wire binding atau banyak yang akrab menyebut jilid spiral. Penjilidan wire binding dilakukan dengan melubangi bagian tepi buku.
Kemudian lubang tersebut dimasukan spiral jilid. Sementara untuk bahan spiral jilid beragam, ada yang terbuat dari besi dan ada pula yang terbuat dari plastik.
Spiral jilid dari bahan plastik lebih banyak digunakan untuk buku yang memiliki ketebalan kurang dari 100 halaman. Kelebihan jilid spiral atau wire binding adalah, kamu bisa membuka buku hingga 360 derajat. Sehingga saat membaca lebih enak saat dibuka.
Kelemahannya saat bagian buku depan dan buku belakang menyatu, sehingga lebih sulit menemukan bagian depan bacaan. Itu sebabnya jenis jilid ini jarang digunakan untuk dunia penerbitan buku pendidikan, novel dsb. Melainkan lebih sering digunakan untuk kalender ataupun buku catatan tulis semacam note.
7. Comb Binding
Sekilas teknik jilid buku comb binding ini mirip dengan wire binding. Perbedaannya terletak pada kondisi saat buku dibuka. Jika pada wire binding bisa dibuka hingga 360 derajat, maka pada comb binding hanya maksimal bisa dibuka 180 derajat saja.
Kelebihan comb binding adalah, memudahkan pembaca untuk memberikan batas antara sampul depan dan sampul belakang, agar tidak bercampur baur saat dibuka tutup. Dari segi tampilan pun juga tetap terlihat elegan dan menarik.
8. Screw Binding
Jadi buku yang dijilid diberi lubang di bagian tepi. Perbedaannya pada media pemersatu (penjilidan) disatukan menggunakan baut khusus. Sehingga menambah kesan buku lebih professional dan elegan. Jadi bukan sembarang baut untuk perekat dokumen saja ya.
Sayangnya jenis screw binding ini jarang ditemukan untuk buku-buku bacaan yang konteksnya untuk penulis yang menerbitkan buku. Melainkan lebih pas digunakan untuk buku catatan. Kecuali untuk karya-karya buku dari penulis yang memang hanya beberapa halaman saja, maka masih bisa menggunakan teknik ini.
Kelemahan dari screw binding adalah, rawan dan kurang pas jika digunakan untuk menjilid buku yang memiliki ketebalan hingga mencapai 100 halaman. Dan ditoko buku pun teknik ini juga jarang digunakan oleh pihak penerbit ataupun oleh penulis.
9. Grip Binding
Sementara ada juga yang disebut dengan grip binding. Jilid buku yang dilakukan dengan menjepit kertas menggunakan penjepit berbahan plastik.
Karena bentuknya yang sederhana, maka tidak heran jika jilid jenis ini teknik yang paling sederhana, cepat dan praktis. Hanya saja tidak cocok digunakan untuk menjilid dalam jumlah buku yang terlalu tebal.
Namun seiring berjalannya waktu, teknik penjilidan grip ini dipadupadankan dengan teknik saddle stitching agar lebih kokoh dan kuat.
Setelah mengetahui beberapa jenis jilid buku di atas, mungkin kamu bertanya-tanya. Jenis jilid buku yang cocok sering digunakan oleh percetakan buku yang jenis apa? Tentu saja untuk jilid buku di percetakan akan dilihat dari kebutuhan penulis, keinginan penulis dan jumlah halaman buku.
Baca Juga: Perbedaan Penerbitan dan Percetakan, Jangan Salah!
Jilid yang Sering Digunakan Penerbit
Umumnya pihak penerbit akan menggunakan teknik jilid buku seperti saddle stitching, wire binding, perfect binding dan screw binding.
Dari keempat jenis yang sering digunakan penerbit, kamu akan lebih banyak menemukan buku di toko buku dengan teknik jilid perfect binding.
Dari kesembilan jenis jilid buku di atas sebenarnya tidak ada yang lebih buruk. Semuanya memiliki karakteristik dan keuntungan sendiri-sendiri. Karena setiap jenisnya memiliki peruntukannya masing-masing.
Ada jenis jilid buku yang lebih pas untuk pengarsipan pihak perusahaan dan instansi, ada juga yang digunakan untuk kepentingan umum seperti buku catatan. Dan ada juga yang untuk kepentingan menerbitkan buku.
Namun, apabila kamu ingin menerbitkan buku dan tidak perlu mikir jenis jilid buku yang bagus yang mana, serahkan kepada kami yang sudah berpengalaman dalam hal penerbitan dan percetakan buku apalagi masalah jilid buku ini. (Irukawa Elisa)
Buat kamu yang sudah punya naskah novel, cerpen, atau puisi—bahkan masih progres 50%—kamu sudah bisa, loh, Menerbitkan Buku di Bukunesia. Mulai dari penataan naskah hingga pemilihan jenis jilid buku yang tepat, semuanya kami bantu secara profesional.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat sebagai referensi penting bagi penulis dalam mengenal jenis jilid buku agar hasil cetakan lebih berkualitas, awet, dan nyaman dibaca.
Artikel pertama kali ditulis oleh Yusuf Abdhul Azis, kemudian diperbarui oleh Annisa Ningrum pada 31 Desember 2025.

