Dalam dunia kepenulisan, memahami macam macam gaya penulisan menjadi salah satu skill penting yang sering disepelekan. Padahal, gaya penulisan tidak hanya merangkai kata, tetapi bagaimana kamu bisa menentukan apa yang dirasakan pembaca.
Nah, buat kamu yang ingin upgrade skill menulis kamu, kamu perlu kuasai ilmu gaya penulisan. Seperti apa? Simak artikel ini sampai selesai.
Daftar Isi Artikel
Udah Nulis, Tapi Gaya Penulisan Masih Gitu-Gitu Aja?
Banyak orang sudah rutin menulis, tetapi hasil tulisannya terasa monoton dan sulit berkembang. Biasanya ini terjadi karena terlalu nyaman memakai pola yang sama terus-menerus.
Padahal, kemampuan menulis bukan cuma soal banyaknya tulisan yang dibuat, tetapi seberapa berani kita mengeksplorasi cara menyampaikan ide.
Coba sesekali ubah ritme kalimat, gunakan sudut pandang berbeda, atau latihan menulis dengan gaya yang belum pernah dicoba sebelumnya. Dari situ, kemampuan menulismu akan terupgrade.
Salah satu cara paling efektif untuk upgrade skill menulis adalah membaca berbagai jenis tulisan dari banyak penulis. Semakin luas referensi, semakin kaya juga “rasa” tulisan yang bisa kamu pelajari.
Tidak perlu langsung sempurna. Fokus saja membangun kebiasaan bereksperimen. Karena gaya penulisan yang kuat biasanya karena ditempa oleh latihan, eksplorasi, dan keberanian keluar dari pola lama.
Baca Juga: Apa itu Gaya Penulisan? Kenali Macam-Macamnya
Ternyata, Gaya Penulisan Menentukan Kekuatan Sebuah Tulisan
Banyak orang fokus mencari topik menarik, tetapi lupa bahwa cara menyampaikan tulisan juga punya pengaruh besar terhadap pembaca. Topik sederhana terkesan kuat jika ditulis dengan gaya yang tepat.
Sebaliknya, ide bagus bisa biasa saja ketika penyampaiannya datar dan tidak punya emosi. Inilah kenapa gaya penulisan sering menjadi “ruh” sebuah tulisan. Gaya membantu pembaca merasakan emosi, memahami pesan, hingga bertahan membaca sampai akhir.
Gaya yang santai membuat tulisan lebih akrab, gaya deskriptif menstimulasi imajinasi, sementara gaya persuasif mampu mempengaruhi keputusan pembaca. Semakin penulis memahami karakter gaya penulisan, semakin mudah juga membangun tulisan yang kuat, relevan, dan berkesan.
Macam Macam Gaya Penulisan
Dalam dunia menulis, ide bagus saja tidak selalu cukup. Cara menyampaikan ide juga menentukan apakah tulisan akan menarik, mudah dipahami, atau justru cepat dilupakan pembaca.
Karena itu, memahami macam-macam gaya penulisan menjadi hal penting, terutama bagi pelajar, mahasiswa, content writer, blogger, hingga penulis kreatif. Berikut macam-macam gaya penulisan yang perlu kamu tahu.
1. Gaya Penulisan Naratif
Gaya naratif salah satu macam gaya penulisan cerita yang mengajak pembaca hanyut dalam cerita. Dimana pembaca akan terbawa arus isi tulisan. Maka tidak heran jika pembaca bisa hanyut terbawa suasana isi tulisan. jika pembaca bisa demikian, artinya kamu sebagai penulis sudah sukses.
2. Gaya Penulisan Deskriptif
Sementara gaya penulisan deskriptif adalah gaya penulisan yang mendeskripsikan secara detail lewat kata-kata. Penulis tidak hanya menjelaskan sesuatu, tetapi juga membangun suasana agar pembaca dapat membayangkan bentuk, warna, aroma, hingga emosi yang muncul dalam tulisan. Karena itu, gaya ini sering terasa visual dan imajinatif.
3. Gaya Penulisan Eksposisi
Gaya eksposisi digunakan untuk menjelaskan informasi secara runtut dan mudah dipahami. Tulisan dibuat lebih fokus pada penjelasan dibanding emosi, sehingga pembaca dapat memahami topik dengan jelas tanpa merasa berputar-putar. Gaya ini banyak digunakan dalam artikel edukatif karena sifatnya informatif dan langsung pada inti pembahasan.
4. Gaya Penulisan Persuasif
Gaya persuasif dirancang untuk mempengaruhi cara berpikir atau tindakan pembaca. Penulis biasanya menggunakan pendekatan yang meyakinkan, dekat, dan berorientasi pada manfaat agar pembaca tertarik mengikuti pesan yang disampaikan.
Baca Juga: Struktur Teks Persuasi yang Benar dan 6 Contoh Teks Persuasi
5. Gaya Penulisan Argumentatif
Gaya argumentatif digunakan ketika penulis ingin menyampaikan pendapat yang didukung alasan logis dan fakta. Gaya penulisan argumentatif ini bisa berbentuk opini, yang mencoba menjelaskan sudut pandang tertentu. Itu sebabnya, tulisan gaya argumentatif memiliki gaya tulisan yang lebih tajam, terstruktur, analitis dan kritis.
6. Gaya Penulisan Jurnalistik
Sesuai namanya, gaya penulisan ini diperuntukan untuk jurnalis. Gaya jurnalistik menekankan penyampaian informasi secara cepat, singkat, dan jelas. Tulisan dibuat langsung menuju inti pembahasan tanpa terlalu banyak pengembangan emosional. Karena fokusnya pada fakta, gaya ini terasa padat, objektif, dan mudah dipahami dalam waktu singkat.
7. Gaya Penulisan Conversational
Macam-macam gaya penulisan yang terakhir adalah gaya conversational. Gaya ini seperti percakapan sehari-hari antara penulis dan pembaca. Bahasa yang digunakan cenderung santai, ringan, dan tidak terlalu formal sehingga terkesan akrab karena tulisan terdengar mengalir seperti sedang diajak berbicara langsung.
Cara Menemukan Gaya Penulisanmu Sendiri
Setiap penulis punya cara unik dalam menyampaikan ide. Ada yang kuat dalam membangun emosi, ada yang nyaman menulis santai, dan ada juga yang lebih tajam ketika menjelaskan informasi secara runtut.
Menariknya, gaya penulisan tidak selalu muncul secara instan. Banyak penulis menemukan “warna” tulisannya setelah melalui proses membaca, mencoba, dan terus berlatih. Nah, buat kamu yang bingung menentukan gayamu sendiri, kamu bisa coba cara berikut.
1. Banyak Membaca Berbagai Jenis Tulisan
Salah satu cara paling efektif menemukan gaya menulis adalah memperluas referensi bacaan. Saat membaca novel, artikel opini, berita, atau blog personal, tanpa sadar kita belajar bagaimana penulis menyusun kalimat, membangun suasana, dan menyampaikan ide.
Dari situ, kamu akan mulai menyadari gaya mana yang paling nyaman dan menarik untuk diikuti. Membaca juga membantu memperkaya kosakata serta membuat tulisan terasa lebih variatif.
2. Jangan Takut Bereksperimen
Banyak orang terjebak dalam satu pola tulisan yang sama terus-menerus. Padahal, eksplorasi adalah bagian penting dalam proses menemukan gaya menulis. Coba sesekali menulis dengan pendekatan berbeda, seperti menulis lebih santai, lebih deskriptif, lebih singkat, atau lebih emosional.
Dari proses mencoba itulah biasanya muncul gaya yang terasa paling natural dan cocok dengan karakter diri sendiri.
3. Tulis Sesuai Cara Bicaramu
Jika kamu mengamati, tulisan yang menarik itu justru yang ditulis sesuai karakter si penulis, yang mengalir dan tidak dipaksakan. Kamu pun bisa melakukannya dengan latihan, misalnya sambil berbicara kepada seseorang.
Cara ini membantu tulisan mengalir dan mudah dipahami. Bukan berarti semua tulisan harus santai, tetapi memahami ritme bahasa sendiri bisa membantu membangun identitas penulisan yang lebih kuat.
4. Kenali Topik yang Paling Kamu Nikmati
Sering kali, gaya menulis muncul lebih alami ketika seseorang membahas topik yang benar-benar disukai. Saat menulis hal yang dekat dengan minat pribadi, tulisan biasanya lebih lepas, detail, dan punya energi yang berbeda.
Jadi, tidak ada salahnya kamu mencoba mengeksplorasi tema yang membuatmu nyaman untuk bercerita atau menjelaskan sesuatu. Dari sana, karakter tulisan biasanya berkembang lebih cepat.
5. Konsisten Menulis dan Evaluasi Tulisan Lama
Gaya penulisan terbentuk melalui proses yang panjang. Semakin sering menulis, semakin terlihat pola khas dalam cara memilih kata, menyusun paragraf, hingga menyampaikan emosi. Kamu bisa membandingkan gaya penulisan yang dulu dengan yang sekarang, pasti berbeda bukan?
Jika iya, tidak ada salahnya kamu memperhatikan bagian mana yang terasa paling kuat dan mana yang masih terasa kaku. Dari evaluasi kecil seperti itu, kemampuan menulis biasanya berkembang secara bertahap.
Baca Juga: Materi Kepenulisan Untuk Pemula: 7 Materi Dasar
Kesimpulan
Kalau kamu mulai sadar gaya tulisanmu masih monoton, itu sebenarnya tanda bagus. Artinya, kamu sudah mulai peka terhadap kualitas tulisanmu sendiri. Banyak penulis pemula berhenti hanya karena merasa tulisannya “biasa saja”, padahal kemampuan menulis berkembang lewat proses belajar yang panjang.
Salah satu cara mempercepat perkembangan skill menulis adalah belajar langsung dari pola pikir dan pengalaman penulis yang sudah lebih dulu berkembang.
Buat kamu yang ingin upgrade kemampuan menulis sekaligus memahami bagaimana membangun tulisan yang lebih kuat, kamu bisa mulai belajar lewat ebook Naik Kelas Jadi Penulis Buku Best Seller dari Bukunesia.
Ebook ini membahas proses pengembangan skill menulis, mindset penulis, hingga cara membangun tulisan yang lebih menarik dan punya nilai jual. Cocok untuk kamu yang ingin keluar dari gaya tulisan yang “itu-itu aja” dan mulai menemukan karakter menulis sendiri.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat dan membuat kamu lebih paham tentang macam macam gaya penulisan yang bisa digunakan dalam berkarya. Terus eksplorasi dan jangan takut mencoba gaya baru dalam tulisanmu.
Referensi
Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Tarigan, Henry Guntur. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Semi, M. Atar. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.
Eneste, Pamusuk. Buku Pintar Penyuntingan Naskah. Jakarta: Gramedia.
Dalman. Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Pers.

