Pengertian, Cara Membuat Prolog dan Contoh

Cara Menulis Prolog Cerita Bukunesia

Prolog adalah bagian awal dalam cerita yang penting. Berikut pengertian prolog beserta contoh dan cara membuat prolog bagi penulis pemula.

Bagi kamu yang sering atau suka membaca novel dijamin tidak lagi asing dengan istilah prolog, dimana prolog adalah salah satu bagian di awal novel tersebut. Biasanya diletakan sebelum bab pertama suatu novel. 

Selain novel, prolog juga bisa menyertai karya tulis jenis lainnya sesuai dengan kebutuhan penulis. Menambahkan prolog ke dalam karya yang sedang disusun ternyata sangat penting. Sebab membantu menarik minat pembaca untuk membaca isi cerita. 

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan prolog? Kemudian bagaimana membuatnya agar bisa menarik minat pembaca untuk membaca isi cerita secara keseluruhan? 

Apa itu Prolog?

Secara umum, prolog adalah pengantar naskah yang berisi dialog atau penggalan cerita dengan tujuan untuk membuat pembaca tertarik dan penasaran dengan isi cerita.

Biasanya prolog mengambil bagian dari naskah cerita atau film yang memuat bagian sangat menarik. Misalnya pada novel Twilight, prolog berisi adegan dimana Bella Swan sedang ditawan oleh vampir. 

Bagian ini bisa ditemukan pembaca di bab akhir novel tersebut. Selain berisi penggalan cerita, prolog juga bisa diisi dengan penggalan dialog dari tokoh di dalam cerita. Meskipun berupa penggalan, ketika diambil dari bagian paling menarik akan membuat cerita terkesan sangat menarik untuk dinikmati (dibaca). 

Cara Membuat Prolog yang Baik

Melalui penjelasan di atas, maka bisa dipahami bahwa prolog adalah komponen penting dalam cerita tertulis maupun dalam bentuk film. Prolog memungkinkan pembaca untuk membaca seluruh cerita meskipun jumlah halamannya bisa sampai ratusan atau bahkan ribuan. 

Supaya prolog bisa berfungsi sebagai magnet bagi pembaca untuk membaca cerita sampai halaman terakhir. Maka pembuatannya tentu tidak bisa asal-asalan, berikut beberapa cara yang bisa dicoba: 

1. Mencari Bagian Konflik yang Paling Menarik 

Cara yang cukup mudah dan bahkan bisa dikatakan sangat mudah dalam membuat prolog adalah mengutip bagian konflik paling menarik dari cerita. Misalnya ada dialog yang sangat berkesan dan mendalam. Maka dialog ini bisa dimasukan ke alam prolog.

Baca juga: Jenis-Jenis Konflik dalam Cerita Fiksi

2. Menyusun Kalimat Secara Menarik dan Sederhana 

Fungsi prolog adalah menarik minat pembaca atau penonton agar bisa menikmati cerita sampai akhir. Maka perlu dibuat dengan kalimat menarik dan sederhana. Sederhana disini misalnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami. 

Sehingga maksud atau isi dari prolog mudah ditangkap oleh pembaca dan penonton. Hal ini akan memudahkan mereka mengetahui bagian penting dari cerita yang akan mereka nikmati. 

3. Dibuat Secara Singkat Tidak Bertele-Tele 

Prolog idealnya dibuat singkat, kebanyakan penulis menyusun prolog antara 400-500 kata saja. Tidak sampai satu halaman penuh, kadang hanya setengah atau bahkan seperempat halaman cerita. 

Sebab prolog bukanlah kata pengantar yang berisi banyak ucapan terima kasih. prolog juga bukan ringkasan cerita, karena tidak menginformasikan kepada pembaca mengenai keseluruhan cerita. 

4. Isi Prolog Sesuai Jalan Cerita 

Prolog bisa diambil dari bagian cerita bisa juga dibuat sendiri sehingga tidak ada di bab manapun. Manapun bisa diambil, dan poin terpenting adalah prolog sesuai dengan jalan cerita. Sehingga prolog ini tidak keluar dari jalan cerita yang sudah dibuat.

Jalan cerita yang jelas dan benar akan membuat cerita mudah dipahami dan membuat cerita sangat memukau. Pahami dulu saja mengenai Jenis dan Contoh Alur dalam Cerita.

5. Langsung Masuk ke Inti Cerita 

Prolog adalah bagian pembuka yang tujuannya menarik minat pembaca menikmati cerita sampai tuntas. Maka penting untuk dibuat singkat, padat, dan juga jelas. Maka isi prolog bisa langsung masuk ke inti cerita. Bahkan bisa langsung ke konflik utama yang paling menarik dan paling berkesan.

Inti cerita disebut juga dengan tema cerita, berikut Cara Menentukan Tema Cerpen.

6. Bisa Menggabungkan Beberapa Bab 

Prolog bisa berupa penggabungan beberapa adegan dari beberapa bab, sehingga tidak ada ikatan harus diambil dari bab mana. Sekaligus tidak ada ikatan hanya bisa diambil dari salah satu bab dari sekian bab di dalam cerita. 

Jadi, penulis bisa mencoba membuat prolog yang menggabungkan beberapa adegan penting dari dua bab atau lebih. Sekiranya masih berhubungan dan membentuk alur cerita seperti isi cerita itu sendiri. 

7. Menceritakan Latar Belakang Cerita 

Cerita atau film tertentu yang mengangkat latar belakang peristiwa bersejarah bisa menceritakannya. Misalnya film Titanic yang inspirasi cerita berasal dari tragedi karamnya kapal Titanic di tahun 1912. 

Pada prolog bisa dijelaskan mengenai sejarah peristiwa tersebut. Misalnya kapan kapal Titanic dibuat, kapan jadwal pertamanya berlayar, dan sebagainya. Sehingga ada unsur sejarah yang membuat cerita semakin menarik untuk dinikmati. 

8. Memperkenalkan Filosofi, Mitos, dan Kepercayaan 

Beberapa genre cerita atau film juga mengangkat tema filosofi, mitos, dan juga kepercayaan. Contohnya pada cerita bertemakan atau bergenre horor. Seperti di Indonesia yang masyarakatnya memiliki keyakinan hantu kuntilanak. 

Prolog bisa diisi dengan menjelaskan mitos dan kepercayaan mengenai keberadaan kuntilanak tersebut. Sehingga pembaca bisa mengetahui hubungan kepercayaan ini dengan cerita dan karakter hantu yang menjadi pusat cerita. 

9. Menulis Prolog Setelah Cerita Selesai Ditulis

Prolog adalah bagian pembuka, sehingga ditempatkan di depan sebelum film diputar. Maupun sebelum bab pertama dari sebuah novel dibaca oleh pembaca. Meskipun tempatnya ada di depan bukan berarti prolog ditulis paling awal. 

Justru prolog seperti daftar pustaka yang perlu ditulis setelah cerita diselesaikan. Tujuannya agar penulis bisa mengetahui bagian mana yang menjadi konflik utama, bagian mana yang memberikan adegan paling dramatis dan berkesan? 

Sehingga prolog ditulis setelah cerita berhasil diselesaikan. Hal ini bertujuan agar prolog memberikan gambaran paling menarik dari cerita itu sendiri. Sekaligus masih memilih alur yang terhubung dengan inti cerita. 

Contoh Prolog 

Jika masih kebingungan bagaimana membuat prolog yang baik dan menarik. Maka bisa menyimak beberapa contoh prolog adalah sebagai berikut.

1. Contoh Prolog 1

Tak ku sangka peristiwa yang hanya berlangsung tak lebih dari sepuluh menit itu benar-benar mengubah segalanya. Pasangan orang kaya itu membawa Dilla pergi dariku. 

Entahlah mengapa aku mengangguk ketika perempuan berkalung emas itu meminta Dilla dariku. Receh yang ku punya memang tak akan mampu menghidupi kehidupan kami berdua. Apalagi membiayai sekolah Dilla sampai kuliah.

2. Contoh Prolog 2

Dunia ini terasa berhenti, ketika Aku harus siap menerima kenyataan pahit, memiliki seorang Ayah dengan keadaan cacat. Ku ingin Ayah lebih sempurna, seseorang yang tak cacat, seperti Ayahnya semua orang. 

Seorang Ayah yang dapat mendengar harapanku dan kekhawatiranku. Di sini, di Rumah petak ku, aku hanya tinggal berdua dengan Ayah, sesudah kematian Ibuku beberapa tahun yang lalu.

Bagi beberapa penulis, prolog bukanlah bagian penting dan tidak wajib untuk dibuat. Namun, bukan berarti membuat prolog merupakan suatu kesalahan atau tindakan membuang-buang waktu. 

Justru ketika prolog bisa disusun sebaik mungkin sesuai dengan cara-cara yang dipaparkan di atas. Prolog bisa menjadi “bumbu penyedap” yang membuat cerita semakin menarik di mata pembaca atau penonton.

Jadi, prolog adalah bagian yang bisa dipertimbangkan untuk ditambahkan pada sebuah karya. Semoga penjelasan menganai prolog sampai cara membuat prolog diatas bisa meningkatkan kemampuan dan semangat menulis kalian ya.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis