Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif, peran seorang ibu seringkali terabaikan dan dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
Padahal, di balik setiap kesuksesan, ada sosok ibu yang rela menukar tidurnya dengan doa, menukar mimpinya demi masa depan anak-anaknya.
Ironisnya, masih banyak ibu yang tidak mendapatkan penghargaan layak, baik di dalam keluarga maupun di ruang publik.
Pekerjaan domestik yang dilakukan setiap hari—mengurus rumah, mendidik anak, menjaga kesehatan keluarga—masih sering dipandang sebagai tugas “kodrat” tanpa nilai ekonomi dan tanpa pengakuan.
Bahkan, data dari UN Women menunjukkan bahwa perempuan, khususnya ibu, menghabiskan tiga kali lebih banyak waktu untuk pekerjaan tak berbayar dibanding pria.
Karena itu, Hari Ibu bukan sekadar perayaan seremonial, tapi ajakan untuk lebih menghargai perjuangan yang sering disembunyikan di balik senyum.
Melalui puisi, kita belajar menyuarakan rasa terima kasih dan kepedulian, agar tidak ada lagi ibu yang merasa sendirian di tengah pengorbanannya.
Baca Juga: Bait Adalah: Pengertian dan Contoh Puisi 2, 3 Bait
Daftar Isi Artikel
Puisi Tentang Ibu
Puisi tentang ibu selalu memiliki kekuatan yang berbeda. Setiap bait terasa hidup, seakan membawa kita kembali pada pelukan hangat yang menyembuhkan luka, atau pada suara lembut yang menenangkan hati.
Ibu adalah sosok yang hadir dalam setiap fase penting hidup kita. Mulai dari langkah pertama hingga keberanian untuk berdiri menghadapi dunia.
Karena itu, puisi tentang ibu bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan ruang emosional yang memuat cinta, kenangan, dan doa.
Penelitian menunjukkan bahwa proses menulis puisi dapat menjadi sarana refleksi terhadap hubungan emosional seseorang, termasuk hubungan dengan ibu, sekaligus membantu menyembuhkan luka batin melalui ekspresi yang lebih personal dan artistik.
Puisi menjadi jendela untuk melihat kembali perjalanan cinta antara anak dan ibu, dengan cara yang lembut, jujur, dan menyentuh.
Terkait bagaimana cara menulis puisi, bisa di awali dengan menuliskan kenangan yang paling membekas, tuliskan. Gunakan bahasa yang sederhana namun jujur. Penting pula memperhatikan metafora saat hendak menuliskannya. Karena metafora sebagai ruh dan seni.
Jika puisi-puisi yang kamu tulis lahir dari kenangan dan perasaan terdalam seperti ini, bisa jadi naskah tersebut layak untuk dibukukan.
Menariknya, saat ini Bukunesia sedang ada PROMO SPEKTAKULER AKHIR TAHUN. Tinggal pilih mau paket diskon biaya cetak up to 30% atau bonus eksemplar up to 10 eksemplar. Banyak fasilitas yang akan kamu dapatkan antara lain gratis layout + cover, gratis ongkir, diskon VVIP 40% serta terbit ISBN.
Baca Juga: Perbedaan Sajak dan Puisi
Contoh Puisi Hari Ibu yang Menyentuh Hati
Siapa yang masih gengsi mengucapkan hari ibu? Hari Ibu adalah saat yang tepat untuk menghargai jasa ibu, yang selama hidup selalu memberi cinta, pengorbanan, dan kenyamanan tanpa pamrih.
Puisi menjadi cara indah untuk menyampaikan rasa terima kasih, cinta, rasa rindu, atau penghormatan kepada ibu. Lewat bait-bait sederhana sekalipun, puisi mampu menangkap kedalaman emosi dan kenangan yang sering sulit diungkapkan secara lisan.
Dalam konteks kesehatan emosional, studi menunjukkan bahwa menulis atau membaca puisi dapat membantu seseorang mengekspresikan emosi terpendam. Sekaligus bisa melepaskan stress, kecemasan, atau beban batin yang dipendam.
Puisi bertindak sebagai medium terapi emosi dan memberikan saluran untuk refleksi dan penyembuhan. Berikut sepuluh contoh puisi hari ibu.
1. Ibu, Mentari yang Tak Pernah Padam
Ibu, kau adalah mentari yang tak pernah padam
Sinarmu menghangatkan di malam yang kelam
Setiap langkahmu cahaya harapan
Membimbingku keluar dari bayang kelabu
Dalam senyummu, kutemukan ketenangan
Dalam pelukanmu, semua luka tersamarkan
Tak pernah kau mengeluh meski letih menghampiri
Ibu, kau pahlawan yang tak kenal henti
2. Hujan Doa Ibu
Setiap tetes hujan adalah doa Ibu
Menenangkan malam sunyi tuk jiwa yang gersang
Tak pernah lelah kau siram dengan kasih
Membasahi rindu yang tak pernah padam
Doa itu jatuh lembut di pelupuk mata
Menjadi pelindung ketika dunia terasa beku
Ibu, hadirmu adalah hujan penyejuk hati
Yang tak pernah berhenti menyejukkan hidupku
3. Pohon Kehidupan
Ibu, kau adalah pohon kehidupan
Dengan akar kuat menopang tiap harapku
Daun-daun nasihatmu renyah dalam diam
Menjadi rindang saat badai menerpa
Ranting cintamu merangkul dalam pelukan
Melindungi dari terik dan dingin dunia
Dalam setiap desah angin, namamu kusebut
Pohonmu tetap tegak, bagai cinta yang abadi
4. Pelukan di Senja
Kala senja merah merona di ufuk barat
Kutatap bayangmu di antara jingga dan gelap
Pelukanmu dulu penghangat jiwa kecilku
Saat dunia terlalu berat tuk dipikul
Ibu, setiap hembus napasmu membawa doa
Menenangkan resah, menenangkan duka
Tak ada kata indah yang cukup tuk berterima kasih
Tapi kuharap peluk ini sampaikan rinduku padamu
Baca Juga: Cara Membuat Puisi Anak SD yang Cepat dan Gampang
5. Doa dalam Diam
Dalam sunyi malam, kudengar suara lembutmu
Memanggil namaku dalam doa tanpa suara
Ijinkan aku terbang tinggi di sayap harapanmu
Meski jarak memisah, hatimu tetap dekat
Doa itu menjadi lentera dalam gelap
Menuntunku pulang saat lelah dan rapuh
Ibu, cintamu abadi seperti bintang malam
Tak terhitung, tak bertepi — selalu ada
6. Jejak Kasihmu
Jejak kaki kecilku tertanam di tanah lunak
Kau tuntun dengan sabar, meski lelah menghampiri
Setiap lukisan masa kecilku penuh warnamu
Kasih dan doa yang kau tabur tanpa pamrih
Kini aku dewasa, memanggilmu “Ibu” tiap hari
Dalam setiap pencapaian, ada namamu terselip
Jejak kasihmu terukir di setiap napasku
Menjadi mercusuar di laut kehidupan
7. Pelita di Malam Sunyi
Saat dunia menutup pintu harapan
Kau datang dengan cahaya pelita hidup
Membimbingku menembus pekat kesedihan
Dengan senyum lembut dan kata penyemangat
8. Ibu, Arah dan Arti Hidupku
Ibu, tanpamu aku hanyalah bayang kosong
Denganmu, aku menemukan arah dan arti
Pelita cinta yang kau nyalakan sejak dulu
Masih terang, meski waktu terus bergulir
9. Rindu yang Tak Ternilai
Jarak memisahkan langkah kaki dan pelukan
Tapi hatiku tetap dekat di sisi-mu, Ibu
Di tengah denting waktu yang cepat berlalu
Rinduku padamu tak pernah surut, selalu baru
Setiap malam aku hantarkan doa tanpa suara
Memohon pada-Nya agar kau senantiasa sehat dan damai
Rindu ini kulepaskan lewat bait puisi sederhana
Semoga sampai padamu, sebagai pelukan tak kasat mata
10. Cinta Tanpa Syarat
Kasihmu tak tergadai oleh waktu dan ruang
Tak pernah menuntut, tak pernah luntur
Ibu, engkaulah pelabuhan bagi jiwa yang lelah
Tempat kutemukan cinta tanpa syarat
Engkau ajarkan arti memberi tanpa hitung
Mengasuh dengan sabar, menjaga tanpa pamrih
Kini aku coba balas dengan doa dan cinta
Semoga bahagiakan hatimu, ibu, sepanjang masa
Setelah membaca berbagai contoh puisi hari ibu yang menyentuh hati, kamu mungkin terinspirasi untuk merangkai puisi sendiri. Jika naskah puisimu sudah mulai terbentuk, Bukunesia menyediakan layanan cetak reguler yang memudahkan proses penerbitan buku puisi secara profesional.
Itulah sepuluh contoh puisi hari ibu, yang semonga memberikan ide, inspirasi buat kamu mengucapkan hari ibu. Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat untuk membantu pembaca menemukan puisi hari ibu yang menyentuh hati sebagai ungkapan cinta dan rasa terima kasih yang tulus.
Referensi
Agustiningsih, D. D. (2024). Potensi Puisi Indonesia Sebagai Media… Semantik: Jurnal Bahasa dan Sastra. (E-Journal STKIP Siliwangi)
Carroll, R. (2005). The Healing Power of Poetry. Journal of Poetry Therapy.
Faulkner, S. L. (2017). Mother-Poems: Using the Confessional as Critique in Autoethnographic Poetry. Palgrave Macmillan.
Haibunda. (2023). 46 Puisi Singkat Tentang Ibu Penuh Makna dan Menyentuh Hati. Haibunda.com.
Tempo.co. (2024). 11 Puisi tentang Ibu dengan Makna Mendalam. Tempo.co.

