Banyak orang ingin menulis cerita mereka sendiri, tetapi masih bingung bagaimana langkah awal menulis novel bagi pemula agar tidak berhenti di tengah jalan. Padahal, menulis novel sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana, lalu berkembang perlahan seiring proses berjalan.
Mulai dari menemukan ide cerita, membangun karakter, sampai belajar konsisten menulis, semua bisa dipelajari sedikit demi sedikit tanpa harus langsung sempurna.
Kalau kamu sedang ingin mulai menulis novel pertama, artikel ini bisa membantu kamu memahami langkah dasar menulis sekaligus memberi semangat untuk membawa ceritamu sampai benar-benar selesai.
Daftar Isi Artikel
Langkah Awal Menulis Novel Bagi Pemula
Banyak orang ingin menulis novel, tetapi tidak sedikit yang berhenti bahkan sebelum cerita mereka dimulai. Ada yang bingung memulai dari mana, ada juga yang takut tulisannya terasa biasa saja. Padahal, hampir semua penulis pernah ada di fase ragu seperti itu.
Menulis novel sebenarnya bukan soal langsung menghasilkan cerita sempurna, tetapi tentang berani memulai dan konsisten menyelesaikannya sedikit demi sedikit.
Menariknya, sekarang peluang menerbitkan novel juga semakin terbuka. Banyak penerbit dan program promo terbit buku yang mulai memberi ruang bagi penulis baru untuk mengembangkan karyanya.
Karena itu, kalau kamu sedang ingin mulai menulis novel pertama, tidak ada salahnya memahami langkah-langkah dasarnya lebih dulu agar proses menulismu terasa lebih terarah.
1. Tentukan Ide Cerita yang Paling Dekat dengan Kamu
Langkah awal menulis novel bagi pemula biasanya dimulai dari ide cerita. Namun, kamu tidak harus mencari ide yang terlalu rumit atau “wah”. Justru cerita yang dekat dengan pengalaman, keresahan, atau hal yang sering kamu pikirkan biasanya terasa lebih hidup saat ditulis.
Misalnya, kamu bisa mulai dari cerita tentang persahabatan, kehilangan, hubungan keluarga, kehidupan kampus, atau mimpi yang belum tercapai. Dari satu ide sederhana, cerita bisa berkembang menjadi novel yang kuat kalau ditulis dengan emosi yang jujur.
Banyak penulis pemula gagal lanjut menulis karena terlalu sibuk mencari ide yang dianggap sempurna. Padahal, yang paling penting adalah mulai dulu.
2. Buat Gambaran Tokoh dan Alur Secara Sederhana
Setelah menemukan ide, coba buat gambaran sederhana tentang tokoh utama dan arah cerita. Kamu tidak perlu langsung membuat outline yang sangat detail. Cukup pahami siapa tokohnya, apa masalah yang dihadapi, dan bagaimana kemungkinan akhir ceritanya.
Langkah ini penting supaya kamu tidak mudah kehilangan arah di tengah proses menulis. Novel yang menarik biasanya punya karakter yang terasa hidup dan berkembang seiring cerita berjalan.
Kalau bingung mulai dari mana, coba jawab pertanyaan sederhana seperti apa yang paling diinginkan tokoh utama?, apa yang membuat hidupnya berubah? konflik apa yang harus dia hadapi? Nah, dari situ, alur cerita biasanya mulai terbentuk dengan sendirinya.
3. Jangan Tunggu Mood untuk Menulis
Salah satu tantangan terbesar penulis pemula adalah terlalu bergantung pada mood. Akibatnya, novel hanya berhenti di beberapa halaman pertama. Padahal, banyak penulis menyelesaikan novel bukan karena selalu termotivasi, tetapi karena mereka tetap menulis walaupun sedang malas.
Kamu bisa mulai dengan target kecil, misalnya 300–500 kata per hari. Kelihatannya sedikit, tetapi kalau konsisten, lama-lama akan menjadi satu naskah utuh. Menulis novel itu lebih dekat dengan proses bertumbuh daripada perlombaan cepat selesai.
4. Berani Revisi dan Jangan Takut Tulisan Berantakan
Draft pertama novel hampir selalu berantakan. Jadi kalau tulisanmu masih terasa acak, itu normal. Banyak penulis pemula terlalu cepat menyerah karena merasa hasil tulisannya belum bagus. Padahal, revisi memang bagian penting dalam proses menulis novel.
Fokus dulu menyelesaikan cerita sampai akhir, baru setelah itu pelan-pelan diperbaiki. Mulai dari typo, dialog, alur, sampai pendalaman karakter bisa dibenahi saat revisi. Kadang, novel tidak selesai bukan karena penulis tidak berbakat, tetapi karena terlalu sibuk mengoreksi diri di tengah jalan.
5. Mulai Pikirkan Tujuan Novelmu Akan Dibawa ke Mana
Kalau novelmu sudah mulai berkembang, coba pikirkan tujuan akhirnya. Apakah hanya untuk latihan pribadi, dipublikasikan di platform digital, atau ingin diterbitkan menjadi buku? Pertanyaan ini penting karena bisa membantu kamu lebih semangat menyelesaikan naskah.
Apalagi sekarang sudah banyak penerbit yang terbuka untuk penulis baru dan menyediakan program promo terbit buku agar proses penerbitan terasa lebih ringan. Kadang, membayangkan novelmu benar-benar menjadi buku fisik bisa jadi motivasi besar untuk terus lanjut menulis.
Banyak penulis terkenal juga memulai dari draft yang penuh revisi, keraguan, dan cerita yang sempat ingin mereka hapus sendiri. Jadi kalau hari ini kamu baru mulai menulis beberapa halaman pertama, itu bukan langkah kecil.
Yang terpenting bukan seberapa cepat novel selesai, tetapi apakah kamu berani terus melanjutkannya. Kalau suatu hari nanti naskahmu sudah siap diterbitkan, mungkin kamu akan sadar bahwa semua proses kecil yang kamu jalani hari ini ternyata membawa cerita itu lebih jauh dari yang kamu bayangkan.
Baca Juga: 7 Kesalahan Penulis Novel Pemula yang Perlu Dihindari
Novel Pertama Tidak Harus Sempurna
Banyak penulis pemula terlalu takut memulai karena merasa novel pertamanya harus langsung bagus dan layak diterbitkan. Padahal, novel pertama sering kali memang menjadi tempat belajar memahami alur, karakter, dialog, sampai cara menyelesaikan cerita. Jadi kalau di tengah proses kamu merasa tulisan masih berantakan atau belum sesuai harapan, itu hal yang wajar.
Yang paling penting sebenarnya bukan membuat novel yang sempurna, tetapi berani menyelesaikannya sampai akhir. Karena dari satu naskah selesai, kamu akan belajar jauh lebih banyak dibanding terus menunda karena takut salah.
Siapa tahu, novel pertama yang awalnya kamu ragukan justru menjadi langkah awal menuju karya-karya berikutnya yang lebih matang, bahkan membuka peluang untuk benar-benar menerbitkan buku sendiri.
Kadang yang Dibutuhkan Penulis Pemula Hanya Panduan yang Tepat
Tidak semua penulis pemula berhenti menulis karena tidak punya ide. Kadang, mereka hanya bingung harus mulai dari mana dan bagaimana melanjutkannya.
Saat menulis novel pertama, rasa ragu memang sering muncul, mulai dari takut tulisan jelek, bingung menyusun alur, sampai tidak yakin apakah ceritanya layak diteruskan. Karena itu, memiliki panduan yang tepat bisa membantu proses menulis terasa lebih ringan dan terarah.
Baca Juga: 5 Format Penulisan Novel yang Baik [Bonus Ebook Gratis]
Kesimpulan
Sekarang pun sudah banyak sumber belajar yang bisa membantu penulis pemula berkembang tanpa harus merasa berjalan sendirian. Salah satunya melalui layanan download ebook menulis gratis dari Bukunesia.
Di dalamnya, kamu bisa menemukan berbagai panduan seputar dunia kepenulisan yang cocok untuk membantu memahami proses menulis novel secara lebih sederhana dan praktis.
Kadang, langkah kecil seperti membaca satu panduan menulis saja sudah cukup untuk membuat seseorang kembali semangat menyelesaikan ceritanya.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat buat kamu yang sedang mencari langkah awal menulis novel bagi pemula agar proses menulis terasa lebih terarah.
Referensi
Bukunesia. (n.d.). Cara membuat naskah novel agar siap dikirim ke penerbit. Bukunesia. https://bukunesia.com/pengetahuan/cara-membuat-naskah-novel/
MasterClass. (n.d.). How to write a novel for beginners. MasterClass. https://www.masterclass.com/articles/how-to-write-a-novel
Reedsy. (n.d.). How to write a novel. Reedsy Blog. https://blog.reedsy.com/how-to-write-a-novel/
The Write Practice. (n.d.). How to write a novel. The Write Practice. https://thewritepractice.com/how-to-write-a-novel/
Writer’s Digest. (n.d.). Novel writing tips for beginners. Writer’s Digest. https://www.writersdigest.com/write-better-fiction

