Perbedaan Sajak dan Puisi Lengkap dan Mudah Dipahami

perbedaan sajak dan puisi
Masih bingung perbedaan sajak dan puisi? Simak penjelasan lengkap beserta fungsi dan contoh agar kamu lebih mudah memahami dan menerapkannya.

Perbedaan sajak dan puisi masih sering membuat banyak orang bingung karena keduanya sama-sama termasuk karya sastra yang menggunakan bahasa indah. Padahal, meskipun sekilas tampak serupa, sajak dan puisi memiliki pengertian, karakteristik, hingga cara penyampaian yang berbeda.

Memahami perbedaan keduanya penting, terutama jika kamu sedang mempelajari sastra atau ingin mulai menulis karya yang sesuai dengan kaidahnya.

Dalam dunia sastra Indonesia, istilah sajak dan puisi memang kerap digunakan secara bergantian. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap keduanya memiliki makna yang sama. Padahal, dalam kajian sastra, terdapat perbedaan yang perlu dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman saat membaca maupun menulis karya sastra.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan sajak dan puisi? Simak penjelasan lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, fungsi, hingga contohnya berikut ini.

Pengertian Sajak

Sebelum memahami perbedaan sajak dan puisi, kamu perlu mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sajak. Hal ini penting karena istilah sajak sering kali digunakan dalam makna yang berbeda sehingga membuat banyak orang keliru memahaminya.

Secara umum, sajak adalah persamaan bunyi atau rima yang terdapat pada kata, baris, maupun bait dalam sebuah karya sastra. Persamaan bunyi tersebut berfungsi menciptakan irama yang harmonis sehingga karya sastra terdengar lebih indah ketika dibaca maupun dilisankan.

Namun, dalam perkembangan sastra Indonesia, istilah sajak juga kerap digunakan sebagai sebutan untuk sebuah puisi. Penggunaan ini dipopulerkan oleh beberapa sastrawan Indonesia sehingga kata sajak sering dipakai untuk merujuk pada karya puisi secara umum. Meskipun demikian, dalam pembelajaran sastra, sajak lebih tepat dipahami sebagai unsur yang berkaitan dengan pola bunyi atau rima dalam sebuah karya.

banner ebook penulis naik kelas juli

Karena berkaitan dengan bunyi, penyusunan sajak biasanya melibatkan pemilihan kata-kata yang memiliki irama atau akhiran yang selaras. Keselarasan bunyi inilah yang membuat sajak mampu menghadirkan kesan musikal, memperkuat emosi, sekaligus membantu pembaca menikmati keindahan bahasa yang digunakan penulis.

Perlu dipahami pula bahwa sajak tidak sama dengan pantun. Keduanya memang sama-sama mengenal rima, tetapi pantun memiliki aturan yang lebih ketat, seperti jumlah baris, pola sampiran dan isi, serta pola rima tertentu. Sementara itu, sajak lebih menitikberatkan pada keselarasan bunyi tanpa harus mengikuti struktur pantun.

Dengan memahami pengertian sajak secara tepat, kamu akan lebih mudah membedakannya dengan puisi. Pembahasan mengenai pengertian puisi akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

Tahukah kamu?

Dalam sastra modern Indonesia, istilah puisi lebih sering digunakan dibandingkan sajak. Meski begitu, beberapa penyair, seperti Chairil Anwar, juga menggunakan istilah sajak sebagai judul atau penyebutan karya-karyanya. Oleh karena itu, penting memahami konteks penggunaan kedua istilah tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pengertian Puisi

Setelah memahami pengertian sajak, selanjutnya kamu perlu mengenal apa yang dimaksud dengan puisi. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan, gagasan, pengalaman, atau imajinasi melalui pilihan kata yang indah, padat, dan penuh makna.

Berbeda dengan karya tulis biasa, puisi lebih mengutamakan kekuatan diksi, majas, irama, serta makna yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Secara umum, puisi disusun dalam bentuk bait dan baris. Pada puisi lama, penulis biasanya mengikuti aturan tertentu, seperti jumlah baris, rima, dan irama. Sementara itu, puisi modern lebih fleksibel karena penyair memiliki kebebasan dalam menentukan bentuk maupun gaya bahasa tanpa mengurangi nilai estetikanya.

Melalui puisi, penulis tidak hanya menyampaikan perasaan, tetapi juga dapat menyuarakan kritik sosial, pesan moral, hingga pandangan tentang kehidupan. Inilah yang membuat puisi tetap menjadi salah satu karya sastra yang banyak diminati dan terus berkembang hingga saat ini.

Baca Juga: Apa itu Puisi? Pengertian, Unsur dan Jenis-Jenis Puisi

Perbedaan Sajak dan Puisi

Setelah memahami pengertian keduanya, kini kamu bisa melihat perbedaan sajak dan puisi dengan lebih mudah. Secara umum, perbedaannya terletak pada pengertian, fokus penulisan, penggunaan bahasa, hingga aturan penyusunannya. Agar lebih mudah dipahami, perhatikan tabel berikut.

AspekSajakPuisi
PengertianPersamaan bunyi atau rima yang digunakan untuk menciptakan irama dalam karya sastra.Karya sastra yang mengungkapkan gagasan, perasaan, atau pengalaman melalui bahasa yang indah dan penuh makna.
Fokus UtamaMenonjolkan keselarasan bunyi dan irama.Menonjolkan penyampaian makna, emosi, dan imajinasi.
Pengungkapan KataLebih menekankan keselarasan bunyi atau rima antar kata sehingga menghasilkan irama yang harmonis.Lebih mengutamakan diksi, majas, dan pilihan kata untuk memperkuat makna serta keindahan bahasa.
Keterikatan AturanTidak memiliki struktur baku, tetapi tetap memperhatikan pola bunyi atau rima.Umumnya disusun dalam bait dan baris. Puisi lama mengikuti aturan tertentu, sedangkan puisi modern lebih bebas.
TujuanMenciptakan keindahan melalui permainan bunyi dan irama.Menyampaikan pesan, perasaan, atau pengalaman dengan bahasa yang estetis.

Baca Juga: 3 Teknik Membaca Puisi dan Penjelasannya

Fungsi Sajak dan Puisi

Meskipun memiliki beberapa perbedaan, sajak dan puisi sama-sama berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pesan dan mengekspresikan pikiran. Berikut beberapa fungsi sajak dan puisi yang perlu kamu ketahui.

1. Mengungkapkan Perasaan

Sajak dan puisi sering digunakan untuk menyampaikan perasaan, seperti kebahagiaan, kesedihan, kerinduan, hingga rasa syukur. Melalui pilihan kata yang indah, penulis dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih bermakna.

2. Menyampaikan Kritik dan Pesan

Selain sebagai media ekspresi, sajak dan puisi juga dapat digunakan untuk menyampaikan kritik sosial, pesan moral, maupun pandangan terhadap suatu peristiwa. Penyampaian kritik melalui karya sastra biasanya terasa lebih halus, tetapi tetap mengandung makna yang kuat.

3. Memberikan Inspirasi dan Motivasi

Banyak sajak maupun puisi yang berisi pesan-pesan kehidupan sehingga mampu menginspirasi dan memotivasi pembacanya. Misalnya, puisi tentang perjuangan, harapan, atau semangat meraih cita-cita.

4. Menjadi Sarana Hiburan dan Apresiasi Sastra

Membaca atau menulis sajak dan puisi juga dapat menjadi bentuk hiburan sekaligus apresiasi terhadap karya sastra. Keindahan bahasa, irama, dan makna yang terkandung di dalamnya mampu memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan.

banner cetak reguler pod juli

Baca Juga: Puisi Elegi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenisnya

Contoh Sajak

Supaya lebih mudah memahami perbedaan dan juga bisa menulis entah puisi entah sajak dengan lebih baik lagi. Maka ada contoh sajak maupun puisi yang bisa dijadikan referensi. Berikut adalah contoh sajak: 

Malam itu

Terdengar lagi tangisan sendu

Siapakah beliau

Untaian kata memecah kalbu

Derap langkah tanpa tersipu

Jantung ini terus menderu

Oh Ibu..

Sujudmu

Doamu

Kenapa selalu untukku

Anakmu.

Analisis:

Dari contoh di atas, terlihat bahwa sajak lebih menonjolkan keselarasan bunyi pada beberapa baris sehingga menciptakan irama yang indah saat dibaca. Pilihan katanya juga disusun agar terdengar padu tanpa mengurangi makna yang ingin disampaikan.

Contoh Puisi

Berikut adalah salah satu contoh puisi: 

Syair Pendidikan

Wahai engkau para pemuda,

Engkaulah pewaris bangsa,

Giatlah belajar sepanjang masa,

Untuk membangun bangsa negara,

Ilmu bukanlah untuk harta semata,

Ilmu tak akan lekang oleh usia,

Sebab ilmu akan membuatmu terjaga,

Dan ilmu akan membuatmu dewasa,

Belajarlah tanpa malas,

Hormatilah semua penghuni kelas,

Masa depan perlu kerja keras,

Kalau perlu energi terkuras,

Hormatilah para guru,

Pandanglah sebagai orang tuamu,

Ilmu senantiasa akan masuk dalam kalbu,

Bersama berkah untuk jiwamu.

Analisis:

Contoh puisi tersebut menunjukkan penggunaan diksi yang puitis dan mengandung pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Selain mengutamakan keindahan bahasa, puisi juga mampu menyampaikan makna, emosi, dan nilai-nilai kehidupan melalui setiap baitnya.

Melalui dua contoh di atas maka semakin jelas perbedaan sajak dan puisi, dimana puisi terdiri dari empat baris dan banyak menggunakan majas. Sementara sajak tidak terikat oleh struktur penulisan, bahkan dalam satu baris bisa hanya terdiri dari satu kata saja.

Kesimpulan

Memahami perbedaan sajak dan puisi merupakan langkah awal yang penting bagi siapa saja yang ingin mulai belajar menulis karya sastra. Dengan memahami karakteristik masing-masing, kamu dapat menentukan bentuk tulisan yang sesuai sekaligus mengembangkan kemampuan menulis secara lebih terarah.

Kalau kamu suka menulis sajak atau puisi dan mulai kepikiran untuk membukukannya suatu saat nanti, Bukunesia punya layanan Collaborative Publishing yang bisa membantu prosesnya.

Mulai dari penyuntingan naskah, desain buku, hingga proses penerbitan, semuanya dilakukan bersama tim profesional sehingga penulis pemula pun dapat menerbitkan buku dengan lebih mudah dan percaya diri.

Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat dan membantu kamu memahami perbedaan sajak dan puisi dengan lebih mudah. Teruslah belajar, berlatih menulis, dan jangan ragu mewujudkan karyamu menjadi sebuah buku.

Artikel ini ditulis oleh Annisa Ningrum dan terakhir diperbarui pada 24 Juli 2026.

UDAH MULAI NULIS, TAPI BINGUNG GIMANA LANJUTINNYA?

Ebook gratis ini akan membantu kamu menulis dan melanjutkan naskah yang sudah kamu mulai, baik buku novel, biografi, quotes, fiksi, dan nonfiksi dengan lebih mudah. Dilengkapi panduan serta tips praktis agar proses menulismu lebih terarah hingga bisa diselesaikan.

Bagikan Artikel Ini
WhatsApp
Threads
X
Facebook
LinkedIn