Apa itu Peta Konsep, Jenis dan Cara Membuat

pengertian peta konsep

Pernah mendengar istilah apa itu peta konsep? Bagi siswa sekolah maupun mahasiswa di perguruan tinggi, dijamin tidak asing dengan istilah ini dan pasti pernah ada tugas membuat peta konsep.

Namun, bagi masyarakat awam peta konsep bisa menjadi suatu hal yang asing dan belum pernah mereka dengar sebelumnya. 

Secara umum, peta konsep digunakan oleh pengajar baik itu guru maupun dosen untuk dijadikan media pembelajaran. Sehingga berbekal peta konsep yang sudah disusun, para pengajar ini bisa menyampaikan materi dengan lebih mudah, praktis, dan efektif. 

Secara sederhana, peta konsep ini berbentuk seperti bagan alir, diagram, dan sejenisnya yang berisi poin-poin penting dari materi pembelajaran. Pengajar bisa mencantumkan hanya judul materi maupun melengkapinya dengan penjelasan secukupnya. 

Peta konsep kemudian bisa juga diterapkan di bidang non pendidikan, misalnya dijadikan sebagai media untuk melakukan presentasi saat meeting di kantor. Maka mempelajari apa itu peta konsep dan bagaimana cara membuatnya menjadi hal penting.

Baca juga: Manfaat Membaca Menurut Para Ahli

Pengertian Peta Konsep

Hal pertama yang perlu dipahami dari peta konsep adalah pengertian atau definisinya. Dilansir dari buku Pembelajaran untuk Daerah Kepulauan tulisan Dr. Metilistina Sasinggala, M. Si (2012). Terdapat beberapa ahli yang menjelaskan pengertian peta konsep. Diantaranya adalah: 

A. Vadines (2005) 

Oleh Vadines dijelaskan bahwa peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dikaitkan dengan konsep lain dalam kategori yang sama.

B. Novak dan Canas (2008) 

Pendapat kedua adalah dari Novak dan Canas yang menjelaskan peta konsep sebagai sebuah alat bantu berbentuk grafik yang berfungsi untuk mengorganisir dan merepresentasikan pengetahuan.

C. Cassata dan French (2006) 

Berikutnya adalah pandangan dari Cassata dan French, dijelaskan bahwa peta konsep adalah alat metakognitif yang bisa meningkatkan pemikiran reflektif seseorang terkait apa yang sudah diketahui lewat representasi arti konsep dan hubungannya.

Secara sederhana, peta konsep bisa dipahami sebagai sebuah metode untuk menjelaskan suatu konsep dengan konsep berbentuk gambar, grafik, garis, gambar, dan lain sebagainya. Sehingga berisi susunan beberapa poin yang dilengkapi bahan penunjang. 

Entah itu berupa kotakan kemudian diberi warna berbeda, diberi tambahan teks di dalam kotak atau di bawahnya, dan diberi garis hubung dengan kotakan lainnya. Sehingga satu kotakan dengan kotakan lain memiliki hubungan dan dijelaskan bergantian. 

Tidak harus menggunakan bentuk kotak, pembuat peta konsep bisa memakai bentuk lainnya sesuai kebutuhan dan kondisi. Menariknya, peta konsep memiliki beberapa jenis dan bentuknya bisa mengikuti jenis yang dipilih. 

Manfaat Peta Konsep

Membuat peta konsep lebih sering dilakukan oleh tenaga pengajar, sebab seorang guru maupun dosen sering melakukan presentasi. Bahkan bisa dikatakan sebagai rutinitas harian, khususnya bagi guru di Sekolah Dasar (SD). 

Meskipun dalam mengajar tidak melulu harus menggunakan peta konsep, namun penggunaannya banyak dipilih karena berbagai manfaat yang diberikan. Berikut adalah manfaat yang dimaksudkan: 

1. Memudahkan Pemahaman pada Suatu Materi

Menggunakan peta konsep dalam proses belajar mengajar memberi manfaat agar suatu materi mudah untuk dipahami. Peta konsep memuat poin-poin inti yang dianggap penting di dalam suatu materi. Jadi, isinya adalah intisari pembelajaran. 

Satu jam proses belajar, akan diisi dengan menjelaskan poin-poin penting yang sudah dicantumkan di dalam peta konsep. Sehingga semua siswa akan tertuju pada poin-poin tersebut. 

Seorang pengajar juga akan lebih fokus untuk menjelaskan materi melalui poin-poin penting tadi. Hal ini akan membuat materi lebih mudah untuk dipahami karena penjabarannya fokus pada hal inti saja. 

Bentuk peta konsep yang berupa diagram, juga membuatnya tampak lebih sederhana. Bandingkan saat siswa harus membaca penjelasan buku dalam bentuk teks? Bentuk peta konsep tentu lebih mudah dipahami oleh mereka. 

2. Membantu Meningkatkan Konsentrasi 

Bentuk peta konsep yang berupa diagram, grafik, dan sejenisnya yang kemudian memuat intisari dari materi pelajaran. Membuatnya bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi, baik konsentrasi guru dalam menjelaskan materi maupun konsentrasi siswa menyimak penjelasan guru di depan kelas. 

Menjaga konsentrasi tetap baik tentu lebih mudah pada saat mempelajari suatu grafik atau diagram dibandingkan teks yang panjang dan lebar. Oleh sebab itu, untuk menjelaskan suatu materi yang kompleks dan butuh logika. Penggunaan peta konsep ideal untuk diterapkan. 

3. Lebih Mudah untuk Diingat 

Mengingat suatu hal akan lebih mudah jika bentuknya visual, artinya bentuknya seperti video maupun gambar. Peta konsep berbentuk seperti diagram sehingga analoginya mirip dengan gambar. 

Isinya adalah intisari dari mata pelajaran yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sehingga dengan melihat penjelasan materi dalam bentuk visual, maka membuatnya mudah untuk diingat oleh para siswa. 

4. Meningkatkan Efektivitas Belajar 

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, dimana peta konsep bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman siswa dan menjaga konsentrasi. Maka media pembelajaran satu ini efektif untuk meningkatkan efektivitas kegiatan belajar. 

Guru sebagai pengajar mendapat kemudahan untuk menjelaskan materi kepada para siswa dengan didasarkan pada isi peta konsep. Sementara di sisi siswa, peta konsep membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat. 

Sehingga mereka lebih mudah memahami suatu materi meskipun baru sekali mendengarkan penjelasan guru. Saat ujian, mereka tidak perlu belajar semalam suntuk karena sudah punya ingatan kuat terhadap suatu materi. 

5. Melatih Otak Melihat Suatu Materi Secara Terperinci 

Peta konsep memiliki bentuk lebih sederhana dan dalam satu halaman saja sudah cukup. Meskipun hanya ada di satu lembar kertas, aktualnya peta konsep memuat seluruh poin penting dari materi pembelajaran. 

Sehingga saat ditampilkan di kelas dan dipresentasikan, maka akan mengajak siswa untuk melihat materi secara terperinci dan secara keseluruhan. Hal ini sekaligus melatih otak untuk memiliki penglihatan yang luas sekaligus. Sehingga pemahaman materi lebih luas dan tidak setengah-setengah. 

6. Menghemat Waktu dalam Belajar 

Peta konsep yang membuat suatu materi lebih mudah dipahami dan kemudian juga cepat dimengerti. Maka memberi manfaat dalam menghemat waktu belajar, sebab tidak sampai 1 jam penuh materi sudah disampaikan dan dipahami dengan baik oleh siswa.

Jenis Peta Konsep 

Peta konsep kemudian terdiri dari beberapa jenis, yakni dilihat dari alur hubungan antara satu konsep dengan konsep lainnya. Adapun jenis-jenis peta konsep adalah sebagai berikut: 

A. Pohon Jaringan (Network Tree) 

Jenis yang pertama adalah Pohon Jaringan yang juga disebut dengan istilah Network Tree. Dalam jenis ini, setiap konsep inti dibuat di dalam persegi empat atau kotak dan dihubungkan dengan konsep inti lainnya memakai garis. 

Jenis ini sangat cocok untuk menjelaskan suatu materi yang sifatnya sebab akibat, menunjukan hirarki atau tingkatan, dan juga menjelaskan suatu prosedur atau proses yang bercabang. Baik bercabang satu, dua, maupun kelipatannya. 

Jenis ini paling banyak digunakan karena memang mudah untuk dibuat dan cocok untuk materi yang sifatnya kompleks. Berikut contoh sederhana peta konsep dengan bentuk Pohon Jaringan.

B. Laba-Laba 

Jenis yang kedua adalah Laba-Laba atau Spider Concept Map. Peta konsep jenis ini lebih umum digunakan untuk menggambarkan materi berbentuk curah pendapat. Lalu, apa yang dimaksud dengan curah pendapat? 

Curah pendapat adalah bentuk diskusi yang dilakukan untuk menghimpun gagasan, informasi, pendapat, pengetahuan, dan pengalaman. Hasil diskusi akan didapatkan berbagai gagasan, informasi, pendapat, dan sebagainya. Semuanya dicantumkan di dalam peta konsep. 

Sehingga pada jenis ini ada ide sentral yang merupakan pokok atau tema diskusi, dan kemudian memiliki beberapa cabang yang mengarah pada gagasan, informasi, dan pendapat tadi. Berikut contoh bentuknya.

contoh peta konsep jenis laba-laba
contoh peta konsep jenis laba-laba

C. Rantai Kejadian

Jenis ketiga adalah Rantai Kejadian atau Events Change, merupakan peta konsep yang ditujukan untuk menjelaskan suatu urutan kejadian atau langkah-langkah dari suatu proses. 

Sehingga untuk materi yang berbentuk seperti prosedur, langkah, tahapan, dan sebagainya yang berurutan dan tidak berputar-putar. Maka cocok dipresentasikan dengan peta konsep jenis ini. Berikut contohnya dalam bentuk gambar.

D. Siklus 

Jenis yang terakhir adalah peta konsep siklus atau Cycle Concept Map. Merupakan peta konsep yang di dalamnya menjelaskan mengenai rangkaian kejadian yang tidak mendapatkan suatu hasil. Sehingga setiap konsep terus berhubungan tanpa henti. 

Peta konsep jenis ini cocok untuk menggambarkan suatu materi yang berbentuk urutan proses dan kemudian kembali ke awal lagi. Sehingga suatu hal akan berputar di awal kemudian sampai ke akhir, setelahnya kembali ke awal lagi. Berikut ilustrasinya.

contoh peta konsep siklus
contoh peta konsep siklus

Cara Membuat Peta Konsep

Dalam membuat peta konsep tentunya tidak bisa asal-asalan, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Berikut penjelasannya: 

1. Pokok Bahasan Utama

Tahap pertama dalam membuat peta konsep adalah menentukan pokok bahasa utama. Bahasan utama adalah inti dari materi pembelajaran, sehingga perlu ditentukan di awal untuk memudahkan proses pembuatan peta konsep. 

Misalnya saja saat menjelaskan mengenai proses metamorfosis, maka pokok bahasannya sendiri adalah proses metamorfosis pada beberapa jenis hewan. Misalnya metamorfosis pada katak, pada kupu-kupu, dan lain sebagainya. 

2. Identifikasi Ide Pokok / Primer (Turunan dari Pokok Bahasan)

Tahap kedua adalah menentukan identifikasi ide pokok yang merupakan turunan dari pokok bahasan. Kembali ke contoh pertama tadi, jika pokok pembahasannya adalah metamrfosis pada makhluk hidup jenis tertentu. 

Maka turunannya bisa memilih apakah akan menjelaskan metamorfosis pada katak atau pada kupu-kupu, atau malah pada hewan jenis lain yang juga mengalami proses metamorfosis tadi. 

3. Menjabarkan Setiap Ide Pokok Lebih Detail (Sekunder)

Setiap ide pokok yang menjadi turunan pokok bahasan kemudian dijelaskan, baik secara detail maupun dijelaskan secara sederhana. Sehingga di dalam peta konsep kemudian juga ada beberapa teks penjelasan. 

Dari contoh dengan tema metamorfosis pada katak, maka akan dijabarkan mengenai prosesnya. Setiap proses kemudian diberi simbol baik berbentuk kotak, lingkaran, maupun gambar dan dihubungkan dengan garis, panah, dan lain-lain. 

4. Menjabarkan Lebih Detail Lagi

Setelah proses dijabarkan, maka akan diberi keterangan yang menjelaskan detailnya. Misalnya pada proses dari telur katak, maka dijelaskan namanya telur katak dan berasal dari proses perkawinan induk dengan pejantan.

Nah, menjabarkan ini membutuhkan kemampuan menulis yang baik. Baca panduan cara meningkatkan kemampuan menulis.

6. Tambah Visualisasi Pendukung

Tahap berikutnya adalah dengan menambah visualisasi pendukung, misalnya dengan menambahkan warna. Semakin kesini, bentuk atau desain peta konsep semakin berkembang. Tidak hanya dalam bentuk diagram yang lurus dan monoton. 

Beberapa bahkan ditambahkan sejumlah ornamen yang merupakan bagian dari penjelasan pokok bahasan yang ditentukan di awal tadi. Berhubung peta konsep bukan karya tulis ilmiah, maka sifatnya fleksibel akan dibuat dengan bentuk seperti apa, menambahkan ikon apa saja, dan lain sebagainya. 

Contoh peta konsep masa kini yang tidak hanya bisa ditulis lewat Ms. Word adalah dengan aplikasi desain. Misalnya dengan Canva, Phonto, dan lain sebagainya. Berikut contoh gambarnya.

Pada contoh gambar tersebut, pokok bahasan utamanya adalah start up yang kemudian dibahas mengenai proses pembangunannya seperti apa. Membutuhkan perencanaan yang matang, kegiatan pemasaran, perlu menggaet investor, dan lain sebagainya. 

Sehingga peta konsep tidak harus monoton hanya berisi kotak dan lingkaran yang saling dihubungkan dengan garis atau tanda panas. Bisa dibuat lebih atraktif, selama pokok materi tetap bisa dipahami dengan baik. 

Penambahan ikon seperti gambar uang berupa koin dan dollar bisa dilakukan. Sebagai penyempurna ilustrasi. Namun jika contoh yang atraktif ini terlalu rumit untuk dibuat, maka tidak masalah membuat yang sederhana memakai Ms Word.

Informasi penting yang sebaiknya kamu baca, 12 Cara Menulis Kreatif

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis