Cara Penyampaian Cerita Dongeng yang Baik

cara penyampaian dongeng

Cara penyampaian cerita dongeng kepada anak atau pendengar sering dianggap hal yang sepele dan tidak penting. Padahal menguasai cara menyampaikan cerita dongeng itu penting untuk membantu anak menangkap informasi dan pesan moral cerita.

Cara menyampaikan cerita dongeng juga membantu anak memiliki kebiasaan positif dan kreatif. Ada banyak fakta yang jarang dipahami bagi orang awam tentang manfaat menyampaikan dongeng. Buat kamu yang ingin punya anak cerdas, pintar, dan kritis?

Maka kamu bisa memulai membiasakan menceritakan dongeng pada anak sejak dini. Bahkan sejak di dalam kandungan, agar kemampuan berpikir anak sejak dini terstimulasi. Nah, di artikel ini kita juga akan dibahas. Nah, langsung saja kita simak ulasan lengkapnya yuk.

Apa Itu Cerita Dongeng

Apa itu cerita dongeng? Bagi orangtua yang memiliki anak, pasti sudah tidak asing lagi dengan cerita dongeng. 

Cerita dongeng adalah tulisan yang menceritakan sebuah kisah, yang sifatnya rekaan atau bukan kisah nyata. Cerita dongeng ditulis secara imajinatif. Secara kajadian,  sumber cerita bisa diambil dari zaman-zaman dahulu. Termasuk cerita rakyat yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari juga juga termasuk donegan. 

Dongeng di indonesia sebenarnya sudah kita dengar sejak jaman dahulu kala. Dimana dongeng muncul dari mulut ke mulut nenek moyang kita. Namun seiring berkembangnya waktu, dongeng menjadi berkembang dan menjadi seni sastra yang kini bisa diciptakan oleh siapapun.

Meskipun dongeng sebagai cerita khayalan, fiktif atau tidak benar-benar terjadi. Namun, dongeng memiliki pesan moral yang sangat tinggi bagi anak-anak. Pesan moral inilah yang mendorong anak-anak agar mau bersikap baik dan mengambil pelajaran dari pesan moral yang hendak disampaikan lewat sebuah dongeng.

Baca Juga: Struktur Cerita Fantasi yang Banyak

Manfaat Cerita Dongeng Bagi Anak-Anak

Siapa yang menyangka jika membacakan dongeng pada anak-anak ternyata memiliki banyak sekali manfaat luar biasa untuk tumbuh kembang anak. Itu sebabnya penting sekali membacakan sebuah dongeng sedari dini. Lalu, apa saja sih manfaatnya? Diantaranya sebagai berikut. 

1. Membangun Ikatan Batin Lebih Intim 

Tahukah kamu, jika manfaat membacakan dongeng pada anak dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak lebih intim, lebih dekat dan lebih mendalam. Secara alam bawah sadar, anak akan merasa nyaman. Membacakan dongeng dapat pula dijadikan bonding untuk membangun keakraban dengan si buah hati, terjalin hubungan yang semakin erat.

2. Mengembangkan Kemampuan Kognitif 

Selain bermanfaat untuk membangun keakraban. Membacakan dongeng sejak dini dapat melatih perkembangan kognitif anak.

Anak yang biasa dibacakan dongeng secara kognitif lebih aktif berfikir dan bebas berimajinatif. Dimana aktivitas inilah yang akan mendorong si kecil menjadi pribadi yang cerdas, di masa pertumbuhannya.

3. Memiliki Kosakata Luas 

Sadar atau tidak sadar, manfaat dongeng sangat membantu anak memiliki kosakata bahasa lebih baik, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak pernah dibacakan buku dongeng. Ketika anak memiliki kosakata yang banyak, dengan otomatis, anak pun akan lancar membaca. 

Saya pun menemukan sendiri, ada salah satu anak rekan saya. Sejak di dalam kandungan, sudah dibiasakan dibacakan membaca dan dongeng oleh ibunya. Saat anak usia tiga tahun, anak sudah memiliki kemampuan berbicara yang luar biasa. Sangat lancar, tidak seperti anak-anak lain seusianya. 

4. Belajar Banyak Pelajaran Hidup 

Sudah menjadi rahasia umum, jika dongeng itu memiliki banyak amanat, pesan moral yang disampaikan. Bisa saya katakan, dongeng itu sebagai sarana untuk menasehati anak tanpa harus menunjuk si anak. Sehingga anak langsung dipersalahkan. Ketika anak tidak merasa diintimidasi, anak pun akan lebih mudah menerima nasihat dan belajar dari pesan moral yang disampaikan dalam dongeng tersebut, sebagai pelajaran hidup.

Wah, ternyata ada manfaat dan cara penyampaian cerita dongeng pada anak memiliki banyak sekali manfaat. Siapa tahu setelah mengetahui manfaat ini, kamu bisa langsung praktek ke buah hati atau keponakan lucu kamu.

Selain banyak manfaat, pesan dalam cerita dongeng tersebut juga harus banget benar. Maka diperlukan cara penyampaian cerita dongeng yang baik dan menarik perhatian.

Cara Penyampaian Cerita Dongeng yang Baik

Setelah mengintip apa itu cerita dongeng dan manfaat dongeng untuk si kecil. Maka penting banget nih untuk para bunda juga mengetahui cara menyampaikan cerita dongeng yang baik.

Meski hanya menyampaikan sebuah cerita, ternyata banyak orang yang salah mengaplikasikan kepada anak-anak lo. Lantas, seperti apa sih cara menyampaikannya? Langsung saja kita simak langsung yuk. 

1. Suara Menyesuaikan Isi yang Dibaca

Tips pertama saat menyampaikan cerita dongeng kepada anak, pastikan suara menyesuaikan isi yang dibaca. Pentingnya menyelaraskan isi yang dibaca dengan suara, agar ada jeda atau tanda baca. Sehingga anak mudah memahami isi cerita. 

Oh iya, penting juga membacakan cerita tana harus diburu-buru. Baca dengan santai, agar anak pun mendengarkan dengan santai. Secara tidak sadar, anak pun lebih mudah memahami isi dongeng lebih biak. 

2. Pelafalan dan Artikulasi yang Benar

Meskipun hanya membacakan cerita dongeng saja kepada anak. Ternyata cara menyampaikan cerita dongeng dengan memperhatikan pelafalan dan artikulasi yang benar itu sangat penting. Apalagi objek yang kita ceritakan adalah anak-anak yang memiliki kemampuan perkembangan nalar belum cukup baik. 

Maka, dengan cara membacakan lewat pelafalan dan artikulasi yang benar akan memudahkan anak menangkap pesan dan dongeng  tersebut. Tidak hanya itu saja loh, ternyata pelafalan dan artikulasi yang menarik dan tepat dapat menarik perhatian anak dalam menangkap informasi lisan yang orangtuanya bacakan. 

3. Intonasi dan Penekanan Nada

Anak itu memang tidak sepandai orang dewasa dalam melakukan proses berpikir logis. Tetapi, anak sangat pandai menangkap informasi yang sifatnya diberi penekanan. Misal, orang tua marah dan orang tua yang bahagia, anak bisa merasakan lewat intonasi dan penekanan nada. 

Begitupun cara menyampaikan cerita dongeng. Orangtua juga wajib memberikan intonasi dan penekanan nada, sesuai dengan tanda baca di dalam dongeng. Tujuannya seperti yang disebutkan di atas, agar anak mudah menangkap informasi dan pesan moral cerita. 

4. Mimik Wajah dan Gerak Tubuh yang Sesuai

Kita tahu bahwa anak belum mampu memproses informasi seperti halnya orang dewasa. Anak kurang tertarik sesuatu yang sifat monoton, datar dan begitu-begitu saja. Sebaliknya, anak lebih tertarik dengan hal-hal bersifat visual. 

Maka dari itu, cara menyampaikan cerita dongeng agar memberikan kesan visual lebih menarik bagi anak. Tidak ada salahnya jika kamu bisa menambahkan gerakan tubuh yang sesuai, atau menggerakan mimik wajah. 

Jika kamu memiliki alat peraga, bisa juga jadikan itu sebagai visual yang menarik perhatian si anak. Misal, bisa menggunakan boneka kesayangannya atau menggunakan cara lain. Sebenarnya dibagian ini tergantung dari kreativitas masing-masing orangtua. 

5. Ilustrasi atau Perlengkapan Pendukung

Jika dongeng tersebut adalah buku cerita, maka kamu tidak perlu khawatir. Cara penyampaian cerita dongeng pun justru lebih mudah. Karena kamu cukup menunjukan gambar di dalam buku dongeng tersebut ke anak. 

Hampir semua buku dongeng yang diterbitkan oleh penerbit buku, disertai dengan gambar yang lucu dan menarik. Ini salah satu trik menarik visual anak. Karena anak memang lebih tertarik secara visual daripada berbentuk sebuah teks. 

Itulah lima cara penyampaian cerita dongeng dan manfaat cerita dongeng bagi yang mendengarkannya. Nah, bacaan buku cerita pada anak secara konsisten, untuk melatih daya imajinasi dan merangsang sel saraf kognitif anak, agar menjadi anak yang brilian di masa depannya. (Irukawa Elisa).

Baca Juga: 9 Cara Menulis Cerita Anak yang Menarik

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis