Pengertian, Ciri-Ciri dan Struktur Cerita Fantasi

penjelasan cerita fantasi

Cerita fantasi biasanya banyak disukai pembaca karena harus paham dan mikir. Berikut pengertian cerita fantasi, ciri-ciri dan strukturnya.

Cerita fantasi adalah karya sastra yang selalu menarik untuk dijadikan teman mengisi waktu luang. Selain karena jalan cerita dan jenis ceritanya beragam, juga bersifat menghibur. Membaca cerita fantasi ternyata tidak sekedar menghibur, tetapi juga melatih kemampuan dan daya imajinasi si pembaca loh. 

Nah, pada kesempatan kali ini kita tidak akan mengulas manfaat membaca cerita fantasi. Tetapi lebih fokus pada teori dasar tentang cerita fantasi. Ada beberapa yang akan kita ulas seperti pengertian, tujuan, ciri, struktur dan jenis cerita fantasi. 

Pengertian Cerita Fantasi

Pengertian cerita fantasi secara umum dapat diartikan sebagai cerita yang ditulis berdasarkan khayalan atau imajinasi si penulis. Dikatakan khayalan karena apa yang ditulis tidak pernah terjadi didunia nyata. Nah berikut beberapa pengertian cerita fantasi menurut tokoh dan lembaga. 

1. Kemendikbud 

Menurut tim kemendikbud (2017) cerita fantasi adalah teks narasi yang menceritakan sebuah kisah imajinatif yang bersifat khayalan, dimana isi cerita melebihi realita yang sebenarnya. 

2. Huck, dkk 

Sementara huck dkk mendefinisikan cerita fantasi adalah adalah kisah yang ditulis penuh makna. Dimana si penulis atau pengarang tidak sekedar bercerita saja, tetapi juga memuat pesan dan bermanfaat bagi kehidupan dan bagi pembacanya. 

3. Nurgiyantoro

Berbeda dengan nurgiyantoro yang mengartikan cerita fantasi sebagai karangan yang mengangkat tema, tokoh, plot dan latar tertentu. Nurgiyantoro berpandangan bahwa kebenaran yang disampaikan dalam cerita baik sebagian atau seluruhnya kebenarannya masih dipertanyakan atau diragukan. 

4. Zoest 

Lebih spesifik lagi, zoest memiliki tiga pandangan tentang cerita fantasi. Yaitu cerita fantasi bersifat khayalan atau imajinasi yang diciptakan penulis. Kedua, isi dalam cerita menawarkan cerita yang tidak rasional. Ketiga, cerita fantasi memiliki dunia yang mirip dengan dunia nyata, namun sudah dibumbui sedemikian rupa.

Dari beberapa pendapat di atas, maka cerita fantasi dapat disimpulkan sebagai cerita yang buat atas dasar rekaan, imajinasi, dan khayalan si pengarang. Karena berbentuk khayalan, maka alur, cerita, amanat atau pesan pun beragam. 

Tujuan Cerita Fantasi 

Meskipun cerita fantasi bukan seperti buku motivasi atau buku referensi, ternyata cerita fantasi memiliki banyak manfaat dan tujuan. Diantaranya sebagai berikut. 

1. Menghibur 

Tujuan menulis cerita fantasi yang paling utama adalah menghibur. Konteks cerita fiksi dan cerita buku non fiksi terletak pada daya hibur. Meskipun pada realitanya, banyak cerita yang tidak menghibur karena isi cerita melodrama dan menguras air mata. Namun, tetap tujuan utama adalah sebagai hiburan emosional. 

2. Merangsang imajinasi pembaca 

Adapun tujuan cerita fantasi yang kedua, bertujuan untuk merangsang imajinasi si pembaca. Kelihatan sepele, ternyata penting banget mengaktifkan saraf otak untuk berpikir imajinatif. Terutama buat yang terlalu sibuk bekerja dan monoton begitu-begitu saja. 

Maka membaca cerita fantasi terbukti efektif untuk memberikan stimulus kepada otak untuk melakukan proses berpikir imajinatif. Orang yang memiliki kemampuan imajinatif adalah orang-orang kreatif dan unik. 

3. Memperkaya kosakata 

Buat yang ingin menjadi seorang penulis, cerita fantasi dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengeksplorasi kemampuan dan keterampilan. Termasuk untuk memperkaya kosakata. Dimana pemilihan kosakata dalam cerita fantasi menjadi unsur yang paling penting untuk menarik perhatian dan antusiasme para pembaca. 

4. Mengasah keterampilan menulis 

Selain bertujuan memperkaya kosakata, bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis, sering-sering membaca cerita fantasi milik orang lain, secara tidak langsung dapat mengasah keterampilan menulis. 

Kendala umum saat menulis, selain kehabisan ide, karena keterbatasan wawasan tentang dunia cerita fantasi. Setidaknya lewat membaca berbagai cerita fantasi dapat menambah wawasan, perspektif, sensitivitas dan mendapatkan hal-hal yang lebih baru. 

5. Menambah perspektif

Seperti yang disinggung sebelumnya, tujuan penulisan fantasi adalah menambah perspektif baru tentang dunia sastra. Dimana dalam proses tulis menulis, perspektif menjadi kunci pembeda tulisan kamu dengan tulisan lain. 

Selain dari kelima tujuan cerita fantasi di atas, apakah tujuan lain? Jawabannya beragam. Umumnya bagi pengarang yang memiliki jam terbang tinggi, bisa merasakan tujuan lain yang bersifat subjektif. Karena setiap subjektif, sudah dapat dipastikan tiap orang memiliki kesan yang berbeda-beda. 

Ciri-Ciri Cerita Fantasi

Buat kamu yang suka membaca cerita fantasi, pasti sudah tahu sedikit ciri-cirinya. Nah, ada beberapa ciri spesifik dalam cerita fantasi nih, sebagai berikut. 

1. Memuat Kemisteriusan

Ciri yang pertama cerita fantasi dapat dilihat dari isi. Dimana isi di dalam cerita mengandung banyak keajaiban. Sebenarnya tidak hanya keajaiban, ada teman-teman keajaiban yang sifatnya mustahil ada di dunia nyata, yaitu adanya keanehan, kemisteriusan hingga hal-hal yang tidak sesuai dengan nalar, yang mana tidak pernah ada di dunia nyata. 

2. Imajinatif 

Ciri paling menonjol adalah daya imajinatif. Seperti yang kamu tahu bahwasanya manusia diciptakan kemampuan berpikir luar biasa tanpa batas. Kemampuan inilah yang melahirkan imajinatif yang menjadi sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Kemampuan imajinatif adalah kemampuan yang menjadikan tidak mungkin menjadi mungkin. 

Kemampuan imajinatif juga salah satu kemampuan menjadikan yang tidak bisa menjadi bisa. Bagi seorang sastrawan, kemampuan imajinatif inilah yang dituangkan dalam sebuah karya cerita fantasi. Sementara bagi seorang ilmuan menjadikan imajinatif benar-benar mewujudkan dalam bentuk fisik yang bersifat realita. 

3. Modifikasi dari dunia nyata 

Adapun ciri-ciri cerita fantasi,yaitu memodifikasi dari kejadian yang sudah terjadi didunia nyata. Kemudian dimodifikasi, diberi bumbu dan dilebih-lebihkan. Akhirnya, jadilah cerita baru. cara ini paling sering dilakukan oleh penulis pemula, karena cara inilah cara yang paling mudah. Namun ada juga penulis atau pengarang terkenal yang juga menggunakan cara ini. 

4. Memuat keajaiban 

Cerita fiksi juga memuat keajaiban. Konteks keajaiban di sini pun berbagai macam bentuk. Mulai dari keajaiban sihir, futuristik, hingga supranatural. Atau hal-hal yang bersifat metafisika ataupun hal ghaib. Nah, muatan keajaiban ini bisa diciptakan berdasarkan kemauan dan keinginan pihak penulisnya. 

5. Latar tidak terbatas 

Pada dasarnya latar cerita fantasi tidak terbatas. Khususnya untuk novel, penulis bisa memperluas latar seluas-luasnya. Sementara cerita fantasi berbentuk cerpen, latar tidak seleluasa dengan novel. 

Latar pada cerita fiksi tidak terbatas oleh apapun, termasuk memiliki kebebasan latar dimensi ruang dan dimensi waktu. Inilah keuntungan menulis cerita fantasi, penulis bebas akan membawanya ke arah manapun. 

6. Pemilihan diksi bervariatif 

Adapun ciri cerita fantasi, menggunakan bahasa yang bersifat variatif, ekspresif dan penulis bebas mengeksplorasi bahasa di dalam karya cerita.

Bagaimana jika dalam cerita fantasi tidak ada satupun ciri-ciri di atas? Maka karangan tersebut pastinya bukanlah cerita fantasi. 

Struktur Teks Cerita Fantasi

Struktur cerita fantasi pun terbagi menjadi beberapa poin sebagai berikut. 

1. Orientasi 

Orientasi adalah bagian awal dari sebuah cerita yang hendak dituliskan. Dibagian inilah penulis memperkenalkan tokoh, memperkenalkan latar dan kisah awal cerita fiksi dimulai. Di Bagian ini kamu juga bisa menuliskan adegan dan hubungan antar tokoh satu dengan tokoh yang lain.

Umumnya, ciri orientasi pada cerita fantasi yakni pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik.

Baca juga: Jenis Latar Cerita

2. Komplikasi 

Komplikasi adalah bagian tengah dalam cerita fantasi. Isi yang termuat adalah mulai menonjolkan konflik, tantangan, permasalahan atau kesulitan yang dialami oleh si tokoh. Di Bagian ini penulis menonjolkan pada sebab akibat kenapa sampai terjadi konflik sampai menuju klimaks atau puncak permasalahan. 

3. Resolusi 

Resolusi bagian akhir dalam cerita fantasi, dimana bagian ini penulis mengarahkan si tokoh menuju pada proses penyelesaian dari masalah yang dihadapi. Si tokoh sudah mulai menemukan solusi.

Struktur teks cerita fantasi ini pada dasarnya sama dengan struktur pada novel ataupun cerpen. Karena keduanya juga termasuk bagian di dalamnya.  Struktur teks cerita disebut-sebut juga sebagai kerangka yang harus dipenuhi pengarang. 

Harapannya agar pembaca memahami secara runtut apa yang seharusnya disampaikan atau tidak. Bagi penulis, struktur cerita juga membantu untuk mengkoordinasi ide dan memudahkan dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan teratur. Tidak hanya itu saja ternyata, tetapi juga untuk meminimalisir terjadinya kebuntuan ide. 

Jenis Cerita Fantasi

Sementara buat kamu yang ingin menjadi seorang pengarang, khususnya cerita fantasi, kamu juga wajib tahu jenis-jenisnya. Ada beberapa jenis cerita fantasi yang minimal kamu pahami. Berikut ulasannya. 

1. Cerita Fantasi Berdasarkan Kehidupan Nyata

Jenis cerita fantasi yang pertama adalah cerita fantasi yang ditulis berdasarkan kehidupan nyata, yang kemudian sudah dimodifikasi, diberi bumbu. Di dalam cerita fantasi berdasarkan kehidupan nyata dibagi lagi menjadi dua bagian, sebagai berikut. 

a. Fantasi Total

Cerita fantasi berdasarkan kehidupan nyata total adalah cerita yang ditulis sesuai dengan kisah nyata dan banyak persamaan di dunia nyata. Hanya saja sudah ada beberapa hal yang ditambahi bumbu dan daya imajinatifnya. 

Contoh fantasi total adalah cerita Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Dimana sebagian besar karyanya berdasarkan pengalaman masa kecil yang dialaminya. Penulis hanya memberikan bumbu-bumbu sedikit agar cerita tetap hidup. 

b. Fantasi Irisan

Ada juga cerita fantasi irisan, yang mana cerita ini hanya menggunakan cerita nyata sebagian saja. sebagian yang lain bersifat imajinatif. Jika dilihat proporsinya, setengah ada dunia nyata, setengahnya lagi bersifat fiktif. 

2. Cerita Fantasi Berdasarkan Latar

Jenis cerita fantasi yang kedua adalah cerita fantasi berdasarkan latar. Berdasarkan latar ada dua bentuk cerita, sebagai berikut. 

a. Cerita Fantasi Sezaman

Dikatakan sebagai latar waktu sezaman karena cerita tersebut ditulis menggunakan latar pada masa-masa tertentu saja. Dimana masa itu hanya bisa dirasakan oleh orang-orang tertentu yang sezaman. Misalnya cerita fantasi masa lalu, cerita fantasi futuristik. 

b. Fantasi Lintas Waktu

Adapun yang disebut latar lintas waktu, yaitu cerita yang ditulis menggunakan dua latar waktu yang berbeda sekaligus. Misal menceritakan tentang lorong waktu yang mengulang cerita pada 200 tahun lalu dan lintas waktu yang terjadi saat ini. Atau bisa juga sebaliknya, membicarakan lorong waktu 100 tahun yang akan datang dengan masa sekarang.

Dari beberapa jenis cerita fantasi di atas. Jenis cerita yang mana yang menurut kamu pas sesuai karakter dan kesenangan kamu? Tulis jawaban di kolom komentar ya. 

Dari pembahasan di atas, pengertian cerita fantasi ternyata memiliki banyak sekali tujuan, ciri, struktur. Semoga sedikit pembahasan ini sedikit banyak membantu dan menjawab rasa penasaran kamu tentang cerita fantasi. (Irukawa Elisa)

Ringkasan Singkat Tentang Cerita Fantasi

Berikut ini penjelasan cerita fantasi secara singkat ya dan bisa disimpan dalam bentuk gambar infografis.

apa itu cerita fantasi
apa itu cerita fantasi

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis