Contoh Pembukaan Novel yang Menarik

Pembukaan Novel

Awal bisa jadi akhir, begitulah ketika orang mulai membaca karyamu. Awalan atau Pembukaan Novel menjadi hal krusial apakah memiliki impresi yang baik atau tidak untuk melanjutkan membaca.

Memang, menjadi seorang penulis novel ternyata tidak mudah. Banyak permasalahan yang akan muncul saat jemari menyentuh tut keyboard. Yaps, membuat pembukaan novel yang menarik perhatian calon pembaca. 

Seperti yang kamu tahu, menulis pembukaan novel yang menarik itu kunci krusial agar pembaca membaca di lembar sebaliknya, dan sebaliknya lagi. sampai-sampai tak terasa sudah sampai halaman paling belakang. 

Bahkan saat dijelaskan secara teoritis pembukaan novel, banyak yang kesulitan dan bingung bagaimana mempraktekkannya. Butuh contoh pembukaan novel secara konkrit. Nah kamu bisa temukan jawabannya di sini. namun sebelum masuk ke contoh pembukaan novel, kita intip dulu pentingnya membuat awalan novel dan sedikit tips membuat pembukaan novel berikut.

Sebelumnya, kita sudah bahas mengenai Prolog Novel, jadi baca artikel tersebut sebelum lanjut ke artikel ini sampai selesai ya.

Pentingnya Awalan Sebuah Novel

Tidak banyak orang yang tahu pentingnya awalan novel yang menarik. Kamu penasaran seberapa penting sih? Langsung simak ulasan berikut

1. Menarik Perhatian Calon Pembaca 

Salah satu pentingnya awalan sebuah novel berfungsi untuk menarik perhatian calon pembaca. Jika awalan cerita sudah memikat, pembaca pun akan membeli novel tersebut.

2. Memudahkan Pembaca Memahami Awal Persoalan

Apa sih sebenarnya daya tarik novel yang bagus dan menarik? Selain karena alur, tema, emosi dan impresi yang dibangun. Ternyata juga dipengaruhi oleh pemahaman pembaca terkait duduk permasalahan si tokoh. Jadi pembaca sebab akibat yang ditimbulkan dan dampaknya. Bagaimana pembaca dapat berkesan dan menikmati cerita, jika tidak ada awalan persoalan yang dijelaskan. 

3. Mengungkapkan Situasi 

Awalan sebuah novel dapat pula berperan sebagai sarana untuk mengungkapkan situasi. Nah, penyampaian situasi yang disampaikan secara detail tentu lebih menarik bagi konsumen. Atau bisa juga situasi yang dimaksud di sini adalah situasi (konflik) yang dialami oleh si tokoh. 

4. Perkenalan Karakter Dan Konflik Cerita

Jika diamati dalam contoh pembukaan novel, awalan novel dapat pula dijadikan sebagai ruang untuk memperkenalkan karakter dan tempat untuk mengangkat konflik yang hendak ditimbulkan penulis. 

Cara Membuat Pembukaan Novel

Sebelum fokus cara membuat pembukaan novel, berikut adalah beberapa cara membuat pembukaan novel. 

1. Memperkenalkan Karakter Tokoh

Permasalahan umum yang dirasakan oleh penulis novel adalah bagaimana cara mengawali cerita novel. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan karakter tokoh. Cara ini dapat digunakan sebagai pembuka novel yang ringan dan natural. 

Lantas, apakah ada aturan karakter yang ditonjolkan lebih baik menonjolkan karakter jahat atau karakter baik? Jadi disini bebas. Kamu bisa menonjolkan karakter tokoh mana saja. Oh iya, saat menuliskannya, tetap perhatikan pemilihan diksi. 

Jika novel untuk masyarakat umum, maka bisa menggunakan diksi yang umum. Jika segmentasi adalah anak muda gaul, maka boleh-boleh saja menggunakan bahasa gaul. Jadi masalah penggunaan bahasa juga perlu diperhatikan. 

2. Menuliskan Narasi dan Sudut Pandang Yang Jelas

Jika dilihat contoh pembukaan novel di bawah, kamu bisa lihat. Rata-rata pembukaan novel ditulis menggunakan narasi yang jelas dan sedetail mungkin. Jadi buat kamu yang masih ragu melakukannya, abaikan pikiran-pikiran yang mengganggu itu. karena narasi yang jelas membantu pembaca membentuk imajinasi dan membuat konsep pemahaman. 

Sementara buat kamu yang ingin menuliskan pembukaan novel dengan menonjolkan sudut pandang, juga harus jelas. Misal kamu ingin menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal, atau ingin menggunakan sudut pandang orang pertama majemuk. Boleh juga menggunakan sudut pandang lain seperti sudut pandang orang kedua dan orang ketiga. 

Berbicara soal sudut pandang, jika dari awal menggunakan sudut pandang ketiga, sampai akhir cerita tetap menggunakan sudut pandang ketiga. Kecuali kamu sengaja ingin menggunakan sudut pandang campuran. 

3. Memberikan Misi Tema 

Di paragraf pertama juga bisa memberikan misi tema. Jadi kamu bisa menyampaikan misi yang diharapkan. Tujuan penulisan misi adalah memberikan informasi kepada calon pembaca tentang novel yang sedang kamu tulis. 

Misalnya, kamu menuliskan pembuka novel dengan cara menyampaikan pesan yang berbalikan dengan ending nanti. Cara ini lebih sering digunakan untuk pengarang membuat alur yang susah ditebak oleh pembaca. 

Novel-novel yang alurnya susah ditebak inilah yang dikategorikan sebagai novel menarik. Nah, bagaimana dengan kamu? Semua kembali sesuai karakter dan misi dari masing-masing penulis. Jadi tidak ada aturan baku.

Tentukan tema dengan memahami genrenya. Berikut 12 Genre Novel dan Penjelasannya.

4. Alur Dan Aksi Jelas 

Pastikan juga saat membuat pembukaan novel untuk memperhatikan alur dan aksinya. Apakah keduanya ditulis secara menggambang? Atau ambigu? Agar pembaca ada greget, tidak ada salahnya menuliskan alur dan aksi secara jelas. 

Ingat, pembaca tidak suka dengan pembuka novel yang bertele-tele dan tidak berbobot. Jika pembuka novel bisa ditulis dengan alur cepat dengan aksi yang jelas, kamu bisa langsung lakukan itu. 

Cara ini terbukti efektif menarik pembaca untuk membaca kelanjutan cerita. Jadi dibagian awal kamu lebih fokus pada memberikan sugesti kepada pembaca terhadap karakter yang menarik, ekstrim atau karakter yang tidak biasa dan membuat penasaran.

5. Buat Insiden Yang Menarik

Cara membuat pembuka novel yang lain dapat dilakukan dengan membuat insiden yang menarik. Cara ini sangat efektif untuk menarik rasa penasaran pembaca. Pembaca secara tidak sadar akan mencari tahu apa penyebab terjadi permasalahan yang dialami si tokoh. 

Salah satu menemukan jawabannya dengan membaca dari lembar satu ke lembar selanjutnya. Jadi buat kamu yang kesulitan melakukan keempat cara di atas, cara ini bisa kamu coba. Menurut saya pribadi, cara ini lebih mudah. 

Itulah kelima cara membuat pembukaan novel. Kamu pun bisa melakukan dengan cara lain. Misalnya menceritakan garis besar cerita, mengawali dengan sebuah pertanyaan, atau bisa juga mengawalinya dengan memperkenalkan tokoh yang sedang berada di situasi baru dan masih banyak lagi. Pada dasarnya, setiap pengarang novel memiliki formula dan caranya sendiri untuk mengawali cerita novel.

Baca juga: Unsur Kebahasaan Novel

4 Contoh Singkat Pembukaan Novel

Untuk memudahkan pemahaman cara menulis pembukaan novel, berikut empat contoh yang semoga memberikan gambaran dan inspirasi. 

Contoh pembukaan novel 1 

Judul Buku : Jangan Biarkan Surau Ini Roboh 

Karya : Taufiqurrahman Al-Azizy Terbitan 

Penerbit : Diva Press

Tahun Terbit : 2009

Asap masih mengebul ketika seekor jalak melintas di atas langit dukuh Seworan. Burung pengicau dari suku sturnidae itu melayang gagah dengan paruhnya yang kuat, tajam dan lurus. Kakinya yang panjang tertekuk kekar sebanding dengan kedua sayapnya yang mengepak. Sorotan matannya lurus tajam, seumpama ingin menangkap sebuah mangsa dengan aruhnya di sebuah titik di atas perbukitan. Angina yang berhembus kembali menyalakan api yang membakar rumput-rumput kering, dan asap hitam pekat membumbung tinggi. Seorang pemuda melintas dekat api yang berkobar-kobar itu. dia menghentikan langkahnya. Cangkul dia turunkan dari pundah sebelah kanan. Dia pun meletakkan sabit yang putih berkilat-kilat diterpa mentari senja. Sambil memperhatikan si jago merah, dia mendesah menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya kuat-kuat. Dia pun pergamum “Andai warga sadar atas apa yang mereka lakukan…”…

Contoh pembukaan novel 2

Judul Buku : KEMI : Cinta Kebebasan Yang Tersesat 

Karya : Adian Husaini 

Penerbit  : Gema Insani 

Tahun Terbit : 2010 

Pagi itu di pesantren Minhajul Abidin, Madiun, Jawa Timur. Kyai Aminuddin Rois sedang asyik dengan kebiasaan rutinnya: Memberi makan ayam peliharaan. “kur, kur, kur,” suara sang kayi berulang kali memanggil ayam-ayamnya yang belum lama dilepas dari kandang. Kyai Rois, begitu ia biasa disapa santrinya, tampaknya sangat menikmati kebiasaan hariannya. Usai mengajar di masjid, masih berkain sarung dan berpeci putih, jika gak ada tugas luar, ia sempatkan beberapa menit bercengkrama dengan ayam-ayamnya. Biasanya, dua tiga hari sekali, ia juga menengok ikan-ikannya di kolam belakang rumah. “Assalamualaikum, Pak Kyai,” sapa rahmat, sambil mendekat dan mencium tangan kyai Rois. Kemi menyusul menjabat tangan dan mencium tangan sang kyai. “Ada apa, Rahmat, Kemi?” Tanya Kayi Rois. “Saya mengantar Kemi, pak Kyai,” kata Rahmat. Kali ini, kyai Rois merasakan ada yang tidak biasa pada kedatangan kdua santrinya itu. Tidak biasanya, keduanya datang bersama-sama di pagi hari pula.…

Contoh pembukaan novel 3

Judul Buku : HAMKA (Sebuah novel Biografi) 

Karya : Haidar Musyafa 

Penerbit : Imania.

Tahun Terbit : 2016

Tanah Sirah. Salah satu kampung di Nagari Sungai Batang, Luhak Agam, Sumatera Barat. Kampung Tanah Sirah merupakan tempat yang sangat indah, karena panorama alamnya yang menawan. Kampung permai itu terletak di pinggir Danau Maninjau. Persis di salah satu tepi danau itu, berdiri rumah sederhana berukuran 17 x 9 meter, bercorak rumah adat khas Minangkabau. Rumah itu beratap ijuk bergonjong empat dan menghadap ke barat. Persis menghadap ke arah Danau Maninjau. Meski halaman rumah itu tidak terlalu luas, karena letaknya berada di lereng bukit, tapi masih banyak tanaman-tanaman perdu yang tumbuh di sekitar rumah. Di Pinggir halaman ditemani bunga raya putih, yang secara rutin dipangkas agar selalu terlihat rapi dan mudah digunakan untuk menjemur pakaian. Di rumah itulah aku dilahirkan. … Menurut silsilah, aku adalah anak tertua dari empat bersaudara kandung, disarming beberapa saudara tiri yang lain. Kedua orang tua memberi aku nama Abdul Malik. Tapi biasanya aku hanya dipanggil Malik saja. …Aturan-aturan Ayahanda Haji Rasul yang sangat ketat itu membuatku tak bisa mengekspresikan diri secara maksimal, karena segala sesuatu yang akan aku lakukan harus seizinnya. Semua aturan yang ketat itu membuatku merasa tak nyaman dan tertekan. Sehingga tak jarang membuatku berontak. Melawan kehendak dan kemauan Ayahanda Haji Rasul. 

Contoh pembukaan novel 4

Judul Buku : IMPAL 

Karya : Ita Sembiring 

Penerbit : Galangpress 

Tahun Terbit : 2010

Kaigia Dalinna menatap Bukit Gundaling. Membayangkan di atas bukit itulah dulu seorang tentara Belanda melambaikan tangan pada perawan desa yang harus ditinggalkannya meski cinta suci telah terjalin diantara mereka. cinta tak sampai, bukan karena kasta, tapi akibat perang usai dan prajurit harus kembali ke negeri asal. Sementara perawan desa mustahil diboyong ke Negara mantan penjajah bangsanya. Sambil melambai pilu prajurit berbisi, goodbye my darling. Tai yang terdengar di telinga perawan gunung bersahaja itu Gundaling. Dan begitulah nama bukit yang sekarang dipijak Kaigia, bernama Bukit Gundaling. MOnumen cinta terpisah di atas bukit. Benar atau tidak legenda versi ‘kasak kusuk’ masyarakat tanah Karo, entahlah. Yang pasti Kaigia berada di bukit cantik dan berudara sejuk itu bukan karena harus mendegar salam perpisahan dari kekasih hati. Tapi justru bakal segera dijemput demi mengarungi bahtera baru. …

Itulah beberapa contoh pembukaan novel. Dari beberapa contoh di atas, terlihat jelas bahwa setiap penulis novel memiliki caranya sendiri-sendiri untuk mengawali cerita mereka. Semoga sedikit ulasan ini memberikan manfaat dan gambaran. (Irukawa Elisa)

Infografis “Pembukaan Novel”

infografis Pembukaan Novel
infografis Pembukaan Novel

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis