12 Macam Tema Novel Beserta Penjelasannya

macam tema novel

Macam macam tema novel – Salah satu kelebihan menjadi seorang penulis fiksi selain memiliki kebebasan mengekspresikan pendapat dan imajinasi. Kamu memiliki peluang sama besar menjadi seorang penulis buku terkenal. 

Siapa sih yang tidak ingin menjadi terkenal dan banyak uang? Banyak yang ingin. Sayangnya untuk mewujudkan hal itu tidaklah mudah. Kamu harus benar-benar menguasai dan mampu melahirkan karya yang menarik perhatian pembaca. 

terlepas ingin menjadi penulis novel yang terkenal. Buat kamu yang masih pemula wajib tahu macam-macam tema novel. Dimana tema novel inilah yang dapat dijadikan sebagai bahan tulisan. Sebelumnya, aku udah bahas tentang jenis-jenis novel, silakan dibaca dahulu sebelum lanjut ya.

Jadi buat kamu yang masih bingung ingin menulis novel jenis apa, kamu wajib pelajari satu-satu macam-macam tema novel di bawah. Nah berikut beberapa macam yang perlu kamu ketahui. Barangkali salah satu diantara kamu banget. 

1. Tema Novel Komedi

Buat kamu nih yang memiliki selera humor tinggi, sekaligus memiliki bakat seni dalam hal dunia tulis menulis novel. Maka tema komedi adalah tema yang pas untuk ditekuni. Novel komedi adalah novel yang menceritakan tentang tentang kisah  yang disertai dengan humor, komedi yang membuat pembaca merasa tergelitik, lucu dan tertawa.

Seorang penulis memang harus pandai-pandai dalam mengemas cerita sedemikian rupa. Tentu saja di dalam novel terdapat adegan atau hal-hal yang lucu. Mungkin kamu bertanya bagaimana cara menjadikan cerita menjadi lucu? Kamu bisa memulainya dengan hal-hal konyol. Memang disinilah seninya menyisipkan lelucon.. 

Meskipun terlihat sederhana dan mudah, ternyata menulis novel komedi tidak banyak penulis yang bisa melakukan. Alasannya pun sederhana, karena ada tipe orang yang hanya memiliki bakat melawak namun tidak bakat atau tidak ada keinginan menulis novel. 

Berlaku sebaliknya, ada orang yang memiliki ketertarikan dan passion di dunia tulis menulis,namun tidak memiliki bakat dan keterampilan untuk melawak. Sementara penulis novel yang memiliki dua bakat tersebut jumlahnya jauh lebih sedikit. Jadi buat kamu yang memiliki bakat dan minat kedua hal ini, sebenarnya memiliki prospek yang lebih besar.

Baca juga: Cara Membuat Outline Novel

2. Tema Novel Sejarah

Kebalikan dari tema komedi, macam-macam tema novel jenis sejarah lebih serius lagi. Bisa dibilang nyaris minim adegan cengengesan atau ketawa ketiwi. Kelebihan novel tema sejarah adalah, memiliki banyak pandangan dan ilmu baru tentang sejarah. 

Dari segi teknis penulisan hingga pengambilan data pun tidak dilakukan secara serampangan. Sebagai penulis novel sejarah, dituntut mengutamakan data, kemudian data tersebut difiksikan.

Sementara terkait dengan pengambilan data, kamu bisa melakukan secara kajian literatur ataupun dengan cara wawancara. Baik wawancara langsung dengan pihak tokoh yang akan dituliskan, dimana tokoh tersebut yang memiliki kiprah dalam dunia sejarah. Atau bisa juga dengan cara pengambilan data lainnya. 

Meskipun konteksnya bertema sejarah, ternyata dari segi pengemasan cerita, kamu bisa menuliskan dengan cara memfiksikan. Jadi kamu pun bebas untuk menambahkan hal-hal yang berbau dengan dunia khayalan. 

3. Tema Novel Islami

Sebagai Negara yang jumlah penduduknya mayoritas beragama islam, tentu saja tema-tema novel islami sangat berpeluang dan sangat prospek. Kamu bisa mencoba peruntungan ini. Apalagi jika kamu memang memiliki dasar agama yang cukup. 

Namun ada satu hal yang perlu saya tegaskan. Saat kita menulis tentang akidah, sebagai penulis tetap harus berhati-hati. Kita harus tahu, meski Indonesia sebagai penganut islam terbanyak, kita tetap menjaga toleransi beragama. Karena kita tetap hidup berdampingan dengan agama yang lain. 

Jangankan dengan beda agama. Sesama agama muslim saja kita masih saling bertengkar dan berdebat karena perbedaan madzab dan perbedaan perspektif. Jadi buat kamu yang ingin menjadi penulis novel tema islami, harus siap dengan komentar dan pandangan masyarakat yang berbeda, meskipun dibawah naungan islam. 

Meskipun demikian, perbedaan inilah yang menarik. Perbedaan adalah warna yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Karena setiap pendapat dibenarkan, tergantung dilihat dari perspektif yang mana. Sementara buat kamu yang merasa pemahaman agama pas-pasan, kamu tetap bisa menulis novel islami kok.  

4. Tema Saince Fiction

Novel science fiction adalah novel fiksi ilmiah. Sesuai dengan namanya, karya ini fokus pada pengaruh sains dan teknologi yang dikemas dalam bentuk fiksi. Bisa dibilang novel jenis ini dibuat membutuhkan kreativitas dalam mengkolaborasikan ilmu pengetahuan sains, teknologi dan butuh seni mengelaborasi dua hal tersebut dengan penokohan yang diciptakan. 

Secara inti, isi novel science fiction ini bersifat spekulatif terhadap hal yang berbau ilmiah. Nah, buat kamu yang ingin mendalami dan mencoba menulis novel jenis ini, kamu wajib melakukan kajian literatur dan mencari informasi sana sini. Tujuannya agar mengerti bahan yang akan digunakan untuk novel kamu. 

Karena salah satu kemudahan dalam mengelaboras karya ilmiah dan dikemas dalam bentuk fiksi itu bergantung pada data dan pengetahuan yang dipahami oleh penulis. Ketika penulis paham secara utuh, maka akan mudah menciptakan maha karya sains fiction. 

banyak karya-karya novel yang laris manis dan meledak di pasaran karena memang daya analisis, pengemasan cerita dan penyusunan alur menarik. Nah, buat kamu yang tertarik dengan macam-macam tema novel satu ini, kamu harus mempersiapkan amunisi yang banyak. 

Lantas apa bentuk amunisi tersebut? Kamu cukup banyak membaca, melakukan kajian literatur, cek tentang penemuan-penemuan ilmu terbaru. TIdak lain bertujuan untuk menambah referensi, merangsang daya imajinasi dan menambah perspektif yang out of the box. Sehingga karya yang kamu lahirkan pun tidak biasa-biasa saja, tetapi luar biasa

5. Tema Novel Petualangan

Selain beberapa jenis yang disebutkan di atas, ada juga macam-macam tema novel petualangan. Secara umum, fiksi petualangan adalah karya sastra yang tidak hanya mengajak emosi pembaca ke dalam cerita, tetapi juga melibatkan risiko dan bahaya fisik, dengan cara mengatur alur cerita utama.  

Sesuai dengan namanya, novel ini mengisahkan tentang petualangan. Bentuk petualangan yang diangkat tergantung imajinasi dan ide penulis. Kamu bisa mengangkat petualangan dimensi waktu, petualangan menelusuri sebuah tempat yang asing dan masih banyak lagi. 

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam novel petualangan. Jadi penting banget nih kamu mengetahui segmentasi pembaca novel petualangan.Jika segmentasi pembaca untuk anak-anak, maka kamu perlu mengemas novel petualangan secara  sederhana, pemilihan diksi bahasa yang mudah dipahami dan pengelolaan jalan cerita yang menarik perhatian, itu lebih penting.

Sementara jika segmentasinya diperuntukan untuk orang dewasa atau orang umum, maka kamu bisa mengemas alur lebih menantang dan lebih berani.  

6. Tema Novel Horor

Sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia memiliki budaya yang cukup unik, khususnya dalam menyikapi makhluk halus atau tak kasat mata. Karena memang nenek moyang kita pada mulanya erat dengan dunia makhluk halus. 

Maka tidak heran sampai sekarang banyak cerita dan mitos-mitos berkembang. Tidak heran pula jika setiap ada ada konten atau novel horor selalu diminati dan selalu ludes di pasaran. Buat kamu nih yang tertarik ingin menulis novel horor bisa memanfaatkan peluang ini. 

Novel horor memang sedikit berbeda dengan novel pada umumnya. Setidaknya kamu harus memiliki mental kuat. Akan lebih mengena lagi jika penulisnya pernah merasakan kisah horor. Pengalaman inilah yang setidaknya memudahkan penulis untuk menggambarkan rasa takut, agar pesan yang ditulis dalam novel pun sampai pada sasaran. 

Terkait dengan teknis penulisan, ada beberapa hal yang memberikan kesan horor dalam tulisan kamu. Yaitu dengan meningkatkan naluri ketakutan pembaca, misalnya dengan memberikan sentuhan suasana kegelapan dan kesunyian. 

Kamu juga bisa menambahkan kesan horor di tengah kegelapan dengan kehadiran hewan-hewan seperti ular, laba-laba, penampan ataupun serigala. Sebenarnya ada banyak unsur jika kamu ingin memperlihatkan sisi horor dalam novel.

Prinsipnya adalah, tulis suasana yang terjadi secara detail, cara ini cukup efektif mengajak pembaca seolah masuk ke dimensi tersebut, dan efektif mengaktifkan imajinasi tempat horor tersebut. 

Nah, agar tulisanmu dipahami pembaca dengan baik, pahami juga tentang apa itu sasaran pembaca atau target pembaca.

7. Tema Novel Thriller/Balas Dendam

Barangkali kamu tipe penulis yang suka banget dengan thriller atau film balas dendam? Kunci dari novel thriller menonjolkan ketegangan, suspense atau kegelisahan. Jadi pembaca diajak bersitegang. Sebenarnya tidak melulu tegang terus sih, ada juga yang bentuk kekaguman yang tidak terduga. 

Macam-macam tema novel satu ini bisa dibilang cukup sulit. Setidaknya untuk menciptakan novel yang mahakarya, kamu dituntut memiliki kejutan-kejutan gagasan dan alur tentang tema novel yang diangkat. Di novel balas dendam ini harus ada unsur kriminal dan misteri. Nah, sulitnya adalah menciptakan misteri yang tidak mudah ditebak oleh pembaca. 

Ada satu hal yang sepele tetapi penting lainnya, kamu harus tahu ilmu psikologi. Kenapa? Karena novel akan terlihat emosional ketika dimasukan tentang psikologi si tokoh. Misalnya si tokoh balas dendam yang disertai karena kesalahan berfikir, atau bisa juga karena si tokoh mengalami gangguan psikologi dan masih banyak lagi yang bisa kamu beda.

8. Tema Novel Percintaan

Jika kamu tidak suka genre novel yang horor, action ataupun balas dendam. Barangkali kamu suka yang manis-manis dan melo-melo. Nah, jenis novel percintaan mungkin jawabannya. Bisa dibilang novel percintaan ini adalah jenis novel yang paling klise dan paling banyak kita temukan. 

Anehnya, meskipun banyak yang mengangkat kisah percintaan, masih banyak peminatnya loh. Kemudian penulis yang memiliki ketertarikan di bidang percintaan dan dengan thriller, bisa juga dikombinasikan menjadi sebuah elaborasi cerita yang baru dan unik. 

Nah, terkait dengan elaborasi tersebut, tergantung dari selera masing-masing penulis. Nah, kamu bagian yang mana? Bisa ditulis di kolom komentar ya. 

9. Tema Keluarga

Macam-macam tema novel keluarga salah satu novel yang cocok dibaca sebagai teman bacaan dikala berkumpul keluarga. Tidak banyak novel yang bercerita tentang keluarga. Jadi buat kamu bisa mengambil peluang ini. 

Kamu bisa mengambil prospek dan peluang ini untuk melahirkan novel keluarga yang inspiratif. Tentu saja kamu bisa mengemas cerita tentang novel keluarga dengan berbagai macam cerita. Misal bisa menceritakan sebuah keluarga miskin yang hidup bersahaja dan pantang menyerah dalam menanggapi pandangan sinis dari orang lain. 

Atau bisa juga mengemas novel keluarga dalam bentuk cerita fiktif imajinatif yang tidak pernah ada. Misalnya cerita tentang keluarga hobbit. Novel keluarga tidak melulu menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga. Tetapi kebersamaan dan menceritakan kisah pada tokoh keluarga, sudah termasuk ke dalam bagian novel keluarga. 

10. Pengalaman Pribadi

Siapa bilang menulis novel itu susah? Nyatanya banyak loh novel-novel yang terbit dilatar belakangi dari cerita pengalaman pribadi. Yah, meskipun tidak secara utuh berisi tentang pengalaman pribadi semua, setidaknya ada sebagian kecil ataupun sebagian besar pengalaman pribadi yang dimasukan ke dalam cerita. 

Bagi pemula, menuliskan pengalaman pribadi yang dinovelkan lebih mudah dibandingkan harus melakukan kajian literatur ataupun penelitian di lapangan. Kamu hanya memoles dan menambahkan imajinasi versi kamu. 

Oh iya, meskipun pengalaman pribadi kamu tulis, penting untuk tetap memperhatikan kualitas novel ya. Misal tetap memperhatikan gaya penulisan, alur, konflik, pemilihan diksi dan hayati. Pastikan hasil novel tetap impresif.

11. Misteri/Teka-Teki

Jadi tema novel misteri berbeda dengan novel horor. Jika novel horor pasti ada sisi seram dan penampakan atau kondisi mencekam. Sementara novel misteri lebih mengarah pada situasi teka-teki. 

Misalnya novel tentang detektif, dan cerita yang mencoba mencari solusi dan jalan keluar tentang permasalahan yang diangkatnya. Jadi novel misteri tidak melulu berbentuk horror. Sementara novel horor bisa saja membuat teka-teki juga. 

Kecuali kamu memadukan dua tema menjadi satu dalam satu cerita novel. Maka kamu bisa memainkan misteri teka-teki dan kemudian memunculkan penampakan dan unsur horror. Dijamin pembaca ikut merinding dan takut. 

12. Novel Kisah Inspiratif

Dari beberapa macam-macam tema novel di atas, jenis novel inspiratif adalah jenis novel yang paling saya senangi. Alasannya sederhana, karena ada banyak pembelajaran yang bisa saya pelajari dan bisa saya jadikan pelajaran. 

Sesuai dengan namanya, novel kisah inspiratif adalah novel yang menceritakan sebuah kisah tentang tokoh. Dimana tokoh tersebut memiliki semangat, perilaku dan sikap yang berbeda daripada umumnya. Perbedaan sikap yang ditonjolkan lewat si tokoh (dalam hal ini sikap yang positif) yang dapat dijadikan pesan moral dalam novel. 

Pesan moral yang ingin ditonjolkan oleh penulis pun bermacam-macam kisah inspiratif. Definisi Inspiratif ini sangat luas. Intinya kisah inspiratif adalah kisah yang membangkitkan semangat, motivasi dan memberikan pandangan baru bagi pembaca untuk mengubah perilaku atau sikap lama ke sikap yang baru, yang bersifat membawa perubahan pada diri yang dulu.

Baca selengkapnya: Cara Membuat Cerita Inspiratif yang Menarik

Itulah beberapa macam-macam tema novel yang bisa kamu pilih untuk dijadikan sebuah karya sastra. buat kamu yang masih merasa kesulitan menulis novel. Tenang, karena tidak hanya kamu saja yang mengalaminya. 

penulis-penulis besar pun pada awalnya juga mengalami kesulitan yang sama dengan yang kamu alami. Namun pada akhirnya mereka mampu melawan rasa takut dan memberanikan diri untuk menulis dan menulis. Suka duka dalam tulis menulis hanya perlu dilalui tanpa berspekulasi. Hingga akhirnya mereka bisa menjadi seorang penulis novel mendunia. 

Semoga penjelasan singkat tentang macam tema novel ini bermanfaat dan selamat mencoba untuk menulis novel. Jangan takut karya kamu jelek. Tidak ada karya jelek, yang ada karya yang masih perlu dibenahi. Percayalah pada diri sendiri untuk memulai. Baik tidaknya kualitas diri dapat kita ukur dan setelah mencoba dan mencoba  (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis