Pengertian Buku Fiksi: Ciri Ciri, Struktur dan Jenis

Buku Fiksi Pengertian, Ciri dan Jenis

Punya impian menjadi seorang penulis buku fiksi terkenal dan karyanya dibaca oleh banyak orang? Nah, jika iya, kamu wajib tahu jenis buku fiksi terlebih dahulu. Jadi ada beberapa jenis buku fiksi yang bisa kamu tekuni. Penasaran apa saja sih? Sebelumnya kita intip pengertian buku fiksi terlebih dahulu.

Pengertian Buku Fiksi

Sebelum masuk ke pembahasan inti tentang jenis buku fiksi, kita akan intip pengertian buku fiksi. Jadi pengertian buku fiksi adalah karya yang ditulis secara faktual, karena latar belakang ide diambil dari kehidupan nyata, yang kemudian cara penyampaian dikolaborasikan dengan kemampuan imajinasi si penulis.

Berbeda dengan buku non fiksi yang ditulis dari hasil buah pikir dan analisis si penulis. Dari segi penyampaiannya pun disampaikan berdasarkan pada data, fakta dan hasil penelitian atau kajian yang tentu saja dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ciri-Ciri Buku Fiksi

Barangkali ada diantara kalian yang penasaran, apakah ada ciri khusus yang membedakan buku fiksi dan non fiksi? Jawabannya tentu saja ada. Pada jenis buku fiksi, memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

1. Bersifat rekaan

Ciri buku fiksi yang paling menonjol yang bisa kita identifikasi lewat sifatnya. Jadi fiksi ditulis bersifat rekaan atau yang ditulis berdasarkan imajinasi. Dengan kata lain, imajinasi unsur yang paling penting saat menulis buku fiksi.

Menarik atau tidaknya sebuah karya fiksi, tergantung kemampuan imajinasi penulis. pertanyaannya adalah, bagaimana cara membangun imajinasi? Jawaban simpel, yaitu banyak membaca, mengasah intuisi dan memiliki kemampuan dalam memilih diksi yang tepat.

2. Muatan kebenaran bersifat relatif dan tidak mutlak

Ciri buku fiksi yang kedua dari segi kesan pesan yang disampaikan bersifat relatif. Relatif yang dimaksud adalah tidak ada kebenaran mutlak. Semua pendapat itu dianggap benar tergantung dilihat dari perspektif yang mana dulu.

Maka di dalam novel, sulit jika ingin memperdebatkan sebuah argument. Karena segala sesuatu yang disampaikan dalam novel adalah sesuatu yang tidak dapat diperdebatkan. Sebab, penulisan buku fiksi bisa dibilang bebas berpendapat sesuai dengan keyakinan dan prinsip masing-masing orang.

3. Menggunakan bahasa konotatif

Salah satu jenis buku fiksi dan non fiksi terletak pada penggunaan bahasa. Bahasa yang digunakan pada buku fiksi menggunakan bahasa konotatif, atau menggunakan makna tidak sebenarnya.

Penulis buku skripsi sengaja menyampaikan segala sesuatunya secara tidak surat daripada tersirat, dan ini kebalikan dari ciri buku non fiksi. 

4. Tidak memiliki standar penulisan baku 

Buat kamu yang masih takut memulai menulis karena takut dengan standar baku dan aturan penulisan. Maka menjadi penulis fiksi adalah pilihan yang tepat. Karena di sini kamu bisa mengungkapkan apapun secara bebas, karena tidak ada standar penulisan baku.

5. Target menyasar perasaan dan emosi pembaca (bukan logika)

Jika buku non fiksi sasaran utama menitikberatkan pada logika dan analisis, maka pada novel lebih menitikberatkan pada perasaan dan emosi pembaca. Baik itu emosi positif, maupun emosi negative. Dibutuhkan seni dalam menyusun konflik dan pemilihan diksi, agar pembaca bisa merasakan emosi yang dibangun oleh penulis.

Setelah mengetahui beberapa ciri di atas, apakah kamu mulai tertarik ingin memulai menulis buku fiksi? Atau masih bingung terkait struktur dari buku fiksi itu sendiri?

Struktur Buku Fiksi

Setelah mempelajari jenis buku fiksi dan ciri-cirinya, buku fiksi memiliki struktur. Apa saja sih? Langsung saja simak struktur berikut ini.

1. Abstrak

abstrak di dalam buku fiksi bagian yang sebenarnya boleh ada dan boleh tidak ada. Misal buku fiksi ingin kamu diterbitkan di penerbit mayor, maka cukup ikuti aturan main dari penerbit tersebut.

Ada penerbit yang menginginkan adanya abstrak, namun ada pula yang tidak ada abstrak tidak masalah, asal naskah sudah bagus, lengkap dan menarik. Intinya, setiap penerbit memiliki aturan mainnya sendiri-sendiri.

2. Orientasi

struktur kedua dari buku fiksi adalah orientasi. Di dalam orientasi memuat beberapa unsur seperti unsur tema, latar belakang tema penokohan. Orientasi lebih sering diletakan di bagian awal yang berfungsi untuk menjelaskan teks cerita pada karya kamu.

3. Komplikasi

Barangkali ada diantara kalian yang familiar dengan kata komplikasi? Komplikasi adalah klimaks karya fiksi. Klimaks itu sendiri sering ditandai dengan konflik dan permasalahan yang terjadi. Konflik inilah yang menjadi sumber pertentangan yang sangat menguras emosi pembaca ataupun penonton.

4. Evaluasi

Sementara struktur buku fiksi yang selanjutnya adalah evaluasi, yang mengarahkan pembaca menuju pada jalan keluar dari permasalahan yang muncul.

5. Resolusi

Sementara yang dimaksud dengan resolusi adalah inti permasalahan yang dialami oleh tokoh utama yang menuju pada penyelesaian permasalahan.

6. Koda

Lantas apa sih yang dimaksud dengan koda? Koda dapat diartikan sebagai reorientasi. Di bagian inilah tempat untuk menyampaikan pesan atau amanat dari penulis. Dapat pula berupa pesan moral positif yang dapat diambil dari karya fiksi.

Jadi buat kamu yang ingin menulis jenis buku fiksi, bisa membuat sesuai struktur yang sudah di sampaikan di atas. Selamat mencoba.

Jenis-Jenis Buku Fiksi

Berbicara jenis buku fiksi memang ada banyak sekali bentuk. Dari banyaknya bentuk, maka dibuat lima jenis buku fiksi yang bisa kamu tekuni sesuai dengan karakter dan passion kamu. Berikut adalah jenis-jenis buku fiksi. 

1. Cerpen

Cerpen, siapa sih yang tidak kenal yang nama nya cerpen? Hampir semuanya pasti tahu apa yang namannya cerpen. Cerpen kepanjangan dari Cerita Pendek, yang mana karya fiksi ini ditulis secara singkat, yaitu ditulis 500 kata hingga 1000 kata.

Oh iya, tiap media punya batasan dan aturan panjang cerpen yang berbeda-beda loh. 

Jika cerpen hanya ditulis dalam satu judul, maka tidak dapat dikatakan sebagai buku fiksi. Akan dapat dikatakan sebagai buku fiksi apabila ada beberapa kumpulan cerpen, baik yang ditulis oleh satu penulis, ataupun ditulis oleh beberapa penulis yang kemudian disatukan. 

2. Novel

Berbeda dengan jenis buku fiksi berupa novel. Yap, novel bisa ditulis dalam jumlah berpuluh-puluh lembar, bahkan beratus-ratus lembar loh. Secara teknis, novel ditulis lebih deskriptif, eksplore dan konfliknya bisa di tarik ulur, hal ini karena banyaknya ruang eksplorasi menuangkan imajinasi. 

Karena konsep novel ditulis secara banyak dan panjang, butuh yang namanya kerangka karangan. Tujuannya agar tidak kehilangan arah dan fokus. Sayangnya, tidak semua penulis pemula bisa langsung menulis novel secara langsung. 

3. Komik

Komik adalah jenis buku fiksi yang cocok buat kamu yang punya keterampilan menggambar sekaligus membuat cerita. Komik adalah karya fiksi yang disertai dengan karakter gambar. Tentu saja karakter gambar ini dibuat berdasarkan imajinasi si penulisnya. 

Lalu gimana jika pintar membuat alur dan menulis cerita, tetapi tidak bisa menggambar? Apakah masih bisa menjadi seorang komikus? Jawabannya bisa. Kamu cukup mencari teman yang punya keterampilan menggambar. 

Jika kamu punya kemampuan birokrasi atau kemampuan menjalin kerjasama dengan penerbit, dan penerbit memiliki tim yang bisa menggambar, maka cara ini bisa dijadikan solusi loh. Jadi buat kamu yang tidak bisa menggambar sama sekali, masih ada peluang untuk tetap menjadi seorang komikus. 

4. Katalog Dongeng

Katalog dongeng ini lebih merujuk pada jenis fiksi yang menceritakan al kisah, cerita rakyat atau cerita imajinatif yang memang diciptakan oleh penulis. Ada yang berbeda dengan peruntukan dongeng nih. Dari poin 1, 2, 3 dan 5 lebih diperuntukan untuk umum. Maka pada dongeng peruntukan untuk anak-anak. 

Karena diperuntukan untuk anak-anak, tentu saja secara teknis penulisan harus memperhatikan masalah amanat cerita, pemilihan gaya bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami dan perlu memperhatikan ide gagasan yang diambil apakah sudah sesuai atau belum. 

Dibandingkan jenis buku fiksi yang lain, secara pribadi dongeng paling menantang. Karena kita harus mampu menonjolkan emosi pada selera anak-anak. Kita tahu, bahwa daya literasi Indonesia Rendah sejak kecil. Nah, setidaknya dengan dongeng dapat memperkenalkan sadar literasi pada anak-anak sejak dini. 

5. Cergam

Cergam salah satu jenis buku fiksi yang bisa dijajal bagi calon penulis pemula. Cergam kepanjangan dari ceriga berkembar. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan komik. Jika komik dikemas dalam bentuk buku saku, kalo cergam umumnya dikemas dalam satu panel atau lebih, yang hanya terpampang dalam satu lembar muka saja. 

Sebagai informasi tambahan, buat kamu yang tertarik menekuni cergam, kamu bisa menantang diri sendiri dengan cara mengirimkan cergam kamu ke surat kabar, media cetak atau media online. Tentu saja media yang memang menerima karya cergam. 

Wah belum percaya diri nih kak? Tenang, tetaplah berkarya dan rajin-rajinlah mengirimkan hasil cergam kamu. Siapa tahu cergam kamu memang berkualitas, bagus dan akhirnya dimuat di media tersebut. Lumayan loh jika cergam kamu dipublikasikan. Lumayan untuk uang jajan atau beli bensin. 

Barangkali ada sebagian dari teman-teman yang bertanya, media yang menerima cergam apa saja sih kak? Ada banyak kok. Hampir setiap surat kabar harian ada rubric cergam yang ada seminggu satu kali bahkan ada yang setiap hari. Atau kamu bisa juga mengirimkan cergam kamu di tabloid. 

6. Puisi 

Jika dari beberapa jenis buku fiksi di atas masih dirasa sulit bagi pemula. Kamu bisa mengawalinya dengan menulis puisi. Kenapa saya bilang menulis puisi itu mudah? Karena dari segi jumlah kata tidak banyak. 

Saya juga yakin kamu pun sebenarnya sudah bisa membuat puisi. Apalagi saat sedang dalam posisi patah hati dan jatuh cinta. Dua moment tersebut hal yang mampu mengubah kepribadian seseorang jauh berbeda. Dari yang awalnya tidak bisa menulis, bisa jago menuliskan kata-kata puitis. 

Saya pun mengawali karir menulis dengan memulai menulis puisi. Lambat laun, semakin kita mengenal dengan dunia tulis menulis, maka secara tidak langsung diri kita akan terupdate ingin menulis yang lain, misal cerpen, kemudian ingin menulis dongeng, atau ingin menulis cergam dan menulis novel. jadi perlu proses dan semua dilakukan secara bertahap. 

Itulah beberapa jenis buku fiksi dan pembahasan tentang pengertian buku fiksi, ciri dan struktur buku fiksi yang penting dan wajib kamu kembangkan. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat. Penulis: Irukawa Elisa

Baca artikel terkait Fiksi

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram

Artikel oleh

Artikel Terbaru