Kenali Pembagian Karya Fiksi Menurut Jumlahnya

pembagian karya fiksi menurut jumlahnya

Pembagian karya fiksi perlu dikuasai, khususnya buat kamu yang ngaku ingin menjadi seorang pengarang karya fiksi berkredibel dan berbakat. Saat kita berbicara tentang karya fiksi, memang ada banyak hal yang bisa kita bahas. 

Jika di kesempatan sebelumnya sudah membahas tentang jenis konflik pada karya fiksi, nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pembagian karya fiksi. Ada empat bagian yang akan kita ulas, yaitu dwilogi, trilogi, tetralogi dan antologi. 

Pembagian Karya Fiksi

1. Dwilogi

Ada yang sudah tahu dwilogi itu apa? Buat kamu yang suka membaca karya fiksi pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah dwilogi. Dwilogi adalah kumpulan karya fiksi dalam bentuk buku memiliki keterkaitan buku pertama dengan buku kedua. Sesuai dengan namanya, dikatakan sebagai karya dwilogi karya fiksi diambil dari kata “dwi” yang bermakna dua atau dua buku. 

Contoh karya fiksi yang menggunakan dwilogi adalah buku Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, Ada juga karya sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer dengan buku populernya tetralogi Bumi Manusia. Oh iya, sebagai tambahan informasi, dwilogi bisa ditulis tidak hanya diperuntukan untuk karya fiksi saja loh, tetapi juga dapat ditulis untuk karya non fiksi.

2. Trilogi

Jika pembagian karya fiksi pada dwilogi ditulis secara berkesinambungan dalam dua seri buku. Nah, yang dimaksud dengan trilogi adalah karya ditulis dalam bentuk tiga seri. Trilogi dapat pula diartikan sebagai satu pokok pikiran yang dituangkan ke dalam tiga bagian yang saling berhubungan satu dengan yang lain.

 Jika umumnya karya trilogi diidentikan dengan karya sastra, ternyata dapat pula diterapkan untuk ranah lain. Misalnya untuk ranah industri perfileman, hiburan, pemerintahan, hingga manajemen organisasi juga lho. Jadi tergantung dari peruntukannya. 

Adapun contoh buku-buku trilogi. Ada penulis dari luar, Philip Pullman dengan bukunya His Dark Materials, ada trilogi Lords of the rings, dan masih banyak lagi.

3. Tetralogi

Setelah mengetahui pembagian karya fiksi dwilogi dan trilogi, ada yang nama nya Tetralogi. Jadi tetralogi adalah antologi karya yang ditulis menjadi empat seri, dimana seri buku 1, 2, 3 dan empat saling terkait dan berkelanjutan. Istilah tetralogi diambil dari bahasa Yunani. Kata Tetra mengartikan 4, yang mana tetralogi merujuk pada gabungan karya yang berbeda namun masih memiliki keterhubungan.

Contoh buku tetralogi yang sempat populer dan meledak pada masa itu adalah karya Andrea Hirata tetralogi Laskar Pelangi. Dimana setelah kelahiran Laskar Pelangi ada tiga buku lainnya yaitu Sang pemimpin, Edensor, dan terakhir Maryamah Karpov.

Dalam dunia film, tetralogi yang mungkin pernah kamu tonton, ada Batman, Rambo, Saw, Scary Movie, Tremors dan Te Karate kid. Nah, dari beberapa film tersebut, manakah yang belum kamu tonton?

4. Antologi

Menurut Kamus KBBI online, antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. Perbedaan antara ontologi dengan dwilogi, trilogi dan tetralogi dari panjang pendeknya karya. Jadi dari tiga pembagian karya fiksi di atas relatif ditulis dalam bentuk buku, yang terdiri dari puluhan bahkan ratusan lembar. 

Sementara antologi itu sendiri berisi karangan bunga, atau yang lebih familiar kita kenal dengan sebutan kumpulan puisi, cerpen atau pantun (Jadi tergantung dari konteks yang ditulis itu apa). Seperti yang kamu tahu, panjang satu puisi hanya selembar, sementara panjang cerpen pun juga hanya beberapa lembar saja. Begitupun dengan pantun, satu lembar pun sudah sangat cukup. Dengan kata lain, antologi ini bersifat lebih ringkas dan pendek, tidak sepanjang seperti halnya tiga pembangunan karya fiksi yang sudah disebutkan di atas. 

Di dalam satu antologi dapat ditulis lebih dari satu orang bahkan jumlahnya lebih dari 10 orang pun tidak masalah. Sementara pada dwilogi, tetralogi dan trilogi dalam satu judul hanya ditulis oleh satu penulis saja. 

Buat kamu yang masih pemula, antologi lebih muda untuk dicoba dan direalisasikan. Karena kamu tidak perlu pusing membuat puluhan bahkan ratusan lembar. Secara teknis, bagi pemula antologi memang lebih simpel, cepat dan lebih memungkinkan.

Nah, semoga sedikit ulasan tentang pembagian karya fiksi dari Bukunesia tidak hanya memberikan wawasan dan pengetahuan tentang dunia tulis menulis. Tetapi juga memotivasi kamu agar fokus berani menulis.

Penulis: Irukawa Elisa

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram

Artikel oleh

Artikel Terbaru