logo penerbit bukunesia

8 Ciri-Ciri Buku Non Fiksi yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Menulis

Ciri Ciri Buku Non Fiksi
promo tahun baru 30%

Ciri-ciri buku non fiksi seringkali dianggap tidak penting. padahal, ciri buku non fiksi tidak sekedar sebagai pembeda dengan buku fiksi. Tetapi juga memiliki muatan pesan yang luar biasa. penasaran? Langsung kita simak ulasan berikut. 

buku nonfiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan fakta, dan data. Adapun buku nonfiksi ini dibuat untuk memberikan informasi kepada pembaca yang bersifat penting dan updatodate. Maka sebab itu, buku nonfiksi sangat mengutamakan fakta, kajian dan riset yang dapat dipertanggungjawabkan dan bersifat terbaru. 

Adapun sifat buku nonfiksi, yaitu bersifat objektif, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Adapun beberapa jenis buku nonfiksi, meliputi jurnal, biografi/autobiografi, karangan ilmiah, esai dan buku pendidikan ataupun buku referensi. 

Ciri-Ciri Buku Non Fiksi

Setelah mengetahui pengertian buku non fiksi secara singkat. Kamu pasti penasaran apa ciri-ciri buku non fiksi? Langsung saja simak ulasannya sebagai berikut. 

1. Bersifat Fakta

Fakta adalah kekuatan dalam sebuah buku nonfiksi. Tanpa fakta, tulisan akan terasa kosong dan hampa. Fakta sebagai ruh yang akan menjadikan tulisan itu akan menjadi menarik atau tidak. karena fakta menjadi unsur penting dalam sebuah buku, maka dibutuhkan kajian, pengamatan. fakta adalah bahan yang akan dikembangkan. hanya saja dalam proses pengumpulan fakta, setiap orang memiliki cara dan metodenya sendiri-sendiri.

2. Menggunakan Bahasa Denotatif

Jika diperhatikan lebih spesifik, buku non fiksi dikemas menggunakan bahasa denotatif. Bahasa denotatif adalah makna sebenarnya. Jadi tidak seperti pada buku fiksi yang menggunakan kata konotasi atau bahasa yang tidak sebenarnya. banyak kata atau kalimat yang berbunga-bunga. 

Pada buku nonfiksi, tidak mengenal majas. Jadi apa yang ingin disampaikan penulis, ditulis apa adanya. Apa yang disampaikan tepat dengan sasaran. Tidak ada makna atau pesan yang disembunyikan. semua dituliskan secara jelas dan lugas.

3. Menyajikan Informasi Baru Atau Penyempurnaan 

Salah satu ciri buku non fiksi adalah menyajikan informasi baru. Buku non fiksi menyampaikan informasi yang bersifat uptodate dan terbaru. Dalam membuat buku, dari waktu ke waktu pasti ada perubahan gagasan ataupun penemuan. 

Ide yang sama saat ditulis pada masa lampau akan berbeda dengan masa sekarang dan masa datang. Oleh sebab itu, buku nonfiksi terus berkembang. Ketika ada pembaruan, update ataupun penemuan baru akan terus dilakukan ditulis dalam buku terbaru sebagai bentuk update informasi. Bagaimana pun juga, buku non fiksi menuntut untuk tetap menyuguhkan ide-ide baru dan fresh. 

baca juga Contoh Buku Fiksi dan Non Fiksi yang Populer di 2023

4. Ditulis Menggunakan Metode Ilmiah 

buku non fiksi ditulis lebih formal. hal ini berbanding terbalik dengan buku fiksi, yang tidak ada aturan dan dibebaskan terkait pemilihan bahasa yang digunakan. Pada buku nonfiksi, memperhatikan metode ilmiah guna tetap terasa formal, namun tetap kaya akan wawasan dan ilmu pengetahuan. 

meskipun terkesan kaku, penggunaan metode ilmiah pada buku nonfiksi menjadi ciri khas. Adapun manfaat kehadiran metode ilmiah ini, yaitu memudahkan pembaca dalam memahami kerangka berpikir, dan membangun transparansi, sehingga tidak mudah terjadi kesalahpahaman dalam menginterpretasikan informasi yang disampaikan penulis.

Dan ada satu hal yang menarik dari buku nonfiksi. Jadi buku nonfiksi ada banyak sekali ragamnya. tidak melulu berbentuk jurnal, karya ilmiah ataupun karya ilmiah. Tetapi ada juga buku seperti buku pendidikan, buku ajar, dan buku referensi hingga buku motivasi.Khusus buku-buku pegangan, biasanya ditulis menggunakan lebih rileks, tidak terlalu kaku seperti halnya karya tulis,karya ilmiah, jurnal ataupun prosiding.

5. Menggunakan Bahasa Baku 

sudah disinggung sebelumnya, jika salah satu ciri buku non fiksi adalah menggunakan bahasa baku. Jadi buku nonfiksi tidak boleh menggunakan kata gaul seperti “elu”, “gue”, “nyokap” ataupun “bokap”. kenapa menggunakan bahasa baku? Jawabannya agar semua pembaca memahami apa yang disampaikan. 

kita tahu bahwa Indonesia adalah negara kepulauan, memiliki banyak suku dan kita semua tahu kita memiliki beragam bahasa daerah. Nah, penggunaan bahasa baku inilah ditujukan agar semua daerah, wilayah di Indonesia bisa tahu apa yang hendak disampaikan penulis. 

Adapun bahasa baku kita, yaitu bahasa ibu. dimana ada tujuan lain kenapa harus menggunakan bahasa baku, yaitu untuk menyamakan persepsi, menghindari kesalahpahaman antar pembaca, agar tidak terjadi konflik dan perdebatan.

6. Isi Buku Bisa Dibuktikan 

salah satu ciri buku nonfiksi adalah, apa yang dituliskan dapat dibuktikan atau dapat dipertanggungjawabkan. Itu sebabnya, penerbit mayor sangat selektif membaca setiap naskah yang masuk. karena melihat apakah buku yang ditulis benar-benar ditulis oleh orang yang dapat dipercaya dan berkredibel,atau sebaliknya. 

Itu sebabnya, buku-buku yang ditulis oleh penulis yang memiliki pengalaman, atau latar belakang yang selaras dengan apa yang ditulis lebih mudah dipercaya dibandingkan yang tidak memiliki pengalaman dan latar belakang yang jelas.

7. Ditulis Oleh Penulis Khusus 

Seperti disinggung di atas, bahwa penulis buku nonfiksi rata-rata ditulis oleh penulis khusus. Maksud penulis khusus adalah ditulis langsung oleh orang yang berpengalaman, minimal pernah melakukannya/mempraktekannya sendiri, atau penulis memiliki latar belakang pendidikan yang relevan. 

Jika konteks buku nonfiksi adalah jurnal, karya tulis, prosiding ataupun karya ilmiah, keselamatan latar belakang pendidikan menjadi mutlak. Sementara bagi penulis buku seperti buku referensi ataupun buku motivasi, penulis tidak harus memiliki latar belakang pendidikan yang relevan. Asal memiliki pengalaman langsung dibidang yang ditulis, sudah cukup. Jadi tetap dilihat peruntukan bukunya untuk buku nonfiksi yang jenis apa dulu. 

8. Memberikan Informasi Keilmuan

Ciri-ciri buku non fiksi yang terakhir adalah memberikan informasi keilmuan. Disadari atau tidak disadari, buku sebagai transformasi ilmu pengetahuan. Dimana ilmu pengetahuan yang ditransformasikan diharapkan dapat menjadi estafet untuk regenerasi agar update dengan ilmu terbaru. 

Melihat besarnya tujuan ini, maka tidak heran jika buku nonfiksi sangat memperhatikan isi dan kualitas isi buku. Jadi buku tidak asal ditulis begitu saja. semua perlu data dan dasar yang jelas. Sehingga pesan dan amanat cerita yang disampaikan pun lebih beragam, dan luas. 

Sehingga pembaca pun bisa memperoleh ilmu yang mendalam. DImana ilmu tersebut tidak sedar memberikan wawasan dan ide. Tetapi juga bisa mengubah nasib dan mengubah hidup pembaca menjadi lebih baik lagi. dari sini pun dapat dilihat, berapa besar pengaruh buku nonfiksi untuk membuat perubahan. 

Bahkan tidak sekedar mengubah perubahan pada seseorang individu saja.  tetapi juga mengubah banyak orang, banyak kelompok dan pada akhirnya bisa mengubah secara nasional. Ketika pengaruhnya positif,  sudah pasti akan memberikan perubahan secara nasional yang bersifat positif. Berlaku untuk kebalikannya. 

Apakah kamu tau bahwa bukunesia juga bisa menerbitkan buku non fiksi? Jika belum simak fasilitas dan promo apasaja yang akan kamu dapatkan di layanan bukunesia.

Itulah kedelapan ciri-ciri buku nonfiksi. Sekilas mungkin tidak begitu penting ciri-ciri di atas. Namun jika digali dan dilihat lebih dalam, sebenarnya memiliki arti dan pesan yang luar biasa besar. Semoga dari sedikit ulasan tentang buku nonfiksi ini memberikan semangat dan dorongan yang positif buat yang baca.

(Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis