Sasaran Pembaca: Penentu Buku Terkenal dan Viral

sasaran pembaca adalah

Menjadi seorang penulis, pastinya karya hasil tulisan tidak dikonsumsi sendiri kan? Ya bisa aja sih buat kenang-kenangan ya. Cuma, kebanyakan penulis ingin membagikan cerita, pengalaman dan inspirasinya kepada pembaca yang ada. Nah, makanya disini perlu yang namanya sasaran pembaca atau target pembaca.

Nah, tujuan ini merupakan tujuan untuk memperluas jangkauan si penulis secara personal dan hasil karyanya juga. Selain itu, dengan memberikan pengaruh yang baik maka karya yang disebarkan juga akan mudah diterima oleh pembaca yang tepat.

Namun, kalian tau siapa target pembaca atau sasaran pembaca buku atau tulisan kalian? Yuk pahami disini satu per satu ya tentang sasaran pembaca serta bagaimana menentukan sasaran pembaca yang tepat.

Pengertian Sasaran Pembaca

Sasaran pembaca adalah orang-orang dalam hal ini yang membaca buku atau tulisan yang menjadi sasaran dari tujuan dibuatnya buku atau tulisanmu. Dengan mengetahui sasaran pembaca, tulisanmu akan diterima dengan baik dan akan juga memberikan pengaruh yang baik juga.

Tujuan Mengenali Sasaran Pembaca

Setelah mengetahui sasaran pembaca, memang apa pentingnya buat kita sebagai penulis dan yang punya karya?

1. Gaya Tulisan

Dengan mengenali target pembaca,kamu dapat menentukan bagaimana gaya dan bahasa dalam tulisan akan dibuat. Ibaratnya kalau misalkan buku untuk bapak-bapak mungkin dengan bahasa yang serius dan tidak lo atau gue kan sapaannya. Begitupun untuk mahasiswa atau pelajar pastinya juga beda.

Dengan begitu, kamu juga bisa menentukan seberapa besar tenaga yang harus dikeluarkan untuk mencapai target tersebut.

2. Isi dan Struktur

Setelah memahami target pembaca, selanjutnya menentukan outline tulisan, cara pengemasan dan bagaimana menyampaikan supaya tulisan di dalamnya menarik. Mulai dari cover, judul, prakata dan lainnya.

3. Penentuan Cover dan Judul

Khusus buat para penulis buku, dengan mengetahui sasaran penulis, pastinya warna, ilustrasi dan pemilihan judul sangat mempengaruhi daya jual dan daya tarik tersendiri. Misalkan, novel biasanya akan memiliki judul yang sangat pendek seperti “Aku”, atau “Ibu”. 

Nah, disini kamu bisa menggunakan bahasa atau kosakata baru yang mungkin jarang dikenal orang. Dengan begitu, orang akan tertarik dan kepo akan isinya, misalkan “Renjana meraih asa”.

Begitupun terkait cover ya, sangat mempengaruhi sekali nuansa dan pewarnaan cover itu sendiri bahkan nih, pemilihan jenis kertas untuk cover juga sangat penting disini. Buku bukan buat dibaca lagi sekarang, namun juga buat kenangan dan hadiah.

Baca: 5 Hal Penting Psikologi Warna Cover Buku

banner-di-artikel (1)

Cara Mengenali atau Menentukan Sasaran Pembaca

Setelah mengetahui betapa pentingnya sasaran pembaca ini, yuklah mulai membenahi diri dan mulai memahami siapa saja sih sebenarnya kalangan yang membaca buku yang kita tulis ini dan bagaimana caranya biar tau? Ikuti cara-cara berikut ini.

1. Demografi

Hal paling mudah dan paling bisa kita perkirakan adalah dengan cara menerapkan segmentasi seperti halnya materi pemasaran ya. Jadi, ketahui dulu kira-kira target pembaca bukumu itu usianya berapa, tinggal di wilayah yang seperti apa, ada budaya yang dibawa atau tidak, pekerjaanya apa dan kebanyakan laki-laki atau perempuan.

Misalnya saja nih, kita ingin mengangkat masalah percintaan, maka kebanyakan orang yang membaca itu pastinya perempuan. Nah, gaya-gaya bahasa juga wajib banget diperhatikan supaya bisa menyentuh para pembacanya dan sampai bilang, “Ih, ini aku banget”.

Jadi, pastikan tentukan poin-poin diatas dulu ya masalah demografi.

2. Hobi dan Minat

Kedua, masalah hobi dan minat. Biasanya, penulis membuat ceritanya itu jarang sekali bisa cocok untuk semua kalangan. Misalkan cerita tentang masalah di kantor, hal ini tidak cocok dengan mereka yang masih kuliah menjadi mahasiswa karena belum ada bayangan tentang hal itu dan apa aja sih hobi orang-orang kantoran.

Nah, pastinya dengan memahami apa hobi dan minat, cerita, alur dan penokohan akan lebih dapat dan mudah banget dijiwai wataknya. Selain itu, dengan mengetahui minat dan hobi ini, target pasar buku juga akan lebih luas lagi.

Minat dan hobi tidak harus diletakkan pada pemain utama, ya. namun manfaatkan juga pemain sampingan. Sebab, kebanyakan penokohan yang kuat pada pemain sampingan (pendukung) akan memperkuat juga karakter utama dalam cerita.

3. Bentuk tulisan

Banyak sekali cerita atau buku yang diangkat berdasarkan bentuk tulisannya lho. Apa saja sih?

a. Narasi

Pertama adalah Narasi. Dengan narasi ini, kamu bisa nih menceritakan sejarah panjang, alur yang jelas serta penokohan yang sangat kuat. Dengan narasi, seolah-olah pembaca bisa seperti merasakan alur yang ada dalam cerita tersebut.

b. Deskripsi 

Kedua adalah cerita deskripsi. Deskripsi lebih kepada menjelaskan dan penggambaran. Biasanya si pembaca akan mendapatkan informasi penting yang ia butuhkan dalam menyelesaikan masalah.

c. Argumentasi

Ketiga, adalah buku yang berisi opini. Banyak sekali lo buku-buku opini yang ditulis bertajuk agama, politik, sosial dan masalah masyarakat. Nah, disini sebenarnya opini yang kuat bisa dijadikan buku gunakanlah bahasa yang sesuai dengan demografi supaya mudah dicerna dan dipahami.

d. Lihat target buku lain

Cara terakhir adalah dengan melihat buku lain. Carilah buku yang terkenal dan memiliki tema, minat dan demografi yang hampir mirip dengan tulisan yang akan kamu angkat. Nah, biasanya sih tidak beda jauh ya masalah gaya bahasa dan lainnya. Tinggal nantinya adalah munculkan ciri khas gaya bahasamu saja biar punya nuansa yang emang baru.

Baca artikel penting lainnya dari Penerbit Buku Online Bukunesia

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis