Anatomi Buku: Pengertian dan Struktur [Update]

Pengertian anatomi buku dan struktur buku

Anatomi buku merupakan bagian-bagian penting yang harus ada dalam sebuah buku yang baik dan layak. Nah, bagian ini sangat banyak sekali yang akan dibahas dalam artikel ini sampai pada struktur anatomi bukunya.

Bagi para penulis, memahami anatomi buku merupakan hal penting yang dapat membantu melancarkan aktivitas menulis. Banyak penulis yang merasakan manfaat tersebut, sehingga siapa saja yang ingin menjadi penulis perlu mempelajari apa itu anatomi sebuah buku. 

Kegiatan menulis memang tampak sederhana dan mudah untuk dilakukan, karena sekilas hanya tampak seperti menulis suatu kalimat. Namun, ketika dipraktekan dijamin banyak yang setuju bahwa menulis bukan hal yang mudah. Apalagi menulis buku. 

Sebab, buku memiliki halaman yang banyak yakni mencapai ratusan. Proses menulis membutuhkan ide dan paham bagaimana menuangkan isi kepala menjadi tulisan. Tak hanya sekedar tulisan, melainkan tulisan yang mudah dipahami oleh para pembaca. 

Selain itu, struktur buku harus tepat supaya apa yang ingin disampaikan penulis bisa dipahami dengan baik karena disampaikan secara runtut. Supaya prosesnya lebih mudah maka perlu memahami struktur anatomi sebuah buku. Berikut informasinya. 

Pengertian Anatomi

Sebelum membahas mengenai anatomi buku, maka perlu dibahas dulu mengenai anatomi. Sebab anatomi dari buku menggunakan dua kata, yakni kata “anatomi” dan disusul dengan kata “buku”. 

Anatomi secara etimologi berasal dari kata anatomia dari kata anatemnein yang merupakan bahasa Yunani. Artinya sendiri adalah memotong. Anatomi kemudian secara umum dikenal sebagai salah satu cabang ilmu dalam biologi. 

Biasanya membahas anatomi makhluk hidup, yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Tidak keliru rasanya, jiak kata anatomi lebih identik dengan pelajaran, mata kuliah, sampai jurusan pendidikan biologi. 

Sebab kata ini sendiri paling umum digunakan di bidang ilmu biologi tersebut untuk membahas struktur bagian-bagian tubuh dari makhluk hidup. Jika makhluk hidup tersebut adalah manusia maka akan menjelaskan tentang bagian tubuh manusia. Seperti kepala, kaki, tangan, dada, perut, dan seterusnya. 

Seiring berjalannya waktu, kata anatomi kemudian digunakan untuk bidang lain dan keperluan lain. Salah satunya untuk menyebutkan anatomi buku, yang kemudian mengarah pada struktur dari sebuah buku. 

Pengertian Anatomi Buku

Jika anatomi adalah struktur dan organisasi dari makhluk hidup, maka anatomi buku adalah struktur dan organisasi buku. Secara lebih mendalam lagi, anatomi pada buku merupakan bagian-bagian dari buku. 

Buku sama seperti tubuh manusia, memiliki bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsi berbeda satu sama lain. Bagian-bagian buku ini kemudian saling berhubungan dan membentuk buku dalam satu kesatuan. 

banner-di-artikel (1)

Sebuah buku belum bisa dikatakan sebagai buku jika tidak memiliki bagian-bagian umum dari sebuah buku. Oleh sebab itu, para penulis sebaiknya memahami betul apa itu anatomi pada buku agar tidak ada bagian yang terlewat. 

Setiap buku memiliki anatomi, beberapa anatomi ini sifatnya wajib misalnya ada kata pengantar kemudian disusul bab demi bab yang menjelaskan isi buku secara keseluruhan. Namun, ada juga anatomi yang sifatnya tidak wajib misalnya glosarium. 

Glosarium berisi daftar istilah yang sifatnya asing, dan tidak semua buku memiliki glosarium. Kecuali untuk buku yang memang banyak menggunakan kata asing atau kata yang sifatnya hanya dikenal di satu bidang keilmuan saja. 

Minimal, para penulis paham apa saja anatomi yang wajib ada di dalam buku yang hendak ditulisnya. Adanya anatomi akan menyempurnakan struktur buku dan kemudian memenuhi ketentuan yang ada sekaligus membuatnya layak untuk diterbitkan. 

Pentingnya Anatomi Buku

Keberadaan anatomi buku sangatlah penting, jadi seluruh bagian yang termasuk ke dalam anatomi sebuah buku sebaiknya ada di dalam buku tersebut. Fungsinya adalah untuk membuat susunannya rapi dan sesuai dengan ketentuan. 

Terdapat beberapa halaman yang menyampaikan hal-hal penting, misalnya halaman judul yang tentu mencantumkan judul buku, nama penulis, dan data lainnya. Halaman ini tentu tidak bisa dihapus atau diabaikan dan sengaja tidak dibuat. 

Sifatnya wajib, demikian juga dengan bagian-bagian lainnya. Sehingga keberadaan anatomi ini bisa membangun buku dengan baik dari satu bagian ke bagian lain. Tanpa struktur yang runtut dan lengkap maka buku tersebut bisa dikatakan belum sempurna. 

Jika naskah dikirimkan ke penerbit, maka dijamin akan diminta untuk melengkapi seluruh anatomi buku sesuai ketentuan yang ada. Sehingga buku tersebut dikatakan sudah lengkap dan siap atau layak untuk diterbitkan. 

Jadi, setiap penulis memiliki kebutuhan dan juga kewajiban untuk memahami seluruh anatomi pada buku. Supaya bisa mengikuti ketentuan yang ada dan bisa lebih mudah untuk menerbitkannya. 

Struktur Anatomi Buku

Melalui penjelasan di atas maka bisa disimpulkan bahwa anatomi buku adalah bagian-bagian dalam sebuah buku. Dilansir dari berbagai sumber, yang termasuk dalam anatomi dari buku antara lain: 

1. Halaman Judul

Bagian pertama dalam anatomi sebuah buku adalah halaman judul. Halaman judul sesuai dengan namanya berisi detail informasi judul dari sebuah buku. Beberapa sumber menyebutkan jika halaman judul ini terbagi menjadi dua jenis halaman. Yaitu: 

  • Halaman Prancis 

Halaman judul yang pertama adalah halaman prancis, disebut juga dengan istilah france title dan half title. Halaman judul prancis adalah halaman terdepan dari sebuah buku setelah cover atau sampul. 

Jadi, jika mendapati sebuah buku setelah sampul ada halaman khusus yang tampilannya mirip sampul. Maka halaman tersebut disebut Halaman Prancis. Informasi di dalamnya sering dibuat sama persis seperti di sampul depan. 

Mulai dari judul buku, anak judul (jika ada), logo, nama penulis, nama penerbit, dan detail lainnya. Biasanya disesuaikan dengan kebijakan dari penerbit. 

  • Halaman Judul Utama 

Halaman judul kedua adalah Halaman Judul Utama yang juga memuat informasi judul buku dan data buku lain dan terletak setelah halaman prancis. Data di dalam halaman ini mencakup judul, sub judul, nama penulis, logo penerbit, tahun terbit, dan juga kota tempat terbit. 

2. Hak Cipta

Struktur atau bagian kedua dari anatomi dalam buku adalah Halaman Hak Cipta. Pada halaman ini dicantumkan informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan hak cipta atau copyright notice. Misalnya informasi tentang:

  • Judul, 
  • Sub judul, 
  • Nama penulis atau nama penerjemah (untuk karya terjemahan), 
  • Nama editor, 
  • Nama ilustrator, 
  • Nama layouter, 
  • Nama desainer, 
  • Nama dan alamat penerbit, 
  • Nomor kode penerbitan,
  • ISBN, 
  • Tahun terbit, 
  • Cetakan atau edisi, 
  • Nama pencetak, 
  • Hak cipta penerbit, dan juga 
  • Kutipan Undang-Undang Tentang Hak Cipta (tidak selalu ada/tidak wajib). 

3. Halaman Persembahan

Berikutnya adalah Halaman Persembahan atau Dedication. Halaman ini berisi daftar persembahan, artinya buku yang ditulis dipersembahkan kepada siapa saja. Pihak penulis akan memilih daftar tersebut dari orang-orang terdekatnya dan orang-orang yang berkontribusi dalam penulisan buku tersebut. 

Bagi penulis yang sudah menikah, bisa mencantumkan persembahan kepada pasangan dan anak-anak. Kemudian bisa juga menambahkan pantun, puisi, maupun kata bijak yang diucapkan oleh seorang tokoh. 

Jika penulis belum menikah maka bisa menyampaikan karya tersebut dipersembahkan untuk orangtua, kekasih hati atau pacar, dan lain sebagainya. 

4. Ucapan Terima Kasih

Anatomi buku berikutnya adalah Halaman Ucapan Terima Kasih yang disebut juga sebagai Acknowledgements. Pada halaman ini penulis akan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penulisan buku. 

Halaman ucapan terima kasih bukanlah halaman yang wajib ada seperti halaman judul. Sehingga tidak semua buku terdapat halaman ini, namun jika penulis ingin menambahkannya maka bisa ditambahkan. 

5. Sambutan

Halaman Sambutan adalah anatomi berikutnya, yakni halaman yang berisi hasil koreksi maupun komentar dari sosok yang dianggap kompeten untuk mengomentari isi buku dan aspek lainnya. 

Penulis bisa meminta banyak orang untuk menyusun halaman sambutan bagi bukunya. Maka ada beberapa buku yang memiliki banyak halaman sambutan dari banyak sosok atau nama. Halaman ini sifatnya tidak wajib, bisa disertakan bisa juga sebaliknya. 

6. Kata Pengantar

Kata Pengantar atau Forewords adalah halaman yang berisi komentar tentang isi buku dan disusun oleh orang lain sehingga halaman ini bukan ditulis oleh penulis buku tersebut. 

Sosok yang diminta menulis kata pengantar biasanya sosok yang dianggap kompeten dan bisa menyusun kata pengantar yang manis. Komentar yang diberikan tidak hanya terkait isi buku, bisa juga terkait penulisnya. 

Bagi penulis yang tidak memiliki pilihan sosok untuk menulis kata pengantar, maka bisa meminta kepada pihak penerbit. Biasanya bagian editor, sehingga editor ini akan menulis kata pengantar dan menjadi halaman khusus yang menyempurnakan anatomi buku dari penulis. 

7. Prakata

Berikutnya ada Halaman Prakata yang disebut juga sebagai Preface, merupakan komentar atau kata pengantar yang disusun oleh penulis. Jadi, bagi beberapa orang yang masih bingung membedakan antara kata pengantar dengan prakata. 

Maka perbedaannya terletak pada siapa yang menulisnya, kata pengantar ditulis oleh orang lain. Sementara halaman prakata ditulis oleh penulis buku itu sendiri. Bagaimana isinya? Isinya nyaris sama persis, dan karena faktor inilah banyak yang bingung untuk membedakan keduanya. 

Pada halaman kata pengantar, seorang sosok atau tokoh akan ikut mengomentari tulisan dan penulisnya. Jadi, akan disampaikan kelebihan buku tersebut, kelebihan menulis, kelebihan metode penulisan yang dipilih penulis, dan sebagainya. 

Sementara pada prakata, penulis akan mengomentari tulisannya sendiri. Jadi dalam artian, penulis akan menjelaskan maksud dari penentuan tema tulisan atau topik, kemudian alasan memilih metode penulisan, kelebihan, dan sedikit pembahasan tentang isi buku. 

8. Daftar Isi

Anatomi buku selanjutnya adalah daftar isi, bisa disebut Halaman Daftar Isi. Daftar isi adalah halaman khusus yang mencantumkan informasi seluruh isi buku lengkap dengan halamannya. Adapun isi buku yang dicantumkan adalah bab dan judul dari bab maupun sub bab. 

Lewat halaman khusus ini, para pembaca akan dimudahkan untuk mengetahui keseluruhan isi buku atau seluruh pembahasannya. Sekaligus memudahkan untuk menemukan halaman dari pembahasan yang ingin segera diketahui. 

9. Daftar Gambar dan Tabel

Khusus untuk buku yang mencantumkan gambar dan tabel, khususnya buku ilmiah maka ada Halaman daftar gambar dan tabel. Sesuai namanya, pada halaman ini tersedia informasi nama tabel dan gambar lengkap dengan lokasi halamannya. 

10. Isi

Kunci utama dari anatomi sebuah buku adalah halaman isi, yakni halaman yang mencantumkan seluruh isi pembahasan topik. Biasanya penulis menyusun pembahasan topik dalam beberapa bab. Keseluruhan bab pertama sampai akhir adalah halaman isi. 

11. Bagian Penutup

Bagian akhir dari anatomi pada buku adalah bagian penutup, yakni bagian yang menutup isi seluruh buku. Halaman penutup ini mencakup: 

  • Daftar pustaka. 
  • Halaman daftar istilah atau glosarium. 
  • Halaman indeks. 
  • Halaman lampiran, dan juga 
  • Tentang penulis. 

Penjelasan di atas tentu memberi informasi detail mengenai isi dari keseluruhan anatomi buku. Pemahaman ini penting agar setiap penulis sudah menyiapkan seluruh halaman yang menyempurnakan struktur buku dan siap untuk diterbitkan.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis