Unsur Intrinsik dan Struktur Teks Cerita Fantasi

Struktur Teks Cerita Fantasi

Struktur teks cerita fantasi menjadi hal terpenting dalam proses penulisan. Setidaknya berhak struktur yang kamu buat, memudahkan kamu untuk menyelesaikan ceritai lebih tersistematis dan komprehensif. Lantas apa saja sih struktur teks cerita fantasi? 

Sebelum kita mengulas lebih lengkap, sebelumnya kita kenal lebih dekat tentang apa itu cerita fantasi? Disertai dengan ciri, sifat dan unsur-unsurnya. Langsung saja kita semak ulasan lengkapnya di bawah. 

Untuk membaca definisi dasar, silakan baca pada artikel khusus pengertian cerita teks fantasi.

Struktur Teks Cerita Fantasi

Masuk ke pembahasan inti. Salah satu rahasia pengarang sukses dengan hasil karya yang tersistematis, terletak pada cara mereka menyajikan. Rahasia menyajikan tulisan yang menarik, tertata, dan mudah dipahami harus memenuhi struktur teks cerita fantasi, yang meliputi sebagai berikut. 

1. Orientasi 

Orientasi adalah kerangka paling pertama yang harus diperhatikan pengarang pemula. Secara sederhana, orientasi adalah bagian pembuka yang digunakan untuk memperkenalkan tokoh dalam cerita, sekaligus sebagai upaya pengarang mengenalkan ide dan mengembangkan ide ke pembaca. 

Sebagai bagian pembuka, jangan anggap enteng. Justru bagian inilah juga tidak kalah penting. Jika kita memposisikan diri sebagai calon pembaca, pasti harus ada yang menarik di bagian awal. Jika dari awal tidak ada hal yang menarik, maka mereka tidak akan melanjutkan membaca cerita fantasi kita. 

Maka dari itu, butuh seni agar karangan menarik perhatian. Jika masih bingung, kamu bisa kok membaca cerita fantasi meledak dan menarik perhatian pembaca untuk dipelajari. 

2. Konflik 

Struktur yang kedua ada konflik. Yap, jadi di bagian orientasi pengarang mengenalkan tokoh sekaligus mengarahkan tokoh ke konflik. Nah, konflik inilah yang menentukan sebuah cerita fantasi itu menarik  atau tidak. 

Jika bisa, buat konflik yang yang menantang. Hindari penulisan konflik yang biasa-biasa saja atau datar. Pembaca akan malas membaca dengan konflik yang seperti itu. 

Jika perlu, kamu bisa membuat konflik yang memiliki alur yang susah di tebak. Saat membuat konflik, pengarang boleh mempermainkan perasaan dan emosi pembaca. Semakin pembaca terbawa suasana, semakin baik. Karena itulah indikasi teks cerita fiksi kamu bagus. 

3. Resolusi 

Struktur yang ketiga adalah masuk kebagian resolusi. Bagian resolusi ini berisi penyelesaian permasalahan atau penyelesaian konflik yang sudah diciptakan oleh pengarang. Jadi bagian ini adalah bagian proses mendapatkan solusi atas permasalahan yang ditimbulkan. 

Jadi saat menuliskan dibagian ini, penulis tidak perlu lagi mempermainkan emosi pembaca. Analogi dalam dunia olahraga, sebagai pendinginan. Di Bagian resolusi pengarang juga harus memberikan pengaruh berupa pesan dan pembelajaran kepada pembaca. 

4. Penutup 

Bagian penutup adalah bagian kesimpulan. Dalam sebuah teks cerita fantasi, penutup berbentuk ending. Ada cerita yang endingnya bahagia (happy ending) dan ada juga yang berakhir sedih. Nah, masalah ending ini tergantung dan terserah penulis.

Itulah keempat struktur cerita fantasi yang bisa kamu coba dan bisa kamu praktekkan. Setidaknya keempat struktur di atas sangat membantu dalam membuat kerangka tulisan lebih spesifik dan jelas. 

Ciri-Ciri Cerita Fantasi

Bingung mengidentifikasi atau mengetahui teks cerita fantasi? Berikut ciri-ciri spesifiknya 

1. Bersifat Fiksi 

Ciri yang paling menonjol dari struktur teks cerita fantasi adalah, bersifat fiksi atau tidak nyata. Karena tidak sesuai dengan kenyataan, maka tidak ada batasan terkait penulisannya. Jadi pengarang dibebaskan melakukan eksplorasi. 

2. Tema Bersifat Imajinatif 

Seperti  yang disinggunb sebelumnya, jika teks cerita fantasi ditulis secara bebas,tidak ada batasan. Pengarang dibebaskan membuat dunia khayalan. Baik itu yang bersifat magic, supernatural, futuristik dan lain sebagainya. 

3. Latar Bebas 

Ciri lain juga dapat dilihat dari latar, baik latar waktu ataupun latar tempat secara bebas. Bebas pengarang ingin menciptakan tempat yang seperti apa. Penulis juga bisa memainkan latar waktu. Misal kembali ke lorong waktu 1000 tahun yang lalu, atau ingin masuk ke dimensi waktu 1 juta tahun yang akan datang. Semua digantungkan pada si penulis. 

4. Watak Tokoh Unik 

Adapun ciri dari teks cerita fantasi. Watak tokoh lebih unik, dibandingkan dengan penokohan cerita non fantasi. Unik yang dimaksud di sini, si tokoh memiliki kekuatan yang tidak sewajarnya dan tidak pernah dimiliki oleh orang dalam dunia nyata. 

5. Diksi Beragam 

Sementara dari segi pemilihan bahasa atau diksi, teks fantasi lebih berkembang, bervariatif dan ekspresif. Pengarang bebas mengekspresikan bahasa yang sifatnya bukan bahasa formal.

Dari kelima ciri-ciri cerita fantasi di atas, mungkin kamu tahu ciri tambahan lain? Kam bisa share dan tuliskan di kolom komentar ya. 

Sifat Cerita Fantasi

Ketika ditanya, apa sih sifat cerita fantasi? Pada dasarnya cerita fantasi bersifat imajinatif. Jadi cerita ditulis didasarkan pada daya khayalan yang tidak nyata dan tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Cerita fantasi tidak hanya bersifat imajinatif saja, tetapi juga bersifat menghibur. 

Dikatakan bersifat menghibur karena kehadiran cerita fantasi hanya memberikan selingan dan sebagai teman pengisi waktu. Terutama bagi pembaca yang ingin menikmati waktu luang dengan hal positif. Misal dengan membaca cerita fantasi. 

Kenapa membaca cerita fantasi termasuk kegiatan positif? Karena ada banyak manfaat yang akan didapatkan dari membaca cerita fantasi. Salah satunya melatih empati, membangun emosi dan merangsang otak untuk aktif berpikir dan membangun imajinatif pula. 

Unsur Intrinsik Cerita Fantasi

Di dalam teks fantasi, ada beberapa unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Dari masing-masing unsur tersebut masih memiliki beberapa sub bab lain. Namun pada kesempatan kali akan kit aulas unsur intrinsik sebagai berikut. 

1. Tema

Tema adalah ide atau gagasan mendasar yang akan dikembangkan menjadi sebuah alur cerita. Mungkin ada diantara kamu yang kesulitan menentukan tema?

Kamu bisa memulainya dengan mengumpulkan ide-ide yang muncul secara acak. Atau bisa juga kamu membaca buku. Setidaknya saat membaca buku, ada banyak hal yang akan kamu temukan di sana. 

2. Alur 

Alur adalah jalan cerita, dimana di dalam alur berisi susunan peristiwa yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Nah, buat kamu yang hendak membuat alur. Ada tiga jenis alur yang bisa kamu pilih. 

  • Alur maju 

Alur maju salah satu alur yang paling mudah dibuat bagi pengarang pemula. Jadi buat kamu yang masih belajar menulis, bisa gunakan jenis ini. Alur maju adalah alur yang menceritakan secara kronologis sesuai struktur teks cerita yang meliputi orientasi, konflik, penyelesaian dan penutup. 

  • Alur mundur 

Jika merasa mahir membuat alur maju, dan ingin menantang kemampuan diri sendiri, kamu bisa mencoba alur mundur. Alur mundur adalah alur yang dimulai dari struktur penyelesaian (kamu bisa baca di struktur teks cerita fantasi) kemudian baru dilanjut ke struktur orientasi dan konflik. 

  • Alur campuran 

Alur campuran ini menurut saya paling susah. Jenis ini paling sering digunakan oleh pengarang yang memiliki jam terbang. Alur campuran ini ada juga yang menyebutnya dengan alur flashback.

Nah, pahami secara khusus mengenai alur flashback ini pada artikel Apa itu Alur Flashback?

3. Penokohan 

Penokohan adalah menciptakan karakter atau menciptakan tokoh yang akan dijadikan sebagai pelaku dalam cerita yang hendak diangkat. Penokohan sendiri juga ada beberapa jenis, yaitu protagonist (tokoh utama), antagonis (Tokoh lawan) dan tokoh berkembang.

Kalian juga harus memahami mengenai perbedaan tokoh dan penokohan, supaya lebih bisa menguasai cerita yang dibangun.

Kenapa harus ada tokoh utama dan tokoh lawan? Kehadiran protagonist dan antagonis bertujuan untuk menciptakan impresi dan emosi bagi pembaca. Kehadiran mereka sebagai bibit munculnya pertentangan atau konflik. Teks cerita fantasi tanpa kehadiran konfliks, kurang menarik dan hambar. Itu sebabnya dilahirkan dua tokoh yang saling berlawanan.  

Baca juga: Cerita Menarik dengan Tokoh Sampingan

4. Latar 

Latar bisa menunjuk pada tempat dan waktu. Misal merujuk pada latar belakang cerita tersebut diceritakan atau bisa juga menceritakan suasana yang hendak diciptakan penulis. 

5. Sudut pandang 

Di dalam teks fantasi, sudut pandang ada beberapa jenis. Ada sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang kedua dan sudut pandang orang ketiga. Setiap pengarang memiliki hak dan kebebasan untuk memilih sudut pandang. Kamu bisa memilih salah satu atau bisa juga memilih semuanya, yaitu sudut pandang campuran. Hanya saja jika ingin menggunakan sudut pandang campuran lebih sulit. 

6. Amanat 

Amanat cerita adalah pesan atau kesimpulan yang hendak disampaikan kepada pembaca sebagai pembelajaran. Dibagian amanat cerita ini juga dapat disampaikan lewat dua cara. Yaitu disampaikan secara langsung (Tersurat) bisa juga disampaikan secara tidak langsung atau secara tersirat. 

Jika amanat disampaikan secara tersurat, maka penulis harus menjelaskan secara gamblang pesan yang diinginkan. Jadi amanat yang diterima pembaca bersifat objektif. Sementara jika penulis membebaskan pembaca mengambil amanat cerita, maka kamu cukup menuliskan pesan secara tersirat. Jadi pesan yang diambil pembaca bersifat subjektif. 

Bisa dibilang unsur intrinsik cerita fiksi paling spesifik dan paling banyak. Buat pengarang pemula, jika ingin membuat kerangka tulisan, bisa lihat unsur intrinsik ini sebagai tambahan informasi data.

Contoh Cerita Fantasi

SEGENGGAM MIMPI

Di beranda rumah Ana mondar-mandir membawa payung yang rusak. wajah cemas tak jelas. Sejak Maghrib mengguyur Jogja Ana pasang gelisah. Tangannya sesekali menengadahkan ke langit, mengintip mendung yang masih menggumpal hebat disertai dengan gelegar petir. HP yang terselip di saku bajunya sering dipandangi, berharap pesan masuk ke ponselnya.

Di pertigaan jalan, nampak pemuda berlari kecil, setengah membungkuk badan. Meskipun lampu nion tidak begitu terang, Ana sangat mengenali gestur pemuda itu. Tangan pemuda itu mendekap barang yang sepertinya berharga. Ana segera merekahkan payung yang rusak sebelum akhirnya berlari menghampiri pemuda bernama Tarto.

Mereka berlari kecil menuju gubuk reot berdindingkan asbes. Sesampai di teras segera tas yang didekapnya di taruh di salah satu. Tarto mulai membuka seragam sekolah yang masih basah kuyup.

“Wah… bukumu basah semua. Ini bukannya buku paket yang kemarin kamu beli hasil dari kerja paruh waktumu?” tanya Ana terkejut.

Tarto mengambil Handuk di penjemur serambi, mengeringkan rambutnya yang basah. “Iya mbak, sudahlah tidak apa-apa. Nanti bisa dikeringkan, yang terpentingkan isinya. Bukan bentuk bukunya mbak!” jawabnya singkat.

Malam itu pukul 21.00 WIB, biasanya pemuda ini langsung tidur. Dini hari ia bangun mengerjakan tugas sekolah. kali ini ia harus menahan rasa kantuk dan lelahnya karena harus mengeringkan buku paket IPS nya. Buku ini harganya 40.000, bagi Tarto harga yang sangat mahal. Perlu perjuangan ia bisa membeli buku pelajaran ini.

**** baca selengkapnya pada http://www.snowlife-elisa.com/2012/12/segenggam-mimpi-di-tengah-hujan.html ****

Itulah ulasan seputar struktur teks cerita fantasi. Semoga sedikit ulasan di atas tidak sekedar memberikan informasi buat kamu, tetapi juga menambah semangat. Siapa tahu kamu salah satu masa depan seorang pengarang atau penulis teks cerita fantasi. (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis