Contoh dan Cara Membuat Kerangka Cerpen

Pentingnya membuat kerangka cerpen

Mengalami kesulitan menulis cerpen? Atau mungkin kamu merasa cerpen kamu masih berantakan? Jika itu yang terjadi, bisa jadi karena disebabkan oleh ide yang masih acak dan tidak membuat kerangka cerpen.

Namun hanya karena tidak disusun sesuai kerangka cerpen yang runtut, terkesan meloncat-loncat. Nah, pada pembahasan kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat kerangka cerpen, tahap dan tujuan membuat kerangka cerpen. Langsung saja kita simak ulasan lengkapnya sebagai berikut. 

Tujuan Membuat Kerangka Cerpen

Bagi sebagian orang menganggap kerangka cerpen tidak memberikan manfaat yang begitu berarti. Sementara bagi sebagian lagi percaya bahwa kerangka karangan justru hadir menawarkan berbagai tujuan yang menguntungkan bagi penulis. Terutama bagi penulis pemula. 

Kerangka tulisan ini juga dapat digunakan untuk siapapun yang ingin mempelajari teknik penulisan cerpen. Nah, berikut adalah beberapa manfaat kerangka cerpen tersebut. 

1. Membantu Keterhubungan Antar Paragraf 

Adakah diantara kamu yang merasa kesulitan menghubungkan antara paragraf satu dengan paragraf yang lain saat menulis cerpen?

Jika kamu mengeluhkan hal sama, maka kamu bisa mencoba mengatasi masalah tersebut dengan cara membuat kerangka cerpen.

Yap, betul sekali. Kerangka cerpen bertujuan untuk menghubungkan antar paragraf satu dengan paragraf lain agar menjadi satu paduan. 

2. Membantu Menentukan Topik Paragraf 

Kerangka cerpen dapat pula bertujuan untuk membantu dalam menentukan topik paragraf. Jadi buat kamu yang merasa kesulitan dan binggung bagaimana menentukan topik, maka kerangka cerpen memudahkan dalam mengembangkan topik secara natural dan mengalir tanpa dipaksakan. 

3. Memiliki Cerita Yang Terfokus 

Masalah umum yang sering dialami oleh para penulis, baik itu penulis pemula ataupun penulis senior adalah kesulitan menjaga fokus cerita. Nah, salah satu upaya meminimalisir hal tersebut, maka diperlukan kerangka tulisan.

Tujuannya menjaga fokus agar cerita tidak melebar kemana-mana. Apalagi jika mengingat artikel sebelumnya, bahwa menulis cerpen ditulis ada batasan lembar yang dituliskan. Nah, karena alasan keterbatasan lembar, penulis harus lebih efektif dan efisien dalam mengemas cerpen agar tetap menarik.

4. Meminimalisir Terjadinya Repetisi Tema 

Ada banyak permasalahan yang mungkin saja kita alami selama penulisan. Salah satunya terjadinya repetisi tema. Dimana pengulangan tema ini harus diminimalisir untuk menghindari kebosanan pembaca. 

Jika sebuah cerpen ditemukan repetisi tema, dapat menimbulkan kebosanan dan buang-buang ruang. Apalagi jika cerpen ditulis hanya 2 lembaran. Terjadinya repetisi tema ini pun karena tidak memiliki kerangka cerpen yang jelas, sehingga penulis melakukan pengulangan yang sama tanpa disadarinya.

5. Membantu Mewujudkan Karya Yang Terbaik 

Adapun tujuan lain dibuatnya kerangka cerpen, yaitu membantu mewujudkan karya yang baik. Dari keempat tujuan yang sudah disebutkan di atas, dan kamu memenuhi semuanya. Maka cerpen yang kita buat akan menjadi cerpen yang terbaik. 

Dikatakan cerpen terbaik apabila cerpen dikemas secara ringkas, mudah dipahami oleh pembaca dan pesan yang disampaikan masuk kepada pembaca. Dari segi penyampaian pesan pun pembaca bisa diterima dengan baik. 

6. Memudahkan Penulisan

Tujuan terakhir, kerangka cerpen bertujuan untuk memudahkan penulis. Ada banyak kemudahan yang akan kamu rasakan. Misalnya kemudahan dalam menyampaikan gagasan, membantu fokus penulis, meminimalisir terjadinya mandek ide dan masih banyak lagi. 

Itulah keenam tujuan membuat kerangka cerpen. Sebenarnya masih ada banyak lagi tujuan lain yang akan kamu temukan sendiri jika sudah menjadi penulis cerpen. 

Tahapan Membuat Kerangka Cerpen

Setelah mengetahui tujuan membuat kerangka cerpen, barangkali kamu penasaran apa saja yang harus dilakukan saat membuat kerangka? Nah, berikut beberapa tahapan membuat kerangka cerpen yang bisa kamu persiapkan. 

1. Observasi

Tahap paling pertama yang bisa kamu persiapkan adalah melakukan observasi. Observasi yang dimaksud adalah observasi terkait dengan tema atau topik yang diangkat.

Nah, dari observasi inilah yang akan mendorong kamu untuk mendapatkan data-data pendukung agar cerpen semakin kaya dan berkembang. 

Misal kamu memiliki tema cerpen tentang percintaan. Maka kamu perlu melakukan observasi terkait dengan percintaan. Kamu bisa melakukan observasi perilaku orang yang sedang jatuh cinta. Cek dampak yang ditimbulkan dari jatuh cinta, misalnya patah hati, kemudian cek perilaku dan sikapnya seperti apa dan bagaimana. 

Observasi yang dilakukan bisa fokus pada satu objek atau banyak obyek. Jadi observasi bisa fokus pada perilaku ataupun sikap orang lain. Kemudian data-data yang terkumpul, difiksikan.

Jadi kita tidak menuliskan nama asli yang kita observasikan. Orang yang kita observasi hanya sebatas sebagai sumber referensi saja.

2. Penentuan Tema dan Judul

Karena setiap penulis memiliki cara yang berbeda-beda dalam menulis cerpen. Ada penulis yang melakukan observasi terlebih dahulu baru menentukan tema atau judul. Ada juga penulis yang menentukan tema dan judul baru melakukan observasi. 

Apapun itu bentuknya, pastikan saat menentukan tema dan judul penulis harus menguasai betul apa yang hendak ditulis. Penguasaan tema inilah kunci dari keberhasilan cerpen yang menarik dan menggugah hati pembaca. 

Lantas pertanyaannya adalah, bagaimana cara menentukan tema dan judul. Kamu bisa mengambil tema berdasarkan apa yang kamu sukai, dan apa yang membuat kamu penasaran.

Pemilihan tema tidak selalu dalam bentuk besar. Bisa saja kamu memilih tema-tema ringan yang justru menarik untuk dibahas dan relevan dengan para pembaca. 

3. Penentuan Sasaran Pembaca

Bagi penulis cerpen pemula, ternyata penting sekali nih menentukan sasaran pembaca sebelum kamu memulai menulis. Jadi pastikan sebelum menulis cerpen, kamu tahu siapa yang akan membaca cerpen kamu. 

Misalnya akan dibaca oleh remaja, orang dewasa atau siapa. Sasaran pembaca ini bertujuan untuk membantu kamu menentukan pemilihan bahasa dan menentukan alur cerita dan masih banyak lagi. Termasuk membantu dalam mengelola konflik. 

4. Latar Belakang Cerpen

Tahap yang tidak kalah penting saat menulis kerangka cerpen adalah memperhatikan latar belakang cerpen. Pastikan kamu tahu betul alasan kenapa kamu harus menuliskan cerpen tersebut. Apa dan kenapa kamu harus menuliskan cerpen tersebut? 

Setidaknya jika kamu tahu latar belakang cerpen yang hendak dituliskan, kamu tahu betul tentang cerpen kamu. Sebagai penulis memang harus lebih memahami,mengerti dan menguasai dengan sangat baik terkait latar belakang cerpen mereka. 

Semakin penulis menguasai dengan baik latar belakang kenapa harus menulis, semakin menunjukan bahwa kamu memang sang pencipta. Seorang pencipta memang harus bisa menyatu dengan karyanya agar dapat melahirkan karya yang sarat akan impresi dan emosi untuk para pembacanya. 

5. Menentukan Tokoh

Tahap yang tidak kalah penting lainnya adalah menentukan tokoh-tokoh. Jadi kamu perlu mendesain tokoh secara rinci dan terfokus. Penting juga penulis memberikan ciri khas dan keunikan pada tiap masing-masing tokoh. 

Semakin tokoh memiliki karakter dan ciri khasnya masing-masing, maka semakin kuat karakter si tokoh. Semakin kuat karakter si tokoh, semakin jelas keberadaan si tokoh dalam cerita. Sehingga pembaca tidak terbawa ke dalam drama akting yang panjang dan menyebalkan.

Bentar, kalian tau nggak perbedaan tokoh dan penokohan? Ternyata beda lo. Untuk lebih jelasnya, yuk baca pada perbedaan tokoh dan penokohan.

6. Perancangan Konflik dan Alur

Tahap kerangka cerpen selanjutnya adalah merancang atau menentukan konflik dan alur cerita. Tips agar cerpen tidak terkesan asal dibuat, maka seorang penulis perlu menentukan alur.Pembuatan alar inilah yang dapat juga membantu penulis menulis secara terarah. 

Saat membuat konflik, penulis juga perlu mendesain. Nah, berbicara tentang konflik, ada yang sedikit berbeda. Jadi konflik pada cerpen dan konflik novel berbeda. Pada cerpen, konflik dibuat lebih sederhana. Meskipun sederhana, tetap memiliki konflik utama dan konflik puncak. 

Konflik adalah situasi yang menegangkan yang sengaja diciptakan oleh penulis. Menarik tidaknya sebuah cerpen terletak dari pembuatan konflik yang diciptakan. Semakin baik mengemas konflik, semakin menarik perhatian pembacanya. 

Itulah beberapa tahap membuat kerangka cerpen. Dari beberapa tahap ini, semoga kamu tidak lagi kebingungan dalam membuat kerangka cerpen 

Kerangka Dalam Cerpen

Setelah mengetahui tujuan dan tahap membuat kerangka karangan, kamu pasti penasaran bagaimana sih kerangka dalam cerpen yang harus didesain? Langsung saja, berikut adalah kerangka yang perlu dipersiapkan

1. Tema

Hal mendasar dan cukup penting dalam membuat kerangka cerpen adalah menentukan tema. Tema termasuk dalam unsur intrinsik yang melatarbelakangi keseluruhan isi cerpen. Bisanya untuk cerpen, tema memang tidak perlu ditonjolkan secara tersurat namun tersirat saj. Dimana tema sebagai membimbing penulis untuk melahirkan novel.

Tema dapat pula diartikan sebagai ide yang melatarbelakangi cerita pada cerpen. Dimana ide inilah yang berperan sebagai ruh dan nyama. Jika ide dan pengemasan menarik, maka cerpen pun juga akan menarik. Dimana tema sebagai gambaran secara umum tentang kisah yang hendak diceritakan.

2. Watak

Sementara watak adalah penokohan yang juga termasuk ke dalam unsur intrinsik. Di Bagian ini penulis perlu membuat penokohan. Ada tokoh baik, jahat dan sebagai penengah.

Terkait cara menunjukan watak si tokoh dalam cerpen, dapat dilakukan dengan menonjolkan perilakunya, sikapnya atau lewat tutur kata si tokoh. Bahkan dari segi pandangan pun juga.

Agar watak pada cerpen dibilang sukses dan berhasil, maka penulis dituntut untuk mengemas cerita semenarik mungkin. Yaitu, dengan menciptakan struktur, alur dan pemilihan diksi yang tepat agar pembaca terbawa suasana.

Ketika pembaca terbawa suasana, dan ikut merasa senang, jengkel dengan watak di dalam cerpen, maka kamu berhasil menjadi penulis cerpen. 

Watak ini dibangun sesuai dengan tokoh dan penokohan yang ingin dimasukkan. Baca tentang jenis-jenis tokoh dalam cerita.

4. Cerita 

Kerangka cerpen di poin ketiga ada cerita. Dimana bagian inilah penulis bisa menceritakan secara bebas, eksploratif bergantung pada kreativitas masing-masing penulis.

Di Bagian penulisan cerita ini pun memiliki kerangka dasar yang perlu kamu perhatikan. Diantaranya sebagai berikut. 

a. Perkenalan Dan Pembuka 

Yap, meskipun sebuah karya fiksi cerpen, kamu juga perlu membuat pembukaan cerita dulu. Pembukaan cerita tidak dalam bentuk perkenalan diri formal. Tetapi lebih ke bentuk awalan cerita. 

Penting banget membuat awalan cerita cerpen agar banyak diminati oleh pembaca. Pastikan buat pembukaan cerpen yang menarik. Setiap penulis cerpen biasa nya memiliki metodenya sendiri-sendiri. 

Ada yang mengawali cerita dengan memaparkan konflik terlebih dahulu. Ada juga yang mengawali dengan cerita yang menyenangkan atau dengan kejadian gokil. Sebenarnya di bagian perkenalan atau pembuka cerita cerpen dibebaskan. Bergantung pada masing-masing kreativitas. 

Ketika paragraf pertama berhasil menarik perhatian, maka akan mendorong pembaca membaca sampai akhir.

Jika cerita keseluruhan menarik, maka pembaca pun akan penasaran dengan penulisnya, hingga bisa bertindak lebih lanjut, misalnya kepo tentang media sosial penulis dan kepo tulisan-tulisan lain yang pernah ditulisnya. 

b. Konflik

Barulah masuk tahap lebih dalam lagi, yaitu pada pengemasan konflik. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Di sini juga perlu seni untuk menyampaikan konflik secara singkat namun tetap padat berisi dan sukses membuat pembaca merasakan ketegangan yang diciptakan.

Biar makin menarik lagi, ada beberapa jenis konflik yang bisa kamu pilih dan kembangkan pastinya. Berikut ini jenis-jenis konflik yang menarik untuk sebuah cerita.

c. Klimaks

Klimaks adalah puncak konflik atau turning point pada cerita cerpen yang menentukan titik balik si tokoh yang diceritakan. Di poin ini pulalah posisi yang paling menegangkan bagi pembaca. 

Dari sudut pandang penulisnya, bagian ini yang membutuhkan konsentrasi dan seni agar gimana caranya bisa menciptakan puncak konflik yang tidak sekedar mendebarkan, tetapi juga menarik dan tidak mudah ditebak alur ceritanya.

d. Penyelesaian

Ketika cerita sudah masuk ke bagian klimaks, maka cerita akan menuju ke penyelesaian masalah.

Jadi jika melihat sebuah kurva, klimaks ada di titik puncak tertinggi, sementara penyelesaian berada di titik turunan yang tidak lagi dipenuhi dengan emosi ataupun ketegangan lain. 

Itulah alur cerita pada penulisan cerpen yang perlu kamu terapkan. Kita lanjut ke kerangka cerpen yang ke empat, yaitu amanat. 

5. Amanat

Amanat cerita adalah pesan yang hendak disampaikan oleh penulis ke pembaca. Terkait penyampaian amanat, ada yang disampaikan tersirat ada juga yang disampaikan tersurat. Jika cerpen diperuntukan untuk anak-anak atau remaja yang masih beliau, umumnya amanat dituliskan secara tersurat, atau dituliskan secara jelas oleh penulis.

Sebaliknya, jika cerpen diperuntukan untuk pembaca dewasa, maka penulisan amanat cerpen bisa disampaikan secara tersirat. Sebenarnya tidak ada aturan yang mengatur harus demikian. Semua tetap bergantung dari kesenangan masing-masing penulis. Inilah enaknya menulis fiksi daripada menulis nonfiksi. Jadi penulis memiliki kebebasan untuk melakukan eksplorasi.

6. Sinopsis

Sinopsis yang baik ditulis semanarik mungkin. Jadi pastikan menulis sinopsis yang membuat calon pembaca tertarik ingin membaca cerpen sampai selesai. Sinopsis cukup ditulis secara singkat dan padat. 

Tips menulis sinopsis, hindari penulisan yang bersifat mendetail. Kamu cukup menuliskan hal-hal penting dan yang paling menarik saja. Satu hal penting lagi, sinopsis dilarang menyimpang dari isi cerita yang sebenarnya.

Sinopsis cerpen tidak jauh beda dengan novel. Nah, berikut contoh sinopsis novel yang bisa kamu baca dan terapkan.

Contoh Kerangka Cerpen 

Secara teori, kerangka diatas  sepertinya mudah. Untuk bisa memahami lebih mudah lagi yaitu dengan contoh kerangka cerpen. Berikut contoh kerangka cerpen, semoga bisa dijadikan sebagai gambar. 

1. Pengenalan 

Dalam pengenalan, hal yang wajib dikenalkan adalah watak dan nama dari pemainnya serta peran yang dimainkan nanti seperti apa. Misalnya seperti di bawah ini.

  • Mbok Wiji : Seorang nenek yang sabar. memiliki satu anak. Jalannya sudah sempoyongan karena renta.
  • Atar : Tetangga baik yang sayang dengan mbok wiji 
  • Aep : Putra mbah wiji yang ambisius, jahat dan duniawi. 

2. Konflik

Aep mengobrak-abrik isi rumah mbok Wiji, dan terjadi kekerasan terhadap ibunya yang sudah renta. 

3. Klimaks 

Atar masuk ke rumah mbok wiji dan mendamaikan dan meredam kekacauan yang diciptakan aep. 

4. Penyelesaian 

Aep menyesali perbuatan yang sudah dilakukan terhadap mbok wiji. Penyelasan yang membuat Aep merubah sikap dan perilaku. Penyesalan yang tidak pernah terbasarkan

Untuk melihat contoh dalam bentuk cerpen, kamu bisa melihat dan membaca karya cerpen yang sudah dibuat di atas. Semoga sedikit ulasan tentang karya cerpen di atas memberikan gambaran konkrit tentang penulisan cerpen. (Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis