Menulis Biografi: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contohnya

menulis novel

Menulis Biografi – Setiap orang memiliki memiliki kisah hidupnya sendiri-sendiri. Ada yang kisahnya biasa-biasa saja dan tidak berpengaruh untuk orang lain. Ada juga yang kisahnya luar biasa sehingga bisa dijadikan sebagai pembelajaran hidup untuk orang lain. 

Perjalanan hidup yang syara pembelajaran yang lebih baik dan inspiratif inilah yang dijadikan sebagai selling point dalam sebuah buku yang ditulis oleh orang lain. Hasil kisah hidup seseorang yang ditulis oleh penulis inilah yang kemudian disebut dengan biografi. Sementara jika mendalami ilmu biografi, ada banyak sekali, kamu bisa melihat dari ciri-ciri, struktur dan tips menulis biografi. 

Pengertian Biografi Menurut Para Ahli

Sebelum masuk mengulas ciri, struktur dan tips menulis biografi, penting buat kamu mengetahui pengertian biografi. Berikut adalah beberapa pengertian biografi menurut para ahli. 

1. Denzim 

Menurut Denzim, biografi adalah cerita yang ditulis berdasarkan pada studi atau pengumpulan dokumen. Dari data kejadian yang diperoleh inilah yang nantinya akan dideskripsikan oleh penulis . 

2. Creswell 

Berbeda dengan Creswell yang menyampaikan ada beberapa jenis biografi, ada biografi individu, biografi sejarah hidup, autobiografi dan sejarah lisan terhadap pengalaman seseorang, yang kemudian dituliskan dalam tulisan atau arsip-arsip. Menurutnyal, cara ini dapat ditujukan untuk mengungkap pengalaman berharga yang dapat mempengaruhi hidup dan menjadi inspirasi hidup orang lain. 

3. Safari Daud 

Sementara Safari Daud memaknai biografi sebagai riwayat hidup seseorang (Dalam hal ini adalah seorang tokoh berpengaruh) yang mana kisah hidupnya yang inspiratif. Jika riwayat hidup ditulis oleh orang lain maka disebut dengan biografi, sebaliknya jika kisah hidupnya ditulis sendiri maka disebut sebagai otobiografi. Ia pun juga menyebutkan, tokoh yang ditulis bisa tokoh yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. 

4. Kuntowijoyo 

Kuntowijoyo menyampaikan bahwasanya biografi memiliki dua macam yaitu biografi portrayal (portrait) dan Scientifie (ilmiah). Jadi yang dimaksud dengan biografi portrait adalah biografi yang memfokuskan untuk memahami dan memberikan makna pada si tokoh yang ditulis. Sementara yang disebut biografi scientific adalah berfokus pada analisis ilmiah yang didasarkan pada konsep tertentu.

Setelah mengetahui pendapat para ahli di atas, maka biografi dapat disimpulkan bahwa kisah hidup seseorang, baik itu seorang tokoh ataupun orang biasa yang memiliki kisah inspiratif. Jika kisah hidup seseorang ditulis oleh orang lain disebut biografi. Sementara kisah hidup yang ditulis oleh diri sendiri disebut dengan otobiografi. Biografi dapat menulis kisah seseorang yang masih hidup ataupun seseorang yang sudah tiada. 

Ciri-Ciri Biografi

Buat kamu yang memiliki antusiasme terhadap penulisan biografi, maka kamu harus tahu ciri-cirinya, sebagai berikut. 

1. Dikemas sesuai selera penulis 

Salah satu keuntungan menulis biografi adalah, kamu bisa mengemas biografi dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi. Jika kamu lebih suka dengan fiksi, maka biografi bisa kamu kemas seperti halnya novel. Cara ini lebih menarik bagi pembaca. Karena dikemas lebih luwes dan menghiburkan. Sementara yang kemas dalam bentuk nonfiksi, banyak yang kurang melirik. Hanya segmentasi tertentu saja. 

2. Tokoh Yang Diangkat seorang tokoh atau seseorang yang dapat dijadikan panutan 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jika biografi menulis riwayat hidup tokoh besar yang memiliki pengaruh dan terkenal. Bisa juga menceritakan orang biasa namun memiliki riwayat hidup yang luar biasa inspiratif, dan dapat dijadikan panutan. Jadi sebenarnya kamu bisa mengangkat siapapun itu orangnya. 

Hanya saja, umumnya penulis biografi lebih banyak memilih tokoh atau orang yang memiliki nama besar atau banyak dikenal. Karena memang orang yang dikenal lebih menarik perhatian bagi masyarakat atau pembaca. 

3. Ditulis Berdasarkan alur dan Pola 

Secara teknis penulisan, biografi harus ditulis mengikuti pola atau alur yang runtut dan tersistematis. Hal ini karena kita sedang menulis sejarah atau riwayat hidup orang tersebut. Dimana ada tahap dan proses runtut. Nah, seorang penulis harus memperhatikan hal ini. 

Alur yang dimaksud disini bisa mengacu pada alur waktu, dan tahun.Itu sebabnya rata-rata biografi selalu ditulis dari cerita masa kecil, masa remaja, masa dewasa dan masa tua yang sekarang banyak dikenal. Atau ada juga yang menjelaskan proses masa susah, kemudian masa perjuangan dan menceritakan masa kesuksesan atau kejayaan. 

4. Melihat Unsur Kebahasaan 

Ciri penulisan novel yang keempat harus memperhatikan unsur kebahasaan. Jika ingin dikemas dalam bentuk fiksi, maka bahasa yang digunakan pun bisa diperhatikan segmentasi pembacanya. Jika disegmentasikan untuk anak-anak maka menggunakan bahasa anak-anak. Jika disegmentasikan untuk umum, maka bahasa yang digunakan pun juga standar umum. Berlaku juga jika kamu ingin mengemasnya dalam bentuk nonfiksi. 

Sebenarnya tidak hanya memperhatikan unsur bahasa, tetapi juga memperhatikan unsur kata hubung, kata kerja, aktivitas dan unsur tempat. Dimana unsur-unsur inilah yang dapat mempengaruhi pembaca memahami situasi dan kondisi secara detail yang terjadi dan yang dialami oleh si tokoh. 

5. Bersifat Eksploratif 

Maksud dari eksploratif di sini lebih menekankan pada cara penyampaiannya. Jadi penyampaian biografi dapat diceritakan secara naratif ataupun secara deskriptif. Agar kemampuan eksplorasi narasi/deskriptifnya lebih hidup dan menjiwai, maka butuh data pendukung. 

Itulah kelima ciri-ciri biografi. Sebenarnya ada banyak ciri lain, misalnya ditulis berdasarkan struktur waktu, berupa kejadian, berupa orientasi ataupun reorientasi. Terkait dengan penulisan tokoh, dapat dikemas secara langsung ataupun tidak langsung.

Struktur Biografi

Jika kamu ingin menulis biografi, ada struktur yang harus kamu tahu. Jika biografi dikemas dalam bentuk fiksi, maka struktur biografi memiliki bentuk yang sama dengan fiksi, sebagai berikut. 

1. Orientasi 

Struktur pertama adalah orientasi. Di bagian ini kamu hanya memperkenalkan tokoh yang diangkat.di bagian orientasi kamu menceritakan secara umum dan menggambarkan secara umum si tokoh. Mudahnya, orientasi ini bagan bab pembuka. Jadi kamu cukup menulis ringan terlebih dahulu, sekedar untuk pemanasan sebelum masuk ke struktur kedua yaitu masalah 

2. Masalah 

Bagian masalah atau bagian peristiwa berisi tentang peristiwa yang muncul dalam kehidupan si tokoh. Tentu saja peristiwa yang dialami langsung oleh si tokoh, dan si tokoh merasa itu adalah hal yang membuat tidak nyaman ataupun membuatnya gelisah. 

Oh iya, di bagian ini kamu tidak melulu mengulas permasalahannya saja loh. Tetapi juga boleh menyisipkan hal-hal yang menarik, mengesankan, mengharukan dan mengagumkan dari perspektif di tokoh. 

Oh iya, saat menulis permasalahan yang dialami si tokoh. Kamu bisa memulai dari permasalahan-permasalahan kecil, kemudian semakin genting hingga sampai pada titik puncak konflik. Dimana si tokoh merasakan kesulitan dan hal yang paling tidak menyenangkan dalam hidupnya. 

3. Reorientasi

Bagian reorientasi ini adalah bagian penyelesaian dari puncak konflik yang terjadi. Jadi lebih menonjolkan pada tujuan penyelesaian dan berdamai dengan kondisi ataupun keadaan. Dapat pula berisi tentang pandangan penulis terhadap si tokoh yang diceritakan.

itulah struktur biografi secara umum dan sederhana. Buat kamu yang ingin menjadi penulis biografi, mulai melatih menulis dengan struktur di atas. 

Tips Menulis Biografi

Menjadi penulis buku biografi memiliki kebanggaan tersendiri. Apalagi jika tokoh yang ditulis adalah orang terkenal. Barangkali kamu salah satu yang ingin merasakan pengalaman tersebut? nah, kamu bisa ikuti tips menulis biografi berikut ini. 

1. Memilih Tokoh

Tips pertama menulis buku biografi adalah, pastikan bahwa kamu menentukan tokoh yang hendak akan ditulis. Ini penting banget. sebelum menentukan memilih tokoh tersebut, kamu bisa cari tahu tentang peran dan kiprahnya. 

Jika sudah mantap dengan informasi dan jejak prestasi tokoh yang kamu pilih, maka langkah selanjutnya adalah menemui tokoh pilihan kamu. Tantangannya ada di sini nih. Apalagi jika tokoh tersebut adalah tokoh-tokoh besar, pasti ada rasa dag dig dug der. 

Jika niat kamu disambut oleh tokoh untuk dibiografikan, barulah masuk ke tips selanjutnya yaitu mengumpulkan data. Oh iya, jika tokoh sudah meninggal dunia, maka perijinan bisa menghubungi pihak keluarga terdekat dengan si tokoh. 

2. Mengumpulkan Data

Setelah proses perijinan sudah dikantongi, tips selanjutnya mengumpulkan data. Pengumpulan data ini bisa kamu lakukan berbagai cara. Mulai dengan cara wawancara dengan tokohnya langsun (ini yang paling diutamakan) jika tokoh masih hidup. Jika toko sudah meninggal, maka bisa langsung wawancara langsung dengan pihak keluarga atau anak-anak yang ditinggalkan. 

Misal anak si tokoh ada tiga orang, akan lebih baik jika ditanya pendapat dan pengalaman ketiga-tiganya dengan orangtua (tokoh) selama masih bersama. Selain dengan wawancara, penting juga mempelajari literatur tentang si tokoh, fungsinya hanya untuk memancing daftar pertanyaan. 

Salah satu keuntungan menulis biografi dengan cara wawancara langsung adalah, kamu akan mendapatkan informasi dan data yang tidak pernah dituliskan di buku-buku yang sudah ada. Atau bahkan kamulah satu-satunya yang akan menuliskan data-data tentang sosok tokoh yang diangkat. 

3. Catat Kronologi Waktu

Karena konteksnya adalah menulis biografi, maka penting banget nih kamu menuliskan kronologi waktu. Kunci dari sejarah ada di waktu. Apalagi jika tokoh tersebut adalah tokoh nasional atau tokoh yang memiliki andil penting dalam sejarah. 

4. Gali Data Penting

Terkait pengalian data, seorang penulis biografi harus kritis dan analitis. Seperti yang disinggung di atas, salah satu cara menggali data penting dengan melakukan kajian literatur demi mendapatkan ide pertanyaan yang analitis dan kritis. 

Oh iya, sebuah karya biografi akan menarik dan tidaknya selain bergantung dari pengemasan penulis, juga ditentukan oleh kemampuan penulis menggali data-data penting. Jadi, pastikan untuk memperhatikan daftar pertanyaan agar mendalam dan tidak sekedar bertanya ala kadarnya. 

5. Tuliskan

Tips terakhir adalah menuliskan data yang sudah di dapat. Tulis sesuai karakter dan gaya kamu, agar tulisan lebih original dan lebih mengalir. 

Itulah beberapa tips menulis biografi, semoga cukup membantu dan memberikan semangat buat kamu untuk mengawali mengambil data dan menulis. 

Contoh Biografi

Belum afdol memang jika belum disertai contoh biografi. Karena contoh biografi novel tebal, berikut contoh judul buku biografi yang bisa kamu baca. 

  1. Cahaya dari Koto Sadang : Novel Biografi Haji Agus Salim karya Haidar Musyafa 
  2. Biografi Gus Dur karya Abdurrahman Wahid 
  3. HAMKA : Novel Biografi Buya Hamka karya Haidar Musyafa 
  4. Swans : Three Daughters of China karya Jung Chang

Tentu saja masih ada banyak sekali contoh buku biografi yang bisa kamu pilih. Umumnya sebagian besar buku biografi akan memberikan wawasan yang mampu mengubah hidup si pembaca. Itu sebabnya buku-buku biografi memiliki daya pikat tersendiri bagi para pembaca. 

Itulah ulasan tentang biografi dari Penerbit Bukunesia, semoga sedikit ulasan ini tidak lagi membuat kamu merasa bingung dan ada manfaatnya.

Penulis: Irukawa Elisa

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis