logo penerbit bukunesia

Struktur Teks Biografi, Ciri, dan Kaidah Kebahasaan

struktur teks biografi
promo tahun baru 30%

Kenapa kita harus tau tentang struktur teks biografi? Karena kita perlu tau susunan yang benar dalam menulis sebuah buku biografi. Agar semua orang yang membaca buku kita akan baca sampai akhir.

Sebelum lanjut lebih detail mengenai teks biografi kamu perlu tau bahwa teks yang berisi kisah hidup seseorang terbagi atas dua jenis, yaitu autobiografi dan biografi. Autobiografi adalah teks kisah hidup yang ditulis sendiri oleh tokoh tersebut. Sedangkan biografi adalah teks kisah atau perjalanan hidup seseorang yang ditulis oleh orang atau penulis lain.

Meski berbeda, penulisan autobiografi dan biografi harus diperhatikan dengan seksama. Mulai dari struktur, hingga kaidah kebahasaannya. Tujuan dari penulisan ini adalah agar hasil penulisan biografi maupun autobiografi dapat dibaca dengan nyaman dan menyajikan data, fakta, serta cerita yang tepat.

Pada artikel ini, akan dibahas berbagai hal mengenai teks biografi, yaitu struktur teks biografi, ciri, serta kaidah kebahasaannya.

Pengertian Struktur Teks Biografi

Dalam penulisan teks, termasuk teks biografi harus memperhatikan struktur penulisannya. Apa yang dimaksud dengan struktur teks biografi? Apakah berbeda dengan teks lainnya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), struktur diartikan sebagai cara sesuatu disusun atau dibangun. Struktur dapat juga diartikan sebagai pengaturan unsur atau bagian suatu benda.

Berdasarkan pengertian struktur  tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian struktur teks biografi adalah pengaturan unsur atau bagian dari teks biografi. Struktur inilah yang akan menyusun sebuah teks biografi menjadi sebuah teks yang utuh. Pada sebuat teks, struktur memiliki peran penting, yaitu sebagai kerangka yang akan membangun teks itu sendiri, termasuk pada teks biografi.

baca juga cara membuat biografi diri sendiri

Pada sebuah teks biografi, strukturnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Orientasi

Bagian pertama pada struktur teks biografi diawali dengan orientasi. Pada bagian ini terdiri dari awalan biografi, salah satunya adalah pengenalan tokoh yang ada pada teks biografi.

Biasanya, pengenalan tokoh pada bagian orientasi ini akan dituliskan secara umum saja. Berbagai informasi yang sudah didapatkan mengenai tokoh-tokoh ini akan dituliskan secara naratif, sehingga menjadi teks yang menarik. Tokoh-tokoh yang sudah dituliskan pada bagian orientasi ini nantinya akan memengaruhi jalan cerita.

Inilah sebabnya, bagian orientasi pada struktur teks biografi menjadi penting, karena ini akan membantu pembaca untuk memahami informasi tokoh-tokoh.

Untuk lebih lengkap penjelasan silahkan baca disini https://bukunesia.com/reorientasi-dalam-teks-biografi/

2. Peristiwa dan Konflik

Peristiwa dan konflik atau masalah menjadi bagian kedua dari teks biografi. Peristiwa dan konflik yang ada pada teks biografi disebut juga sebagai rangkaian peristiwa.

Bagian peristiwa dan konflik berisi dan menjelaskan berbagai peristiwa, termasuk konflik atau masalah yang dialami oleh tokoh-tokoh pada teks biografi.

Bisa dibilang, bagian kedua pada struktur teks biografi ini merupakan bagian yang penting pada biografi. Sebab pada bagian ini diceritakan berbagai peristiwa yang dialami oleh tokoh, secara urut sesuai dengan waktu kejadiannya.

Tidak hanya menyajikan peristiwa dan konflik, pada bagian ini juga menyajikan solusi atas permasalah yang dialami oleh tokoh. Adanya solusi yang disajikan pada bagian ini akan membantu pembaca untuk memahami berbagai peristiwa yang dialami oleh tokoh.

3. Reorientasi

Bagian terakhir dari struktur teks biografi adalah reorientasi, yang merupakan bagian penutup. Meski merupakan salah satu bagian struktur teks biografi, sebenarnya bagian reorientasi ini bersifat opsional. Ini artinya, reorientasi bisa dituliskan, namun sifatnya tidak wajib ada.

Pada bagian reorientasi, penulis biografi biasanya akan menuliskan pendapatnya, seperti tanggapan penulis mengenai tokoh dan kesimpulan penulis tentang cerita atau peristiwa yang dialami oleh tokoh.

Ciri Biografi

Untuk memudahkan dalam membedakan biografi dengan jenis teks lainnya, ada beberapa ciri biografi yang dapat diidentifikasi, yaitu:

1. Ditulis oleh Orang Lain

Ciri pertama dari biografi adalah teks berupa riwayat hidup atau kisah perjalanan seseorang ditulis oleh orang lain. Penulis dari biografi seorang tokoh bisa penulis yang tertarik dengan tokoh tersebut, maupun penulis yang memang ditunjuk oleh tokoh tersebut.

2. Berisi Kisah Perjalanan Hidup Seseorang

Ciri kedua dari biografi adalah berisi kisah perjalanan hidup seseorang atau riwayat hidup seseorang. Kisah perjalanan dan riwayat hidup ini bisa didapatkan dari berbagai sumber, seperti wawancara langsung kepada tokoh, cerita dari pihak lain, maupun berbagai dokumentasi yang ada.

3. Informasi Berdasar pada Fakta

Sebuah teks biografi harus berdasarkan pada fakta, baik itu dari cerita yang dituturkan oleh tokoh, maupun dari riset yang dilakukan oleh penulis. Fakta yang dituliskan ini tentu bertujuan agar pembaca tidak menerima informasi yang salah atau palsu mengenai peristiwa yang dialami oleh tokoh.

4. Menggunakan Struktur Teks Biografi

Ciri lain dari biografi adalah penulisannya yang menggunakan struktur teks biografi, yaitu orientasi, peristiwa dan konflik, serta reorientasi. Menggunakan struktur teks biografi ini akan membedakan biografi dengan jenis teks lainnya.

5. Pola Pengembangan Teks Kronologis

Teks biografi berisi perjalanan dan riwayat hidup seseorang. Data yang sudah didapatkan ini tidak dituliskan dalam bentuk poin-poin, tapi berbentuk pola pengembangan teks secara kronologis.

Kaidah Kebahasaan Biografi

Dalam penulisan biografi juga harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang digunakan. Secara singkat, kaidah kebahasaan adalah gaya bahasa yang digunakan oleh teks tertentu. Fungsi dari kaidah kebahasaan ini adalah untuk membedakan satu teks dengan teks lainnya.

Seperti apa kaidah kebahasaan biografi? Berikut ini penjelasannya:

1. Kata Ganti atau Promina

Kaidah kebahasaan biografi yang pertama adalah pada kata ganti atau promina. Kata ganti yang digunakan pada biografi biasanya akan menggunakan sudut pandang orang ketiga, seperti ‘ia’, ‘dia’, atau ‘beliau’.

Hal ini disebabkan karena biografi ditulis oleh orang lain dan bukanlah tokoh itu sendiri. Maka isi dari biografi adalah menceritakan orang lain dari sudut pandang penulis.

2. Kata Kerja Tindakan

Pada biografi, jenis kata kerja yang digunakan adalah kata kerja tindakan, yang bertujuan untuk menjelaskan atau menyatakan peristiwa dan tindakan yang dilakukan oleh tokoh.

3. Kata Kerja Pasif

Selain kata kerja tindakan, kata kerja pasif juga digunakan pada penulisan teks biografi. Sama seperti kata kerja tindakan, kata kerja pasif juga digunakan untuk menjelaskan peristiwa dan tindakan yang dilakukan maupun dialami oleh tokoh. Contohnya seperti ‘diminta’, ‘ditugaskan’, ‘diberi’, dan lain-lain.

4. Kata Keterangan Waktu

Pada penulisan biografi, kaidah kebahasaan yang sering digunakan adalah kata depan berupa kata keterangan waktu, seperti ‘pada’. Kata keterangan waktu ini digunakan untuk menunjukkan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Misalnya menunjukkan tahun terjadinya, atau menjelaskan secara detail waktu terjadinya suatu peristiwa.

(Penulis: Tyas Wening)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis