logo penerbit bukunesia

Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, Struktur dan Contoh Autobiografi

autobiografi
promo tahun baru 30%

Punya pengalaman yang indah atau pengalaman yang berat atau bahkan yang unik dan ingin dijadikan buku? tapi bingung bagaimana cara struktur dan contoh autobiografi? 

Autobiografi seringkali sering disalah maknai dengan biografi. Padahal biografi dan autobiografi dua hal yang berbeda. Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel hingga akhir di sini

Pengertian Autobiografi 

Auto biografi secara umum dapat diartikan sebagai riwayat hidup seseorang semasa hidupnya. Autobiografi ditulis oleh dirinya sendiri, sementara yang ditulis orang lain disebut biografi. Autobiografi dapat pula diartikan sebagai pengalaman hidup atau riwayat hidup seseorang dari masa kecil hingga saat ini. Jadi, secara tidak langsung penulis menuliskan sejarah hidupnya menggunakan sudut pandang orang pertama, yang ditandai dengan kata ganti “Aku”. 

Autobiografi dapat juga dikemas menjadi non fiksi naratif, yang mana cerita yang diangkat berasal dari kisah nyata. Di dalam penulisan nonfiksi naratif juga memenuhi elemen seperti proganois dan antagonis.

Baca juga : Perbedaan Biografi, Autobiografi dan Memoar

Tujuan Autobiografi

Tujuan Autobiografi tentu akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi pembacanya. Apalagi jika muatan yang disampaikan memiliki pelajaran hidup yang luar biasa. Terlepas dari itu semua, berikut beberapa tujuan autobiografi. 

  1. Mengenal Diri Sendiri 

Disadari atau tidak, saat membaca buku biografi, kita akan belajar banyak hal dari pengalaman orang lain. Terkadang bagian hidup orang lain yang mirip dengan bagian hidup kita. Ada juga pengalaman orang lain dapat dijadikan menjadi pengalaman berharga untuk diri sendiri, agar lebih bijak dalam menyikapi hidup. 

Dengan kata lain, salah satu tujuan autobiografi adalah membantu dalam mengenali diri sendiri melalui detail hidup. Dengan mengetahui detail hidup, maka akan banyak puzzle yang melahirkan ilmu murni dan melahirkan teori dan pembelajaran untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain. 

  1. Menginspirasi 

Di era digitalisasi seperti sekarang, setiap orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan pendapat mereka. Salah satunya di media sosial. Namun, menulis autobiografi tidak sekedar menceritakan diri sendiri. Tetapi lebih menekankan pada kisah perjalanan dan siklus hidup yang penuh kejutan dan misteri. 

kejutan dan siklus kehidupan yang diceritakan inilah yang dapat dijadikan pelajaran bagi pembaca. Sehingga muncullah istilah cerita yang yang menginspirasi. Jadi hanya berawal dari menggambarkan, menceritakan siklus dan sepak terjang hidup, mampu memberikan kekuatan bagi orang lain agar juga tetap mampu survive, dan mengambil hikmah. 

  1. Sebagai Pencitraan 

Ada juga yang menjadikan autobiografi sebagai sarana untuk membangun citra atau personal branding. Umumnya ini dilakukan untuk tokoh-tokoh atau calon tokoh yang hendak mengikuti pemilu, atau ingin mencalonkan diri (entah apapun itu bentuk pencalonannya). Namun ada juga yang menuliskan autobiografi dengan tujuan tulus murni, yaitu berbagi semangat dan kekuatan.

Ciri Ciri Autobiografi

Seringkali banyak yang salah membedakan antara autobiografi dan biografi. Berikut adalah ciri-ciri autobiografi. 

  1. Kisah perjalanan Hidup 

Salah satu paling menonjol dari autobiografi adalah, ditulis atas dasar perjalanan hidup atau berisi riwayat hidup. Autobiografi dibuat untuk memotivasi, memberikan dampak positif bagi pembaca. Jadi lebih menonjolkan sisi positifnya, misalnya prestasinya, penghargaan atau kiprah yang pernah dilakukan. 

  1. Mengarahkan Pembaca Mengenali Si Tokoh 

Disadari atau tidak, saat membaca autobiografi, pembaca akan mengenali lebih jauh dan lebih si penulis atau tokoh. Itu sebabnya beberapa orang menjadikan autobiografi untuk personal branding. 

  1. Bersifat Membangun 

Buku autobiografi dibuat dengan tujuan memberikan semangat, motivasi dan energi positif bagi pembacanya. Jadi apa yang dituliskan dalam autobiografi tidak melulu prestasi, tetapi juga proses jatuh bangun, perspektif, sudut pandang dan cara menghadapi masalah dan hasilnya. Sehingga pembaca bisa belajar dari proses dan hasil tersebut untuk dijadikan pelajaran, semangat ataupun motivasi. 

  1. Menggunakan Sudut Pandang Orang Pertama 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Jika buku autobiografi ditulis oleh penulis sendiri. Sehingga kata ganti yang digunakan pun menggunakan “Aku” atau “Saya”. Meskipun demikian, ada juga yang menggunakan sudut pandang lain yang dianggap sesuai. 

  1. Ditulis Sendiri dan boleh mengajak teman penulis untuk membantu

Ciri yang paling menonjol lain, autobiografi ditulis oleh dirinya sendiri. Meskipun demikian, ada juga yang bantuan dari penulis kedua. Kasus tertentu, pihak kedua yang jadi penulis utama, namun apa yang dituliskan sesuai dengan tokohnya, dan tulisan dibuat dari hasil penuturan, pernyataan, cerita tokoh atau penurutan si tokoh.  

Itulah ciri autobiografi yang dapat dijadikan pembeda. Semoga dari perbedaan di atas memberi kejelasan perbedaan autobiografi. 

Struktur Autobiografi

Menulis autobiografi ada struktur yang perlu diperhatikan. Penasaran apa sih struktur tersebut? Berikut ulasannya. 

  1. Judul 

Struktur pertama adalah judul. Judul menjadi daya tarik autobiografi. Penulisan judul pun harus jelas, menarik perhatian. Jika autobiografi adalah tokoh besar, cukup menuliskan namanya orang akan mengenalnya. Permasalahannya adalah, jika tokoh bukanlah orang yang populer, namun memiliki pelajaran hidup, semangat yang positif, maka itulah yang harus ditonjolkan di dalam judul. 

  1. Penulisan Latar belakang Keluarga 

Rata-rata autobiografi ditulis dari tokoh-tokoh yang memiliki nama dan pengaruh. Meskipun namanya populer, tidak semua orang tahu lebih dalam tentang tokoh tersebut. Maka di struktur autobiografi penting sekali mencantumkan latar belakang keluarga. 

Latar belakang keluarga ini pula yang bisa menarik perhatian pembaca. Karena dari berawal dari keluarganya yang mungkin biasa, si tokoh bisa menjadi pribadi yang besar dan berpengaruh untuk bangsa. Dan inilah daya tarik yang bisa dijadikan semangat atau motivasi bagi penikmat. 

  1. Menuliskan Latar Belakang Pendidikan 

Tidak dapat dipungkiri jika pendidikan sangat penting. Pendidikan pula yang menentukan perspektif seseorang. Nah, ada banyak cerita autobiografi yang secara pendidikan biasa-biasa saja, dan (maaf) tidak tamat. 

Namun kiprah, dan semangat juangnya mampu menjadikan orang besar. Banyak pula tokoh-tokoh besar yang memperjuangkan pendidikan, sehingga mampu menjadi pahlawan pendidikan yang sampai sekarang tetap dikenang, berkat jasa-jasanya. 

  1. Menuliskan Latar Belakang Tokoh 

Termasuk juga menuliskan latar belakang pekerjaan si tokoh secara mendalam. Jadi apapun siklus hidup yang dialami si tokoh akan menjadi catatan dan pelajaran bagi pembaca. 

  1. Prestasi 

Struktur autobiografi yang tidak kalah penting, pastikan untuk menuliskan prestasi dan hasil karya yang pernah dilakukan. Bisa juga fokus pada hal-hal apa saja yang dianggap berhasil dicapai dan memberikan perubahan.

Dari kelimat struktur autobiografi di atas, setidaknya dapat dijadikan acuan selama penulisan. Karena kelima struktur tersebut unsur yang tidak boleh dilepaskan . 

Contoh Autobiografi 

Contoh autobiografi itu ada yang dibuat dalam bentuk buku, dan ada juga yang dibuat dalam bentuk singkat. Nah, untuk jenis buku, tentu proses dan isinya lebih mendalam. Sementara autobiografi yang singkat, umumnya banyak digunakan untuk kepentingan seperti melamar pekerjaan, atau tugas sekolah. 

Adapun contoh autobiografi yang bentuk buku, kamu bisa baca buku Buya Hamka karya Haidar Musyafa. Ada juga buku autobiografi yang cukup menarik yang berjudul

 “Mahatma Gandhi : Kisah tentang Eksperimen-ekspemerinan Saya Terhadap Kebenaran” dan 

“Andy Noya : Kisah Hidup”.

Itulah ulasan seputar autobiografi hingga contoh biografinya. Semoga sedikit ulasan ini menegaskan agar tidak terbalik dengan buku biografi.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis