Struktur dan Unsur Kebahasaan Teks Biografi

Unsur Kebahasaan Teks Biografi

Umumnya, unsur kebahasaan teks biografi terdiri dari kata hubung, merujuk kata, kata kerja dan kata yang merujuk waktu, tempat dan aktivitas. Nah, apa itu semuanya dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun teks biografi? Yuk, pahami di artikel berikut ini.

Nah, unsur kebahasaan ini hanya bagian dari menulis teks biografi ya. Apa saja yang harus ada dalam menyusun teks ini bisa kalian pelajari secara komprehensif dalam artikel Pengertian Teks Biografi.

Teks biografi adalah teks yang disusun secara tidak terstruktur. Teks biografi juga termasuk teks naratif yang yang berupaya untuk menceritakan sebuah peristiwa yang dialami si tokoh. Banyak pemula yang merasa kesulitan memulai menulis biografi. 

Nah, ada beberapa yang harus diperhatikan saat menuliskan teks biografi. Diantaranya menguasai struktur penulisan, dan mengetahui unsur kebahasaan. Langsung saja intip ulasan berikut ini yuk. 

Struktur Penulisan Teks Biografi

Struktur penulisan itu sendiri memiliki beberapa poin penting yang terdiri dari

1. Judul biografi 

Bagian paling awal adalah menuliskan judul teks biografi. Buat judul secara singkat, padat namun tetap menarik. Judul menjadi ajang promosi yang efektif menarik calon pembaca. Semakin menarik judul, peluang dibaca pun juga semakin banyak. Berlaku sebaliknya. 

2. Unique selling point 

Bagian kedua, perhatikan selling point yang ingin ditonjolkan. Nah, di sini kamu bisa mengemas tulisan secara menarik dan mengesankan lewat kisah cerita si tokoh. Jadi yang dibuat secara menarik tidak hanya di bagian judul tetapi bagian isi cerita. 

Selling point ini juga menjadi pembeda teks biografi yang kamu tulis dengan teks biografi karya orang lain. Sekalipun temanya sama, jika kamu bisa menonjolkan selling point yang sesuai karakter kamu, tetap ada pembeda yang unik. 

3. Menonjolkan kegaguman kepada tokoh

Lantas, bagaimana cara menonjolkan selling point? Salah satu caranya kamu dapat lakukan dengan menonjolkan kekaguman/keharuan yang di alam si tokoh. Inilah upaya penulis membangkitkan kesan dan daya tarik pembaca. 

Jadi, pastikan saat hendak menulis teks biografi, sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Jika perlu, desain terlebih dahulu cerita yang sekiranya mengagumkan dan membuat pembaca greget membaca dan merasa tidak sia-sia saat membacanya.  

4. Pesan cerita yang dapat dipelajari dari si tokoh 

Sebelum lanjut mengulas unsur kebahasaan teks biografi, kamu juga perlu membuat amanat dan pelajaran. Caranya kamu bisa membuat pesan cerita yang dapat dipelajari dari si tokoh. Misal si tokoh pekerja keras, sosok yang gigih, sosok yang sabar dan masih banyak lagi yang dapat disampaikan agar pembaca meneladani peran positif dari si tokoh tersebut.

Apa itu Unsur Kebahasaan?

Setelah mengintip tentang struktur penulisan teks biografi, kamu juga penting menguasai unsur kebahasaan.

Mudahnya, unsur kebahasaan adalah unsur yang  mengarahkan dalam pemilihan bahasa dan menyusun kalimat secara benar.

Meski terlihat sepele, unsur pemilihan bahasa teks biografi salah satu penentu karya tersebut akan terasa hidup atau terkesan kaku.

tokoh dalam teks biografi
Tokoh dalam teks biografi

Unsur kebahasaan teks biografi yang tepat akan menjadikan karya lebih menarik. Tidak hanya menarik, tetapi juga membantu calon pembaca lebih mudah memahami maksud pesan, memudahkan pembaca menjiwai isi teks biografi dan masih banyak lagi manfaat penulis menguasai unsur kebahasaan teks biografi. 

Unsur Kebahasaan Teks Biografi

Setelah mengetahui struktur kepenulisan, pengertian umum kebahasaan, maka ada empat hal penting yang wajib kamu pahami tentang unsur kebahasaan teks biografi, diantaranya sebagai berikut. 

1. Kata Hubung

Unsur kebahasaan teks biografi yang pertama ada yang nama nya kata hubung atau konjungsi. Sesuai dengan namanya, fungsi kata hubung sebagai klusa yang menghubungkan dua atau lebih kata dengan kata lain, dalam satu kalimat. Kata hubung dapat pula digunakan untuk menghubungkan antar kalimat satu dengan kalimat yang lain. 

Dalam teori, kata hubung memiliki istilah lain selain konjungsi. Ada yang menyebutnya dengan kata sambung dan ada pula yang menyebutnya dengan kata hubung. Kata konjungsi itu sendiri pun memiliki dua bentuk fungsi, sebagai berikut. 

a. Konjungsi Intrakalimat 

Jadi yang dimaksud dengan konjungsi intrakalimat adalah kata penghubung yang bentuknya dalam satuan kata atau frasa, dapat pula berupa frasa dengan frasa. Atau dalam bentuk klausa dengan klausa. Di dalam konjungsi intrakalimat terdapat dua bentuk lagi, sebagai berikut. 

  • Konjungsi koordinatif 

Konjungsi koordinatif adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua klausa atau lebih, yang mana konjungsi ini digunakan untuk kata/klausa yang memiliki sintaksis yang sama. Misalnya kata lalu, melainkan, padahal, dan, atau, sedangkan, tetapi dan masih banyak lagi. 

  • Konjungsi subordinatif 

Sedangkan yang dimaksud dengan konjungsi subordinatif adalah kata hubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki sintaksis bertentangan atau tidak sama. Contohnya, sampai-sampai, ketika, bahwa, seandainya, sebab, seolah-olah dan masih banyak lagi. 

b. Konjungsi Antarkalimat 

Adapun yang disebut dengan konjungsi antarkalimat, yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain.

Konjungsi antar kalimat ini ada banyak sekali bentuknya, ada yang nama nya kata hubung akibat, kata hubung pertentangan, kata hubung menguatkan, dan kata hubung pra-waktu. 

Berikut beberapa kata hubung antarkalimat yang sering digunakan, dan kamu juga bisa menggunakannya.

  • Kata hubung akibat: sebab itu, karena itu, oleh sebab itu
  • Kata hubung pertentangan: Akan tetapi, meski demikian, kecuali, akan tetapi, 
  • Kata hubung pra waktu: Sebelum itu, sesudah itu, 
  • Kata hubung kesediaan: Biarpun begitu, meski demikian, 
  • Kata hubung kebalikan: Sebaliknya
  • Kata hubung keadaan: bahwasanya, sesungguhnya, sebenarnya 
  • Kata Hubung konsekuensi : dengan demikian 
  • Kata hubung kelanjutan waktu : Kemudian, setelah itu, lalu

Berbicara kata hubung, sebenarnya ada banyak yang masih bisa dibedah dan diulas lebih dalam. Namun karena keterbatasan ruang, semoga ulasan yang singkat ini memberikan pemahaman.

2. Merujuk Kata

Sementara yang dimaksud dengan rujukan kata adalah unsur kebahasaan teks biografi yang kata yang memiliki keterkaitan dengan kata ganti. Kata ganti yang dimaksud bisa berbentuk kata ganti orang, kata ganti kepunyaan dan kata ganti penunjuk.

a. Rujukan benda 

Adapun bentuk rujukan benda yang sering menggunakan kata “ini”; “itu” dan “tersebut” 

Contoh rujukan benda 

Yogyakarta memiliki kualitas pendidikan yang baik dan banyak perantauan yang datang ke jogja hanya ingin belajar. Maka tidak heran jika julukan kota pelajar tersemat di kota satu ini

b. Rujukan Tempat 

Rujukan tempat dapat ditandai lewat penggunaan kata-kata seperti “Di situ”; “di sana”, dan “di sini”, dan masih banyak lagi. 

Contoh rujukan tempat

Malioboro sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan wisata bersejarah. Di sana juga terdapat wisata kuliner yang memiliki harga murah dan rasa endolita. 

c. Rujukan kepada orang 

Sementara rujukan kepada orang dapat ditandai lewat penggunaan kata-kata seperti “dia”; “beliau”; “ia” atau “mereka”.

Contoh  rujukan kepada orang

Albert Einstein adalah idola saya. Dia seorang ilmuwan yang mengesankan.

Rujukan kata ini sebenarnya tidak hanya digunakan untuk unsur kebahasaan teks biografi saja. Tetapi juga dapat digunakan untuk jenis teks atau tulisan lain. Bahkan mulai dari tulisan fiksi hingga non fiksi. 

3. Kata Kerja

Adapun yang dimaksud dengan kata kerja, yaitu kata yang menunjukan bahwa kata tersebut menyatakan sedang melakukan sesuatu atau melakukan sebuah tindakan. Berbicara tentang kata kerja, ada banyak sekali bentuknya. Berikut hanya beberapa contohnya saja. 

a. Membangkitkan 

Kisah hidup yang penuh derita, perjuangan, tangis namun Si Patro tetap bangkit, bersemangat, optimis, dan tidak pernah berhenti mencoba. Hingga ada akhirnya takdir mampu mengubahnya menjadi orang yang lebih baik. Apa yang dilakukannya membangkitkan jiwa semangat untuk mengubah nasib. 

b. Mendirikan 

Keluarga Pak Marno yang dikenal sebagai orang terkaya di kampung akhirnya mendirikan masjid kampung dengan biaya yang fantastis. 

c. Melestarikan 

Banyak terjadi banjir dan longsor yang dapat mengancam warga di sekitar. Maka dari itu butuh kesadaran diri untuk menanam dan melestarikan kembali hutan-hutan yang sudah digundul. 

d. Menjatuhkan 

Akibat perselingkuhan yang diperbuat secara diam-diam, dan akhirnya ketahuan oleh warga sekitar. Akhirnya warga sekitar menjatuhkan hukuman sebagai sanksi sosial agar mereka tidak mengulangi kembali. 

e. Merayakan 

Berkat kerja keras, kegigihan meraih mimpi dan harapannya. Reno akhirnya bisa meraih harapannya selama. Dalam rangka rasa syukur, keluarga Reno pun akhirnya merayakan keberhasilannya dengan cara berbagi dengan anak-anak yatim-piatu.

Itulah beberapa contoh unsur kebahasaan teks biografi tentang kata kerja. Sebenarnya ada banyak bentuk kata kerja yang tidak dapat disebutkan satu persatu di sini. 

4. Waktu, Aktivitas Dan Tempat

Salah satu ciri menonjol dalam unsur kebahasaan teks biografi adalah masalah penulisan waktu, aktivitas dan tempat. Sebagai teks biografi, tiga unsur tersebut wajib memenuhi dalam teknis penulisan. Karena memang teks biografi menceritakan kisah hidup tokoh, atau lebih tepatnya kisah perjalanan hidup si tokoh. Pertanyaannya adalah, apa yang harus dicantumkan dalam penulisan tersebut? 

a. Waktu 

Unsur kebahasaan teks biografi waktu lebih menonjolkan pada keterangan waktu. Bisa merujuk pada tangga, bulan, tahun atau ketiga-tiganya. Atau bisa juga merujuk pada momen dan masa yang fenomenal. Misalnya saat abad ke-IX, saat masa kerajaan mataram Islam dsb. 

b. Aktivitas/peristiwa 

Sementara aktivitas atau peristiwa yang perlu dimasukkan dalam unsur kebahasaan teks biografi bisa mengacu pada peristiwa-peristiwa yang dialami oleh si tokoh. Misalnya peristiwa kelahiran si tokoh, saat terjadi perang dunia ke-II atau peristiwa kejayaan hidup si tokoh. 

c. Tempat 

Sesuai dengan namanya, unsur tempat adalah lokasi yang pernah ditinggali atau lokasi-lokasi si tokoh tersebut berada dan dicarakan. Lokasi di sini bisa merujuk pada kota, desa, negara ataupun dalam unsur terkecil misalnya dalam bentuk RT maupun RW.

Jadi unsur kebahasaan teks biografi yang meliputi waktu, aktivitas dan tempat menjadi unsur yang tidak kalah penting kamu perhatikan. JIka unsur keempat ini tidak ada dalam teks biografi, maka teks biografi ada sesuatu yang kurang, dan janggal. Karena kunci utamanya justru ada di poin ini.

Setelah mengetahui unsur kebahasaan teks biografi di atas, sebenarnya menulis biografi itu tidak sulit. Kamu cukup mengikuti keempat unsur kebahasaan teks biografi yang sudah dipaparkan di atas, kamu bisa menuliskannya.

Bagi pemula, yang merasa kesulitan, jangan takut. Coba dan terus mencoba. Karena kemahiran akan kamu dapatkan karena kebiasaan.

Teks biografi bisa menjadi sebuah buku yang menarik dan juga termasuk buku non-fiksi. Kalian bisa pahami mengenai karangan non-fiksi pada artikel pengertian dan ciri karangan non fiksi.

Itulah beberapa ulasan tentang unsur kebahasaan teks biografi. Semoga sedikit ulasan ini membantu kalian untuk memahami tentang kebahasaan teks biografi ya. (Penulis/Irukawa Elisa)

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis