Deiksis adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contoh

Deiksis Adalah

Deiksis merupakan kata penunjuk atau menunjukkan sesuatu. Mari pelajari pengertian deiksis, jenis, fungsi dan contohnya.

Bahasa dikenal sebagai media untuk berkomunikasi, dan dalam bahasa dikenal sejumlah istilah yang salah satunya adalah istilah deiksis.

Istilah ini bagi sebagian orang mungkin terdengar asing. Namun, tidak bagi sebagian lagi yang lainnya khususnya yang masuk ke jurusan bahasa maupun yang terjun ke dunia kepenulisan. 

Secara umum, deiksis membantu memperjelas makna atau maksud dari suatu kalimat. Baik yang disampaikan secara lisan maupun dalam bentuk tulisan. Jenisnya sangat beragam dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan dalam menyampaikan suatu hal.

Nah, sebagai penulis juga harus kreatif dan terampil dalam menulis, baca tentang keterampilan menulis.

Bagi siapa saja yang memang memperdalam kemampuan bahasa dan media komunikasi. Maka wajib memahami apa itu deiksis, jenis-jenisnya, dan fungsinya. Oleh sebab itu, memperdalam pemahaman tersebut bisa menyimak uraian berikut. 

Baca Juga: Kumpulan Dasar Menulis

Apa Itu Deiksis?

Istilah deiksis secara asal kata diambil dari bahasa Yunani, yakni dari kata deiktikos yang artinya “menunjuk atau menunjukan”. Secara umum deiksis ini memang digunakan untuk menunjuk sesuatu pada kalimat yang diucapkan maupun ditulis. 

Sesuatu yang ditunjuk ini bisa menunjukan benda, orang, tempat, dan bisa juga menunjukan waktu. Sehingga tergantung konteks di dalam kalimat, yang perlu mengecek juga kalimat sebelum dan sesudahnya untuk memastikan apa dan siapa yang dimaksud di dalam kalimat. 

Kalimat yang mengandung deiksis pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri, karena mengetahui apa dan siapa yang ditunjuk tentu akan sangat ambigu. Atau bisa dikatakan susah dipahami. Misalnya pada contoh kalimat berikut: 

dia di keluarga ini selalu menjadi pusat perhatian. 

Kata dia di dalam kalimat tersebut bisa menunjuk pada anggota keluarga lain entah itu kakak, adik, paman, bibi, nenek, dan seterusnya.

Namun, kata dia disini juga bisa menunjuk pada hal atau sosok lain. Misalnya hewan peliharaan. 

Saat sebuah keluarga memiliki kucing Persia yang lucu, bisa jadi kucing ini menjadi pusat perhatian seluruh anggota keluarga. Sehingga kata dia dalam contoh kalimat di atas termasuk di dalam deiksis yang menunjuk pada seseorang atau pada hewan peliharaan. 

Pengertian Deiksis Menurut Para Ahli

Supaya tidak pusing dalam memahami pengertian deiksis, maka bisa menyimak pengertian yang disampaikan oleh para ahli. Berikut pendapat-pendapat tersebut: 

1. Saragih (2006) 

Ahli bahasa yang pertama yang memberikan definisi pada deiksis adalah Saragih. Dijelaskan bahwa pengertian deiksis merupakan sebagai unit linguistik (bunyi, kata, frasa, klausa) dengan rujukan atau maknanya ditentukan oleh konteks dengan rujukan ke pemakai bahasa. 

2. Kaswanti Purwo (1984: 1) 

Pendapat yang kedua disampaikan oleh Kaswanti Purwo, sesuatu yang memiliki fungsi untuk menunjuk sesuatu di luar bahasa.

Kemudian dijelaskan juga bahwa sebuah kata dikatakan deiksis apabila referennya berpindah-pindah atau berganti-ganti, tergantung pada siapa yang menjadi pembicara dan lawan bicara, tergantung pada saat dituturkan kata itu. 

3. Suyono 1990 (dalam Andriani 2005)

Pendapat selanjutnya disampaikan oleh Suyono, yang menjelaskan bahwa sebuah kata dikatakan bersifat deiksis apabila acuannya atau rujukannya berpindah-pindah atau berganti-ganti tergantung kepada siapa yang menjadi pembicara dan tergantung kepada saat atau tempat dituturkannya kata itu. 

4. Alwi (1993) 

Pendapat yang disampaikan oleh Alwi (1993), dijelaskan bahwa pengertian deiksis merupakan gejala semantik yang hanya dapat ditafsirkan acuannya atau rujukannya dengan memperhitungkan situasi pembicara. 

5. Bühler (dalam Tatjana, 2006) 

Pendapat yang terakhir disampaikan oleh Buhler, yang menyampaikan deixis ist als Referenz auf die Sprechsituation. Artinya, menurut beliau deiksis adalah sebagai rujukan dari situasi berbicara. 

Dari pendapat sejumlah ahli tersebut maka bisa dipahami bahwa deiksis memiliki referen (acuan benda, orang, atau sesuatu) yang berpindah-pindah tergantung pada situasi penggunaan kata dalam kalimat. 

Deiksis membuat makna bahasa menjadi lebih teratur dan efektif sehingga tidak menyebabkan kerancuan dan tidak menimbulkan persepsi berbeda pada penerima bahasa. Sehingga sebuah kalimat menjadi kalimat efektif yang mudah dipahami tanpa resiko terjadi kesalahpahaman.

Fungsi Deiksis

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai fungsi deiksis. Secara umum, deiksis berfungsi untuk membantu pembaca dan pendengar untuk memahami apa yang ditulis atau diucapkan seseorang. 

Sedangkan fungsi khususnya adalah menyesuaikan dengan konteks kalimat. Apakah menunjukan waktu, menunjukan keterangan orang secara spesifik dan jelas, atau yang lainnya. 

Sehingga, penggunaan deiksis akan membantu membuat kalimat lebih efektif sekaligus enak dibaca atau didengar. Tidak ada pengulangan untuk menyebutkan suatu benda, orang, keterangan tempat, waktu, dan seterusnya.

Jenis dan Contoh Deiksis

Deiksis sebagaimana yang disampaikan di awal memiliki banyak jenis dan menurut Kaswanti Purwo, deiksis terbagi menjadi 5 (lima) jenis. Yaitu: 

1. Deiksis Persona (Orang) 

Jenis deiksis yang pertama adalah deiksis persona dikenal juga deiksis orang. Yaitu deiksis yang kata ganti merujuk pada penunjukan orang. Dimana deiksis yang menunjukan orang ini memiliki tiga fungsi sebagai berikut: 

  • Menunjuk kepada orang yang sedang dibicarakan, misal memakai kata ia dan dia
  • Menunjuk kepada gabungan orang pertama dengan orang kedua, misalnya menggunakan kata kita
  • Menunjuk kepada orang ketiga yang sifatnya jamak (banyak orang), misalnya menggunakan kata kalian, mereka, dan sejenisnya. 

2. Deiksis Tempat 

Jenis deiksis yang kedua adalah deiksis tempat dimana sebuah kata digunakan untuk menunjukan suatu tempat. Misalnya kata dekat, jauh, kanan, kiri, depan, belakang, dan sejenisnya. Contohnya pada kalimat berikut: 

  • Dulu, aku tinggal jauh dari kota ini. 
  • Toko Pak Bahrun ada di belakang rumah Ibu RT. 

3. Deiksis Waktu 

Deiksis waktu adalah jenis selanjutnya yang sesuai dengan namanya, deiksis ini adalah kata dalam suatu kalimat yang digunakan untuk menunjukan waktu. Sehingga segala bentuk kata yang berkaitan dengan waktu termasuk ke dalam jenis deiksis ini. Misalnya pada contoh berikut: 

  • Besok aku naik kereta ke Semarang. 
  • Rapat kemarin, siapa saja yang hadir? 

4. Deiksis Wacana 

Berikutnya adalah deiksis wacana yang dalam kalimat ada sebuah kata yang menunjukan suatu efek, dampak, atau akibat dari suatu proses yang dijelaskan sebelumnya. 

Jenis deiksis ini kemudian terbagi menjadi dua, yaitu anafora yakni penggunaan kata yang menunjuk pada suatu hal yang telah disebutkan. Kedua, adalah katafora yang menggunakan kata yang menunjuk suatu hal yang akan disebutkan. Contohnya: 

  • Contoh Anafora: Ani sangat rajin membaca, karena itu dia mempunyai banyak wawasan yang luas.
    Kata “itu” merujuk pada suatu hal yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu rajin membaca.
  • Contoh Katafora: halaman berikut membahas tentang fungsi organ-organ tubuh manusia.
    Kata “berikut” merujuk pada hal yang disebutkan di akhir kalimat atau wacana yaitu pembahasan halaman berikutnya.

5. Deiksis Sosial 

Terakhir adalah deiksis sosial, yaitu jenis kata di dalam kalimat yang digunakan untuk menunjuk seseorang yang dipengaruhi oleh situasi sosial di masyarakat.

Deiksis ini dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan, dan kedudukan sosial seseorang. Contohnya: 

Prof, saya ingin mengajukan proposal penelitian besok. 

Kata “Prof” digunakan untuk menunjuk dosen yang merupakan Profesor di kampus. 

Semoga artikel diatas tentang pengertian deiksis, fungsi, jenis-jenis dan contoh deiksis diatas bisa dipahami dan bermanfaat (Pujiati).

Ada artikel penting lainnya tentang menulis buku yang baik dan benar serta bisa diterbikan, lo. Yuk, baca artikel berikut ini.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis