Pernah nggak sih kamu datang ke perpustakaan lalu mengira tugas pustakawan cuma menjaga rak buku? Kalau iya, saatnya mengubah cara pandang itu. Di balik perpustakaan yang rapi dan koleksi buku yang mudah ditemukan, ada sosok pustakawan yang berperan besar dalam membangun budaya literasi masyarakat.
Di era digital seperti sekarang, ketika informasi datang dari mana saja, banjir informasi lewat media sosial, mesin pencari, hingga kecerdasan buatan, sehingga peran pustakawan justru semakin penting. Mereka menjadi kurator informasi, pendamping belajar, hingga penggerak literasi digital.
Karena kontribusinya yang begitu besar, Indonesia memiliki momentum khusus untuk memberikan apresiasi kepada profesi ini, yaitu Hari Pustakawan Nasional. Lalu, kapan Hari Pustakawan Nasional diperingati? Bagaimana sejarahnya? Dan mengapa peran pustakawan sangat penting bagi masa depan literasi Indonesia? Yuk, simak pembahasannya!
Daftar Isi Artikel
Kapan Hari Pustakawan Nasional Diperingati?
Hari Pustakawan Nasional diperingati setiap tanggal 7 Juli. Tanggal ini dipilih karena memiliki nilai historis yang erat dengan lahirnya organisasi profesi pustakawan di Indonesia, yaitu Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI).
Menariknya, selama bertahun-tahun masyarakat telah memperingati 7 Juli sebagai Hari Pustakawan berdasarkan pencanangan Perpustakaan Nasional pada 1990.
Namun, secara resmi pemerintah baru menetapkan 7 Juli sebagai Hari Pustakawan Indonesia melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 81/M/2025 yang diterbitkan pada 25 Juni 2025.
Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap profesi pustakawan sekaligus penguatan perannya dalam pembangunan literasi nasional.
Peringatan Hari Pustakawan menjadi momentum untuk mengingat bahwa akses terhadap informasi yang berkualitas tidak akan berjalan optimal tanpa hadirnya pustakawan yang kompeten.
Baca Juga: Pohon Literasi: Manfaat, Cara Membuat dan Contoh Kreatif
Sejarah Hari Pustakawan Nasional
Sejarah Hari Pustakawan Nasional tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang profesi pustakawan di Indonesia. Tonggak awalnya terjadi pada 5–7 Juli 1973, ketika berlangsung Kongres Pustakawan Indonesia pertama di Ciawi, Bogor.
Dalam kongres tersebut, berbagai organisasi kepustakawanan sepakat membentuk Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) sebagai wadah profesi nasional. Tepat pada 7 Juli 1973, IPI resmi berdiri.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1990, Kepala Perpustakaan Nasional RI saat itu, Mastini Hardjoprakoso, menetapkan tanggal 7 Juli sebagai Hari Pustakawan. Penetapan tersebut bertujuan memberikan penghargaan kepada para pustakawan yang telah berkontribusi dalam pengembangan perpustakaan dan peningkatan budaya baca masyarakat.
Meski telah diperingati selama puluhan tahun, statusnya belum memiliki dasar hukum nasional. Baru pada tahun 2025 pemerintah menetapkannya secara resmi melalui keputusan menteri.
Dengan demikian, Hari Pustakawan kini tidak hanya menjadi tradisi profesi, tetapi juga bagian dari kalender nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi pustakawan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Peran Pustakawan dalam Meningkatkan Literasi Indonesia
Di era serba digital, profesi pustakawan mengalami transformasi yang sangat besar. Mereka bukan lagi sekadar “penjaga perpustakaan”, melainkan menjadi fasilitator pengetahuan dan literasi informasi.
1. Menjadi Kurator Informasi yang Terpercaya
Saat ini, informasi tersebar sangat cepat. Sayangnya, tidak semua informasi dapat dipercaya. Di sinilah pustakawan berperan membantu masyarakat menemukan sumber yang valid, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kemampuan memilih informasi yang kredibel menjadi semakin penting di tengah maraknya hoaks, misinformation, dan konten yang dibuat tanpa verifikasi.
Baca Juga: Arti Kurasi Naskah: Pengertian dan Contoh Penerapannya
2. Meningkatkan Budaya Membaca Sepanjang Hayat
Perpustakaan modern tidak lagi sebagai pajangan yang mendisplay koleksi buku. Sekarang banyak perpustakaan modern yang yang menawarkan ruang diskusi, kelas literasi, pelatihan digital, hingga kegiatan komunitas.
Pustakawan menjadi motor penggerak berbagai program tersebut sehingga masyarakat lebih dekat dengan aktivitas membaca, belajar, dan berbagi pengetahuan. Peran ini mendukung konsep lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat yang menjadi salah satu fondasi masyarakat berbasis pengetahuan.
3. Mendampingi Masyarakat Menghadapi Era Digital
Literasi saat ini tidak hanya berarti mampu membaca buku. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan mencari, mengevaluasi, mengelola, dan menggunakan informasi secara bijak.
Karena itu, pustakawan kini juga berperan sebagai pendidik literasi digital. Mereka membantu masyarakat memahami cara menggunakan sumber elektronik, basis data ilmiah, perpustakaan digital, hingga etika menggunakan informasi di internet.
Perpusnas bahkan menegaskan bahwa pustakawan masa kini harus adaptif terhadap teknologi serta mampu menjadi kurator informasi di tengah derasnya arus digital.
Cara Memperingati Hari Pustakawan Nasional
Tentu saja, Hari Pustakawan bukan hanya milik mereka yang bekerja di perpustakaan. Siapa pun bisa ikut merayakannya dengan cara sederhana namun bermakna. Termasuk kamu. Kamu bisa merayakan hari perpustakaan nasional dengan beberapa cara sebagai berikut.
1. Berkunjung ke Perpustakaan
Coba luangkan waktu mengunjungi perpustakaan daerah, sekolah, kampus, atau perpustakaan komunitas. Selain membaca buku, kamu juga bisa mengikuti berbagai kegiatan yang sering diadakan, seperti bedah buku, kelas menulis, hingga diskusi literasi.
2. Mengapresiasi Jasa Pustakawan
Ucapan terima kasih sederhana kepada pustakawan bisa menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membantu masyarakat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
3. Membaca dan Membagikan Rekomendasi Buku
Hari Pustakawan bisa menjadi momentum untuk mulai membangun kembali kebiasaan membaca. Setelah selesai membaca, bagikan ulasan atau rekomendasi buku di media sosial agar semakin banyak orang tertarik membaca.
4. Mengikuti Kegiatan Literasi
Banyak perpustakaan dan komunitas mengadakan webinar, workshop, kelas menulis, atau diskusi buku setiap bulan Juli. Mengikuti kegiatan tersebut menjadi cara positif untuk memperluas wawasan sekaligus mendukung gerakan literasi.
Baca Juga: 8 Contoh Program Literasi Sekolah yang Menarik
5. Mendukung Perpustakaan di Lingkungan Sekitar
Bentuk dukungannya bisa bermacam-macam, mulai dari menyumbangkan buku yang masih layak baca, menjadi relawan kegiatan literasi, hingga ikut mempromosikan layanan perpustakaan melalui media sosial. Langkah kecil seperti ini dapat memberikan dampak besar bagi peningkatan budaya baca di lingkungan sekitar.
Jadi, Hari Pustakawan Nasional bukan hanya peringatan untuk menghormati sebuah profesi, tetapi juga pengingat bahwa kemajuan bangsa selalu berawal dari masyarakat yang gemar belajar.
Di balik setiap perpustakaan yang hidup, ada pustakawan yang bekerja memastikan informasi dapat diakses secara adil, akurat, dan bermanfaat. Mereka membantu anak-anak menemukan buku pertama yang menginspirasi, mendampingi mahasiswa mencari referensi ilmiah, hingga membimbing masyarakat agar lebih bijak menghadapi banjir informasi di era digital.
Jadi, ketika 7 Juli tiba, mari jadikan Hari Pustakawan Nasional sebagai momentum untuk lebih dekat dengan perpustakaan, lebih rajin membaca, dan lebih menghargai profesi yang selama ini menjadi salah satu penjaga peradaban pengetahuan.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat bagi kamu yang ingin memahami makna Hari Pustakawan Nasional dan semakin menghargai peran pustakawan dalam mencerdaskan masyarakat
Referensi
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2025, June 25). 7 Juli ditetapkan sebagai Hari Pustakawan Indonesia. https://www.perpusnas.go.id/berita/7-juli-ditetapkan-sebagai-hari-pustakawan-indonesia
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2024, July 7). Peringatan Hari Pustakawan: Peran penting pustakawan dalam mengelola perpustakaan. https://www.perpusnas.go.id/berita/peringatan-hari-pustakawan-peran-penting-pustakawan-dalam-mengelola-perpustakaan
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2025). Hari Pustakawan Indonesia: Peran pustakawan sebagai penjaga kemerdekaan intelektual. https://www.perpusnas.go.id/berita/hari-pustakawan-indonesia-peran-pustakawan-sebagai-penjaga-kemerdekaan-intelektual
Detik Sulsel. (2023, July 7). Hari Pustakawan Nasional 2023: Sejarah, logo, dan link Twibbonnya. https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6810787/hari-pustakawan-nasional-2023-sejarah-logo-dan-link-twibbonnya

