Mengetahui cara mengirim naskah novel ke penerbit agar lebih dilirik editor menjadi langkah penting setelah berhasil menyelesaikan sebuah cerita. Banyak penulis fokus pada proses menulis, tetapi belum memahami bahwa kualitas naskah saja belum tentu cukup untuk menarik perhatian penerbit.
Cara menyusun sinopsis, memilih penerbit yang sesuai, hingga mengikuti format pengiriman dapat memengaruhi keputusan editor saat melakukan seleksi. Karena itu, sebelum mengirimkan novel yang sudah kamu tulis, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar naskah terlihat lebih profesional dan memiliki peluang lebih besar untuk diterbitkan.
Daftar Isi Artikel
Cara Mengirim Naskah Novel
Bagi banyak penulis pemula, proses mengirim naskah novel sering membingungkan. Padahal, langkah ini merupakan pintu awal agar karya yang sudah susah payah ditulis memiliki kesempatan untuk dibaca lebih banyak orang.
Kabar baiknya, proses mengirim naskah tidak serumit yang dibayangkan. Selama kamu memahami tahapan yang perlu dipersiapkan, peluang naskahmu untuk dipertimbangkan oleh penerbit akan semakin besar. Nah, berikut tujuh cara mengirim naskah novel yang perlu kamu ketahui.
1. Pastikan Naskah Sudah Benar-Benar Selesai
Hal pertama yang perlu dipastikan adalah naskah sudah selesai ditulis secara utuh. Jangan terburu-buru mengirim novel hanya karena merasa antusias ingin segera diterbitkan. Penerbit umumnya ingin melihat keseluruhan cerita sebelum memutuskan apakah naskah tersebut layak diterbitkan atau tidak. Mereka akan menilai alur, karakter, konflik, hingga ending cerita.
Karena itu, pastikan novelmu sudah memiliki awal cerita yang jelas, konflik yang berkembang, penyelesaian yang kuat dan ending yang tidak menggantung. Jika masih ada bab yang belum selesai atau bagian yang masih berupa catatan kasar, sebaiknya selesaikan terlebih dahulu sebelum mengirimkan naskah.
2. Lakukan Revisi dan Editing Secara Menyeluruh
Banyak penulis pemula menganggap draft pertama adalah versi final. Padahal, hampir semua novel yang diterbitkan melalui proses revisi berkali-kali. Revisi membantu memperkuat cerita dan menghilangkan bagian-bagian yang kurang efektif. Saat melakukan revisi, coba periksa beberapa hal berikut:
- Alur Cerita
Pastikan cerita mengalir dengan baik dari awal hingga akhir. Hindari plot yang membingungkan atau konflik yang muncul tanpa alasan yang jelas.
- Karakter
Periksa apakah karakter memiliki sifat yang konsisten. Jangan sampai tokoh yang digambarkan pemberani di awal cerita tiba-tiba menjadi penakut tanpa alasan yang masuk akal.
- Dialog
Pastikan dialog terdengar alami dan sesuai dengan karakter yang berbicara.
- Ejaan dan Tata Bahasa
Kesalahan kecil seperti typo, penggunaan tanda baca yang kurang tepat, atau kalimat yang bertele-tele dapat mengurangi kualitas naskah secara keseluruhan.
Semakin rapi naskah yang dikirimkan, semakin baik kesan pertama yang diterima editor.
Baca Juga: Self Editing: Pengertian dan Langkah Mudah Melakukannya
3. Kenali Penerbit yang Akan Dituju
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan penulis pemula adalah mengirim naskah ke semua penerbit tanpa mempertimbangkan kecocokan genre. Padahal, setiap penerbit memiliki segmentasi yang berbeda.
Misalnya ada penerbit yang fokus pada novel romance, ada yang lebih banyak menerbitkan novel religi, ada yang khusus menerbitkan buku anak dan ada yang fokus pada novel fantasi atau fiksi populer.
Sebelum mengirim naskah, luangkan waktu untuk mempelajari katalog buku yang sudah diterbitkan oleh penerbit tersebut. Jika novel yang kamu tulis memiliki tema yang sejalan dengan buku-buku mereka, peluang untuk dilirik tentu lebih besar.
4. Siapkan Sinopsis yang Menarik
Selain naskah lengkap, hampir semua penerbit meminta sinopsis sebagai dokumen pendukung. Sayangnya, banyak penulis justru menganggap sinopsis sebagai bagian yang tidak terlalu penting. Padahal, sinopsis sering menjadi dokumen pertama yang dibaca editor sebelum membuka naskah lengkap.
Pertanyaannya adalah, seperti apa sih sinopsis yang menarik? Yaitu sinopsosi yang bisa mengangkat siapa tokoh utama dalam cerita?, Konflik apa yang dihadapi?, Apa yang membuat cerita tersebut menarik? Dan bagaimana perkembangan konflik yang terjadi?
Hindari membuat sinopsis yang terlalu panjang atau terlalu pendek. Fokuslah pada inti cerita dan keunikan novel yang kamu tulis. Anggap saja sinopsis sebagai trailer film yang bertugas membuat editor penasaran untuk membaca keseluruhan naskah.
Baca Juga: 6 Cara Membuat Sinopsis Naskah Novel yang Baik
5. Ikuti Format Pengiriman yang Diminta
Setiap penerbit biasanya memiliki ketentuan pengiriman naskah yang berbeda-beda. Beberapa penerbit meminta beberapa aturan seperti:
- File dalam format DOC atau DOCX
- Font Times New Roman ukuran 12
- Spasi 1,5 atau 2
- Margin tertentu
- Sinopsis terpisah
- Biodata penulis
Meski terlihat sederhana, banyak naskah ditolak sejak awal karena penulis tidak mengikuti panduan yang sudah ditentukan. Membaca dan mengikuti ketentuan pengiriman menunjukkan bahwa kamu serius serta menghargai proses seleksi yang dilakukan penerbit. Jadi, jangan malas membaca petunjuk pengiriman sebelum mengirimkan naskah.
6. Lengkapi dengan Profil Penulis
Selain naskah dan sinopsis, penerbit biasanya meminta biodata singkat penulis. Tidak perlu menulis autobiografi panjang. Cukup tuliskan informasi yang relevan seperti:
- Nama lengkap
- Domisili
- Pendidikan atau profesi
- Pengalaman menulis
- Prestasi yang pernah diraih
- Akun media sosial atau portofolio karya
Kalau ini adalah novel pertamamu, tidak perlu khawatir. Editor tidak hanya mencari penulis yang sudah terkenal. Banyak penulis debut yang berhasil menerbitkan novel pertama mereka karena memiliki cerita yang kuat dan menarik.
Karena itu, fokuslah menunjukkan dirimu secara profesional tanpa harus melebih-lebihkan pengalaman.
Baca Juga: 10 Contoh Bionarasi Penulis Pemula, Ternyata Sepenting Ini Loh
7. Siap Mengirim Naskah Novelmu?
Nah, setelah semua persiapan dilakukan, sekarang saatnya mengambil langkah yang paling penting, yaitu mengirimkan naskah. Percaya atau tidak, tahap ini justru menjadi hambatan terbesar bagi banyak penulis.
Banyak orang terjebak dalam fase “nanti dulu”. Mereka merasa naskahnya masih kurang bagus, masih ingin merevisi satu bab lagi, atau masih ingin memperbaiki beberapa dialog.
Akibatnya, naskah hanya tersimpan di laptop selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa pernah dikirim ke mana pun. Padahal, tidak ada naskah yang benar-benar sempurna.
Padahal kita tahu, bahwa novel yang sekarang terpajang di toko buku pun sebelumnya melalui proses penyuntingan yang panjang. Editor memang ada untuk membantu menyempurnakan naskah yang memiliki potensi.
Jadi, jika kamu sudah menyelesaikan cerita dan sudah melakukan revisi, menyiapkan sinopsis, mematuhi format yang diminta dan melengkapi biodata, maka kamu tidak perlu ragu. Bahkan kamu bisa mulai mengirimkan karya yang sudah kamu perjuangkan selama ini.
Ingat, naskah yang dikirim memiliki peluang untuk diterbitkan. Sebaliknya, naskah yang hanya disimpan di folder laptop tidak akan pernah mendapatkan kesempatan tersebut.
Kesimpulan
Mengetahui cara mengirim naskah novel ke penerbit agar lebih dilirik editor merupakan langkah penting bagi siapa saja yang ingin melihat karyanya terbit dan dibaca lebih banyak orang.
Prosesnya tidak hanya sekadar mengirim file, tetapi juga memastikan naskah sudah selesai, melalui revisi yang matang, memiliki sinopsis yang menarik, serta mengikuti ketentuan yang ditetapkan penerbit.
Kabar baiknya, semua tahapan tersebut bisa dipelajari oleh siapa saja, termasuk penulis yang baru pertama kali mengirimkan novel. Yang terpenting adalah berani mengambil langkah dan memberikan kesempatan bagi karya yang sudah kamu perjuangkan untuk dinilai oleh editor profesional.
Jika novelmu sudah siap, tidak ada alasan untuk terus menundanya. Setiap hari ada banyak penulis yang mulai mewujudkan impiannya dengan mengirimkan naskah ke penerbit. Semakin cepat naskah dikirim, semakin cepat pula peluangmu untuk mendapatkan masukan, proses seleksi, hingga kesempatan diterbitkan.
Sudah menyelesaikan novel dan siap melangkah ke tahap berikutnya? Kamu bisa mengirimkan karyamu melalui layanan Kirim Naskah Bukunesia. Proses pengajuannya praktis, dilakukan secara online, dan terbuka bagi penulis pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Jangan biarkan naskah yang sudah selesai hanya tersimpan di laptop. Kunjungi halaman Kirim Naskah Bukunesia sekarang dan mulai perjalananmu menuju penerbitan buku bersama tim editor profesional.
Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat untuk kamu yang ingin memahami cara mengirim naskah novel dengan tepat agar karya lebih siap dan memiliki peluang untuk diterbitkan.
Referensi
Clark, R. P. (2020). The art of x-ray reading: How the secrets of 25 great works of literature will improve your writing. Little, Brown Spark.
Murray, D. M. (2003). The craft of revision (5th ed.). Wadsworth Publishing.
Strunk, W., Jr., & White, E. B. (2000). The elements of style (4th ed.). Longman.
Sutejo. (2010). Cara mudah menulis novel dan cerpen. Pustaka Felicha.
Zinsser, W. (2016). On writing well: The classic guide to writing nonfiction (30th anniversary ed.). Harper Perennial.

