Alur Cerita Karya Fiksi: Pengertian, Jenis dan Manfaat

Alur cerita karya fiksi

Sedang mengerjakan karya fiksi, dan mengalami kesulitan menentukan alur cerita pada karya fiksi itu sendiri? Saat menulis sebuah karya fiksi, ada tiga alur yang wajib kamu pelajari. Namun sebelum mengulas lebih lengkapnya, kita kembali ingat pengertian karya fiksi.

Pengertian

Karya fiksi adalah karya tulis yang dirangkai dan dibuat oleh seorang penulis. Ada pula yang mengartikan karya fiksi sebagai bentuk dialog, reaksi pengarang, kontemplasi penulis terhadap kehidupan dan lingkungan. 

Dasar penulisan alur cerita pada karya fiksi menonjolkan imajinasi yang dimiliki oleh si pengarang. Karena bersifat imajinatif, maka fiksi memiliki pembahasan, perspektif dan penyampaian lebih beragam. Alur cerita pada fiksi pun dari segi penulisan dapat diolah dengan cara menginterpretasi, menafsirkan atau dari hasil pemikiran si penulis terhadap peristiwa-peristiwa yang telah dialami. 

Meskipun karya fiksi ditulis berdasarkan imajinasi, realitanya banyak pengarang yang memasukan data, survei juga loh. Bahkan cerita yang ditulis terinspirasi oleh kisah atau pengalaman nyata. Ada juga yang memang pengarang menulis secara murni berdasarkan imajinasi saja.

Alur Cerita Berdasarkan Peristiwa

Sebelum membahas 3 alur cerita berdasarkan peristiwa, perlu kamu ketahui arti dasar alur. Alur adalah tahapan atau rangkaian peristiwa yang saling berkesinambungan, hingga membentuk sebuah plot cerita yang menarik.

Waktunya masuk ke pembahasan inti, yaitu alur cerita pada karya fiksi. Ternyata ada tiga alur yang wajib kamu garis bawahi, yaitu alur maju, mundur dan campur. Ulasan lebih lengkapnya, dapat kita simak sebagai berikut. 

1. Progresif/Maju

Buat kamu yang sedang atau ingin menulis karya fiksi, harus tahu alur yang akan digunakan. Nah, yang dimaksud dengan alur maju ketika pengarang mengemas peristiwa-peristiwa yang terjadi secara maju. Dapat pula diartikan sebagai jalan cerita yang dimulai dari awal hingga akhir.

Alur maju pada karya fiksi disebut juga dengan progresif. Dimana alur maju lebih cocok dicoba oleh penulis pemula. Kenapa? Karena pengarang lebih muda membuat desain atau kerangka ceritanya. 

2. Regresif/Mundur

Sementara yang dimaksud dengan alur mundur kebalikan dari alur maju. Jadi alur mundur adalah alur yang menceritakan peristiwa dari akir ke awal. Saya yakin ketika membaca pengertian ini sebenarnya sudah tahu. Tapi dalam realitas penulisannya kalian bingung. 

Nah pastinya kamu sudah pernah membaca karya fiksi dari berbagai judul bukan? Jika kamu membaca novel atau cerpen yang menceritakan masa lalu terlebih dahulu, dan kemudian dilanjutkan cerita di masa sekarang atau masa depan, maka itu termasuk dalam alur mundur.

Alur mundur disebut juga dengan regresi. Penulisan alur mundur dapat pula dimulai dengan mengawali kisah dari konflik, kemudian dilanjutkan dengan penyelesaian, memperlihatkan kisah masa lalu. Bagi seorang pemula, alur mundur juga sedikit menantang, buat calon pengarang yang suka tantangan, boleh nih mencoba cara ini.

3. Campuran

Setelah mengetahui alur maju dan alur mundur, ada yang disebut dengan alur campuran. Sesuai dengan namanya, alur campuran ini gabungan antara dua alur yang sudah disebutkan sebelumnya.

Umumnya, alur campuran kisah cerita diawali dari peristiwa dan konflik yang sangat kompleks. Alur campuran lebih sering kita temukan di karya-karya novel. Sementara karya cerpen bisa juga, hanya saja dibutuhkan keterampilan untuk memainkan durasi panjang.

Itu Lah tiga alur cerita pada karya fiksi yang wajib kamu ketahui. dari ketiga alur cerita di atas, jangan lupa untuk memperhatikan konflik yang menari, agar pembaca bisa merasakan impresi atau emosi. Sebuah karya yang sukses apabila pengarang mampu mempermainkan atau menghidupkan emosi si pembaca. 

Manfaat Alur Cerita Karya Fiksi

Ditinjau dari segi manfaat, alur cerita pada karya fiksi hadir untuk memudakan pengarang dalam membuat karya imajinasi mereka. Selain itu, manfaat adanya alur, memudahkan pengarang menyusun karya mereka lebih tertata, lebih mudah dipahami dan memudakan pula dalam membuat strategi. Coba bayangkan, jika menulis fungsi tanpa adanya alur? Sepertinya cerita akan terasa abstrak, sulit dipahami dan terkesan kurang menarik untuk diikuti. Nah, semoga dari ulasan yang singkat tentang alur cerita pada karya fiksi ini bermanfaat. Selamat mencoba.

semoga sedikit ulasan tentang alur cerita dari Bukunesia tidak hanya memberikan wawasan dan pengetahuan tentang dunia tulis menulis. Tetapi juga memotivasi kamu agar fokus untuk berani menulis

Penulis: Irukawa Elisa

Bagikan artikel ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram

Artikel oleh

Artikel Terbaru