⚡ Promo Diskon Akhir Tahun | diskon 30% + 20% dan bonus eksemplar up to 10

Lihat Selengkapnya

Pengertian, Manfaat dan Alur Karya Fiksi

Alur cerita karya fiksi

Sedang mengerjakan karya fiksi, dan mengalami kesulitan menentukan alur cerita pada karya fiksi itu sendiri? Saat menulis sebuah karya fiksi, ada tiga alur yang wajib kamu pelajari. Namun sebelum mengulas lebih lengkapnya, kita kembali ingat pengertian karya fiksi.

Pengertian Konflik pada Karya Fiksi

Ada yang menarik saat saya kursus tentang copywriting beberapa tahun lalu.  Konflik karya fiksi unsur yang paling penting. Secara sederhana, saya mendefinisikan konflik sebagai impresi yang sengaja diciptakan oleh si penulis. Tujuan memunculkan impresi ini adalah melahirkan emosi perasaan pembaca, penonton atau penikmat karya fiksi itu sendiri. 

Berbicara tentang emosi itu sendiri, bentuknya ada beragam. Emosi yang ditonjolkan dalam karya fiksi bisa menonjolkan emosi positif, emosi negatif, emosi haru, emosi gundah dan masih banyak perasaan yang dapat dimunculkan. 

Emosi yang dimunculkan inilah yang nantinya mampu melahirkan reaksi perasaan pada penikmatnya. Tentu saja reaksi dari penikmat satu dengan yang lain berbeda-beda, tergantung dari pengalaman, perspektif, dan pengetahuan si penikmat. Lantas, apa sih pengertian konflik menurut pakar berikut? Sebagai berikut. 

1. Wellek dan Warren 

Menurut Wellek dan Warren konflik adalah sesuatu hal yang dramatis, dimana dramatisasi mengacu pada aksi dan balasan aksi. Disebutkan bahwa konflik dapat terjadi karena terjadi kesepakatan bersama yang diatur sedemikian. Konflik dapat pula terjadi karena ada kesepakatan ego satu dengan ego yang lain. 

2. Suyati 

Sementara Suyati mengartikan konflik karya sastra sebagai bagian dari cerita yang bersumber pada kehidupan yang kemudian penikmatnya merasakan perasaan emosional. 

3. Nurgiyanto 

Konflik merupakan sebuah peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra. Dimana peristiwa tersebut memiliki kekuatan untuk memicu peristiwa lain. Menurut Nurgiyantoro, dalam karya fiksi memiliki dua bentuk peristiwa, yaitu peristiwa fisik dan peristiwa batin.

Sebelum melanjutkan membaca, ada kabar baik buat kamu, buknes lagi ada promo PDKT bareng Bukunesia, Diskon hingga 50% dan bonus eksemplar up to 10. Baca lebih lanjut yuk!

Itulah beberapa pengertian konflik menurut para ahli. Setelah mengintip pengertian konflik menurut para ahli, belum afdol rasanya jika kita tidak membahas jenis konflik pada karya fiksi. Yuks, langsung kita simak ulasanya berikut.

Alur Cerita Berdasarkan Peristiwa

Sebelum membahas 3 alur cerita berdasarkan peristiwa, perlu kamu ketahui arti dasar alur. Alur adalah tahapan atau rangkaian peristiwa yang saling berkesinambungan, hingga membentuk sebuah plot cerita yang menarik.

Waktunya masuk ke pembahasan inti, yaitu alur cerita pada karya fiksi. Ternyata ada tiga alur yang wajib kamu garis bawahi, yaitu alur maju, mundur dan campur. Ulasan lebih lengkapnya, dapat kita simak sebagai berikut. 

promo akhir tahun bukunesia

1. Progresif/Maju

Buat kamu yang sedang atau ingin menulis karya fiksi, harus tahu alur yang akan digunakan. Nah, yang dimaksud dengan alur maju ketika pengarang mengemas peristiwa-peristiwa yang terjadi secara maju. Dapat pula diartikan sebagai jalan cerita yang dimulai dari awal hingga akhir.

Alur maju pada karya fiksi disebut juga dengan progresif. Dimana alur maju lebih cocok dicoba oleh penulis pemula. Kenapa? Karena pengarang lebih muda membuat desain atau kerangka ceritanya. 

2. Regresif/Mundur

Sementara yang dimaksud dengan alur mundur kebalikan dari alur maju. Jadi alur mundur adalah alur yang menceritakan peristiwa dari akir ke awal. Saya yakin ketika membaca pengertian ini sebenarnya sudah tahu. Tapi dalam realitas penulisannya kalian bingung. 

Nah pastinya kamu sudah pernah membaca karya fiksi dari berbagai judul bukan? Jika kamu membaca novel atau cerpen yang menceritakan masa lalu terlebih dahulu, dan kemudian dilanjutkan cerita di masa sekarang atau masa depan, maka itu termasuk dalam alur mundur.

Alur mundur disebut juga dengan regresi. Penulisan alur mundur dapat pula dimulai dengan mengawali kisah dari konflik, kemudian dilanjutkan dengan penyelesaian, memperlihatkan kisah masa lalu. Bagi seorang pemula, alur mundur juga sedikit menantang, buat calon pengarang yang suka tantangan, boleh nih mencoba cara ini.

3. Campuran

Setelah mengetahui alur maju dan alur mundur, ada yang disebut dengan alur campuran. Sesuai dengan namanya, alur campuran ini gabungan antara dua alur yang sudah disebutkan sebelumnya.

Umumnya, alur campuran kisah cerita diawali dari peristiwa dan konflik yang sangat kompleks. Alur campuran lebih sering kita temukan di karya-karya novel. Sementara karya cerpen bisa juga, hanya saja dibutuhkan keterampilan untuk memainkan durasi panjang.

Itu Lah tiga alur cerita pada karya fiksi yang wajib kamu ketahui. dari ketiga alur cerita di atas, jangan lupa untuk memperhatikan konflik yang menari, agar pembaca bisa merasakan impresi atau emosi. Sebuah karya yang sukses apabila pengarang mampu mempermainkan atau menghidupkan emosi si pembaca. 

Manfaat Alur Cerita Karya Fiksi

Ditinjau dari segi manfaat, alur cerita pada karya fiksi hadir untuk memudakan pengarang dalam membuat karya imajinasi mereka. Selain itu, manfaat adanya alur, memudahkan pengarang menyusun karya mereka lebih tertata, lebih mudah dipahami dan memudakan pula dalam membuat strategi. Coba bayangkan, jika menulis fungsi tanpa adanya alur? Sepertinya cerita akan terasa abstrak, sulit dipahami dan terkesan kurang menarik untuk diikuti. Nah, semoga dari ulasan yang singkat tentang alur cerita pada karya fiksi ini bermanfaat. Selamat mencoba.

semoga sedikit ulasan tentang alur cerita dari Bukunesia tidak hanya memberikan wawasan dan pengetahuan tentang dunia tulis menulis. Tetapi juga memotivasi kamu agar fokus untuk berani menulis

Penulis: Irukawa Elisa

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis