Artikel Argumentasi: Penjelasan, Struktur dan Contohnya

artikel argumentasi

Banyak orang bisa berpendapat, namun tidak semua mampu mengemas pendapat tersebut menjadi argumentasi yang runtut, berbobot, dan didukung bukti yang relevan.

Karena itu, memahami bagaimana artikel argumentasi dibangun menjadi langkah awal untuk menghasilkan tulisan yang kredibel dan mudah diterima pembaca.

Salah satu agar bisa menulis argumentasi yang tepat, perlu tahu strukturnya lengkap dengan contoh artikel argumentasi. 

Pengertian Artikel Argumentasi

Artikel argumentasi adalah jenis tulisan yang bertujuan meyakinkan pembaca melalui penyampaian pendapat yang disertai bukti, alasan logis, dan analisis yang kuat.

Dalam era informasi seperti sekarang, kemampuan menyusun artikel argumentasi sangat penting—baik untuk kebutuhan akademik, dunia pekerjaan, maupun produksi konten digital.

Agar tulisan mampu memberikan pengaruh, penulis perlu memahami struktur dasar yang menjadi kerangka kokoh sebuah argumentasi.

Baca Juga: Artikel Konseptual – Pengertian, Struktur dan Contoh

Struktur Artikel Argumentasi

Struktur ini membantu gagasan disampaikan secara runtut, mudah diikuti, dan lebih meyakinkan. Berikut struktur artikel argumentasi yang perlu digarisbawahi.

1. Pembukaan

    Bagian pembukaan berfungsi sebagai pintu masuk yang mengarahkan pembaca pada isu yang ingin dibahas. Di dalamnya, penulis biasanya menghadirkan konteks, fakta singkat, fenomena, atau pertanyaan pemancing yang relevan.

    Tujuannya adalah membuat pembaca merasa bahwa topik tersebut penting untuk diperhatikan. Pada tahap ini, penulis juga dapat memperkenalkan konflik atau permasalahan yang akan dikupas lebih dalam.

    Secara deskriptif, pembukaan memberi gambaran awal yang membangun alur berpikir pembaca sehingga siap menerima argumen yang akan disampaikan pada bagian inti.

    2. Pernyataan Pendapat (Tesis) 

      Tesis merupakan posisi penulis terhadap suatu isu. Bagian ini penting karena menjadi dasar dari seluruh argumentasi yang dibangun.

      Tesis harus disampaikan secara tegas, jelas, dan tidak ambigu, sehingga pembaca mengetahui arah pembahasan tulisan.

      Tesis tidak hanya berupa klaim, tetapi juga memuat gambaran singkat mengenai alasan-alasan utama yang akan dikembangkan pada paragraf berikutnya. Hal ini memudahkan pembaca memahami kerangka logika yang sedang disusun.

      3. Argumentasi 

        Bagian argumentasi adalah inti dari sebuah artikel argumentatif. Pada bagian ini, penulis memaparkan alasan-alasan yang mendukung tesis secara logis, sistematis, dan disertai data pendukung yang kredibel.

        Argumentasi yang kuat biasanya terdiri dari beberapa paragraf, di mana setiap paragraf berfokus pada satu gagasan utama yang diperkuat dengan bukti, seperti hasil penelitian, pendapat ahli, contoh kasus nyata, atau data statistik.

        Dalam penulisan deskriptif, penulis menjelaskan hubungan antara data dengan klaim yang diajukan sehingga pembaca dapat melihat keterkaitan logis tersebut. Semakin lengkap dan relevan bukti yang diberikan, semakin besar peluang pembaca menerima pendapat penulis.

        4. Sanggahan dan Penolakan (Optional)

          Pada bagian ini, penulis mengakui adanya pandangan berbeda lalu menyajikan alasan mengapa pandangan tersebut kurang tepat atau kurang relevan.

          Teknik ini menunjukkan bahwa penulis memahami isu secara menyeluruh dan mampu melihat dari berbagai perspektif.

          Dalam beberapa kasus, sanggahan justru menjadi daya tarik utama karena memberikan kedalaman analisis serta membuat argumen utama lebih meyakinkan.

          download ebook bukunesia

          5. Penegasan Ulang Pendapat (Kesimpulan)

            Kesimpulan berisi rangkuman singkat dari argumen yang telah dipaparkan, disertai penegasan ulang terhadap tesis. Tujuannya bukan mengulangi isi pembahasan secara detail, melainkan menguatkan keyakinan pembaca dengan menegaskan pesan inti.

            Dalam gaya deskriptif, kesimpulan dapat berisi ajakan, refleksi, atau prediksi terhadap isu yang dibahas. Dengan demikian, pembaca mendapatkan gambaran utuh serta dorongan untuk setuju atau setidaknya mempertimbangkan posisi penulis.

            6. Kekuatan Koherensi dan Kohesi dalam Artikel Argumentasi

              Struktur yang baik tidak akan efektif tanpa penulisan yang runtut dan mengalir. Artikel argumentatif membutuhkan koherensi (keteraturan logika antarbagian) dan kohesi (keterkaitan antar kalimat dalam paragraf).

              Penggunaan kata sambung, transisi paragraf, serta penyusunan ide dari yang umum ke khusus membantu pembaca mengikuti perkembangan argumen tanpa kebingungan.

              Penulis juga harus konsisten menggunakan sumber tepercaya sehingga argumen terbentuk secara akademis dan tidak bersifat opini semata.

              7. Pentingnya Membangun Argumentasi Berbasis Data

                Artikel argumentatif yang baik bukan hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga mendasarkan argumen pada data dan penelitian. Penggunaan rujukan ilmiah membuat artikel lebih kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

                Pembaca masa kini cenderung lebih kritis, sehingga data menjadi elemen penting untuk meyakinkan mereka. Selain itu, rujukan ilmiah membantu penulis mengembangkan gagasan secara lebih luas dan objektif.

                Baca Juga: Contoh Kerangka Artikel: Manfaat dan Cara Membuat

                Contoh Artikel Argumentasi

                Dalam dunia pendidikan, media massa, maupun platform digital, kemampuan menyusun artikel argumentatif menjadi keterampilan penting karena membantu penulis menyampaikan pendapat secara efektif. Untuk memahami bagaimana argumentasi bekerja dalam praktik, berikut tiga contoh artikel argumentasi dengan gaya deskriptif yang komunikatif dan mudah dipahami.

                1. Contoh Artikel Argumentasi tentang Pendidikan: Pentingnya Literasi Digital bagi Pelajar

                  Di era digital yang berkembang pesat, kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan mendasar bagi pelajar. Meski banyak orang beranggapan bahwa pelajar sangat terbiasa menggunakan gawai, kenyataannya tidak semua memiliki keterampilan memahami, memilah, dan mengolah informasi secara kritis. Fenomena penyebaran hoaks yang sering melibatkan remaja membuktikan bahwa literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, melainkan memahami isi yang mereka konsumsi. 

                  Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa literasi digital dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, kreativitas, serta kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena itu, sekolah perlu menyediakan kurikulum yang berfokus pada kecakapan digital, termasuk kemampuan memverifikasi informasi dan etika berinternet. Dengan langkah ini, pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga individu yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam dunia digital.

                  2. Contoh Artikel Argumentasi tentang Kesehatan: Aktivitas Fisik Ringan Lebih Baik daripada Tidak Bergerak Sama Sekali

                    Banyak orang merasa bahwa berolahraga berarti harus melakukan aktivitas intens seperti lari jauh atau latihan beban berat. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki 20–30 menit per hari sudah mampu menurunkan risiko penyakit kronis. Dalam gaya hidup modern yang serba cepat, sebagian orang kesulitan menemukan waktu untuk olahraga berat sehingga memilih tidak berolahraga sama sekali. Pilihan ini tentu merugikan kesehatan karena tubuh membutuhkan pergerakan untuk menjaga fungsi organ dan metabolisme. Aktivitas ringan seperti memilih tangga daripada lift, berjalan ke warung terdekat, atau melakukan peregangan singkat setiap satu jam sudah memberikan manfaat signifikan. Selain meningkatkan energi, kebiasaan kecil ini dapat membantu kualitas tidur dan kesehatan mental. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat menyadari bahwa langkah kecil lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali. Dengan memulai dari aktivitas ringan, peluang membentuk pola hidup sehat akan semakin besar.

                    3. Contoh Artikel Argumentasi tentang Lingkungan: Pengurangan Plastik Sekali Pakai Harus Dimulai dari Rumah

                      Permasalahan sampah plastik menjadi isu global yang semakin mengkhawatirkan. Laporan internasional menunjukkan bahwa sebagian besar sampah plastik berasal dari penggunaan produk sekali pakai yang sebetulnya dapat digantikan dengan alternatif lebih ramah lingkungan. Banyak orang berpikir bahwa pengurangan sampah plastik merupakan tanggung jawab pemerintah atau industri besar saja. Padahal, perubahan sesederhana penggunaan tas belanja kain, botol minum isi ulang, dan wadah makanan non plastik sudah dapat mengurangi jumlah sampah secara drastis. Rumah tangga adalah sumber sampah terbesar sehingga peran keluarga sangat penting dalam mengurangi beban lingkungan. Dengan membiasakan gaya hidup minim plastik, setiap individu dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan ekosistem. Selain itu, edukasi lingkungan sejak dini akan menumbuhkan generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan bumi. Karena itu, pengurangan plastik sekali pakai harus dimulai dari rumah sebagai langkah konkrit menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

                      Baca Juga: Analisis Artikel: Pengertian dan Cara Membuat

                      Tiga contoh artikel argumentasi di atas menggambarkan bagaimana pendapat dapat disampaikan secara deskriptif, logis, dan meyakinkan.

                      Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan, argumentasi yang kuat selalu didukung oleh data, analisis, dan alur yang runtut.

                      Penulis dapat menyesuaikan gaya dan topik sesuai kebutuhan, tetapi prinsip dasarnya tetap sama: memberi alasan yang jelas agar pembaca memahami dan menerima pendapat yang disampaikan.

                      Pertanyaan yang Sering Diajukan

                      Penasaran dengan artikel argumentasi? Simak beberapa pertanyaan penting berikut ini untuk memahami konsep dan tujuannya.

                      1. Apa itu artikel argumentasi?

                      Artikel argumentasi adalah jenis tulisan yang bertujuan menyampaikan pendapat disertai alasan, data, dan fakta pendukung. Artikel ini dirancang untuk meyakinkan pembaca terhadap suatu gagasan.

                      2. Apa tujuan yang tercantum dalam artikel argumentasi?

                      Tujuan artikel argumentasi adalah memengaruhi pembaca agar menerima atau mempertimbangkan suatu pendapat. Selain itu, artikel ini juga melatih pembaca untuk berpikir kritis dan logis.

                      3. Apa saja syarat argumentasi yang baik dalam artikel?

                      Argumentasi yang baik harus didukung data atau fakta, disusun secara logis, dan relevan dengan topik yang dibahas. Selain itu, bahasanya harus jelas, objektif, dan mudah dipahami pembaca.

                      4. Bagaimana isi argumentasi artikel opini?

                      Isi argumentasi dalam artikel opini berupa pendapat penulis yang diperkuat dengan alasan logis dan fakta pendukung. Tujuannya agar pembaca dapat memahami sudut pandang penulis secara rasional.

                      Semoga artikel dari Bukunesia ini bermanfaat dalam membantu pembaca memahami konsep dan struktur artikel argumentasi sehingga mampu menyampaikan pendapat secara logis, runtut, dan meyakinkan.

                      Referensi

                      Keraf, Gorys. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia, 2007.
                      Toulmin, Stephen. The Uses of Argument. Cambridge University Press, 2003.
                      Santoso, Anang. “Argument Structure in Academic Writing.” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2019.
                      Ramage, J., Bean, J., & Johnson, J. Writing Arguments: A Rhetoric with Readings. Pearson, 2016.
                      Cahyani, I. “Pengembangan Keterampilan Menulis Argumentasi.” Jurnal Literasi Nusantara, 2020.

                      MAU NULIS TAPI BINGUNG MULAI DARI MANA?

                      Ebook gratis ini akan membantu kamu menulis buku novel, biografi, fiksi, dan nonfiksi dengan lebih mudah. Dilengkapi panduan serta tips praktis agar proses menulismu makin percaya diri dan terarah.