Contoh Kerangka Artikel: Manfaat dan Cara Membuat

contoh kerangka artikel

Artikel yang baik pasti disusun dengan kerangka yang urut dan rapi. Berikut ini cara membuat dan contoh kerangka artikel yang baik.

Sebuah artikel dibuat pastinya memiliki pesan supaya dapat menginformasikan atau memberikan dampak sesuai dari tujuan artikel tersebut dibuat. Nah, tujuan tersebut beranekaragam mulai dari tujuan informasi, argumentasi, mempengaruhi orang dan lain sebagainya.

Nah, sebenarnya sudah dibahas terkait apa tujuan menulis itu sendiri, bisa kalian baca ya pada artikel tujuan menulis menurut para ahli.

Manfaat Membuat Kerangka Artikel

Hal pertama yang menjadi pertanyaan adalah mengapa seorang penulis artikel harus dan sebaiknya sekali disarankan untuk membuat kerangkanya terlebih dahulu sebelum langsung menulis secara lengkap?

1. Memiliki Alur

Manfaat yang pertama adalah sebuah tulisan yang baik adalah tulisan yang dibaca seseorang sampai akhir sampai si pembaca sendiri tidak menyadarinya kalau sudah membaca artikel yang panjang sampai akhir.

Artinya apa? artinya adalah seorang pembaca akan betah karena membaca artikel yang seperti mengajak dia interaksi dan seolah-olah sampai bawah mereka merasa apa yang jadi masalahnya terjawab tuntas secara runtut dan urut.

Kedua, dengan memiliki alur pembaca juga menganggap bahwa penulis artikel tersebut sangatlah ahli dalam bidang yang sedang ia tulis tersebut.

2. Memudahkan dalam menulis

Manfaat yang kedua adalah memudahkan penulis artikel dalam menulis itu sendiri. Terkadang saking semangatnya menulis, ketika menulis ada saja pikiran atau ide yang masuk tiba-tiba dan akhirnya dimasukkan ke dalam tulisan tersebut dan tulisan bisa meluas kemana-mana dan tidak memiliki pesan yang ingin disampaikan.

Dengan adanya kerangka itu, penulis haruslah mematuhi batasan-batasan bahasan yang akan ia bahas sehingga apabila ada ide yang masuk lebih baik ditulis dalam artikel lain yang lebih komprehensif nantinya.

3. Memudahkan pembaca memahami

Manfaat yang terkahir, tetapi ini menurut penulis sendiri ya, yaitu memudahkan pembaca dalam memahami topik yang ditulis dan disampaikan oleh penulis itu sendiri.

Mengapa bisa memudahkan?

Ingat bahwa seorang pembaca ingin membaca sebuah artikel karena ingin mencari jawaban yang memang bisa membantu permasalahan mereka diselesaikan. Permasalahan disini bukan hanya tentang tutorial atau masalah teknikal, namun juga masalah “pertanyaan” yang ada dibenaknya.

Apabila bahasan kita tidak memiliki alur dan melebar kemana-mana, maka pembaca juga akan bingung fokus artikel yang dibacanya itu sebenarnya apa sih. Oleh karenanya, menulis itu seni menyampaikan pesan yang unik dan susah kalau tidak diasah ya.

Sebelumnya juga sudah dibahas bahwa menulis itu sendiri harus memiliki keterampilan, silakan baca secara mendalam mengenai Keterampilan Menulis dan Cara Mengasah.

Susunan Kerangka Artikel

Sebenarnya tidak ada acuan khusus tentang susunan kerangka untuk menulis artikel itu sendiri, namun dari kebanyakan artikel yang banyak pembacanya dan memang enak untuk dibaca ada beberapa hal, antara lain.

  • Topik
  • Tesis
  • Judul Artikel
  • Kerangka Sub Judul
  • Kesimpulan
  • Ajakan atau persuasi

Cara Membuat Kerangka Artikel

1. Mencari Topik

Mencari sebuah topik yang ingin ditulis menjadi artikel susah-susah gampang tergantung orangnya dan latar belakangnya.

Misalnya, apabila orang suka membaca dan bahan bacaanya beranekaragam maka akan mudah untuk menemukan sebuah topik yang kira-kira menarik baginya dan bagi calon pembacanya nanti.

Kedua, bagi mereka yang memang sudah ahli di bidangnya akan mudah untuk mengulas sebuah topik secara mendalam.

Misalnya seperti artikel bertema kesehatan, maka orang yang berkecimpung atau lulusan dari jurusan kesehatan akan mudah menemukan referensi rujukan sedangkan yang lain akan kesusahan karena bukan bidangnya.

Kunci utama disini yang ingin aku sampaikan adalah rajinlah membaca, mendengar hal baru dari orang lain serta ajaklah diri kalian sendiri untuk “kepo” akan hal baru lebih banyak. Supaya, bisa mengetahui bahasan baru dan kadang juga menjadi unik dimata pembacanya karena sudut padang tulisannya berbeda.

2. Tesis

Kalau dalam teks eksposisi, tesis diartikan sebagai argumen yang ada diawal artikel yang ditulis secara singkat dan biasanya berisi masalah pembaca dan jawaban singkat dari seorang penulis.

Nah, tesis yang menarik diawal bisa membuat pembaca terkena secara psikologisnya untuk membaca artikelnya secara penuh. Untuk mendapatkan argumen ini, tidak mungkin kan kalau misalkan asal menulis? Riset adalah kunci dan teman terbaikmu.

Contohnya, “Berdasarkan survei, 50% wanita tidak ingin menikah diusia mudah karena 5 hal”. Oleh karennya, persiapkan 5 hal tersebut matang sebelum menikah dan ada solusi yang bisa dimulai dari sekarang.

Jadi, orang akan suka melihat masalahnya dan ingin mencari solusi bagaimana menutupi dan menyelesaikan masalah tersebut.

3. Judul Mewakili Pembaca

Judul adalah kunci pertama orang mau membaca isinya, seperti halnya cover buku sebelum orang membeli buku pertama kali.

Akan tetapi, kan ada yang bilang jangan menilai buku dari covernya.

Iya, tetapi itu kalau misalkan kamu udah tau testimoni dari orang yang pernah baca. Kalau isinya bagus kata orang yang pertama kali beli, pasti kamu juga akan lebih mudah percaya tentang apa yang ia bilang karena sudah baca buku.

Bagaimana kalau itu tidak ada orang yang mempengaruhi sama sekali? ya berarti judul penentu utama dahulu. Baru, kalau misalkan isinya bagus, hal yang kamu ceritakan adalah isinya bukan judulnya.

Buatlah judul yang “Bukan Click Bait” saja, namun memang merepresentasikan isi artikel. Semakin baik judul dan maka banyak yang klik. Apabila artikel dibaca sampai akhir, artinya artikel dan judul sudah baik.

Namun, apabila setelah klik orang baru baca beberapa detik langsung keluar, artinya ada masalah di dalamnya.

4. Membuat Kerangka Isi

Nah, hal yang paling penting adalah isi yang menarik dan memiliki “Alur”. Pastikan membuat kerangka dari sub bab atau namanya juga sub judul dahulu, kemudian lanjut ke sub dari sub bab yang telah dibuat dan lanjut ke artikel yang ditulis.

Misalkan seperti pada artikel ini, kerangkanya bisa kalian lihat pada daftar isi diatas.

  • Manfaat …. (sub bab)
    – 1. …. (sub dari sub bab)
    – 2. … (sub dari sub bab)
    – 3. … (sub dari sub bab)
  • Susunan ….
  • Cara Membuat …
    1. ….
    2. …
    3. dst

Setelah itu, baru menulis masing-masing dan dijelaskan satu persatu secara mendalam dan mendetail. Ingat, tulisan adalah pesan jadi sampaikan pesanmu secara padat dan mudah untuk dipahami.

5. Kesimpulan atau Rangkuman

Selanjutnya setelah panjang lebar menulis isi, bisa banget untuk memberi kesimpulan atau rangkuman singkat ya. Akan tetapi, ini sifatnya opsional dan tidak wajib. Alangkah lebih baiknya bisa diisi juga kan.

6. Ajakan (CTA)

Terakhir adalah ajakan untuk melakukan sesuatu. Misalkan, setelah membaca artikel ini semoga kalian bisa semakin produktif untuk menulis artikel yang baik dan berkualitas. Nah, artikel kalian yang memiliki satu tema pasti sudah banyak kan?

Bisa banget loh, kalau ingin menerbitkan tulisanmu menjadi sebuah buku yang pastinya manfaatnya akan lebih luas lagi dan yang membaca akan lebih banyak lagi. Eh, tapi ini beneran ya. Kalau mau nerbitin buku, bisa langsung hubungi email admin@bukunesia.com atau cek halaman bukunesia.com untuk mengetahui caranya.

Nah, bagaimana. Mudah kan membuat kerangka artikel dan pastinya akan membantumu lebih bisa memproduksi banyak artikel, tetapi tujuan utamanya tetap bisa diraih.

Ada artikel penting lainnya tentang menulis buku yang baik dan benar serta bisa diterbikan, lo. Yuk, baca artikel berikut ini.

Artikel Terkait

Bagikan Artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn

Penulis